Deductive reasoning

Januari 25, 2010 pukul 5:14 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , , , , ,

An example of a deductive argument and hence of deductive reasoning:

1. All men are mortal
2. Socrates is a man
3. (Therefore,) Socrates is mortal

sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Deductive_reasoning

Dan sering terjadi di dalam hal…..

Iklan

4 Injil 1 Yesus

Januari 25, 2010 pukul 2:16 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Injil ditulis, jumlahnya ada 4 buah.
Sebelum Kanon, Injil Matius diperuntukkan buat Kaum Percaya dari golongan Yahudi. Sangat tidak salah bahwa Injil ini sangat jelas mengutip Perjanjian Lama (Kitab Suci Yahudi) untuk membuktikan penggenapan nubuat-nubuat atas diri Yesus. Dalam Injil ini Yesus digambarkan sebagai Raja Penyelamat, Guru Besar dan Raja.

Injil Markus menggambarkan tentang Yesus yang penuh Kuasa dan Wibawa. Markus menuliskan perbuatan-perbuatan Yesus ketimbang ajaran atau perkataan. Injil Lukas merumuskan secara gamblang peran ROH TUHAN sebelum Yesus lahir, dan berita tentang YESUS Yang adalah Raja Penyelamat bagi Israel dan dunia.

Injil Yohanes, memuat makna yang amat dalam, tentang kekekalan Sang Sabda, yang sehakekat dengan ALLAH. Dan karena ALLAH adalah Kasih, maka ALLAH memperlihatkan kepada manusia bahwa IA adalah KASIH dengan hadirnya ANAK ALLAH yang adalah SABDA Yang kekal itu.

4 Saksi, yang menggambarkan YESUS, yang di sana sini dapat kita lihat penggambaran berbeda. Tetapi penggambaran berbeda ini bukanlah menggambarkan Sosok Yesus yang berbeda. Bukan 4 injil 4 Yesus, tetapi 4 Injil 1 Yesus.

4 Injil harus dipadukan, sehingga cukup dan tepat untuk mengajar, membimbing dan memperkenalkan Siapa ALLAH yang berinkarnasi oleh Firman ALLAH di dalam YESUS yang disebut KRISTUS. Dan tepat dan pas untuk mengoreksi hati kita.

Melihat dengan hati

Januari 25, 2010 pukul 9:21 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Sunat hati, melihat dengan hati. Melihat dengan hati memilah karakater, esensi dan bukan pembungkusnya.
Kita memang bisa saja tidak terlalu paham dengan perkataan hati terdalam dari Mahatma Gandhi berikut:

When the missionary E. Stanley Jones met with Gandhi he asked him, “Mr. Gandhi, though you quote the words of Christ often, why is that you appear to so adamantly reject becoming his follower?”
Gandhi replied, “Oh, I don’t reject Christ. I love Christ. It’s just that so many of you Christians are so unlike Christ.”

If Christians would really live according to the teachings of Christ, as found in the Bible, all of India would be Christian today,” he added. *

dan…

To a Christian missionary Gandhi once said, “To live the gospel is the most effective way most effective in the beginning, in the middle and in the end. …Not just preach but live the life according to the light…. If, therefore, you go on serving people and ask them also to serve, they would understand. But you quote instead John 3:16 and ask them to believe it and that has no appeal to me, and I am sure people will not understand it…the Gospel will be more powerful when practiced and preached.”, **

Tetapi dengan penerjemah mata hati, kita akan cepat berkata SETUJU kepada beliau. Seperti di jaman pembuangan TUHAN menggunakan bangsa di luar Israel, Babel, untuk menampar Israel, pada masa-masa sekarang TUHAN memakai mata hati Mahatma Gandhi menampar umat Allah. Dan bahkan masih banyak lagi… sebab Kitab Suci berkata:”Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia”.

Dan karena memang banyak umat yang hidup tidak lebih dari masa lalunya, yang jauh dari Kristus itu sendiri, sehingga manusia yang memiliki kecenderungan melihat bungkus dan bukan karakter, yang melihat dengan mata kepala dan bukan mata hati, maka akan menjadi sebuah penghalang raksasa yang kuat untuk memberitakan Kristus di tengah ladang singa-singa yang beringas.

Melihatlah dengan mata hati, karena roh ada di hati, nurani, dan Roh berbicara melalui roh. Jangan tertipu dengan penampakan luar, sebab tidak ada pakaian yang dapat membungkus kebusukan hati, roh yang berada di dalam hati akan segera memancar sebagai terang, baik terang yang dari TUHAN atau bau busuk yang menggelapkan seluruh tubuh kita.

Dan apa yang dipancarkan oleh hati kita, lebih terlihat jika ia diuji oleh kesesakan demi kesesakan. Jikalau hati ini tidak bersih, sunat hati, maka tidak menjadi lucu kalau seorang yang menyerupai Mahatma Gandhi akan bercakap, berkata, baik dengan notasi lembut maupun keras atau juga cenderung mengolok, pasti ada dan akan selalu muncul di setiap generasi.

Note:
* and ** source :
http://in.christiantoday.com

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.