Berbuat baik-Dosa-berkuasa

Februari 10, 2010 pukul 7:30 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Kejadian 4:7b
Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.

Dari kutipan ini jelas terlihat ada beberapa thema, yaitu:
– berbuat baik
– dosa mengintip
– berkuasa atas dosa

Berbuat baik harus dikerjakan, sementara di dalam waktu yang sama, dosa mengintip untuk dapat memasuki diri kita. Di dalam hal ini dosa adalah sesuatu yang bisa memberi cabang di dalam hati, pikiran dan pilihanpun jadi terlihat terlalu banyak, jikalau kita lebih menyetujui dosa itu maka bersiaplah kepada keadaan yang buruk. Sekali kita memasukkan atau menyetujui dosa, maka dosa-dosa berikutnya akan datang, menjangkiti hati, pikiran, sangat, dan ia akan hidup bertengger di sana, bukan hanya di pintunya lagi…. keadaanpun akan semakin buruk, sebab jika keadaan ini terus terjadi maka kita akan membenarkan diri sendiri, kehilangan nurani dan tidak ada sense untuk kata maaf….tegar tengkuk dan degil, inilah sebagian dari bagian paling ujung,… kalau masih berlanjut akan lahir pendusta, pembunuh,… lalu ujungnya adalah terkutuk.

Karena kita dapat melihat ujung dari menyetujui masuknya dosa yang selalu mengintip di pintu hati, di pintu pikiran di setiap pilihan kita, maka kita harus sedapat mungkin menolak dosa. Jika dosa memberi pilihan maka yang pasti negasinya adalah yang baik, jadi kuasailah dosa itu dengan cara demikian.
Sekarang kita sudah tahu siapa Yang Baik, maka turutilah DIA,.. tidak ada contoh yang paling sempurna dari kebaikanNYA selain cara DIA mengungkapkan KASIH-NYA.
Jika manusia kebanyakan menjunjung harga diri, maka di sini kita sedang disuguhi kata pengorbanan.
Jika manusia lebih terpuaskan jika sudah duduk di dalam tahta kebahagian dan kesenangan, TUHAN menyajikan Salib.
Jika manusia memilih untuk terlihat besar dan diagungkan oleh sesamanya, maka TUHAN berkata melayanilah….dan banyak lain hal…

Jika kita sudah sering merasakan godaan itu, dan kesekian kali pula kita menang, maka semakin kita menang semakin kita rasakan godaan itu keras dan kencang,…. ada juga saatnya kita tidak sanggup bertahan,… di dalam keadaan tertentu maka kita akan setuju bahwa kita memang tidak dapat di dalam keadaan sempurna sama sekali, sebab Sempurna hanya milik Kristus,… pada saat inilah kita dapat melihat betapa hebatnya Kristus hidup. Sebab ketidaksanggupan itu akan membawa kita kepada DIA, Roh Kudus, Penolong. Ia akan dan selalu membimbing di dalam segala ketidakberdayaan kita. Maka Kuasa TUHAN akan jelas terlihat di dalam segala kelemahan kita, dalam segala ujung ketidaksanggupan kita. Dengan menurutiNYA maka, lakukanlah terus baik itu dan kasih itu, kita akan berkata Allah Maha Kudus. Kita melihat dari segala kelemahan kita dan dari segala pekerjaan, mengerjakan iman. Kita sanggup karena Kristus mau ada di sini, di hati kita, sumber segala kebaikan dan anugerah. Dan betapa terkutuknya kita jika dosa kita masukkan sebagai pengganti Kristus. Kita memperilah, kita lebih setuju kepada dosa daripada Kristus,…. padahal Kristus adalah Penguasa baik Sorga dan Bumi, tetapi … kita berkata tidak dan memilih dikuasai dosa.

Tergoda, dosa, itu ada, berbuat baik itu harus dikerjakan,… dan berkuasalah atas dosa itu, karena ada Kristus, Penguasa, begitu dekat, lebih dekat dari sumsum.. di dalam kita.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: