Yang merendahkan orang lain

Maret 11, 2010 pukul 8:38 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: ,

Alkitab berkata: “Yang tinggi akan direndahkan dan yang rendah akan ditinggikan”, yup.. ini bicara mengenai manusia, manusia seperti kita…

Oleh perilaku beragama, mengikuti aturan-aturan, orang bisa bangga dan bisa merasa terangkat lebih tinggi dari sesamanya..dan masih lumrah juga, orang yang banyak tahu ada juga kecenderungan meremehkan, atau lebih suka menghina di dalam hatinya…

Lalu apa kata Yesus tentang seseorang yang seperti ini? Melalui sebuah perumpamaan Yesus menjelaskan,…:
(Luke 18:10-14 [ITB])
“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa;
yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini:
Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata:
Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Note:
Pada masa itu, orang Farisi diidentikkan dengan sekelompok orang, atau suatu aliran dari agama Yahudi, yang menjalankan peraturan Agama, menjalankan Taurat dengan cara ketat,
Sementara pemungut cukai diidentikkan dengan orang-orang berdosa, yang mengambil untung dari pekerjaannya. Sangat jelas terlihat dari doa-doa yang ia panjatkan di atas, sesuai perumpaan itu dan doa sang pemungut cukai.

Jadi bukan perkara kita mengikuti aturan-aturan, bukan perkara mengikuti manual secara tepat dan benar, melainkan lebih dalam dan lebih tinggi serta lebih luas dari itu, yaitu mengenal ALLAH, sumber hukum dan peraturan itu. Dengan mengenal ALLAH akan paralel dengan mengenal diri kita. Ketika kita tahu ALLAH MAHA KUDUS, maka kita bisa melihat betapa tidak kudusnya kita, betapa jauh dari image ALLAH, dan serta merta, paralel dengan Roh Kudus yang mengaku segala kebutuhan akan KESELAMATAN dari DIA yang mau dan rela menyediakan keselamatan di dalam tebusan darah YESUS, Kristus, Raja segala raja…Tuan segala tuan…

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ini termasuk tulisanmu yang paling menarik. Setidaknya kamu nyambit semua orang : Termasuk aku juga, kamu juga, pokoknya semua memang perlu mikir. Hi Hi Hi. Jangan2 yang kebesaran gaya malahan nggak ada nilainya. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: