Respon terhadap tegoran

Maret 10, 2010 pukul 8:41 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Jika ada alasan untuk berbuat bodoh, maka orang Kristen sangat punya alasan yang kuat untuk menuduh Paulus, Rasul Kristus sebagai orang yang tidak disenangi. Orang Kristen jika sekiranya layak untuk menghakimi, maka orang inilah salah satu tujuan utama yang pas untuk dijatuhi hukuman paling berat.

Coba perhatikan:
1. Surat yang terkenal, Roma, Paulus menulis, Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh (Roma 1:22). Di sini ia sedang menegor dengan keras orang yang mengaku pengikut Allah, tetapi kehidupannya penuh dusta dan kesesatan. Bayangkan jika ada seorang petinggi Gereja dituduh begitu!

2. Di Kitab yang sama, Roma 1:29 berkata “…penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan”, coba dibayangkan jika seorang pemimpin Gereja yang memiliki jemaat ribuan, bagaimana rasanya dituduhkan hal begini!

3. Roma 13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Upss,… mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, bagaimana para pemimpin jemaat, terkadang lepas kendali, mereka melakukan pencemaran, percabulan, d.l.s. Otoritas cenderung bermain mata, menyepelekan kekudusan dan jabatan, sering kita lihat bagaimana upaya menyembunyikan perkara ini dibalik tirai “demi kebaikan bersama” dan “demi nama baik”…. Paulus menegor keras: “Hei pencabul, hei yang menyimpan kejahatan, iblislah yang engkau sembah”. Coba bayangkan!

4. 1 Korintus 5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Bahkan lebih parah lagi, ada perselingkuhan yang paling parah, ditegor dengan keras.

Dan banyak tegoran-tegoran yang keras, yang bisa membuat pipi memerah, dan membuat geram bukan main.
Sekarang kita beralih ke kita, yang merespon terhadap tegoran ini. Saya sering melihat lahirnya denominasi oleh karena tegoran juga. Ketika seorang penatua jemaat ditegor oleh ulah busuknya, ia lalu membuka gereja baru, jemaat baru. Jika seorang kepercayaan jemaat beristri lebih dari satu, dan jemaat yang lain menegor, maka ia akan mencari denominasi yang bisa menampung dia.
Itu masih kebiasan-kebiasaan sehari-hari, bagaimana dengan tegoran terhadap keimanan, lihat point satu di atas, ada orang yang mengaku menyembah Allah tetapi kelakuannya tidak membuktikan itu. Bagaimana kita menerima tegoran ini? apakah kita akan mencari Allah atau malah murtad? Banyak orang yang lelah pada akhirnya menjauh dari Kristus. Ia kelelahan karena tidak menyadari Kasih Karunia Allah. Ia masih merasa perlu taat kepada hukum-hukum, peraturan-peraturan, mesin-mesin pembuat robot hidup, manusia budak. Kita taat bukan karena harus mengikuti hukum atau aturan, tetapi kita taat karena kita mengakui bahwa TUHAN adalah benar, dan segala jalan yang kita jalani tanpa DIA pasti binasa. Imanuel.

Jika kita merespon tegoran yang keras, yang mana Alkitab berkata: “Allah menghajar orang yang diangkatNYA menjadi anak-anakNYA”, maka keadaan hati kita, pengenalan akan Allah akan meneriman itu semua sebagai kebaikan, sebagai garam, sebagai terang yang menerangi, tetapi hati yang gelap, kalap, “kurang ajar” akan melihat itu sebagai suatu pengkhinaan, pengkhianatan, dan segala tuduhan yang “kurang ajar” lainnya.

Suatu pernyataan dan iman yang kuat telah dicatat di dalam Alkitab,
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. (Mazmur 26:2)

Dengan tegoran jenis apapun, tidak akan membuat orang seperti ini murtad dan oleng, malah ia akan bersukacita, beria-ria di dalam TUHAN.

Sehingga, respon terhadap tulisan Paulus di atas, bisa memberi tanda kepada kita orang seperti apa kita ini, selidikilah hati Anda, saya dan kita semua.
Tulisan lainnya, yang diilhamkan oleh Allah kepada Paulus, demikian:
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3:12 -14)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: