Orang ini menyesatkan rakyat

Maret 12, 2010 pukul 8:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 71 Komentar
Tag:

Otoritas Yahudi sedang mengajukan Yesus kepada persidangan, supaya IA dapat dihukum seberat-beratnya…
Salah satu tuduhan yang agak menarik adalah ketika mereka mengajukan tuduhan-tuduhan berikut di hadapan Pilatus…

“Kami dapati Orang ini menyesatkan rakyat. Ia menghasut orang supaya jangan membayar pajak kepada Kaisar, sebab kata-Nya Ia adalah Kristus, seorang Raja.” Lukas 23:2, IBIS

Tiga tuduhan,
1. Menyesatkan orang.
2. Menghasut orang supaya tidak membayar pajak kepada Kaisar.
3. Kristus artinya Raja Penyelamat, Raja Yahudi, jadi mereka menuduh Yesus akan melakukan “kudeta”, gerakan sipil untuk menggulingkan penjajah yang sedang berkuasa atas wilayah mereka.

Yang pertama dan ketiga adalah tuduhan agama, dan ketiga tuduhan itu akan kita coba pecahkan hanya dengan menggunakan penyelesaian kepada point yang kedua.

Suatu waktu, kira-kira begitulah kalimatnya, sebelum tuduhan ini terjadi, pernah otoritas Yahudi ini menyuap seseorang. Kesalahan pertama yang dapat saya sebut, menyuap.
Sipenyuap ini seorang yang pintar berpura-pura, penipu, munafik. Kesalahan kedua yang dapat saya sebut, bekerja sama dengan pendosa, suatu hal yang mereka anggap hina jika Yesus lakukan bersama para pemungut cukai, munafik.
Si hamba uang ini, yang mau disuap ini, mengajukan pertanyaan, Karena itu coba Bapak katakan kepada kami, menurut peraturan agama kita, bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Lukas 20:22, IBIS.
Si hamba uang, yang disewa untuk menipu ini, telah membawa-bawa agama, Kesalahan ketiga yang dapat saya sebut, membawa-bawa agama demi pekerjaan penipuan, ia telah menggunakan Nama TUHAN secara sembarangan, otoritas agama, telah menggunakan penipu, seorang penista Taurat, melanggar Taurat, menggunakan Nama TUHAN dengan sia-sia, Taurat dilanggar, sesuatu yang nyata-nyata mereka pertahankan di hadapan YESUS sebelum-sebelumnya, dan yang mereka gunakan untuk menjerat YESUS, sesat.

Untuk jerat, tipuan dari sang hamba uang ini, Yesus memberi jawab, “Coba perlihatkan kepada-Ku sekeping uang perak. Gambar dan nama siapakah ini?” “Kaisar!” jawab mereka. “Kalau begitu,” kata Yesus kepada mereka, “berilah kepada Kaisar, apa yang milik Kaisar dan kepada Allah, apa yang milik Allah.” ( Luk 20:24 -25, IBIS)

JELAS, tentu sangat jelas, jadi tuduhan ke dua di atas, bahkan ketiga tuduhan itu sekaligus, dapat dipecahkan dengan hanya kejadian di Lukas 20:19-25 ini.

Kita, manusia yang kritis terhadap segala sesuatu, sebagaimana sudah sedari dulu, mau bagaimana sekarang? mengikut YESUS yang bebas dari segala tuduhan atau malah meniru para penuduh yang nyata-nyata, bagi orang tertentu agak kasat mata, melakukan hal-hal yang mereka tuduhkan sendiri. BEJAT-nya.

Iklan

71 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Nompang lagi…heheheh

    PERHATIAN : Luangkan waktu anda untuk membaca artikel ini, isi artikel ini akan membuka pikiran anda untuk mengetahui RAHASIA TERBESAR mengenai penebusan manusia !!!….MENGAPA TUHAN HARUS MENJADI MANUSIA ? dan MENGAPA MANUSIA HARUS DITEBUS DENGAN DARAH ?. Atau kalau anda merasa artikel ini terlalu panjang SILAHKAN DOWNLOAD VERSI Wordnya klik di sini :Kimiawi darah.doc

    • Yah, mas @penuai. Ngapain Tuhan harus repot menebus dosa manusia? Tuhan kan Maha Kuasa, seharusnya tinggal memberi ampun saja pada manusia yang berdosa.

      Tuhan kok merendahkan diri jadi manusia? Terus siapa dong yang jaga rumahnya Tuhan, kalau Tuhan menjelma jadi manusia.

      • Nahhhh…itu dia….kalau mau tau jawabannya, silahkan download dulu artikelnya. Truss, dibaca…abis dibaca baru ditanya….

        Soalnya pertanyaan dari Mbak Fitri juga kan sama dengan judul dari Artikelnya…. 🙂

        MENGAPA TUHAN HARUS MENJADI MANUSIA ?, MENGAPA MANUSIA HARUS DITEBUS DENGAN DARAH ?

        Penuh tanda tanya… 🙂 hehehehehe

      • @fitri
        seandainya Anda tahu betapa berdosanya kita manusia ini dan betapa KudusNYA TUHAN, maka segera Anda akan menyadari betapa “ngeri”nya pernyataan Anda…

        kata Anda:
        Ngapain Tuhan harus repot menebus dosa manusia?
        karena manusia adalah ciptaan TUHAN, dan TUHAN sangat sayang sama ciptaanNYA… IA TUHAN yang bertanggung jawab…. Benar-benar tiada TUHAN seperti DIA

        Tuhan kan Maha Kuasa, seharusnya tinggal memberi ampun saja pada manusia yang berdosa.
        perumpamaan saudara Penuai sangat mengena… selamat merenungkan….
        tetapi saya mau jelaskan kengerian pernyataan ini,….
        Jika TUHAN Maha Kuasa, kira2 ada ngga Neraka?, lalu apa gunanya Neraka? apakah neraka lebih layak kepada orang yang tidak percaya pekerjaan TUHAN atau orang yang tidak melakukan perintah-perintah agama?…. selamat merenung…

        Tuhan kok merendahkan diri jadi manusia? Terus siapa dong yang jaga rumahnya Tuhan, kalau Tuhan menjelma jadi manusia.
        coba Anda baca Yesus hanya utusan lho

        selamat merenung

      • Masalahnya adalah saya tidak mendapatkan pengakuan Yesus bahwa dia menebus dosa manusia. Penyaliban itu kan rencana Yahudi bukan rencana Yesus. Kalau Yesus tidak di salib maka tidak akan ada konsep penebusan dosa.

      • @Fitri
        Bukan masalah ada pengakuan apa tidak,…
        TUHAN sudah bekerja, dan Anda tidak mempercayaiNYA, itu ajah koq…

        dengan cara beginilah IA adil menghakimi kelak,…

      • Tidak ada pengakuan dari Yesus kalau kedatangannya adalah menebus dosa manusia dengan cara disalib. Kalau Yahudi tidak menyalib Yesus pasti tidak ada konsep itu.

  2. Yesus itu master diplomasi kayaknya yah…

    • Yoi…..broo…..
      @Fitri & @Lovepassword
      —-heheheh saya pengen cerita pake perumpamaan nichh, agak-agak mirip—
      Ada seorang anak sedang bermain bola…Ayahnya sudah memperingatkan supaya jangan bermain bola sembarangan di dalam rumah. Ternyata si anak tidak mendengar, dia bermain dengan asyiknya…sampai tanpa sadar dia menendang bola dengan kerass dan….
      PRANNKKKKGGGGGG…….kaca rumah yang besar dan indah itu pecah hancur berserakan…..
      Si ayah kemudian datang MELIHAT KACA SUDAH PECAH dan anaknya menangis…

      Yang jadi pertanyaan saya, apa yang seharusnya dilakukan sang ayah ???
      Mungkin @Fitri akan menjawab seperti ini :”Tentu saja seharusnya si ayah memaafkan anaknya itu, namanya juga anak-anak masih kecil.”
      Upppssss…sama persis dengan jawabannya di atas (izin copas yachh 🙂 )“Tuhan kan Maha Kuasa, seharusnya tinggal memberi ampun saja pada manusia yang berdosa.

      …..dan ternyata…jawaban @Fitri benar 100 %…(hehehe..aku ngutang lagi yachhh)..si ayah langsung memeluk si anak dan menghapus air matanya.

      Lalu, apakah masalah selesai….???
      Mungkin @Fitri berkata…Lhoo..ya tentu saja, khan sudah dimaafkan dah beres semua…

      Nahh…pertanyaan saya…!!!!
      -Bagaiman dengan kaca yang pecah berserakan itu ???!!!, siapakah yang menggantinya ???!!!. Kaca tersebut harus diganti…..
      Jawabannya sudah jelas…YANG MENGGANTI SI AYAH…MESKIPUN YANG MEMECAHKAN SI ANAK.

      -Bagaimana dengan kekudusan yang telah dikotori manusia ????!!!…siapakah yang menggantinya ????!!!!….silahkan anda jawab sendiri…

    • @lovepassword;

      di dalam nubuat dikatakan: Penasihat Ajaib

  3. @penuai : kayaknya aku pernah ngobrol soal yang kamu contohken itu di imankristen wordpress. 🙂 Jawabanmu manis-manis saja sayangnya terlalu standard, nyaris tanpa kejutan 🙂

    Kaca harus diganti ya bolehlah, lha mau diganti kaca lagi mau diganti tripleks mau diganti apa kek ya terserah pertimbangan ayah ibunyanya. Nggak mau diganti juga nggak papa biar anaknya main bola lebih leluasa. Siapa yang mengharuskan mengganti – lha wong rumah-rumahnya sendiri.

    Kalo rumah bagai istana tetapi isinya kaca semua, keramik, guci bertebaran sehingga anak2 tidak bebas bermain bahkan di rumahnya sendiri, ya mendingan nggak usah jadi orang tua. Hi hi Hi.

    Orang tua yang baik tentu tidak perlu membatasi anaknya dengan barikade kaca dimana-mana. Lha masalah kaca atau tembok tentu kebijaksanaan orang tua.

    Membiarkan anak TK bermain-main di dalam barikade kaca jelas bukan salah anaknya sehingga akibat memecahkan kaca sampai dibuang sebagai anak, tetapi kesalahan orang tuanya mengapa memberikan barikade kaca kepada anak.

    Lha nasehat apapun adalah irelevan jika sudut pandangnya, kamu memberikan benda berbahaya kepada anak kecil. ” Nak jangan mainan ini ya bahaya. ” Kemudian timbul bahaya ya itu salahmu sebagai orang tua bukan salah anakmu. 🙂 Tahu bahaya kok malah kamu berikan.

    Siapakah yang memberikan buah penyebab kejatuhan manusia yang masih TK itu ? Silahkan anda jawab sendiri.

    SALAM

  4. Lha nasehat apapun adalah irelevan jika sudut pandangnya, kamu memberikan benda berbahaya kepada anak kecil. ” Nak jangan mainan ini ya bahaya. ” Kemudian timbul bahaya ya itu salahmu sebagai orang tua bukan salah anakmu. 🙂 Tahu bahaya kok malah kamu berikan.

    Di dalam Alkitab dan Quran dengan jelas dituliskan bahwa TUHAN berkata “Jangan kamu makan buah itu”….
    Sama seperti si orang tua berkata ” Nak jangan mainan ini ya bahaya. ”

    Lalu siapakah yang bersalah dalam hal ini..???
    TUHAN atau manusia ????..sudah tahu buah itu dilarang dimakan…tapi kok di tempatkan di dekat manusia ???

    Kaca harus diganti ya bolehlah, lha mau diganti kaca lagi mau diganti tripleks mau diganti apa kek ya terserah pertimbangan ayah ibunyanya
    Yuppp…betul sekali….Intinya adalah APAPUN KEPUTUSANNYA TETAP ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR !!!
    – Kalau kacanya diganti, maka si ayah harus membayarnya dengan mengganti kaca atau tripleks…
    – Kalau kacanya ngak digantipun, maka si ayah harus juga membayarnya dengan kenyataan bahwa rumahnya jadi jelek karena tidak sempurna lagi.

    Nah..diganti atau tidak diganti…yang menanggung harganya tetap si ayah…!!!!

    Orang tua yang baik tentu tidak perlu membatasi anaknya dengan barikade kaca dimana-mana. Lha masalah kaca atau tembok tentu kebijaksanaan orang tua.
    Yang lebih tahu apa yang baik atau buruk buat si anak adalah orang tua sendiri…bukan anaknya. Sama seperti TUHAN, TUHANlah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia.
    TUHAN membatasi manusia dengan melarang memakan buah terlarang, apakah anda anda mau berkata bahwa TUHAN bukan TUHAN yang baik ???!!!!
    TUHAN berbuat seperti itu, karena hanya TUHAN yang tahu apa yang terbaik bagi manusia.
    Sama seperti orangtua, memberi larangan karena dia tau apa yang terbaik buat anaknya.

    Jawabanmu manis-manis saja sayangnya terlalu standard, nyaris tanpa kejutan 🙂
    Hehehehe…jawaban mas juga manis-manis saja…sayangnya terlalu standard, nyaris tanpa kejutan 🙂 (izin copas yachhh hehehe)

    BTW…jangan suka terkejut-terkejutlah mas, biaya berobat penyakit jantung mahal lhooo…hihihiii

  5. @mr. lovepassword
    “…Orang tua yang baik tentu tidak perlu membatasi anaknya dengan barikade kaca dimana-mana. Lha masalah kaca atau tembok tentu kebijaksanaan orang tua….”
    >>>orangtua yang baik, baik dari sudut pandang siapa? kalau boleh saya tafsirkan, ini berarti sebaiknya orangtua (ALLAH) tidak memberi batasan pada anak (MANUSIA) dengan kata lain membiarkan manusia bertindak semau-maunya saja?

    • Yang saya katakan adalah memberikan pisau belati kepada anak kecil itu kebodohan orang tua, bahkan meskipun orang tua tadi telah melarang sang anak dengan segala macam aturan main belati yang baik dan benar.

      Memberikan permen beracun kepada anak TK itu juga pembunuhan bahkan meskipun kamu telah melarang anak TK memakan permen yang kamu berikan. Jika hakim menganggap kamu tahu bahwa permen pemberianmu pasti bakal dimakan , meskipun kamu ngeles bilang telah memberikan larangan, tidak bisa tidak kamu bahkan akan dituduh merencanakan pembunuhan berencana.

      Bedakanlah antara ujian dan rencana pembunuhan berencana . Ujian semestinya tidak mematikan manusia, lha kalo sekali makan langsung mati. Padahal Tuhan tahu bahwa itu pasti dimakan. Ya artinya memang ada pembunuhan berencana di sini …

      SALAM

  6. Sesederhana itukah : Yang aku protes itu jelas : Mengapa ketika manusia makan buah yang jelas disediakan Tuhan yang Maha Tahu , yang pasti tahu kalo buah itu bakal dimakan, kemudian manusia menjadi terputus total hubungannya dengan Allah.

    Jika kamu orang tua , yang tahu pisau membahayakan anakmu yang masih TK, layakkah kamu menyalahkan anakmu sementara pisau itu kau sendiri yang memberikan, meskipun dengan saran : Jangan kamu buat mainan pisau ini nak.

    Itu tema besarnya.

    Siapa yang bersalah dalam hal ini ? Kalo memang Tuhan yang menyediakan buah itu sementara Tuhan dengan KeMahaTahuannya tahu bahwa buah itu pasti dimakan sehingga mengakibatkan putus total hubungan manusia dengan Tuhan, ya mau tidak mau kita harus sependapat bahwa Tuhan juga bersalah.

    Kalo orang tua memberikan pisau dapur kepada anak TK dengan pesan : Jangan kamu buat mainan ya nak, jangan kamu tusukkan ke perutmu. Terus anak TK itu menusuk perutnya sendiri karena mainan pisau. DI dunia manusia normal jelas orang tua itu yang disalahkan bahwa meskipun dia tidak maha tahu, tetapi dia kan bisa menduga.

    Kasusnya menjadi lain jika benda yang diberikan bukanlah benda yang berbahaya, yang masih memungkinkan anak itu memperbaiki kesalahannya tidak langsung mati . Dalam kasus ini teori makan buah larangan lalu mati , bagi saya perlu dipikirkan ulang. Dihukum boleh, tapi kalo konsepnya mendadak terputus total hubungan manusia dengan Allah itu tidak masuk akal, karena yang merencanakan manusia makan buah juga Allah sendiri.

    SALAM

    • Hohohoho…Mas LP protes nichh yeee…
      Jika kamu orang tua , yang tahu pisau membahayakan anakmu yang masih TK, layakkah kamu menyalahkan anakmu sementara pisau itu kau sendiri yang memberikan, meskipun dengan saran : Jangan kamu buat mainan pisau ini nak.
      Btw… 🙂 on the way….(heheheh apalagi ini ngak nyambung ya mas…), mas LP sekarang suka maen pisau-pisauan yachhh…ama nusuk-nusuk perut…jadi takut aku. Tapi aku permisi yachh, perumpamaannya yang aku ceritain kemarin, soalnya takut main-main pisau…kata mama bahaya…!!!!

      Ada seorang anak sedang bermain bola…Ayahnya sudah memperingatkan supaya jangan bermain bola sembarangan di dalam rumah.
      Perhatikan mas LP.
      – Anak sedang bermain bola
      – Ayah memperingatkan supaya JANGAN SEMBARANGAN bermain bola.

      Nahhh….masalahnya bukan di bermain bolanya, ayahnya tidak melarang si anak bermain bola. Tetapi jangan sembarangan bermain bola.
      FAKTANYA…..
      -Si anak BERMAIN BOLA SEMBARANGAN dan akhirnya kaca pecah.
      Nahh..yang membuat si ayah marah bukan karena bermain bolanya, tetapi KEPUTUSAN SI ANAK yang sudah tahu larangan tersebut, tetapi MELANGGARNYA.

      Saya beri satu contoh lagi….
      Ada orang tua mewanti-wanti anaknya supaya JANGAN MENCURI…tetapi kemudian orang tua si anak melihat anaknya mengendap masuk ke kamar mengambil uang Rp. 500,- untuk jajan.

      Nahh..si orang tua marah, tapi bukan karena uang 500 rupiah itu. Karena kalau dipikir-pikir berapa sichh nilai Rp 500 buat dia, bahkan lebih dari Rp. 500 pun bisa diberikannya kepada anaknya…betull saudara ???!!!

      Tapi yang membuat si ayah kecewa adalah, KEPUTUSAN SI ANAK untuk mencuri uang dan MELANGGAR peringatan dari si ayah.

      Jadi bukan masalah, karena dia bermain bola, pisau, atau menggambil uang….TETAPI karena….KEPUTUSAN SI ANAK UNTUK MENCURI YANG TELAH MELAWAN NASEHAT ATAU LARANGAN dari orangtuanya.

      Begitu juga pelanggaran yang dilakukan ADAM…..
      Apa sichhh arti “sebiji buah” bagi TUHAN…?????!!!!!!
      Tidak ada artinya…seribu kali berjuta-juta biji buah bisa TUHAN berikan kepada ADAM.
      Tetapi KEPUTUSAN yang dibuat oleh Adam yang sudah diperingatkan sebelumnya TELAH MELAWAN PERINTAH TUHAN UNTUK TIDAK MEMAKAN BUAH TERSEBUT dengan memakan buah tersebut, hal inilah yang tidak berkenan dihadapan TUHAN.

      Siapa yang bersalah dalam hal ini ? Kalo memang Tuhan yang menyediakan buah itu sementara Tuhan dengan KeMahaTahuannya tahu bahwa buah itu pasti dimakan sehingga mengakibatkan putus total hubungan manusia dengan Tuhan, ya mau tidak mau kita harus sependapat bahwa Tuhan juga bersalah.
      – Kami mempunyai buah mangga di depan rumah kami, ketika pohon tu berbuah, ada-ada saja orang yang mencuri buah mangga tersebut.
      Nachh…pertanyaan saya !!!! siapa yang bersalah dalam hal ini…???

      Apakah anda akan berkata :”Ya…salah yang punya mangga donk, masak nanam pohon mangga di depan rumah ????!!! ya pasti dicuri !!!!
      Atau…”Mangganya yang salah..siapa suruh berbuah !!!!!”

      – Anda masuk ke sebuah warnet, disitu tertulis “DILARANG MEMBUKA SITUS PORNO”. Namun, karena penasaran akhirnya anda buka situs porno.
      Nachhh…siapa yang salahh dalam hal ini….????

      Apakah anda akan bekata: “Ya..salah yang punya warnet donk, kalau dia ndak buka warnetkan kejadiannya ngak jadi begini”.
      Atau…..”Salah penemu Internet donk, kalau Internet ngak ditemukan kahn ndak ada situs porno”.
      Atau…”Salah penemu komputer, klo komputer ndak ditemukan ndak ada Internet”.

      -Anda dinasehati ibu anda karena berbuat salah, lalu apa jawaban anda ???
      Apakah anda akan jawaba begini “Lhooo…salah ibu donk, kenapa melahirkan saya ke dunia ini, sudah tau klo punya anak itu repot..masih juga punya anak !!!”…

      Sobatku LP…..yang membuat bersalah dalam hal ini adalah…KEPUTUSAN ANDA….Bukan komputer, bukan pemilik warnet, bukan pemilik mangga atau pohon mangganya..tetapi KEPUTUSAN YANG ANDA BUAT UNTUK MELANGGAR ATURAN YANG TELAH ADA

      Mengapa ketika manusia makan buah yang jelas disediakan Tuhan yang Maha Tahu
      Yuppp…TUHAN memang menyediakan buah tersebut dekat dengan manusiA…TETAPI INGATT!!!! Tuhan dengan jelas-jelas dan dengan tegas MELARANG manusia untuk memakan buah tersebut.
      Mungkin LP akan berkata :”Lhooo…ya salahnya TUHAN juga tempat pohonnya dekat dekat dengan manusia …!!!!!”

      Nahhh…saya pinjam bahasa kamu yachh LP (izin copas 🙂 hehehe)
      “Siapa yang mengharuskan mengganti – lha wong rumah-rumahnya sendiri.
      Lihat yang bercetak tebal…..Surga, alam semesta beserta isinya adalah milik TUHAN…jadi terserah TUHAN untuk meletakkan dimana buah tersebut berada, lha wong rumah-rumahnya sendiri. Betull saudara ???!!!

      Sama halnya dirumah orang tua menyediakan TV di rumah, tetapi bukan berarti anak menjadi bebas menonton TV sesuka hati sampai larut malam..atau menonton siaran untuk orang dewasa. Ada aturan yang harus dipatuhi.

      Dalam kasus ini teori makan buah larangan lalu mati , bagi saya perlu dipikirkan ulang. Dihukum boleh, tapi kalo konsepnya mendadak terputus total hubungan manusia dengan Allah itu tidak masuk akal, karena yang merencanakan manusia makan buah juga Allah sendiri.
      Uppssss…..Kalau begitu anda saja yang jadi TUHAN……
      Jangan samakan gaya berpikir anda dengan gaya berpikir TUHAN. Konsep keadilan TUHAN tidak sama dengan konsep keadilan manusia. Bagi TUHAN, dosa adalah dosa….bentuk pelanggaran sekecil apapun tetaplah dosa dan konsekuensinya megakibatkan terputusnya hubungan dengan TUHAN.

      Sesederhana itukah
      :)….Saya pikir daya analisa anda yang terlalu sederhana…
      Nb. Sesederhana….se-nya cukup satu aja broo…jangan dua kali…ai..jadi tersungging nichhh heheheh

      Salam damai 🙂
      GBU

  7. @Lovepassword Tambahan broo…
    ….karena yang merencanakan manusia makan buah juga Allah sendiri.
    Anda mencuri mangga di halaman tetangga sebelah…apakah anda akan berkata :”Tetangga saya telah menanam pohon mangga di halamnnya, dengan tujuan untuk merencanakan agar saya mencuri mangganya……”

    Anda membuka situs porno di warnet….apakah anda akan bekata: “Pemilik warnet telah merencanakan agar saya membuka situs porno, karena itulah mereka medirikan warnet disini…”

    Lihat…..LP sifat anda tidak jauh dari sifat nenek moyang anda ADAM…suka ngeles dan melemparkan kesalahan kepada orang lain….

    Kejadian 3:11-12
    11.FirmanNya:”Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon , yang Kularang engkau makan itu.”
    12. Manusia itu menjawab:“Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah itu kepadaku, maka kumakan.”

    Lihattt…..bukannya menjawab pertanyaan…Adam malah ngeles melempar-lempar kesalahannya.
    1. Adam menyalahkan perempuan itu.
    2. Ini yang lebih parahhhh…Adam menyalahkan Tuhan karena Tuhanlah yang mejadikan perempuan itu disisinya.

    Setelah ribuan tahun..ternyata sifat asli keturunan Adam tidak berubah juga…Hebatttt

    • @penuai : Kamu yang duluan mulai topik ini yah, jadi kalo kita ngobrol di sini berkepanjangan mengenai ini, mudah-mudahan nggak ada yang menyalahkan aku 🙂 😀

      ===============================

      Hohohoho…Mas LP protes nichh yeee…
      Jika kamu orang tua , yang tahu pisau membahayakan anakmu yang masih TK, layakkah kamu menyalahkan anakmu sementara pisau itu kau sendiri yang memberikan, meskipun dengan saran : Jangan kamu buat mainan pisau ini nak.
      Btw… 🙂 on the way….(heheheh apalagi ini ngak nyambung ya mas…), mas LP sekarang suka maen pisau-pisauan yachhh…ama nusuk-nusuk perut…jadi takut aku. Tapi aku permisi yachh, perumpamaannya yang aku ceritain kemarin, soalnya takut main-main pisau…kata mama bahaya…!!!!

      ===> Kalo kamu nggak sadar dimana nyambungnya, oke saya jelaskan. Perhatikan penjelasanku baik-baik temanku tercinta :

      Menurut teologia Kristen konservatif , tentu Kristen ala Ioanes Rakhmat tidak termasuk yah :

      Makan buah berakibat terputusnya hubungan manusia dengan Allah, atau gampangannya manusia makan buah jadi mati.
      Jadi buah larangan itu benda luar biasa berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian manusia. Benda yang apapun benda itu menyebabkan terputus total hubungan manusia dengan Allah.

      Manusia diberi buah larangan oleh Tuhan yang Maha Tahu kan ? Tuhan juga tahu bahwa buah itu pasti akan dimakan manusia tetapi Tuhan sengaja memberikan buah itu, meskipun dengan disertai larangan : Jangan makan . Tapi Tuhan tahu kalo itu pasti dimakan karena Maha Tahu. Betapa anehnya bukan ?
      Lha setelah dimakan manusia ceritanya mati .

      Lha kurang lebih samalah dengan orang tua ngasih pisau belati yang berbahaya sama balita sambil melarang, jangan kamu pake buat nusuk perutmu lho ya…. Lha balita itu melanggar larangan lalu mainan pisau terus mati.

      Yang salah orang tuanya apa balitanya ?

      Layakkah manusia normal mengatakan balitanya salah dengan dalih bahwa sang orang tua telah memberikan larangan ?

      Nggak ada manusia waras yang mengatakan demikian , mengapa ? Karena sebagai orang tua yang bahkan tidak Maha Tahupun, mestinya orang tua bisa menduga bahwa memberikan pisau kepada anak kecil bisa membahayakan nyawa anak itu dan orang lain. Yang salah siapa ? Ya orang tuanya.

      Lha itu logika normal yang ditujukan kepada orang tua yang bahkan tidak dianggap Maha Tahu tetapi tetap semestinya dianggap bisa menduga potensi bahaya yang mungkin terjadi.

      Dalam kasus Tuhan Maha Tahu, kejadian yang sama terjadi.

      Tuhan Maha Tahu, Tuhan membuat buah larangan diberikan kepada manusia, lha karena Tuhan Maha Tahu rasanya tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Tuhan tidak tahu manusia bakal makan buah itu.

      Bahkan orang tua yang tidak maha tahu saja bisa menduga kalo pisau berpotensi membahayakan anak kecil. Lha Tuhan memberikan buah larangan, buah pembunuh buah pemutus hubungan manusia dengan Allah menurut versi Kristen kepada manusia itu.

      Tuhan dengan keMahaTahuannya memberikan buah yang menurut asumsi Kristen adalah buah pembunuh , lain urusannya jika akibat makan buah itu tidak ada asumsi bahwa mendadak putus total hubungan manusia dengan Allah. Itu bisa dianggap ujian untuk mengasah manusia.

      Lha tetapi kalo logikanya makan buah lalu mati. Padahal buah itu yang menyediakan Tuhan yang Maha Tahu, kamu sadar nggak dimana antiknya ?

      ===============================

      Anda mencuri mangga di halaman tetangga sebelah…apakah anda akan berkata :”Tetangga saya telah menanam pohon mangga di halamnnya, dengan tujuan untuk merencanakan agar saya mencuri mangganya……”

      Anda membuka situs porno di warnet….apakah anda akan bekata: “Pemilik warnet telah merencanakan agar saya membuka situs porno, karena itulah mereka medirikan warnet disini…”

      ===> OK, bantahan klasik. Sekarang kamu jelaskan saja apa tujuan buah itu ada di situ selain memang sengaja biar dimakan manusia ?

      Apakah buah itu menurut kamu makanan jerapah atau makanan badak bercula satu ?

      Pemilik mangga tidak Maha Tahu mas, pemilik warnet juga. Lha adanya mangga dan warnet memiliki sisi positif dan negatif. Lha sekarang buah itu ada di situ sisi bagusnya dibagian mana. Apa dengan adanya buah itu membuat gajah jadi kenyang . Terkait dengan konsep Tuhan Maha Tahu juga logikanya luar biasa aneh.

      ===============================

      Setelah ribuan tahun..ternyata sifat asli keturunan Adam tidak berubah juga…Hebatttt
      ===> Yah sebab manusia diciptakan Tuhan sebagai khafilah , manusia konon berasal dari citra Allah yang dikaruniai otak untuk berpikir , bukan sekedar percaya tapi nggak jelas logikanya gicu.

      Saranku sih : Peristiwa makan buah itu anggap saja ujian Tuhan biasa, nggak usah disangkut pautkan dengan manusia pasti mati ketika makan. Mati apanya? Kalo mati ya luar biasa kejam yang memberikan buah dong. Sudah tahu racun eh sengaja dikasihkan ke anak kecil, pake ngasih larangan juga padahal aslinya tahu kalo itu pasti dimakan. Itu dobel antik bro.

      Kalo saya ngasih racun berbentuk permen ke anak TK dengan larangan : Ini kamu lihat saja ya dik, jangan kamu makan. Jika permen itu kemudian sepeninggal saya dimakan anak TK itu, layakkah saya ngeles dengan mengatakan bahwa saya sudah melarang anak TK itu makan permen beracun. Yang salah saya apa anak TK itu? Apa ada hakim yang menyalahkan anak TK dan membebaskan saya. Itu bahkan jika saya tidak Maha Tahu. Jika saya menurut hakim diasumsikan tahu bahwa permen tadi bakal dimakan. Tuduhannya dobel berat. Itu pembunuhan berencana kepada anak TK. Ucapanku bahwa permen jangan dimakan, nggak ada harganya karena aku dianggap tahu bahwa permen itu pasti dimakan.

      SALAM

  8. Jangan samakan gaya berpikir anda dengan gaya berpikir TUHAN

    ===> Seingatku saya berdebat dengan anda. Bukan berdebat dengan Tuhan. Kecuali kalo anda mau ngaku sebagai Tuhan, yah kupikirkan dululah seberapa itu masuk akal 😀

    Apapun pendapat anda meskipun kamu mungkin merasa gaya berpikir kamu itu gaya berpikir Tuhan – lha dengan berat hati harus saya sampaikan bahwa menurutku kamu masih kayak manusia.

    SALAM

    • @lovepassword,

      setiap Anda berdialog dengan umat ALLAH, tanamkan di benak Anda, bahwa Roh Kudus sedang bercakap2 dengan Anda…. sebab TUHAN mau menggunakan media apapun untuk bercerita tentang KUASA DIA…

      sedemikian juga kita semua… sebab bukan daging musuh kita, tetapi roh-roh jahat, penguasa-penguasa…

      • Tuhan menggunakan media apapun, itu okelah, tapi kalo ngomong dengan kalian terus aku kalian suruh merasa kalo aku sedang ngomong dengan Tuhan sendiri. Ya amit-amit deh.

        pada kasus kemarin saja kamu bisa berbeda pendapat dengan Dewo dsb. Agama2 juga punya banyak sekali aliran termasuk Kristen, lha apa menurutmu Roh Kudus harus berantem tiap hari satu sama lain kalo setiap pendapat kalian yang kadang juga bisa berbeda harus dianggap pendapat Roh Kudus semua.

        Sok PD itu bagus Parhobass, tapi yah jangan selalu melakukan klaim aneh-aneh dalam diskusi gicu lho. Tidak ada jaminan pendapatku benar begitu juga pendapat kalian. Kalo memang Roh Kudus melakukan sama persis seperti yang kalian pikirkan itu tidak ada ribuan denominasi Protestan, perbedaan pendapat sedemikian keras dengan Katholik, aneka macam skisma besar dan kecil. Gebuk-gebukan antar aliran dsb.

        Saya masih menganggap kalian manusia lengkap dengan potensi kesalahan kalian. Begitu juga diriku kan ? 😀

        kalian mau meminta kepada Tuhan itu bagus2 saja tetapi tidak usah mengklaim bahwa pendapat kalian itu identik dengan pendapat Tuhan sendiri. Itu bagus sih buat nakut-nakutin anak TK, tapi kayaknya nggak jalan deh kalo kalian ngomongnya sama aku.

        Jangan berpikir kayak pendeta abad terbelakang yang ngomong : Jika Tuhan ingin manusia dapat terbang tentu Tuhan memberi kita sayap.
        Terus ilmuwan pada mringis : Karena Tuhan ingin manusia dapat terbang maka tuhan hanya perlu memberi kita otak.

        Pertahankan saja argumentasi kalian, nggak usah mengklaim aneh-aneh. Nggak usah mengidentikkan diri seolah kalianlah yang menentukan benar dan salah, bahkan jika kalian gagal mempertahankan argumentasi. Berapa banyak tafsir yang katanya diklaim dari Roh Kudus yang endingnya mengundang tertawaan? kasus heliosentris, serangan terhadap Wright Bersaudara.

        Para penafsir yang terhormat itu mungkin juga sama PDnya denganmu Parhobass, merasa dalam bimbingan Roh Kudus. 🙂 Endingnya ? tanya sajalah pada rumput yang bergoyang.

        SALAM Parhobass.

      • @lovepassword,…

        Alkitab itu dibaca harus dengan kacamata, bahwa TUHAN sedang bercakap2 dengan kita… kita diselidiki oleh ROH, jika membaca Alkitab,…

        nah karena setiap orang berbeda, dan karunia juga berbeda, maka berbeda pula “cerita” yang sanggup ia jelaskan tentang hubungan pribadinya itu..

        TUHAN tetapi sama dari dulu sekarang dan selamanya, tetapi kita manusia tidak ada yang sama, semua unik… yang demikian ini kalau bercerita juga akan berbeda, ya toh… sehingga terkadang kita bisa menemukan kontrakdiksi, sama seperti membaca 4 Injil, seolah ada kontradiksi, tetapi nyatanya tidak ada, sebab segala sesuatu harus dibaca dengan Acuan Yang tidak berubah itu, TUHAN,…

        Tuhan menggunakan media apapun, itu okelah, tapi kalo ngomong dengan kalian terus aku kalian suruh merasa kalo aku sedang ngomong dengan Tuhan sendiri. Ya amit-amit deh.
        ada beberapa nasehat yang kami omongkan jika berdiskusi dengan Anda, nasehat yang sama yang harus kami praktekkan juga,… nasehat itu datang dari TUHAN, jadi mari sama2 melakukannya,…. itu maknanya…

        pada kasus kemarin saja kamu bisa berbeda pendapat dengan Dewo dsb. Agama2 juga punya banyak sekali aliran termasuk Kristen, lha apa menurutmu Roh Kudus harus berantem tiap hari satu sama lain kalo setiap pendapat kalian yang kadang juga bisa berbeda harus dianggap pendapat Roh Kudus semua.

        lihat penjelasan di atas,…toh pada akhirnya Anda bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak (antara saya dengan dewo), kecuali kalau Anda hanya mau memecah belah saja, silahkan,….dan sedemikian juga, dengan agama… seolah Anda tidak bisa melihat, antara Anda dengan saudara Anda sendiri saja sudah banyak perbedaan, masak harus disamakan? Yang baik menasehati yang tidak baik, yang tidak baik melakukan perlawanan itu wajar, sedangkan cacing diinjak saja masih menggeliat, ya toh… apalagi manusia… karena manusia ada kecenderungan untuk keras kepala makanya butuh langkah yang mantap juga, sedang YESUS sudah mati saja Anda tidak bisa percaya, bagaimana dengan yang lainnya? kan gitu?

        Sok PD itu bagus Parhobass, tapi yah jangan selalu melakukan klaim aneh-aneh dalam diskusi gicu lho. Tidak ada jaminan pendapatku benar begitu juga pendapat kalian. Kalo memang Roh Kudus melakukan sama persis seperti yang kalian pikirkan itu tidak ada ribuan denominasi Protestan, perbedaan pendapat sedemikian keras dengan Katholik, aneka macam skisma besar dan kecil. Gebuk-gebukan antar aliran dsb.

        Semua protestan mengimani TUHAN yang sama, bahkan Katolik, bagaimana dengan Anda?
        Denominasi lahir salah satu penyebab adalah karena praktek yang berbeda. Contohnya tentang baptis, sunat d.l.l, yang dengan tegas Alkitab katakan hanya oleh YESUS, TUHAN, kita beroleh selamat. sekali lagi bagaimana dengan Anda? Bahkan agama itu tidak penting, sebab yang utama adalah hubungan pribadi dengan TUHAN, so sekali lagi, bagaimana hubungan pribadi Anda dengan TUHAN?…seorang bapa gereja berkata, “Gereja terpecah oleh apa-apa yang tidak Alkitab katakan”. Dan itu semakin nyata, sebab ada tertulis, “Tidak semua orang yang dipanggil benar-benar anak-anak ALLAH”.

        Saya masih menganggap kalian manusia lengkap dengan potensi kesalahan kalian. Begitu juga diriku kan ?
        Betul, dan berbahagialah mereka yang dapat berhubungan pribadi dengan TUHAN, DIA yang tidak mungkin salah. Mereka yang memiliki hubungan pribadi dengan TUHAN, YANG benar itu, akan dapat menemukan benar di setiap aspek kehidupan ini, sebab ada tertulis: “Di dalam hati orang yang berbelok-belok ia menemukan Allah berbelok-belok juga”, dan “Di hati orang yang suci, semuanya suci”..

        kalian mau meminta kepada Tuhan itu bagus2 saja tetapi tidak usah mengklaim bahwa pendapat kalian itu identik dengan pendapat Tuhan sendiri. Itu bagus sih buat nakut-nakutin anak TK, tapi kayaknya nggak jalan deh kalo kalian ngomongnya sama aku.
        Kami, dan saya, tidak menakut2in kamu, tetapi memberitakan Kabar Gembira yang benar kepada Anda dan setiap pembaca blog ini. Kalau Anda merasa tidak perlu Berita Gembira, tidak usah datang ke sini, sebab ada tertulis :”YESUS hanya menyelamatkan orang sakit”, dan “Orang yang merasa benar tidak membutuhkan pembenaran”…

        Jangan berpikir kayak pendeta abad terbelakang yang ngomong : Jika Tuhan ingin manusia dapat terbang tentu Tuhan memberi kita sayap.
        Terus ilmuwan pada mringis : Karena Tuhan ingin manusia dapat terbang maka tuhan hanya perlu memberi kita otak.

        Anda sedang ngelantur…

        Pertahankan saja argumentasi kalian, nggak usah mengklaim aneh-aneh. Nggak usah mengidentikkan diri seolah kalianlah yang menentukan benar dan salah, bahkan jika kalian gagal mempertahankan argumentasi. Berapa banyak tafsir yang katanya diklaim dari Roh Kudus yang endingnya mengundang tertawaan? kasus heliosentris, serangan terhadap Wright Bersaudara.
        Cacing diinjak saja melawan, ia menggeliat… saya sedang melihat hati Anda yang mulai melihat YESUS….segera responi…

        Para penafsir yang terhormat itu mungkin juga sama PDnya denganmu Parhobass, merasa dalam bimbingan Roh Kudus. 🙂 Endingnya ? tanya sajalah pada rumput yang bergoyang.
        di sini tidak ada kata merasa dan tidak merasa… tetapi jika Anda mendengar suara Roh Kudus, maka responilah itu….jangan keraskan hatimu

  9. ada beberapa nasehat yang kami omongkan jika berdiskusi dengan Anda, nasehat yang sama yang harus kami praktekkan juga,… nasehat itu datang dari TUHAN, jadi mari sama2 melakukannya,…. itu maknanya…

    ===> Okelah, buat standard yang sama. Kalo kalian memperlakukan manusia lain seperti anak TK , kalian akan diperlakukan seperti anak TK , itu adalah hukum yang diajarkan semua Nabi 😀 Hi Hi Hi.

    Kalo kalian mengajak masing2 instropeksi oke, tapi kalo kalian mencoba melihat diri kalian itu representasi Tuhan, ijinkan saya mringis sebentar.

    Ternyata senyumku masih manis.
    =============================================

    Lihat penjelasan di atas,…toh pada akhirnya Anda bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak (antara saya dengan dewo), kecuali kalau Anda hanya mau memecah belah saja, silahkan ===> Dalam kasus Kamu dan Dewo , sejak awal aku berbeda pendapat dengan Dewo, justru kamu yang nyamber mengacaukan diskusi kami dengan hal2 yang tidak substansial. Endingnya kamu sendiri paham bahwa masalahnya bukan sekedar salah paham, tetapi kami memang berbeda pendapat. Dan menurutku : kamu sependapat denganku .

    Jadi nggak usah mengklaim yang aneh2 , jauh sebelum kamu ngedumel sama Dewo, aku sudah berhadapan satu lawan satu bahkan dikeroyok oleh kalian yang tidak paham apa yang sebenarnya terjadi. Endingnya kamu tahu juga apa yang sebenarnya terjadi.

    Yesus menyelamatkan orang sakit ? Baguslah . Setidaknya kamu merasa sakit juga, kamu sadar kalo kamu sakit. Kamu tidak seperti manusia yang merasa diri sehat terus merasa berhak ngedumeli manusia lain yang dia anggap sakit.

    SALAM
    GBU

    • @lovepassword;

      Okelah, buat standard yang sama. Kalo kalian memperlakukan manusia lain seperti anak TK , kalian akan diperlakukan seperti anak TK , itu adalah hukum yang diajarkan semua Nabi 😀 Hi Hi Hi.
      siapa yang memperlakukan Anda seperti anak TK? bukankah Anda yang sering menghina orang lain dengan murid TK?

      Kalo kalian mengajak masing2 instropeksi oke, tapi kalo kalian mencoba melihat diri kalian itu representasi Tuhan, ijinkan saya mringis sebentar.
      Anda juga sedang menjadi representasi TUHAN, sebab Anda sering berdiskusi tentang INJIL… sadar apa tidak?, semoga sadar…, mari menyelidiki kedalam hati masing-masing….dan jika mau menyelidiki harus ada standardnya,… standardnya adalah kesanggupan kita menerima kemuliaan ROH KUDUS…

      Dalam kasus Kamu dan Dewo , sejak awal aku berbeda pendapat dengan Dewo, justru kamu yang nyamber mengacaukan diskusi kami dengan hal2 yang tidak substansial. Endingnya kamu sendiri paham bahwa masalahnya bukan sekedar salah paham, tetapi kami memang berbeda pendapat. Dan menurutku : kamu sependapat denganku .
      saya tidak sependapat dengan Anda, saya “nyember” untuk meluruskan pemahaman mas Dewo…sesama orang yang mengakui YESUS adalah TUHAN, JURU SELAMAT…

      Jadi nggak usah mengklaim yang aneh2 , jauh sebelum kamu ngedumel sama Dewo, aku sudah berhadapan satu lawan satu bahkan dikeroyok oleh kalian yang tidak paham apa yang sebenarnya terjadi. Endingnya kamu tahu juga apa yang sebenarnya terjadi.
      apa yang membuat Anda begitu geram kawan? bisa cerita? kalau Anda geram dengan isi Injil yang kami beritakan, baguslah, itu setidaknya dapat mengoreksi pemahaman Anda yang salah tentang Injil…

      Yesus menyelamatkan orang sakit ? Baguslah . Setidaknya kamu merasa sakit juga, kamu sadar kalo kamu sakit. Kamu tidak seperti manusia yang merasa diri sehat terus merasa berhak ngedumeli manusia lain yang dia anggap sakit.
      yup, kita sama-sama sakit,….. sayangnya Anda merasa tidak sakit dan tidak mau disembuhkan YESUS….

  10. siapa yang memperlakukan Anda seperti anak TK? bukankah Anda yang sering menghina orang lain dengan murid TK ?

    Hi Hi Hi . Siapa yang bicara soal saya. Saya juga tahu kalo nggak ada memperlakukan saya seperti anak TK. Kalo ada yang memanggil saya anak TK tentu dia pastilah guru TK Hi Hi hi . Yang saya katakan adalah sesuatu yang umum, bukan bicara soal diri saya. Saya tidak bicara soal saya dan kamu Parhobass. Saya bicara soal fenomena debat bikin mringis yang sering terjadi antar agama.

    Lho Saya tidak menghina Parhobass, saya memuji. Hik Hiks.

    Lha kalo anak2 playgroup kupanggil anak Tk ya itu masih baguslah. Apa kamu nggak merasa apa kalo yang kupanggil anak TK itu memang masih TK. Levelnya minta ampun bikin penyakit lagi. Duh ? 🙂
    Lha sama kamu dan RAS apa pernah aku manggil kamu anak TK ? Nggak kan 😀 . Saya mencoba memperlakukan seseorang sesuai kapasitas kelayakan manusia tersebut diperlakukan. 😀

    saya tidak sependapat dengan Anda, saya “nyember” untuk meluruskan pemahaman mas Dewo…sesama orang yang mengakui YESUS adalah TUHAN, JURU SELAMAT…

    ===> Lagi-lagi standar ganda yang aneh. Tapi okelah, Bisa saja aku dan Dewo berbeda pendapat, kamu bisa saja tidak sependapat dengan aku maupun Dewo. Okelah. Itu masih mungkin walaupun kedengarannya kamu maksa. 😀

    Sekarang Kamu tulis saja pada bagian mana tulisanku dalam topik itu yang kamu tolak. Silahkan. Biar kita selesaikan masalah itu dengan sepenuh rindu kita temanku. 😀

    ================================
    apa yang membuat Anda begitu geram kawan? bisa cerita? kalau Anda geram dengan isi Injil yang kami beritakan, baguslah, itu setidaknya dapat mengoreksi pemahaman Anda yang salah tentang Injil…

    ===> Hi Hi Hi, darimana bisa kamu simpulkan kalo saya sedang geram. Saya cuma mendadak mules saja kalo dalam suatu diskusi tiba2 nama2 Tuhan dibawa-bawa – dibawa dengan penekanan seolah merasa diri merepresentasikan pendapat Tuhan. Itu saja intinya. Lha wong masih sering sama ngawurnya kok ya masih kebesaran saya.

    Tapi dalam soal geram. Nggak lah. Saya berteman baik dengan rekan Muslim, Kristen, Katholik, Buddha, Hindu, dsb bahkan ateis. Nggak ada geram-geram nggak penting semacam itu.

    ================================
    yup, kita sama-sama sakit,….. sayangnya Anda merasa tidak sakit dan tidak mau disembuhkan YESUS….
    ===> Saya menghargai dua point inti pengajaran Yesus : Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah Sesamamu manusia.

    Substansi pengajaran Yesus cuma dua ini kan ??

    Jika Yesus itu jalan kebenaran dan hidup. Itulah jalan yang diajarkan Yesus. Hubungan dengan Tuhan dan manusia. Habluminallah dan Habluminanas.

    Substansi dua hukum ini tidak perlu ditolak dan selamanya tidak akan saya tolak. Meskipun sejauh mana saya mampu melaksanakan itu tentu urusan lain. Lha masalah pembahasan yang lain, itu bisa kita diskusikan. Tetapi dalam substansi dua hukum itu, saya setuju .

    Saya manusia biasa tentu saja Parhobass. Dalam soal geblek mungkin aku sama gebleknya denganmu. Dalam soal salah aku juga pasti banyak salahnya sama sepertimu.

    Saya sadar kekurangan saya, tetapi tetap lain artinya dengan saya harus mempertuhankan manusia-manusia lain hanya karena saya merasa saya punya kekurangan. Saya menghargaimu sebagai orang pinter tetapi juga sebagai sesama manusia. Itu saja.

    SALAM

    • @lovepassword;

      karena Anda membawa2 perdebatan saya dengan mas Dewo, maka sebaiknya Anda yang menyertakan, dalam bahasa email, diattach, hehehe..

      silahkan saya tunggu…

      Note:
      Inti penjelasan saya kepada mas dewo adalah sbb:
      pertama:
      Ketika Anda berdua berdiskusi tentang ALLAH, Yang adalah Baik, tetapi ada pernyataan bahwa ada kalanya IA tidak baik…contohnya ada pembunuhan, d.l.l, intinya ada kasat mata 2 hal yang bertentangan…

      Kedua:
      saya jelaskan demikian,
      Jika kita mempercayai TUHAN YANG Maha Esa, maka Wajah TUHAN tentu juga ESA, IA memperlihatkan wajahNya yang KASIH kepada orang yang IA kasihi, tetapi juga akan memperlihatkan wajahNYA Yang ADIL, jika yang dikasihi itu melawan TUHAN…

      nah di dalam pandangan pertama tadi, jika kita katakan sesuatu yang tidak baik menurut manusia itu benar-benar tidak baik, implikasinya adalah sebenarnya kita tidak mempercayai TUHAN Yang Maha Esa. Kenapa? karena Kita telah sedang menghadapi ADIL-NYA TUHAN, dan kita katakan itu tidak baik,… YANG BAIK dan TIDAK BAIK tidak bisa bersatu… itu prinsip dewa-dewa Yunani, d.l.l yang mempercayai hal-hal yang demikian…bahwa ada dewa yang baik, ada dewa yang tidak baik, dan dewa-dewa itu saling independen,… tentu bukan itu maksud dari TUHAN YANG MAHA ESA…

      Saya tahu Mas Dewo percaya kepada YESUS, dan saya harus meluruskan pemahaman arti TUHAN Yang Maha esa…dengan menjeskan bahwa ALLAH “memutar arah” , “berbalik arah” d.l.s jika TUHAN menghendakinya…yang di dalam bahasa Alkitab berbahasa Indonesia, disebut “menyesal”.

      • Lha kalo pendapatmu begitu terus kamu bilang tidak sependapat denganku. Yah gimana aku nggak mringis haru. Kalo pendapatmu begitu itu aku sependapat. Lha yang bilang tidak sependapat kan kamu. Justru karena itulah kutanyakan alasannya mengapa dalam topik itu kamu mengatakan kamu tidak sependapat denganku.

        Yang dibicarakan pada saat itu kan konsep Allah bisa tidak baik, dsb menurut Dewo. Lha menurutku kita sependapat. Tapi kamu nggak mau kalo dibilang sependapat. Yah kalo kamu merasa berbeda pendapat denganku ya kamu sebutkan dong bagian mana yang kamu anggap salah .

        Aku kan nggak nyalahin kamu. Kamu yang mengatakan tidak sependapat kan? Lha coba kamu jelaskan pada bagian mana pada topik itu kita berbeda pendapat. Pada topik itu lho ya, bukan topik yang lain.

        Lha yang tidak sependapat kamu, terus kamu tanya ke aku, ya bisa pusing aku 🙂

        SALAM

      • @lovepassword,

        Anda menjelaskan ke mas dewo tetapi tidak menjelaskan bagaimana itu bisa, ya toh? itu wajar karena tidak ada perbendaharaan Kitab Suci Anda mengenai itu….

        tetapi Alkitab sudah menjelaskan, dan saya tinggal memeberitakannya saja… memberitakan kepada sesama yang sudah mengimani Alkitab dan kepada orang lain yang ingin menerimanya… karena ada juga yang sibuk berdiskusi mengenai Alkitab tetapi hanya sambil lalu, hanya hobby.. kan gitu…

        jadi yang tidak sependapatnya adalah…..
        Anda tidak menjelaskan bagaimana bisa YANG TIDAK BAIK (menurut pandangan manusia) dengan YANG BAIK (masih dengan menurut pandangan manusia) adalah sama tetapi tidak bertentangan…

        atau saya melewatkan pendapat Anda? so coba saya tanya ulang,
        menurut pendapat Anda,…bagaimana bisa ALLAH YANG MAHA KASIH,
        tetapi penderitaan ada dari dulu sampai sekarang?…

        saya tunggu

  11. jadi yang tidak sependapatnya adalah…..
    Anda tidak menjelaskan bagaimana bisa YANG TIDAK BAIK (menurut pandangan manusia) dengan YANG BAIK (masih dengan menurut pandangan manusia) adalah sama tetapi tidak bertentangan…

    ===> Jadi anda bisa tidak sependapat yah dengan sesuatu yang bahkan belum diomongkan ? Hi Hi Hi

    Kamu itu jangan2 rada apriori. Kalo memang aku belum ngomong ya tentu saja kamu nggak bisa tidak sependapat . 😀 He he he… Lha jika memang bicara saja belum kok sudah ada pernyataan tidak sependapat. Aneh kan? Jangan dibiasakan menolak sesuatu yang bahkan belum diutarakan . 😀
    ================================
    menurut pendapat Anda,…bagaimana bisa ALLAH YANG MAHA KASIH,
    tetapi penderitaan ada dari dulu sampai sekarang?…

    Perasaan topik yang dibahas sama aku dan Dewo nggak sesulit ini deh 🙂

    Itu salah satu pertanyaan klasik ateis yah? Dan njawabnya juga memang nggak mudah. Hi hi Hi. Karena itulah saya mengapresiasi Mas Dewo meskipun tetap tidak setuju.

    Mengapa penderitaan ada ? Jika dikaitkan dengan Allah Maha Kasih . Ada banyak pendapat soal itu, kupikir dulu mana yang harus kujawabkan ke kamu.

    Tapi perasaan itu juga sudah kuomongkan deh sama Mas Dewo .

    Pertama : Yang namanya penderitaan itu sudut pandangnya kan ruang dan waktu yang terbatas. Manusia melihat sebagai penderitaan karena ada kejadian tertentu yang dibatasi ruang dan waktu, misalnya tsunami di Aceh. Belum tentu pada ruang dan waktu lain apa yang diasumsikan sebagai penderitaan itu adalah penderitaan. Jadi contoh kasus bisa saja hari ini A menderita padahal A orang baik, taat , dsb – orang lain melihat betapa malangnya nasip A. Tetapi terbukti penderitaan itu mengasah A sehingga hidup A menjadi lebih baik . dari sisi ini penderitaan bersifat seperti batu yang mengasah pisau menjadi tajam. Bersifat seperti golok yang menebang ranting2 pohon sehingga buahnya makin banyak. Jadi substansinya dalam penderitaan itu ada rencana baik Tuhan yang mungkin belum kelihatan. Itu satu teori yang kayaknya nggak bakal kamu tolak deh.

    Kedua : Yang kedua entar sajalah . Aku mau melihat dulu kamu setuju apa nggak pada point satu ? Hi Hi Hi

    Gimana Parhobass ? Masih protes ?

    SALAM

    • @lovepassword,

      dan Anda masih sama, sibuk dengan analogi-analogi, persis seperti Anda menjelaskannya dengan mas Dewo…

      Anda sudah menjelaskan dengan tepat tentang pandangan dari sisi ALLAH dan dari sisi manusia, tetapi analogi dan analogi sekali lagi analoginya tidak lepas dari sisi manusianya… relatifitas,… dan bawaan relatifitas inilah yang selalu tidak pernah saya setujui…

      pertanyaan saya jelas koq,
      ALLAH adalah YANG MAHA KASIH, tetapi koq bisa ada penderitaan?…
      penderitaan di sini memang benar-benar penderitaan….tidak perlu dilego menjadi seolah tidak penderitaan di hadapan orang lain… kematian itu bagaimanapun tetap bisa menitikkan air mata, seperti contoh Anda tsunami aceh, tidak ada yang tidak mengatakan itu penderitaan… itu bukti nyata bahwa penderitaan itu ada….meski pada akhirnya orang yang mengalami penderitaan itu bisa menyelami maksud TUHAN atas itu semua…

  12. Saya sudah menjawab satu jawaban : Ada kalanya tebasan kejam golok dan gunting yang menyakitkan ranting2 yang mati justru berakibat pohon berbuah lebih lebat.

    Ada kalanya bakaran panas pada tembikar basah yang menyakitkan membuat tembikar itu menjadi cantik bukan lagi sekedar tanah liat basah.

    Ada masanya penderitaan dipakai Tuhan untuk mendewasakan manusia .

    Kalo anda tidak paham analogi ini anda bisa meminta bantuan guru bahasa Indonesia. 🙂 atau anak anda mungkin ? 🙂

    Dalam kasus Aceh bisa saja sekarang kita berkata : bahwa tragedi Aceh yang luar biasa membuahkan kedamaian yang bertahun-tahun tidak pernah terjadi antara GAM dan RI. Ada berkah Tuhan yang tersembunyi.

    Itu satu point dulu, silahkan ditanggapi.

    • @lovepassword

      saya sudah simpulkan dalam kalimat terakhir dari comment terakhis saya di atas.

      ….meski pada akhirnya orang yang mengalami penderitaan itu bisa menyelami maksud TUHAN atas itu semua…

      point saya adalah…. biarpun pada akhirnya orang bisa melihat sisi baik dari segala sesuatu, tetapi ada satu hal bahwa PENDERITAAN tetaplah penderitaan…dan bahkan orang yang sanggup melihat kebaikan itu sendiri pada hari kejadian tsunami tetaplah melampiaskan kesedihannya dengan simbol penderitaan yaitu tangisan…sebab tidak semua orang dapat dengan mudah melihat sisi baik, bahkan Yeremia yang dipakai TUHAN luar biasa masih meratap… kan gitu….

      • Kalo substansinya baik ya baik. Masalah ada manusia yang dalam ruang dan waktu tertentu tidak melihat itu , itu mungkin saja terjadi , mungkin ada masa suatu kejadian belum terpahami seperti katamu.

        Lha tetapi substansi masalah yang kamu protes terus dibagian apanya Parhobass ?

      • @lovepassword..

        allamakjang hehehehe…

        sudah deh…
        daripada nanti panjang lebar tanpa makna, dan kita berdua tidak ada untungnya…..malah capek yang didapat…

  13. Ya sudahlah. Yang bilang nggak sependapat kan kamu. Lha wong aku bilang sependapat kok. 😀

    Hi Hi Hi

    • @lovepassword,

      kamu itu lho aneh, sudah pula saya berikan pertanyaan,

      ALLAH adalah YANG MAHA KASIH, tetapi kenapa ada penderitaan?
      dan sudah pula saya runutkan tentang pandangan Anda yang relatifitas itu,..
      koq masih bertanya substansinya dimana? hehehe… lucu ah…

      coba dicek lagi di atas…

      saya sarankan kepada Anda diberbagai kesempatan, biasakan fokus…. Anda senang menghaburkan kata-kata, yang akhirnya penuh makna-makna yang tidak relePPPan dengan diskusi…

      hehehe…

  14. kepalaku bisa pusing ngomong sama kamu. Kamu itu aslinya mau terus apa mau berhenti sih ?

    Kan aku sudah ngomong : Intinya yah kita tidak bisa menilai Tuhan yang mutlak dari sisi manusia yang relatif atau terbatas. Mengapa ? karena relatifnya itu banyak hal yang tidak terpahami manusia dalam ruang dan waktunya . Sebagai ciptaan manusia juga tidak dalam kapasitas bisa menilai penciptanya . Contohnya juga sudah tak tulis : Masakan periuk menilai kerjaan tulang periuk .

    Lha kalo ada kesan Tuhan tidak baik, itu terjadi bukan karena substansinya tetapi karena keterbatasan manusia dalam melihat di dalam ruang dan waktu manusia itu.

    Kalo memang kamu nggak jelas , tanyakan bagian yang nggak jelas. Muter2 apanya, perasaan jawabanku sedemikian gamblang gicu kok.

    • @lovepassword

      Anda sudah menjawab sebagian pertanyaan saya, tetapi tiba2 ada pertanyaan, substansinya dimana?
      menurutmu aneh apa tidak?… sudah dijawab tetapi bertanya dimana substansi.. lalu dengan apa Anda menjawab pertanyaan itu?

      duh susah juga memang….

      pernyataan Anda:

      Kan aku sudah ngomong : Intinya yah kita tidak bisa menilai Tuhan yang mutlak dari sisi manusia yang relatif atau terbatas. Mengapa ? karena relatifnya itu banyak hal yang tidak terpahami manusia dalam ruang dan waktunya . Sebagai ciptaan manusia juga tidak dalam kapasitas bisa menilai penciptanya . Contohnya juga sudah tak tulis : Masakan periuk menilai kerjaan tulang periuk .

      Lha kalo ada kesan Tuhan tidak baik, itu terjadi bukan karena substansinya tetapi karena keterbatasan manusia dalam melihat di dalam ruang dan waktu manusia itu.

      inilah yang saya utarakan dari awal, Anda penganut relatifitas, dan itu tidak baik…karena Anda akhirnnya tidak bisa melihat ALLAH yang tidak relatif itu.. salah satunya juga karena Anda tidak mengenal Alkitab…

      makanya coba Anda jelaskan menurut apa yang Anda ketahui…

      Allah Yang adalah Maha Kasih, tetapi koq ada penderitaan?

  15. makanya coba Anda jelaskan menurut apa yang Anda ketahui…

    Allah Yang adalah Maha Kasih, tetapi koq ada penderitaan?

    Perasaan sudah kujawab satu point tapi kamu nggak jelas mau setuju apa nggak . ( garuk-garuk kepala 🙂 )

    Lha kalo ada kesan Tuhan tidak baik, itu terjadi bukan karena substansinya Tuhan tidak baik tetapi karena keterbatasan manusia dalam melihat di dalam ruang dan waktu manusia itu.

    Sudah tak jawab itu, lha kalo kamu mau protes boleh tapi jangan mengulang-ulang pertanyaan dong. Kamu setuju boleh, kalo nggak setuju dijelaskan argumentasimu. Itu saja. jangan pertanyaan yang sudah kujawab terus kamu tanyakan ulang.

    SALAM

    • Yang kutanyakan itu substansi kamu keberatan ada dibagian mananya? Gicu lho maksudku.

      kalo relativitas ya namanya manusia kan memang ya bisanya melihat relatif karena terikat ruang dan waktu. Itu kan keterbatasan yang bisa kamu lihat karena itu sangat faktual

      • @lovepassword.

        TUHAN adalah MAHA KASIH, tetapi IA membunuh manusia…

        bagaimana? semakin jelas?

        masalahnya dimana?
        karena Anda menjelaskan tentang manusia, sementara saya bertanya tentang ALLAH tentang TUHAN…

        mari fokus…..sebab hal2 yang beginilah membuat diskusi dengan Anda menjadi tidak pernah selesai…

  16. Apa kaitannya Tuhan membunuh manusia dengan Tuhan tidak Maha Kasih ?

    Saya sudah menjawab ini dalam beberapa point :

    Pertama : Ada sisi jika Baik itu berlawanan dengan tidak baik, benar dan tidak benar, dsb . Jika Tuhan membenci ketidakbenaran atau ketidakbaikan, Tuhan memusnahkan yang tidak baik, tidak ada alasan untuk mengatakan Tuhan tidak baik

    Kedua : Ada sisi rencana yang tidak bisa diketahui karena itu hak prerogatif Allah. karena itu saya sempat mempost ayat yang disamber mas Dewo katanya kayak filem animasi kemarin Adakah periuk menghakimi hasil kerjaan tukang periuk ?

    Apakah tukang periuk tidak punya tangan sehingga membuat periuk sedemikian buruknya ?
    Protes semacam itu dianggap lebay karena keterbatasan periuk dalam menilai tukang periuk dong.

    Jika kamu itu pelukis maka hak kamu merobek lukisan kamu sendiri. Jika kamu penulis adalah hak kamu membuang kertas yang kamu tulis ke tempat sampah.

    SALAM

    • @lovepassword

      Apa kaitannya Tuhan membunuh manusia dengan Tuhan tidak Maha Kasih ?
      ???

      Saya sudah menjawab ini dalam beberapa point :

      Pertama : Ada sisi jika Baik itu berlawanan dengan tidak baik, benar dan tidak benar, dsb .
      rellatifitas?

      Jika Tuhan membenci ketidakbenaran atau ketidakbaikan, Tuhan memusnahkan yang tidak baik, tidak ada alasan untuk mengatakan Tuhan tidak baik
      pernyataan ini tepat, pertanyaan saya adalah bisa ngga Anda jelaskan bagaimana itu bisa terjadi?

      Kedua : Ada sisi rencana yang tidak bisa diketahui karena itu hak prerogatif Allah. karena itu saya sempat mempost ayat yang disamber mas Dewo katanya kayak filem animasi kemarin Adakah periuk menghakimi hasil kerjaan tukang periuk ?

      Apakah tukang periuk tidak punya tangan sehingga membuat periuk sedemikian buruknya ?
      Protes semacam itu dianggap lebay karena keterbatasan periuk dalam menilai tukang periuk dong.

      Jika kamu itu pelukis maka hak kamu merobek lukisan kamu sendiri. Jika kamu penulis adalah hak kamu membuang kertas yang kamu tulis ke tempat sampah.
      masalah periuk dan tukang periuk, itu kutipan dari Yesaya 29:16…, mengenai hak pelukis, sesuai analogi Anda… kalau TUHAN “membuang” bukan tanpa ada tujuan, tidak asal buang ke tempat sampah, sesuatu yang bisa dilakukan manusia, yaitu membuang dengan sembarangan…

  17. pernyataan ini tepat, pertanyaan saya adalah bisa ngga Anda jelaskan bagaimana itu bisa terjadi?

    ==> Bagaimana itu terjadi ya sesuai kehendak Allah dong . Kalo masalah cara Allah menghukum ketidakbenaran, kejahatan, dsb tentu saja caranya macem2 . 🙂

    Tapi mungkin bukan iti yang kamu maksud. Coba kamu jelaskan saja apa maksudmu bagaimana itu terjadi ?

    masalah periuk dan tukang periuk, itu kutipan dari Yesaya 29:16…, mengenai hak pelukis, sesuai analogi Anda… kalau TUHAN “membuang” bukan tanpa ada tujuan, tidak asal buang ke tempat sampah, sesuatu yang bisa dilakukan manusia, yaitu membuang dengan sembarangan…

    ===> Kalo masalah Yesaya itu sudah sejak aku ngomong sama Dewo sudah kusambit itu. Lha malah dia ngomong analogi filem animasi. Hi hi hi. Aku sampai mringis geli. DUH…nggak sadar2 juga dia, sampai akhirnya karena bosen kuberitahu saja dia bahwa filem animasi yang dia ledek habus-habisan asalnya dari yesaya dan salah satu tulisan Paulus . Itulah makanya kubilang asal nyambit itu jelek kan ??? Rada konyol itu.

    kalau TUHAN “membuang” bukan tanpa ada tujuan, tidak asal buang ke tempat sampah, sesuatu yang bisa dilakukan manusia, yaitu membuang dengan sembarangan… ===> Masalah Tujuan, apa tujuannya , dalam keterbatasan manusia seringkali tidak bisa dianalisa. tetapi pointnya itu hak pelukis, masalah kamu mau ngomong kalo membuang seharusnya ada tujuannya, silahkan saja tetapi ada batas2 tertentu memang dimana tanah liat tidak bisa menganalisa kerjaan tukang periuk. 🙂 Substansinya itu hak pelukis .

    SALAM

    • @lovepassword,

      ya, semua adalah kehendak Allah,… tetapi apakah sepengetahuan lovepassword Allah “pernah” menjelaskan bagaimana kehendakNYA itu terjadi….

      Substansi tentang HAK, analogi Anda pelukis, sekali lagi tepat, tetapi HAK dari TUHAN berbeda dan HAK manusia, dimana ada kalanya manusia melaksanakan HAKnya tanpa tujuan… sedangkan TUHAN selalu ada tujuan, yang kita contohkan dengan “hikmah” di balik tsunami…

  18. Ada hikmah di balik tsunami ? Ya tentu saja ada. masalahnya adalah dalam keterikatannya dalam keterbatasannya tentu tidak semua manusia mampu menduga hikmah itu. Memang selalu ada sisi dimana dalam satu ruang dan waktu manusia hanya bisa menduga.

    apakah sepengetahuan lovepassword Allah “pernah” menjelaskan bagaimana kehendakNYA itu terjadi….

    ==> Saya tidak paham arah pertanyaanmu. Allah menjelaskan kehendakNya terjadi ? Jika Allah berkehendak maka itu terjadi ? Masalah bagaimananya juga terserah kehendak Allah. 🙂

    SALAM

  19. Bagaimana itu terjadi ? Ketika Allah menginginkan itu terjadi ya terjadi. Nggak usah pakai bagaimana . 😀 , lha masalah caranya itu teknis – bisa berbeda-beda sesuai kehendak Allah juga.

    • Bagaimana lovepassword tahu itu kehendak ALLAH?

  20. Bagaimana saya tahu sesuatu itu kehendak Allah ? kadang saya tidak tahu. Tapi pointnya kan gini : Dalam agama ada aturan, lha lihat saja dari sisi itu.

    Kalo maksud kamu bagaimana saya tahu bahwa tsunami adalah kehendak Allah ? Itu pertanyaan lebih sulit lagi. 🙂

    Kau jelaskan saja apa maksudmu ?

    • Bagaimana saya tahu sesuatu itu kehendak Allah ? kadang saya tidak tahu. Tapi pointnya kan gini : Dalam agama ada aturan, lha lihat saja dari sisi itu.

      Jika TUHAN adalah Maha, dan Kitab tentu tidak cukup menjelaskan semua keberadaanNYA…dan berimplikasi kepada aturan yang dapat dicatat di dalam Kitab itu.. lalu bagaimana Anda dapat menangkap kehendak TUHAN dari keterbatasan yang begini?

      Kalo maksud kamu bagaimana saya tahu bahwa tsunami adalah kehendak Allah ? Itu pertanyaan lebih sulit lagi.

      Kau jelaskan saja apa maksudmu ?
      Anda kan sering berargumen bahwa “agama” adalah kebodohan pada titik tertentu karena ada saatnya itu dapat dijelaskan secara empirik… contohnya tsunami… sangat jelas bisa dijelaskan bahwa tsunami terjadi karena ada lempengan bumi yang bla bla bla bla.. dan karena manusia membandel membangun rumah di pantai-pantai yang menjolok ke laut ya akhirnya matilah secara sia-sia….lalu yang selamat diberitahu bahwa sangat tidak bijak sana kalau bertempat tinggal di tepi pantai, d.l.s

      lalu dimana kehendak TUHANnya?

  21. Anda kan sering berargumen bahwa “agama” adalah kebodohan pada titik tertentu karena ada saatnya itu dapat dijelaskan secara empirik ===> Raden Parhobass tercinta , memelintir omongan orang itu jangan dijadikan hobi ya.

    Aku tidak pernah mengatakan gitu lho. Substansinya gini :
    Jika ada sesuatu yang belum bisa dijelaskan oleh pengetahuan, banyak orang yang gembar-gembor tentang Tuhan. Tetapi mengapa ketika sesuatu yang tadinya belum bisa dijelaskan menjadi sudah bisa dijelaskan oleh pengetahuan modern , kata Tuhan malah jarang dsebut-sebut lagi. Mestinya kan ya ndak gitu.
    Akibat dari tindakan model itulah yang mengundang serangan ateis bahwa Tuhan hanyalah pengisi celah ketidaktahuan manusia. Substansi omonganku kan gitu. Jadi aku nggak pernah mengatakan agama itu kebodohan. Ocree iya ?
    ===============================
    Jika TUHAN adalah Maha, dan Kitab tentu tidak cukup menjelaskan semua keberadaanNYA…dan berimplikasi kepada aturan yang dapat dicatat di dalam Kitab itu.. lalu bagaimana Anda dapat menangkap kehendak TUHAN dari keterbatasan yang begini?

    ===> Justru karena itulah tidak ada jaminan sebenar-benarnya bahwa ada manusia yang 100 persen benar dalam menangkap kehendak Allah, karena keterbatasan manusia itu sendiri. Manusia sadar bahwa manusia terbatas, tetapi dalam keterbatasannya kan tetap melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan , apa yang menurutnya bisa dilakukan walaupun memang tetap ada kesadaran bahwa bukan manusia yang menentukan.

    SALAM

    • @lovepassword

      ya kalau dicermati saya tidak memelintir argument Anda, makanya saya sebut “di titik tertentu itu kebodohan”, coba Anda cek

      dan dari penjelasan substansi yang Anda sebut, sepertinya memang kesimpulan saya tidak salah.. ya toh…

      bahwa ada kalanya sesuatu yang diklaim para agamawan seabgai “miracle”, ternyata bisa dijelaskan dengan empirik.. dengan pengetahuan umum…oleh penghakiman tertentu itu bisa dicek “bodoh”…

      tetapi target saya bukan di situ, targetnya adalah…. jika ada hal-hal yang benar-benar tidak dapat dijelaskan lagi secara ilmiah, contohnya YESUS BANGKIT,.. perawan MARIA mengandung,..d.l.s, ini akan sangat mudah kita lihat kehendak TUHAN, lalu bagaimana sesuatu yang dapat dijelaskan, seperti korban tsunami itu… mereka menjadi korban ternyata karena dapat dijelaskan sebab mereka telah bertempat tinggal begitu dekatnya dengan pantai, dan potensi gempa sangat tinggi di daerah itu.. bagaimana?

      pertanyaan awal kan itu kepada Anda.. dari semua keterbatasan yang ada pada manusia, bagaimana Anda tahu segala sesuatu itu adalah kehendak ALLAH…. ingat, Andalah yang pertama menyebut tentang kehendak Allah, nah tentu Anda bisa menjelaskan kenapa Ada pendapat seperti itu dari Anda?

  22. Anda kan sering berargumen bahwa “agama” adalah kebodohan pada titik tertentu karena ada saatnya itu dapat dijelaskan secara empirik… contohnya tsunami… sangat jelas bisa dijelaskan bahwa tsunami terjadi karena ada lempengan bumi yang bla bla bla bla.. dan karena manusia membandel membangun rumah di pantai-pantai yang menjolok ke laut ya akhirnya matilah secara sia-sia….lalu yang selamat diberitahu bahwa sangat tidak bijak sana kalau bertempat tinggal di tepi pantai, d.l.s

    lalu dimana kehendak TUHANnya?

    Saya percaya memang selalu ada sisi selalu ada waktu dimana bahwa penjelasan apapun memang kadang sulit diterima . Misalnya saja gini :

    Kamu taat beribadah, aku kadal buduk jahat tukang maling jemuran tetangga. Ada tsunami dasyat, keluarmu nggak ada yang selamat, eh keluargaku selamat semua. Rumahmu ambruk eh rumahku kok nggak. Ada balok besar kebawa air yang kena balok rumahmu bukan rumahku sehingga rumahmu hancur berantakan. Itu kan sisi yang sulit dianalisa. paling banter kita bilang kemungkinan. Tapi itu bukan penjelasan yang memuaskan kan?

    Lha sangat mungkin kamu yang mengalami itu protes dengan Tuhan ? Mengapa kok yang kamu beri cobaan seberat ini justru aku yang taat beribadah, yang percaya padaMu, sementara dia malah baik-baik saja. Itu manusiawi kan?

    Lha dalam tahap ini psikologis manusia memang tidak bisa ditenangkan oleh sekedar penjelasan teknis saja.

    • @lovepassword

      dari awal saya bertanya kepada Anda…
      ke diri Anda sendiri, tanpa melihat orang lain…
      dari mana Anda tahu sesuatu itu kehendak ALLAH?

  23. Tergantung apa yang mau anda definiskan tentang kehendak Allah ? Jika kehendak Allah dalam hal ini kamu kaitkan dengan semacam pembolehan atau ijin Allah, maka otomatis ya semuanya tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah.

    Jika kehendak Allah yang kamu maksud bukan itu, kehendak Allah mau kamu kaitkan dengan perintah2 baik dan sebagainya. Ya kalo kita beragama maka kita akan dapati itu dalam ajaran agama.

    Apakah manusia tahu semua kehendak Allah ? Manusia bisa tahu sepanjang Allah mengijinkan. Itu saja. lha bagian yang manusia tahu ya sebatas yang diijinkan tahu. Karena manusia terbatas maka tentu ada keterbatasan manusia juga dalam mengetahui hal tersebut

    SALAM

    • @lovepassword;

      saya quote di sini pernyataan Anda;

      Bagaimana itu terjadi ? Ketika Allah menginginkan itu terjadi ya terjadi. Nggak usah pakai bagaimana . 😀 , lha masalah caranya itu teknis – bisa berbeda-beda sesuai kehendak Allah juga.

      Pertanyaan saya adalah dari mana Anda tahu itu kehendak ALLAH?
      manusia tidak sama dengan Anda bukan? atau semua manusia tidak merepresentasikan Anda bukan?

      so…. darimana Anda tahu?

  24. Maksudnya itu gini : kalo Allah menginginkan sesuatu terjadi maka sesuatu akan terjadi sesuai kehendakNya. gitu lho, termasuk sak detail teknisnya atau sak cara-caranya.

    Misalnya Allah ingin menolongmu dengan cara kamu ditolong A, lha yang terjadi ya tepat seperti itu.

    Ketika Allah ingin B yang nolong kamu , yang terjadi ya itu.

    Maksudku gitu.

    • waduh…. baiklah saya ganti kalimatnya

      bagaimana Anda tahu itu ALLAH?

  25. Substansi kalimatku itu bukan disitu. Substansinya segalanya terjadi karena ijin Allah. Lha manusia mencari hikmahnya . Gitu lho.

    Lha kalo pertanyaanmu : bagaimana anda tahu itu Allah ?

    Lha memangnya ada yang terjadi bukan karena ijin Allah ?

    • @lovepassword;

      Rumah si A terbakar…

      si B berkata itu terbakar karena si C
      si C berkata itu terbakar karena si D
      si D berkata itu terbakar karena si E……

      dst

      si Z berkata itu terbakar karena Allah

      saya kira Anda di Z,
      pertanyaannya apa dasar Anda bahwa Allah adalah penggerak segala sesuatu?

      perhatikan pernyataan/pertanyaan Anda,

      Lha memangnya ada yang terjadi bukan karena ijin Allah ?

      maka pertanyaan saya ulangi
      bagaimana Anda tau yang memberi ijin Allah?

  26. bagaimana Anda tau yang memberi ijin Allah ?
    pertanyaannya apa dasar Anda bahwa Allah adalah penggerak segala sesuatu?

    Sampai tahap ini saya rasa saya sudah lulus. Hi Hi Hi. Minimal 60 bolehlah. Jangan pelit-pelit Parhobass… 😀

    Kamu tidak berhasil membuktikan salahnya kan ? Pertanyaanmu bersambung sedemikian panjang sehingga saat ini sudah jauh dari pertanyaan dasarnya tentang Tuhan tidak bisa tidak benar dsb .

    Kalo kamu pertanyaanmu itu jawabannya gampang : Kamu baca saja teori kosmologinya Thomas Aquinas. 🙂 kalo nggak salah inget lho.

    SALAM

    • @lovepassword,

      sebenarnya pertanyaan saya beranakpinak karena Anda agak pelit menjawab sampai-sampai sering tidak fokus dengan nyamber sana sini, seperti ingi =n menunjukkan wawasanmu yang luas itu…

      sekarangpun Anda tidak menjawab malah membawa hal-hal baru, Thomas Aquinas….

      Target saya ‘kan Anda sendiri, so menurut Anda, darimana Anda tahu “sesuatu” itu adalah kehendak Allah? bagaimana Anda tahu “sesuatu” itu ijin Allah?

      atau “cucu cicit” dari pertanyaan yang beranak pinak itu adalah, hahahaha, apakah Anda mengenal Allah?

      • @Parhobass : mAsak iya saya pelit. Perasaan dalam soal pelit bin irit kamu pakarnya deh. Lha wong kamu njawab saja kadang satu atau patah kata. Hi hi hi.

        Bagaimana saya tahu sesuatu terjadi seijin Allah ? Kan sudah tak jawab semua yang terjadi pasti seijin Allah , lah jika semuanya hanya bisa terjadi seijin Allah maka tiap hal yang terjadi ya seijin Allah sehingga pertanyaanmu tidak perlu ada .

        Misalnya gini : Ada pernyataan : semua bola di kamarku berwarna hijau.

        Kemudian kamu tanya bola yang itu hijau apa nggak ? Lha kalo bola itu dikamarku ya hijau . Karena yang kusimpan di kamar cuma bola hijau. Gitu lho. Jadi kalo kamu tanya darimana saya tahu kalo hijau ? Ya soalnya semuanya hijau.

      • @lovepassword
        A Benar jika dan hanya jika A adalah Benar…
        pertanyaan, darimana Anda tahu A benar?

        lovepassword berkata: ya karena A benar?

        parhobass.. allamakjanggg????

        Apakah Anda benar-benar mengenal bola hijau?
        Apakah Anda benar-benar mengenal Allah?
        itulah kata pelitnya, dan karena sebenarnya sederhana makanya di mata Anda disebut pelit….

        kembali ke awal dengan sedikit modifikasi (biar tidak lahir analogi-analogi yang makin lama makin membuat kabur?:

        Rumah si A terbakar…

        si B yang atheis berkata itu terbakar karena si C
        si C yang humanis berkata itu terbakar karena si D
        si D yang agamais berkata itu terbakar karena si E……

        dst

        si Z yang mengenal tentang Allah berkata itu terbakar karena Allah

        saya kira Anda di Z,
        pertanyaannya apa dasar Anda bahwa Allah adalah penggerak segala sesuatu?

  27. Saya cuma mengatakan segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa ijin Allah, lha tentu semua hal ada hikmahnya. Cuma itu saja . 🙂

    Atas dasar apa Allah adalah penggerak sesuatu ? Secara agama terutama tiga agama samawi sudah jelas bahwa segala sesuatu adalah ciptaan Allah dan tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa ijin Allah.

    Jika Allah tidak mengijinkan Ayub dicobai iblis, menurutmu iblis bisa mencobai Ayub ?

    Berdasarkan filsafat Ketuhanan baik yang ditulis oleh Ibnu Rusyd maupun Thomas Aquinas yang bisa dibilang murid batiniah Aristoteles , penyebab segala sesuatu harus ada , dst Lha penjabaran itu jelas bikin capek aku dan bikin kamu mringis . Intinya kamu jelaskan saja yang kamu protes bagian apanya.

    Apa kamu tidak setuju bahwa segala sesuatu terjadi karena ijin Allah ? Dimana posisi KeMahaKuasaan Allah kalo begitu. Mungkinkah setan mengkudeta Tuhan ? Hi Hi Hi…

    Sekali-kali kamu gantian njawab juga ya. Bisa pegel kalo aku kamu tanya terus. Bisa mringis terharu aku….

    SALAM

    • @lovepassword

      dari segala jawaban Anda,…. Anda hanya mengenal tentang Allah, tidak mengenal Allah…

      • Kamu hobi mengadili orang lain tetapi tidak hobi menjelaskan . Hi Hi Hi…Manusia dinilai berdasarkan penilaiannya atas orang lain. Penilaianmu padaku wajar-wajar saja. Mungkin saja memang benar anggapanmu bahwa kamu lebih mengenal Allah dibandingkan manusia-manusia yang lain. Meskipun saya tidak tahu juga cara membuktikan omonganmu bagaimana ….

        SALAM Parhobass…

      • @lovepassword

        mari menyelidiki hati kita masing-masing….
        penjelasan sudah sangat panjang lebar di blog ini…
        dan bukti bahwa Anda hanya mengenal tentang Allah susah dapat dilihat…
        kalau Anda butuh penjelasan atas pernyataan ini dikarenakan Anda tidak bisa melihat saya akan senang mengatakannya….(jika diminta hehehe)

        kalau ada kesan menghakimi maafkan saya, tetapi orang yang mau dinesehati adalah bukti bahwa ia masih mahluk spiritual…dan mengasihi sesamanya manusia…

        nasehat bisa dikatakan menghakimi jika yang dinasehati tidak mau menerima…

  28. @Parhobass : kalau ada kesan menghakimi maafkan saya, tetapi orang yang mau dinesehati adalah bukti bahwa ia masih mahluk spiritual…dan mengasihi sesamanya manusia…

    nasehat bisa dikatakan menghakimi jika yang dinasehati tidak mau menerima…

    ===> Biar kamu nggak dikatakan menghakimi menurutmu berarti aku harus menerima nasehatmu ya ? Oke deh. Nasehatmu mungkin bisa kuterima . Tetapi bisa nggak kalo nasehatmu dipaketkan bareng silverqueen ? 🙂

    Mari kita menyelidiki hati kita masing-masing ? Oke..saran di terima.

    Kalo kamu semakin sabar dan aku semakin pringas-pringis , lama-lama bisa-bisa aku kualat beneran. Hi Hi Hi …

    Saran diterima deh. Lagian kalo nggak diterima ntar aku dituduh tidak mengasihi sesamanya manusia lagi 🙂 — orang yang mau dinesehati adalah bukti bahwa ia masih mahluk spiritual…dan mengasihi sesamanya manusia… —

    Whaduh…??? Iya deh iya. Sepanjang nasehatmu tulus tidak membuat mules kuping dan ajakan saling mengingatkan masakan aku mesti menolak nasehat baik itu kan… ?

    Sepanjang nasehat itu baik – maksudnya kurasa baik yah biar pengamen di pinggir jalan yang ngasih ide padaku juga masih kuperhatikan. Apalagi nasehatmu kan ?

    SALAm PAR…

    Salam lagi deh

    • @lovepassword

      ada pertanyaan yang murni tidak perlu dijawab, tetapi direnungkan siang dan malam…
      ada nasihat yang bisa membuat sakit perut dan dongkol…

      so mari kita masing-masing menyelidiki hati kita masing-masing…

      Ada kalanya kita harus bermain solo, sebab pemain solo akan lebih efektif membuat matang ketimbang yang selalu meminta pertolongan dan bantuan…

      Salam…

  29. Oke deh. Daripada kita sama pusingnya …mendingan aku makan mendoan saja. Kau makanlah bekalmu sementara aku makan mendoan sambil mendengarkan lagu yang merdu. Sip nggak puisiku ?

    Ada kalanya yah ? Memang selalu ada kala tertentu yang menuntut perlakuannya masing-masing

    SALAM Parhobass.
    Terimakasih atas diskusinya.

    SAlam lagi deh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: