101 Kontradiksi di Alkitab

Januari 18, 2010 pukul 11:26 am | Ditulis dalam Apologet | 7 Komentar
Tag: ,

101 pertanyaan yang sering dikemukakan mengenai kontradiksi di Alkitab, sebenarnya sudah sejak lama dijawab, dianalisa dan dibuktikan ketidak-kontradiksian-nya.

Sebuah kalimat yang bagus (dari sekian web yang menjawab kekontradiksian):

Bible Contradictions – A Barrier for Many Skeptics
Bible contradictions — the alleged inaccuracies and errors that fill today’s Bible translations — are a major intellectual barrier for many skeptics. It’s remarkable how many critics refer to their “list” of contradictions when they reject the Bible, but have never read the Bible itself. Of course, if the Bible does contain inaccuracies, it would show that those parts of scripture could not have come from a Divine source. However, it’s very convenient to accuse the Bible of errors and contradictions, but it’s a different matter to prove it.

Sayang seribu sayang, pertanyaan-pertanyaan para skeptik ternyata senjata yang ampuh juga, yang sering digunakan oleh sesama manusia yang mengaku beriman.

Artinya ada baiknya ketika ‘kontradiksi’ itu diselidiki sendiri, pasti bisa terselesaikan sendiri. Tentu dasarnya, tidak usah terlalu jauh yang dekat saja, yaitu, gunakan Alkitab dengan tepat.

berikut beberapa list (web), yang menjelaskan tentang 101 penjelasan tentang 101 kontradiksi (sekali lagi disebut kontradiksi):

sarapanpagi.org
debate.org.uk
scribd.com

atau coba ke theword.gr
instal The Wordnya… setelah itu…
klik kanan di sini download lalu klik Save Link As…setelah download selesai rubah ekstensinya jadi jpg ke zip, lalu ekstrak dan simpan di :C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\The Word\Books
buka Theword, maka Anda telah memiliki modul 101 Kontradiksi Alkitab yang terjawab, 100 persen.

Iklan

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kalo 100 persen mah saya yakin nggak. Karena ide kan terus saja muncul 🙂

  2. @ love

    Itulah makanya kitab suci sudah mengingatkan para pembacanya dikemudian hari…

    Jikalau semua keterangan ttg Injil dikumpulkan maka seluruh dunia pun tidak mampu menampungnya. Tetapi dituliskanpun Injil itu semua kpd kita spy kita hanya cukup percaya saja. Tulisan injil tsb sudah termeterai dgn catatan ilahi dan peringatan dari ilham Roh Kudus kpd Rasul bhw kita tidak dapat mengurang-ngurangin dan tidak dapat menambah-nambahin.

    Salam

    • Ya yang tukang debat itu kan ya pasti sudah mempelajari situs2 gituan. 🙂 Mereka bisa saja mencari topik baru , dari analisa jawaban2 yang ada. Karena itulah keduanya justru semakin berkembang. Admin ybs nanti juga mikir lagi.

      Tapi posisi 100% terjawab itu nggak mungkin ada. Sama seperti antivirus yang nggak akan mungkin mengklaim mampu mengcounter 100% virus, apologetika apapun dalam agama manapun mustahil mampu menjawab 100%. Bener kan ???

  3. Apologetika itu aslinya mudah karena pasti berat sebelah :

    Untuk agama sendiri logikanya : Selama kamu nggak bisa membuktikan saya salah berarti saya benar

    Tetapi untuk agama lain logikanya dibalik : Selama kamu nggak bisa membuktikan kamu benar berarti kamu salah.

    Karena posisinya sejak awal memang menang sendiri jadi yah apologetika itu nggak sulit2 amat aslinya sih. Apalagi kalo ngomonginnya sama internal seagama pasti semua mudah percaya 🙂 Karena kelihatannya logis kan ? Coba kalo posisinya kamu balik biar lebih keras mikirnya hi hi hi.

    Menurutmu gimana ?

  4. @Love

    Apologetika itu aslinya mudah karena pasti berat sebelah :

    Untuk agama sendiri logikanya : Selama kamu nggak bisa membuktikan saya salah berarti saya benar

    Tetapi untuk agama lain logikanya dibalik : Selama kamu nggak bisa membuktikan kamu benar berarti kamu salah.
    .
    .

    wah napa lari ke Apolegitika mas …
    Trus siapa yg mau membuktikan anda itu salah dan saya itu benar …
    Bahwa sdr Parhobas menerangkan dlm postingnya bhw Alkitab itu juga mengandung hal-hal yg berkontradiksi jikalau penerapannya kita ambil sesuka hati. Nah, Alkitab adalah dokumen sejarah ttg suatu perjalanan bangsa yg sengaja dipilih ILAHI. Kejujuran Kitab Suci secara historis harus diuji dengan menggunakan kriteria yang sama dengan kriteria yang dipakai menguji semua dokumen historis. Ada tiga prinsip utk menguji kitab suci menurut C. Sanders dlm meneliti semua dokumen sejarah Prinsip-prinsip tersebut adalah tes bibliografis, tes bukti internal dan tes bukti eksternal. Gitu lho mas …
    .
    Jadi takaran antara mau menang sendiri itu tidak berlaku pada point-point baku dlm penetapan kebenaran yg ditetapkan ahli sejarah lepas dari Apoligitika yg ada di ayat-ayat itu.

  5. @Robinson AGus Sihotang : Iya pendapat kamu nggak seluruhnya salah, tetapi faktanya emang gitu dan itu juga ditulis dalam buku2 apologetika itu sendiri. Sepanjang ada alasan meskipun alasan itu tidak bisa diverifikasi tetapi alasan itu dianggap logis maka posisi defaultnya memang pasti dianggap tidak bersalah. Dalam agama manapun yah gitu pasti. 🙂 tapi yah masih normal2 saja karena memang semestinya kan yang nuduh yang membuktikan… 🙂

    Kalo masalah takaran, standard yah tentu saja dalam semua hal ada standardnya.

    Salam Mister Robinson Agus Sihotang.
    GBU

  6. @ mas love

    Ya kasih kembali juga mas love…

    Mari kita berpelukaaan …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: