Menyembah YESUS?

Februari 3, 2010 pukul 10:47 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 13 Komentar
Tag: , , ,

Ketika Herodes mendengar dari para ahli perbintangan dari Timur bahwa Raja Yahudi telah/akan lahir, maka ia
menelitinya dengan seksama. Ahli taurat, imam Yahudi, ia kumpulkan. Dan dari mereka didapatlah jawaban, “Raja Yahudi akan lahir di Betlehem, tanah Yehuda”. Mereka langsung merefer ke suatu nubuat yang dituliskan di kitab Mikah 5.

Ahli perbintangan bertanya-tanya:“Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:2).
Dan setelah mendapat pencerahan dari ahlinya, mereka benar-benar datang menyembah Raja Penyelamat, padahal Ia masih bayi. Dan bayi tak satupun yang dapat memerintah untuk berkata:”Sembahlah aku!”. Kerelaan dan pengetahuan ahli perbintangan inilah yang menyanggupkan mereka rela dan mau menyembah YESUS.

Bandingkan dengan Herodes, ia berkata: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” (Matius 2:8)

Tanpa disuruh oleh Sang Bayi, Herodes juga mau menyembah…. tetapi apakah ia benar-benar mau menyenbah? TIDAK.
Kejahatan, keirian dan kedengkianlah yang mau dia bawa, alih-alih menyembah malah ia mau membunuh Sang Bayi, karena Sang Bayi adalah RAJA Yang Sejati.

Herodes dan ahli perbintangan itu adalah sedikit dari 2 warna manusia di dalam memandang YESUS. Menyembah YESUS karena kerelaan dan pengenalannya atau ‘membunuh’ dan membenci YESUS karena ada sesuatu yang dimilikinya yang dianggap lebih layak dipertahankan dibanding tunduk dan merendah di Tangan Sang RAJA, YESUS KRISTUS.

Iklan

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    (Filip 2:5-8)
    Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    .
    .
    Inilah ayat yg menguatkan hati org Kristen ttg ke Allahan Yesus Kristus tetapi menjadi sandungan bg kaum lain keyakinan. Dari ayat ini ditariklah satu iman yg menerobos keyakinan ratusan tahun ttg iman kaum Yahudi bhw Allah adalah satu Pribadi Yang Maha Esa . Justru Allah sebenarnya jauh-jauh hari telah mengabarkannya melalui tulisan para nabi jaman dahulu bhw Dia akan mengutus seorang Mesias , yg akan menggenapin seluruh hukum Taurat yg dituliskan Musa , yg akan dikurbankan seperti seekor domba utk menebus manusia spt perkataan Yesaya dan yg akan menjadi perantara Allah dan manusia yg diurapin Allah spt kata Daud. Sehingga para muridNya yg 12 akhirnya mengakui dan menegaskan dgn lidah mereka berkata : “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! ( Filip 2: 11)

    Salam kasih ma laeku

  2. @ Parhobas

    Bah … koq jadi ada gambar senyum pake kacamata di ayat yg saya buat itu ya lae hehehhe
    Pada hal maksud saya Fil 2 : 5-8 ….
    sai na adong do na mambaen siparekelon …

    • hehehehe….. ahhh gabe mengkelengkel ahu BAH… hahaha….
      huparateatehon selamaon memang lae ndang hea pakke emotion songoni,… hupadenggan pe lae…

      salam ma lae..

  3. Ingatlah,Tuhan tidak membutuhkan Perantara,Dia tidak membuTuhkan satupun dari kamu,kisah nabi Musa menunjukkan,Allah SWT menampakkan sinarnya sdikit saja Bumi sudah guncang,apalagi menitis dalam bentuk manusia? Seberapa besar dan kuatkah manusia dirasuki Roh Tuhan?Inilah ‘kemustahilan’ yang dipaksakan manusia ke dalam otaknya.Padahal keyakinan itu adalah kebutuhan Jiwa,kebenaran yg pantas dicari,dan pembuktian yg dilihat dr konsistensi sebuah KITAB. Bukan dari sebuah argument yg berasal dr kitab2 buatan manusia itu sendiri. Bila percaya pada ahli kitab,maka kepercayaan kalian hanya kepada penulisnya.Padahal ahli kitab sebagian diantaranya fasiq.Pedoman Alquran,tiada pernah terganti,dan Nabi Muhammad SAW telah menyatukan hati seluruh manusia untuk mempelajari konsistensi AlQuran..Semoga engkau diberi Hidayah oleh Allah SWT. Amin.
    Bismillahirrahmanirrahim” kamu (muslim) adalah umat terbaik yg dilahirkan utk manusia,mnyuruh kpd yg makruf,mncegah dr yg mungkar,dan briman kpd Allah. Sekiranya ahli kitab beriman,tentulah it lbh baik bg mreka,dan kbanyakan mreka adlh org2 yg fasik” (quran ali imran:110)

    • saudaraku….

      jika allahmu tidak membutuhkan perantara, lalu kenapa ada Nabi, Rasul? bahkan tidak berani datang kepada manusia harus dengan perantaraan Jibril. Ternyata dia membutuhkan perantara.

      • Perantara penyampaian wahyu bukan perantara rohnya goblokkk,sudah tau salah tapi masih ngeyel itulah tabiat orang kristen mempertahankan ego mereka

      • selamat datang di blog ini…

        bisa diperjelas penjelasan saudara?

      • @Parhobas

        Ketika Allah menciptakan alam dunia, Dia tidak membutuhkan Perantara (Utusan). Dia bekerja sendiri dengan segala kekuasaanNya. Karena di dalam penciptaan alam semesta tak seorang mahklukpun mampu memberikan kontribusi. Akan tetapi di dalam pembentukan ahklaq seseorang, Allah mengutus seorang Rasul sebagai pemberi peringatan sekaligus pemberi kabar gembira.

        Maksud dari hal ini adalah bahwa di dalam permasalahan ahklaq harus ada contoh langsung dari manusia yang diutus agar kaum yang di beri bimbingan itu dapat melihat secara langsung cara dan tabiat nabi atau rasul yang diutus, agar mereka (kaum) tidak punya alasan untuk berdusta di akhirat.

        sebab seorang rasul menjadi saksi bagi kaumnya dan kaumnya menjadi saksi atas diutusnya seorang rasul atau nabi mereka.

        Intinya mengapa Allah mengutus seorang rasul diantara kamu adalah tidak lain dan tidak bukan agar mereka menjadi saksi diakhirat kelak.

        dalam ajaran islam, banyak peristiwa2 yang direkam oleh Alquran sebagai perumpamaan, ibrah, pelajaran, contoh, maksud dan tujuan, sekaligus sebagai pedoman sekalian mahkluk.

        seperti Musa dia adalah Nabi Allah yang diutus kepada kaum bani israel, di lain kesempatan Musa berkeinginan untuk melihat Allah, permintaan Musa ini dijawab oleh Allah bahwa engkau ya Musa tidak akan dapat melihatKu, namun Musa bersikeras untuk tetap melihat Allah. Maka Allah mengabulkan permintaan Musa, dengan persyaratan apabila bukit yang ada di dekatmu masih tetap seperti semula, maka engkau akan sanggup melihatKu akan tetapi apibla bukit itu hancur maka engkau tidak sanggup melihatKu. Kejadian selanjutnya adalah bahwa bukit tersebut hancur dan amblas ke dalam bumi, seketika itu juga Musa jatuh pingsan, setelah dia siuman, Musapun memohon ampun kepada Allah.

        Mengapa Musa ingin melihat Tuhan, padahal dia seorang nabi dan seorang rasul? itu artinya dia mempunyai keimanan dan ketakwaan yang sangat kuat. jawabnya adalah agar hatiku menjadi tenang demikianlah Musa menjawab.

        melihat dari kejadian pada diri Nabi Musa As ini dapat disimpulkan bahwa manusia tidak akan sanggup untuk bertemu dan melihat TUHAN YANG MAHA SUCI di dunia ini, bukit atau gunung saja hancur bagaimana dengan tubuh manusia yang lebih rapuh dari pada gunung atau bukit, itulah sebabnya Allah mengutus seorang Utusan kepada suatu kaum agar perintah dan laranganNya dapat diimplementasikan kepada seluruh manusia. dalam hal ini Nabi Allah Muhammad SAW yang mengemban tugas mulia tersebut.

        saya selalu mengikuti perkembangan blog kamu ini, saya melihat keteguhan dan keimanan yang baik pada dirimu tentang ajaranmu khatolik, hanya saja kalau engkau sedikit saja membuka pikiranmu tentang sejarah para nabi dan rasul, pertanyaanmu seperti diatas tidak akan keluar.
        Aku yakin sampai saat ini kamu memang belum tersentuh Hidayah Allah, dan itu akan membuatmu sangat rugi di akhirat kelak. akhir kata buka lah hatimu dan luangkanlah waktumu untuk membaca Alquran walau hanya satu ayat, hal itu akan menjawab beberapa pertanyaan di dalam hatimu.

        percayalah tidak ada keselamatan diluar Islam.

      • saudara Prabu,
        untuk beberapa hal tidak ada perbedaan diantara kita, cuman satu hal yang mendasar antara lain adalah:
        1. Sejak manusia itu diciptakan pada manusia sudah ditanamkan pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan berbuat baik, contohnya, Adam tidak membutuhkan manusia lain untuk menjadi rasul/nabi sebagai panutan. Dalam kosa kata umum sesuatu yang ditanamkan itu adalah hati nurani.
        2. Rasul adalah mereka yang di utus Yesus, berbeda dengan Nabi.

        Dalam penciptaan memang tidak ada pengantara/perantara karena Tuhan adalah Esa. Pertanyaan saya tentang perantara itu dilandasi pemikiran sbb:
        1. Sumber informasi lebih dipercayai mana Allah itu sendiri atau malaikat atau nabi? saya kira jawabnya pasti Allah.
        2. Jika Allah lebih dipercayai daripada ciptaan yang alin, temasuk nabi sekalipun, maka dengan cara apakah Allah bisa menyampaikan informasi yang Dia pun,ya, supaya ketika Ia menyampaikan langsung, maka manusia dapat menerima dengan indera mereka yang terbatas?
        3. Jika Allah lebih dipercaya menyampaikan informasi paling valid, maka hanya dengan melalui KuasaNyalah yang dapat menyampaikan risalahNya, dengan Kuasa Firman Allah, yang hakekatNya adalah Roh menjadi manusia, itulah Yesus namaNya.
        4. Semisal ada suatu malaikat apapun meski mengatasnamakan Allah, maka informasi dari Allah sendiri pasti lebih dapat dipercaya, lebih valid…

        point lain
        saya bukan katolik,dan saya 10 tahunan yang lalu sudah pernah memelajari banyak agama termasuk Islam…

        semoga Roh Allah melalui Kristus menjaga hati kita semua,

        Shalom dan teimakasih selalu berkunjung ke blog ini
        Kiranya Tuhan Yesus memberkati

      • Bismillahirrahmanirrahim” kamu (muslim) adalah umat terbaik yg dilahirkan utk manusia,mnyuruh kpd yg makruf,mncegah dr yg mungkar,dan briman kpd Allah. Sekiranya ahli kitab beriman,tentulah it lbh baik bg mreka,dan kbanyakan mreka adlh org2 yg fasik” (quran ali imran:110)

        Temanku yang muslim memberikan definisi Muslim adalah orang yang bisa menjadikan lingkungan yang damai di mana ia tinggal.
        Nah berdasarkan itu sudahkah mereka yang mengaku muslim dapat memberikan kedamaian. Bila tidak dapat menjadikan/memeberikan kedamaian berarti tidak layak disebut muslim.

        Bila muslim adalah umat yang terbaik hal apa yang dapat dijadikanuntuk mengukur

        Kebaikan seseorang ternyata tidak dapat tidak dapat ditentukan oleh agamanya, tetapi oleh hatinuraninya.
        Agama hanyalah selang-selang infus untuk memelihara hati nurani.

        Hukum itu ada karena adanya pelanggaran.
        Syariat ada karena kejahatan manusia. Dan tentu saja syariat itu juga hanya berlaku bagi kaum yang berada dalam wilayah teritorialnya

        Dan apapun dalihnya, Agama juga syariatnya bukanlah alat bagi manusia dan kelompoknya untuk menguasai manusia lain.
        Alangkah naifnya bila kau dengan sepenggal ayat yang kau kutip menjadi merasa terbaik lalu merasa mendapat mandat dari allah untuk merendahkan, agama, adat, dan budaya lain dengan tuduhan kafir.

        Sekiranya ahli kitab beriman,tentulah it lbh baik bg mreka,dan kbanyakan mreka adlh org2 yg fasik

        Apakah semua ahli Al Quran sudah lebih baik dan tidak fasik?
        Lalu apa yang dapat dijadikan ukuran bahwa seseorang itu beriman?

      • saudara javanizis,

        renungan yang saudara ungkapkan sudah tejawab 2000 tahun lalu, dan memang sangat relefan sampai kapanpun, karena sangat benar, nurani harus dikedepankan…tetapi tentu tidak semua orang bisa menerima hakekat itu, jadi mari kita juga mengedepankan nurani kita untuk menghadapi segala perbedaan dan warna….

        salam

  4. saudara Prabu,
    untuk beberapa hal tidak ada perbedaan diantara kita, cuman satu hal yang mendasar antara lain adalah:
    1. Sejak manusia itu diciptakan pada manusia sudah ditanamkan pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan berbuat baik, contohnya, Adam tidak membutuhkan manusia lain untuk menjadi rasul/nabi sebagai panutan. Dalam kosa kata umum sesuatu yang ditanamkan itu adalah hati nurani.

    jawab: Dari mana kamu tahu bahwa Adam tidak membutuhkan manusia sementara Allah mengerti dengan kebutuhan Adam, makanya dia menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk kiri Adam.

    2. Rasul adalah mereka yang di utus Yesus, berbeda dengan Nabi.

    Jawab: Rasul adalah mahkluk Allah yang diutusNya untuk menyampaikan wahyu bisa dari kalangan Malaikat dan Manusia, Nabi adalah mahkluk Allah yang menerimah wahyu dari golongan manusia saja.

    Dalam penciptaan memang tidak ada pengantara/perantara karena Tuhan adalah Esa. Pertanyaan saya tentang perantara itu dilandasi pemikiran sbb:
    1. Sumber informasi lebih dipercayai mana Allah itu sendiri atau malaikat atau nabi? saya kira jawabnya pasti Allah.

    Jawab: Hmmm

    2. Jika Allah lebih dipercayai daripada ciptaan yang alin, temasuk nabi sekalipun, maka dengan cara apakah Allah bisa menyampaikan informasi yang Dia pun,ya, supaya ketika Ia menyampaikan langsung, maka manusia dapat menerima dengan indera mereka yang terbatas?

    Jawab: Banyak cara oleh Allah untuk menyampaikan pesan untuk para hambaNya. dan hanya orang-orang berakal yang mampu memahami hal tersebut. Untuk urusan wahyu Hanya Malaikat Jibril yang diberi tugas mulia ini untuk disampaikan kepada Rasul/NabiNya. Bagaimana cara wahyu itu di sampaikan kepada Rasul/NabiNya? engkau bisa membaca literatur tentang islam. terlalu panjang untuk di sebutkan disini.

    3. Jika Allah lebih dipercaya menyampaikan informasi paling valid, maka hanya dengan melalui KuasaNyalah yang dapat menyampaikan risalahNya, dengan Kuasa Firman Allah, yang hakekatNya adalah Roh menjadi manusia, itulah Yesus namaNya.

    Jawab: Allah TUHAN YANG MAHA KUASA itu bukan “menyampaikan” Dia itu bukan pesuruh, perhatikan kalimat kamu yang diatas. Secara pribadi saya bisa menilai kamu tidak mempunyai kemampuan berbahasa dengan baik padahal masih bahasa Indonesia, apalagi bahasa arab.

    4. Semisal ada suatu malaikat apapun meski mengatasnamakan Allah, maka informasi dari Allah sendiri pasti lebih dapat dipercaya, lebih valid…

    Jawab: Yang dari Allah pasti benar dan tidak akan pernah salah, tapi mengataskan nama Allah apa maksudnya, lebih detail???!!!

    point lain
    saya bukan katolik,dan saya 10 tahunan yang lalu sudah pernah memelajari banyak agama termasuk Islam…

    Jawab: kamu tidak serius mempelajari Islam dari sumbernya yaitu Al Quran.

    semoga Roh Allah melalui Kristus menjaga hati kita semua,

    Shalom dan teimakasih selalu berkunjung ke blog ini
    Kiranya Tuhan Yesus memberkati

    Jawab: Sungguh aku sedih dengan ucapanmu yang penuh dengan kesirikan, padahal engkau tahu bahwa Yesusmu itu bukanlah Tuhan. Sekirinya hari ini kiamat matamu benar2 terbelalak.

    “Bilakah hari kiamat itu?” Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),” Al Qiyamaah:6-7)

    • @prabu
      1. Hawa tidaklah berkedudukan nabi bagi Adam
      2. itulah salah satu perbedaan diantara kita, sebelum jaman Kristus tidak ada satupun rasul, yang ada adalah Nabi, setelah Yesus naik ke sorga, Ia mengutus orang untuk menyampaikan ajaran Injil, yang diutus itulah yang disebut rasul, dr kata avengelion, bhs yunani, artinya diutus. Dan banyak perbedaan mendasar di antara kita, untuk itulah tidak ada gunanya berdebat lebih lanjut.

      Saya tidak sirik kepada saudara sedikitpun,… dari hasil pemelajaran saya mengenai semua agama, reasoning hanya berada pada kekristenan…, saudara tidak perlu menganggap itu pelecehan atau merendahkan iman saudara..

      salam, dan semoga Kasih Kristus menaungi kita semua,
      shalom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: