Melihat dengan hati

Januari 25, 2010 pukul 9:21 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Sunat hati, melihat dengan hati. Melihat dengan hati memilah karakater, esensi dan bukan pembungkusnya.
Kita memang bisa saja tidak terlalu paham dengan perkataan hati terdalam dari Mahatma Gandhi berikut:

When the missionary E. Stanley Jones met with Gandhi he asked him, “Mr. Gandhi, though you quote the words of Christ often, why is that you appear to so adamantly reject becoming his follower?”
Gandhi replied, “Oh, I don’t reject Christ. I love Christ. It’s just that so many of you Christians are so unlike Christ.”

If Christians would really live according to the teachings of Christ, as found in the Bible, all of India would be Christian today,” he added. *

dan…

To a Christian missionary Gandhi once said, “To live the gospel is the most effective way most effective in the beginning, in the middle and in the end. …Not just preach but live the life according to the light…. If, therefore, you go on serving people and ask them also to serve, they would understand. But you quote instead John 3:16 and ask them to believe it and that has no appeal to me, and I am sure people will not understand it…the Gospel will be more powerful when practiced and preached.”, **

Tetapi dengan penerjemah mata hati, kita akan cepat berkata SETUJU kepada beliau. Seperti di jaman pembuangan TUHAN menggunakan bangsa di luar Israel, Babel, untuk menampar Israel, pada masa-masa sekarang TUHAN memakai mata hati Mahatma Gandhi menampar umat Allah. Dan bahkan masih banyak lagi… sebab Kitab Suci berkata:”Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia”.

Dan karena memang banyak umat yang hidup tidak lebih dari masa lalunya, yang jauh dari Kristus itu sendiri, sehingga manusia yang memiliki kecenderungan melihat bungkus dan bukan karakter, yang melihat dengan mata kepala dan bukan mata hati, maka akan menjadi sebuah penghalang raksasa yang kuat untuk memberitakan Kristus di tengah ladang singa-singa yang beringas.

Melihatlah dengan mata hati, karena roh ada di hati, nurani, dan Roh berbicara melalui roh. Jangan tertipu dengan penampakan luar, sebab tidak ada pakaian yang dapat membungkus kebusukan hati, roh yang berada di dalam hati akan segera memancar sebagai terang, baik terang yang dari TUHAN atau bau busuk yang menggelapkan seluruh tubuh kita.

Dan apa yang dipancarkan oleh hati kita, lebih terlihat jika ia diuji oleh kesesakan demi kesesakan. Jikalau hati ini tidak bersih, sunat hati, maka tidak menjadi lucu kalau seorang yang menyerupai Mahatma Gandhi akan bercakap, berkata, baik dengan notasi lembut maupun keras atau juga cenderung mengolok, pasti ada dan akan selalu muncul di setiap generasi.

Note:
* and ** source :
http://in.christiantoday.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: