Tidak setiap kita

Januari 14, 2010 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Mari fokuskan dulu ke kutipan ini dengan dalam.
Harus dipecah menjadi:
1. Bukan setiap orang yang berseru
Dalam hal ini, ada satu pihak yang dikelompokkan utuh di dalam hal “Berseru”. Semisal dua ratus orang maka semuanya ‘berseru’.
Dan tentu sebenarnya ada pihak yang lain, yang tentunya tidak ‘berseru’, tetapi sangat jelas dan fokus, bahwa bagi yang tidak ‘berseru’, tidak ada kelanjutan sebab upah yang mereka dapat sudah tersedia sejak awal. Yang berseru tentu mengenal Yesus, sebab hanya Yesus-lah Jembatan, dan Pintu menuju surga, tidak ada yang lain.

2. Berseru kepada Yesus Tuhan
Nah dari contoh 200 orang tadi, mereka serempak menjuruskan, menghaturkan seruan itu kepada Yesus. Mereka menyebut Yesus Tuhan. Sekali lagi Yesus adalah Jalan dan Hidup, tidak ada yang lain.

3. Masuk Surga
Dan setiap orang yang berseru kepada Yesus Tuhan, memang kemungkinan yang paling nyata adalah mereka telah mendapat ‘baptisan’ Roh Kudus. Sebab tidak ada yang dapat menyebut Yesus Tuhan, selain dimampukan oleh Roh Kudus. Di dalam hal ini saya mencoba mengesampingkan pihak yang hanya asal berseru, sebab di point satu di atas, kemungkinan besar orang ini juga sudah mendapat upahnya sejak awal. Kita harus fokus bahwa panggilan mereka itu adalah jujur, dan sangat mengenal Yesus yang adalah Tuhan.
Dan ada janji yang manis bagi setiap anggota tubuh Kristus yang adalah Gereja, masuk surga, sebab Immanuel adalah NamaNYA, TUHAN beserta kita. Di surga TUHAN beserta kita, di bumi TUHAN beserta kita.
Apakah 200 orang tadi masuk surga?

4. Yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
Tetapi dari setiap orang yang berseru tadi, akhirnya harus dipilah semakin dalam. Karena Allah mengenal dengan baik setiap manusia. Jadi bukan hanya berseru, dan mengenal Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga adalah melakukan kehendak Bapa.
Apa kehendak Bapa?
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri
Lukas 11:28 “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.
Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan
1 Yohanes 3:7b Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar
Jadi kehendak Bapa adalah supaya kita juga berlaku benar, sama seperti Kristus adalah benar. Bukan hanya memanggil dan mengenal Kristus, tetapi melakukan juga apa yang Kristus mau, menjadi pelaku firman.

Kita sering memanggil seseorang menjadi sahabat, tetapi di dalam berinteraksi, kita sering mengecewakan dia. Lalu dimana arti persahabatan?. Ingat Yesus Kristus dengan rendah hati memanggil kita sahabat, artinya TUHAN beserta kita, Immanuel, di bumi maupun di surga. Halleluyah.

Lalu apa sinar terang yang dapat dilihat dari mereka yang melakukan kehendak Bapa di bumi ini?

Galatia 5:22-26
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

di sini ditekankan lagi, jika sudah percaya menjadi milik kepunyaan Kristus maka salibkanlah segala kedagingan, hawa nafsu dan keinginannya. Jadi bukan hanya berseru dan memanggil dan tahu, tetapi hiduplah di dalamNYA.

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

…dan jelas, mau dipimpin oleh Roh.

Nah pada akhirnya kita mendapat kesimpulan, sesuai contoh di atas, bahwa bukan seluruhnya yang 200 orang tadi yang masuk surga, melainkan sebagian saja, yaitu:
1. Mengenal Yesus,
2. Memanggil Yesus Tuhan
3. Melakukan Firman
4. Mau dipimpin oleh Roh

Jadi apa itu melakukan firman? yaitu memiliki hubungan yang erat dengan TUHAN,
caranya? yaitu mau dipimpin oleh Roh.

Arti sempitnya, tidak hanya menyelidiki Kitab Suci, tetapi haruslah melakukannya juga. Sebab Kitab Suci mempunyai dasar juga untuk ‘membunuh’ roh dan jiwa, jika tidak melakukannya, yaitu tidak semua yang berseru Yesus Tuhan, melainkan juga melakukannya.

bisa juga disimak dengan ulasan yang berbeda di:
Bukan yang berkata Tuhan..Tuhan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: