Ketika manusia mau benar

Maret 3, 2010 pukul 9:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Tag: ,

Ayub sekali lagi menjadi contoh yang akurat untuk menghilangkan kata “relatif” kepada atribut TUHAN.
TUHAN adalah sama, kekal, dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Ketika Ayub yang benar diijinkan TUHAN mengalami hajaran, ia begitu menderita. Jikalau TUHAN tidak mengijinkan itu, entah dengan bagaimana kita diajar oleh TUHAN di masa yang memang semakin terlihat sulit bagi sebagian orang ini. Khidmat yang melebihi pikiran kita.

Apakah Ayub protes? manusia, kita, yang melihat Ayub benar, bisa berkata, sangat layak…
Jika kita, di mana Ayub sebagai contoh, layak untuk benar, lalu apakah Benar bergeser ke kita? bukanlah hanya TUHAN yang benar?… artinya jika kita benar, apakah TUHAN salah? upssss hujatan yang luar biasa…

TUHAN membuat Ayub terdiam,…

Ayub 40:2,8,9; 41:11
“Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!”
Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?
Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?
Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.

Perasaan benar yang kita miliki harus mampu melihat Khidmat yang tiada tara dari Yang Maha Kuasa…supaya tetap dapat merendah dan mampu mengenal TUHAN..

Iklan

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sangat benar posting lae kon bah..

    Saya sependapat dgn laeku ..
    Terkadang ada sebagian orang yg mengukur Tuhan itu dari derajat teori Relativitas.
    Padahal siapa kita yg hanya seumur rumput hendak mengerti Tuhan itu. Terima saja Dia dgn segala hikmat yg dianugerahkan kpd kita.

    Syalom ma laeku …

    • shalom juga lae,….

      TUHAN sangat luar biasa, dan kita berkata MAHA, sebagai atributNYA…
      hanya oleh karena anugerahNYA kita dapat menerima DIA, dan anugerah yang paling besar adalah DIA, di dalam ROH-NYA mau menjamah, sehingga memampukan kita memanggil YESUS, Sang Juru Selamat, sebagai TUHAN..

  2. Coba tes komen.

  3. Kayaknya Mas Dewo perlu diundang ke sini . Hi Hi Hi….

    • Bukankah Anda juga penganut relatifitas?

  4. @ Lovepasword

    Kayaknya Mas Dewo perlu diundang ke sini

    .
    .

    Sebenarnya kamu itu lho yg harus tetap rajin di blog ini ? hehehe. Jujur saja saya senang dgn gayamu berdebat walau jujur hampir 70% bersalahan. Yang membuat saya kagum walau kau memakai nickname tetapi kau sangat sopan dan tidak pernah berdebat dgn menyerang keyakinan orang lain. Hanya saja anda sering memahami keKristenan itu spt memahami benda mati. Itu makanya sdr Parhobas menganggap anda penganut Relatifitas.
    .
    Jujur juga perdebatan diantara sesama Kristiani itu bukan perdebatan menjatuhkan, karena mereka sudah dibenarkan Allah selagi tetap percaya kpd Kristus. Perdebatan Parhobas dn Setio Dewo di blog JelasNggak kemarin hanya meluruskan hal2 yg belum dimengerti salah satunya. Sedangkan berdebat antar agama itu sudah lain thema/ wacana . Karena akan banyak perbedaan yg tidak mungkin dapat dipertemukan kecuali rasa toleransi beragama dan rasa persatuan sesama satu Bangsa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: