Bukankah Engkau Kristus?

Maret 15, 2010 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , , , ,

Saudari Fitri, seorang teman yang sering memberi comment di blog ini, yang dengan sadar mengaku sebagai wanita penggoda, memberi pernyataan sebagai berikut:

Tuhan ‘kan Maha Kuasa, seharusnya tinggal memberi ampun saja pada manusia yang berdosa.

Pernyataan ini mengisyaratkan 2 hal, tidak mengenal TUHAN dan tidak mengenal manusia.

Kenapa tidak mengenal TUHAN? salah satu alasan utama adalah Jika TUHAN adalah MAHA, ngapain IA menciptakan manusia?, saya kira ini sejajar dengan pernyataan/pertanyaan di atas. Yang akhirnya menuju kepada keprustasian iman, sebab pertanyaan/pernyataan seperti ini sama dengan usaha mengatur-ngatur TUHAN, usaha menyelami TUHAN tetapi menyelam di lumpur tak beroksigen, mati ujungnya, kecewa awalnya.
Contoh lain pernyataan/pertanyaan yang sejajar dengan ini adalah.. Jika TUHAN Maha, kenapa musti ada nabi-nabi, rasul-rasul…? kenapa musti menunggu ribuan tahun untuk mendapatkan seorang manusia yang bertobat? kenapa sang orang tua harus melahirkan anak-anak? dst, dls…

Kenapa tidak mengenal manusia?
Sebab tidak ada manusia yang benar. Manusia cenderung melihat relatifitas di sekelilingnya. Bahkan agama-agama-pun terpecah, TUHAN boleh satu, tetapi? jujur sajalah kepada diri sendiri, jika memasuki gerbang diskusi, tidak ada satu kepalapun yang bisa sama. Mungkin contoh nyata bisa dilihat, berapa negara di timur tengah sana yang dasar negaranya adalah agama? jika nyata bahwa agama adalah satu dan penyatu, apakah masih perlu ada sekat/batas negara? Manusia ada kecenderungan untuk melenceng. Itulah pengenalan pertama akan manusia. Kenapa ada kecenderungan melenceng? karena manusia sudah terpisah dari TUHAN.

Jadi, jikalau kita tidak mengenal manusia yang cenderung melenceng, dan tidak mengenal TUHAN yang tidak pernah melenceng, maka pertanyaan akan semakin bersileweran di kepala kita… potensi gila tentu ada, …

Melenceng pertama yang terjadi adalah, keinginan dari manusia pertama agar sama seperti ALLAH.
Keinginan inilah yang “melengserkan” manusia itu dari image Kristus, Yang sempurna dan Yang baik. Image itu telah rusak. Lalu apakah TUHAN berubah menjadi tidak sempurna atau tidak baik oleh karena rusaknya hubungan itu? TIDAK, sebab Ia tetap sama, dari dulu, sekarang dan selamanya. Kitalah, manusia ini yang cenderung selalu berubah. Melenceng, tidak tepat sasaran, berdosa. Untuk menunjukkan image yang tepat, yang sempurna, yang baik, TUHAN mengutus Pribadi Firman ALLAH, sebagai patokan, kiblat kepada seluruh manusia, tentang bagaimana berbuat baik bagaimana melayani, bagaimana kesempurnaan d.l.s. Dan bukan perkara singkat untuk proses ini, TUHAN dengan hikmatNYA Yang tidak terselami mempersiapkan, satu orang, satu bapak, satu keluarga, satu suku, satu bangsa, satu hubungan Pribadi dengan TUHAN. IA mempersiapkan dengan matang segala pekerjaanNYA,dan TUHAN mengenal milik kepunyaanNYA sendiri, itulah materainya. Itulah gunanya nabi-nabi diutus, rasul-rasul diutus, untuk menceritakan kasih setia TUHAN yang tidak pernah berubah, meskipun kita selalu berubah dan berdosa.

Dan Alkitab berkata dengan amat dalam untuk diresapi sebagai bukti kasih ALLAH, yang sedemikian juga kita harus resapi di dalam tubuh kita untuk dilakukan, mengasihi:
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Kenapa TUHAN harus mengasihi manusia? Sebab IA menciptakan manusia dengan baik dan sempurna.
Ada orang yang bisa menciptakan barang tertentu. Jika barang ciptaannya itu baik dan bagus dari pandangan dia maka ia akan menyayanginya, lain hal jika ciptaannya itu rongsokan dan tidak sempurna, tentu ia akan menyimpannya di gudang rongsokan atau malah membuangnya. Atau jika ciptaannya itu sakit sehingga membutuhkan resep-resep keagamaan supaya ia dapat melangsungkan kehidupannya, lakukan ini lakukan itu d.l.s, tanpa menyadari keadaan hubungan yang erat dengan penciptanya. Ia hanya percaya resep, manual ini berasal dari pencipta dan pasti benar dan pasti ampuh. TIDAK, TUHAN kita tidak seperti itu, sebab TUHAN menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan baik. Keadaan atau keinginan dari manusia pertama itulah, yang ingin sama seperti ALLAH, yang membuat segalanya berawal kepada kehancuran. Dosa melahirkan dosa. Hubungan antara manusia dengan TUHAN itulah yang rusak. Sama seperti setiap orang yang percaya kepada TUHAN, atau Kristen, jika hubungannya dengan TUHAN telah rusak, maka tidak susah bagi kita melihat hal-hal yang diakibatkannya antara lain, pertengkaran antara sesama jemaat, inter jemaat, dan bahkan di negara tertentu para kaum homo/lesbian telah disahkan….

Suatu wakti di masa penyaliban, dua orang penjahat juga digantung bersama YESUS, mereka bertiga, dianggap layak untuk mati tergantung, karena dianggap berdosa oleh otoritas yang korup dan jahat.
Dua orang benar-benar jahat dan pantas untuk itu, sementara YESUS di persidangan dapat dibuktikan tidak bersalah, dan tidak dapat ditemukan suatu apapun kejahatan yang sekiranya layak untuk hukuman salib. IA bersih dari itu semua, IA bersih karena IA adalah image ALLAH, sample sempurna dari bagaimana sepatutnya manusia hidup di dunia ini, suatu hal yang tidak dimiliki manusia pertama dan seterusnya.

Dua orang berdosa itu menjadi simbol, perlambang bagi manusia sampai maranatha. Dua-duanya sama-sama pendosa berat, dan tidak ada manusia yang tidak lepas dari dosa…
“Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
di dalam BIS, ditulis demikian, supaya lebih jelas, “Engkau Raja Penyelamat, bukan? Nah, selamatkanlah diri-Mu dan kami!” [.

“Engkau kan Maha Kuasa, kenapa tidak memaafkan saja manusia berdosa ini?”, persis sama dengan: “Engkau kan Penyelamat, masa menyelamatkan diriMU dari Salib ngga bisa?”, dan masih dilanjutkan: “Saya seh yakin Penyelamat pasti bisa, dan kalau Engkau Penyelamat itu, maka selamatkan jugalah saya”.

Manusia berdosa ini tidak mengenal PENYELAMAT, dan ia tidak mengenal dirinya sendiri yang penuh dosa…pemberontak…

Bandingkan dengan seorang pendosa yang di sebelah satunya,…
“Apa kau tidak takut kepada Allah? Engkau sama-sama dihukum mati seperti Dia. Hanya hukuman kita berdua memang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi Dia sama sekali tidak bersalah!” Pengenalan akan TUHAN dan pengenalan akan dirinya yang penuh dosa itu akan melahirkan harapan, pengharapan akan hidup bersama ALLAH, IMANUEL, sehingga ia melanjutkan: “Yesus, ingatlah saya, kalau Engkau datang sebagai Raja!”….

Sebab itulah sangat beralasan, dan sangat kaya akan hikmat ketika IA pernah berkata: “Aku datang untuk menyelamatkan yang berdosa”. Sebab hanya orang yang sadar akan dosa yang akan memohon penghapusan dosa. Jika ia masih buta dengan dosanya itu, tentu ia tidak akan pernah berusaha memohon pengampunan, bagaimana ia dapat mengenal Pengampun jika nyata sekali ia tidak melihat dirinya sendiri yang butuh pengampunan.

Marilah menyelidiki diri sendiri, selami keberadaan kita, dan menanglah kepala segala kebutaan rohani kita.
TUHAN Yesus memberkati…. Haleluya, Terpujilah Engkau ALLAH, yang walaupun ENGKAU Perkasa, tetapi Engkau berkenan melawat kami, manusia berdosa, yang lemah…

Yang Kuat menolong yang lemat, itulah logikanya, tetapi ada yang lemah merasa selalu kuat, itulah dosa terbesar itu.

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jadi ‘malu’ aku. 😮 gara-gara mengaku wanita penggoda 😀

  2. Tapi yang jadi masalah adalah saya tidak menemukan pernyataan Yesus bahwa dia di salib untuk menebus dosa manusia. Menurutku itu rencana Yahudi untuk menutupi perbuatannya karena telah menyalib Yesus. :ops:

    • @fitri,

      dasarnya terletak di 1400 tahun sebelum peristiwa penyaliban, coba baca Imamat 17:11

      dan bandingkan dengan perkataan YESUS yang berikut:
      Matius 16: 21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

      dan coba Fitri lanjut bacaanNYA ke ayat2 berikut ini:
      Matius 17:22; Matius 20:18; Markus 8:31; Markus 9:31; Markus 10:33; Lukas 9:22; Lukas 18:31; Lukas 24:7;

      selamat mencari….
      intinya bukan di masalah membaca dan mengetahui tentang semuanya itu, tetapi meresapi dan mempercayai pekerjaan TUHAN…

      coba baca dengan hati yang damai artikel di atas…

  3. @ Fitri

    ..yang jadi masalah adalah saya tidak menemukan pernyataan Yesus bahwa dia di salib untuk menebus dosa manusia. Menurutku itu rencana Yahudi untuk menutupi perbuatannya karena telah menyalib Yesus
    .
    .

    Ada Tiga hal yg terpenting spy suatu peristiwa dapat dikatakan benar2 terjadi ….
    1. Adanya suatu Nubuatan Ilahi (Ramalan) ttg suatu peristiwa akan terjadi.
    2. Adanya saksi diperkuat tanda-tanda ajaib yg menyertainya
    3. Adanya pengakuan dari yg bersangkutan sebelum dan setelah semuanya terjadi.

    Point Yang ke 1 dan ke 2 sudah sangat jelas dan dapat dipercayain. Point ke 3 sudah sangat jelas tetapi kamu menolaknya.! Kalau kamu menolak Krstus datang dari Surga maka sudah pasti kaupun menolakNya sudah mati dan bangkit dari kematian . Nah.. kitab suci Alkitab dgn gamblang mengatakan itu semua dan kitab Alquran juga meneguhkanNYa krn Kristus (ISA ALmasih) juga dikatakan naik ke Surga. Jadi Kristus sudah menggenapin semua kriteria itu. Pernyataan dari Kristus yg nyata kpd para musuhNya saat itu adalah. Apakah kamu marah jikalau Aku mengatakan Aku adalah Allah ( Yoh). Nah inilah dasar dari kaum Yahudi utk menghukum mati Kristus dgn disalibkan. Tetapi niat Yahudi itu adalah dipakai oleh Allah sendiri menjadi kunci menebus dosa manusia pd saat manusia pertama sudah jatuh ke dalam dosa.
    .
    Udah paham ?
    .

    Belon pak Agus ..
    .
    Ya udah tanya terus..

  4. Udah paham. :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: