Berani dan kuatlah

Februari 3, 2010 pukul 7:54 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

(1 Yohanes 1:1 [ITB])

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

Manusia sejak dahulu kala menyadari, bahwa ada ‘SOSOK’ yang melebihi dirinya sendiri. Budaya-budaya timur memang cenderung lebih membubung tinggi di dalam hal ini. Secara sadar manusia tahu bahwa setelah kematian masih ada ‘kehidupan’ yang berikut.

Jika ada ‘SOSOK’ yang maha, maka sungguh tidak mungkin keberadaannya lebih dari ESA saja. Kita masih bisa menjadi satu contoh dari model hidup yang bersosial. Intrik dan metode hadir, bahkan di dalam satu keluarga bisa melahirkan percekcokan. Saya sedang tidak mensejajarkan manusia dengan ‘SOSOK’ itu, tetapi itulah kesimpulan sementara dari manusia yang tidak mengenal TUHAN.

TUHAN menciptakan segala sesuatu demi kemulianNYA. Sehingga TUHAN Yang inilah yang sanggup menghadirkan kehidupan setelah kematian. TUHAN adalah Hidup, maka hanya DIA-lah yang sanggup menghidupkan kematian kita.

Jika kita sudah mendengar berita tentang TUHAN Yang ini, maka berani dan kuatlah untuk mengejar, setelah pendengaran itu berani dan kuatlah untk datang melihat sendiri, buktikan pendengaran Anda itu. Jika ternyata bukti Anda itu nyata dan benar, maka berani dan kuatlah untuk meninggalkan yang di belakang Anda, sebab HIDUP menanti, maka berani dan kuatlah untuk terus menyaksikan Kuat Kuasa TUHAN. Multikompleks kehidupan membuat ada suatu ketidakmungkinan mendengar segala sesuatu atau membuktkan segala sesuatu, maka lakukanlah itu sesederhana mungkin, memilah satu persatu, dan selesaikan sampai tuntas. Dengan berani dan kuat melakukan itu maka perjumpaan Anda dengan TUAN akan berhasil, pengenalan akan Kristus akan semakin dalam, tinggi, dan lebar,… semakin luas.

Sekarang berita TUHAN sudah hampir mengjangkau ujung-ujung bumi, dan ‘waktu’ sudah semakin dekat. Jangan sampai berlambat-lambat dan angkuh dengan segala bentuk kesombongan. Jika kita tidak sanggup melihat dengan mata kepala sendiri, maka selidikah dengan mata hati.

TUHAN tidak pernah mengajari anak-anak sekarang ini untuk dapat membaca, tulisan Latin contohnya, tetapi dengan mata hati yang bernama modernitas, setiap mata dapat mengenal huruf-huruf. Terkesan luar biasa dan ambisius, tetapi hanya bentuk yang lain dari kesombongan dan kekurangajaranlah yang berharap, memaksa ,TUHAN turun dari tahtaNYA hanya demi mengajari baca tulis, padahal IA sudah menberi mata, telinga dan mulut. Dan setiap orang yang bisa mengenal huruf-huruf ini telah bebas dari kebutaan, dan kebebasan itu berbuah pengetahuan yang semakin dalam, jika ia berani dan kuat mendalami hal-hal yang dapat disajikan huruf-huruf itu oleh berita-berita terdahulu. Jika hal dunia bisa begini, kenapa tidak bisa di dalam pengenalan akan Sang Firman?. Kejarlah Berita ini, buktikan, dan selami dan hiduplah di dalam…. berani dan kuatlah!

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: