Hikmat

Maret 4, 2010 pukul 9:00 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Orang yang benar saja bisa melahirkan benturan keras….
Orang yang kudus saja (dikhususkan) jika berinteraksi berlebihan, perang bisa terjadi…
Semua yang baik saja, bisa dimanfaatkan atas nama perasaan tidak enak…
Kebenaran yang berlebihan juga bisa melahirkan benturan yang tidak perlu…
Pengetahuan yang luas tidak ada gunanya jika tidak melihat sekitarnya…

…Yang sebenarnya tidak bisa dikatakan demikian…

Sebab semua yang benar, yang kudus, yang baik, kebenaran, pengetahuan dan lain sebagainya
akan terlihat benar, kudus, baik, kebenaran, pengetahuan jika ada hikmat…

Yakobus 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Sebab hikmat dari atas adalah murni dan kebanyakan kita tidak murni, maka yang tidak murni akan memandang, kecenderungan, segala sesuatu tidak ada yang murni dihadapannya. Inilah benturan itu…

Sebagai contoh, kita bisa melihat peristiwa 2000 tahun yang lampau, kala orang melihat guru Yohanes dengan Guru Yesus, ringkas saja..

Matius 11:18-19
Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

Jadi kita melihat, hikmat itu bukan sesuatu yang berada di kepala (pengetahuan), tetapi melebihi itu, yaitu harus dilakukan, sebab perbuatanlah yang mampu memancarkan pengertian…perbuatan baiklah yang mampu memisahkan kita dari lingkaran ketidakbaikan…kira-kira begitu sederhananya.

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita;
dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.
Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?
Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri,
janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.

(Yakobus 3:9-15)

Dan karena HIKMAT adalah dari TUHAN, maka mendekatlah kepadaNYA, sebab hanya DIA yang tahu kapan
hikmat harus bersinar dikala kudus harus dibenturkan dengan adil dan benar, dan sebaliknya dan sebagainya.
TUHAN akan memberikan pada waktunya kapan itu harus berputar…Yaitu dikala benar, kudus, baik, pengetahuan dls itu menceritakan tentang HIKMAT…

Mazmur 111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Pengkotbah 2:6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat,
dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Hikmat adalah buah karya TUHAN yang kekal, Hikmat sudah ada bersama TUHAN, Hikmat adalah pekerjaan TUHAN, sebab dengan Hikmat-lah TUHAN menciptakan alam semesta..

Pengkotbah 8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

Kata menciptakan di sini bukanlah prinsip burativ, yang artinya ALLAH menciptakan Hikmat sama seperti menciptakan alam semesta,…melainkan sebelum ALLAH bertindak untuk melakukan penciptaan, ALLAH telah lebih dulu memiliki “kemauan” untuk mencipta, perbuatan untuk mencipta, keinginan untuk mencipta. Jadi “kemauan” TUHAN inilah yang mengawali segala sesuatu. Kemauan itu TUHAN tumbuhkan sendiri, sebab di dalam TUHAN ada kehidupan antara Pribadi-Pribadi yang ESA. Sama seperti ketika Firman menjadi DAGING, jikalau tidak ada kemauan Firman, maka untuk selamanya tidak akan ada keselamatan. Tetapi Kemauan itu TUHAN ucapkan terlebih dahulu melalui nubuatan-nubuatan, melalui nabi-nabi dan orang-orang pilihan… dan sudah nyata kita lihat di dalam darah YESUS KRISTUS, Tuhan kita. Kemauan TUHAN, Yang Maha, mau menjadi sama seperti kita, menjadi pelayan buat kita, yang harus kita lakukan, sebab itulah hikmat itu. Hikmat tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi datang untuk mengangkat yang lemah. TUHAN Yang MAHA datang mengangkat semua yang percaya kepadaNYA supaya beroleh HIDUP, sebab Hikmat adalah HIDUP…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: