“Bapa Lebih Besar dari Aku”, kata Yesus

Januari 14, 2010 pukul 2:43 pm | Ditulis dalam Apologet | 35 Komentar
Tag: ,

Yohanes 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Mata kita langsung tertuju ke? PASTI

sebab Bapa lebih besar dari pada Aku

Jika ini menjadi nilai yang berkualitas, maka ayat ini juga seharusnya sama kualitasnya, yaitu…

Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

Tetapi sayangnya ayat ini tidak sementereng yang diduga bagi yang tidak mempercayai Tuhan Yesus.
Jadi mari kita fokus saja dengan Yohanes 14:28 di atas.

Jawabannya tidak jauh dari ayat kutipan itu sendiri,…perhatikan…

Yesus berkata:
Aku pergi,
menjelaskan tugas, misi, keadaan di bumi, akan segera selesai…. Mesias di bumi hanya untuk sementara. Ia harus pergi, kembali ke asalNYA… SURGA,.. dan SURGA asalnya siapa?……TUHAAAANN.. ok sampai di sini sudah dapat… sebab ingat di Yohanes 1:11, ..IA telah datang (artinya IA benar-benar datang, sekarang Ia berkata IA akan kembali ke asal kedatangan tadi)…mari kita lanjut lagi.

tetapi Aku datang kembali kepadamu.
inilah janji kedatangan ke dua dari Yesus… berbahagialah mereka yang bertemu di awan-awan, bertemu untuk dijemput oleh TUHAN YESUS…. sungguh indahlah hari itu.

Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
Yesus mengulang kembali akan ‘saat’ kepergianNYA, kematianNYA di awal perkataan tadi. Di dalam perpisahan sekolah, orang-orang yang merasa sangat erat hubungannya, akan merasakan hal yang sama, kesedihan. Apalagi kalau yang mau pergi itu berkata :”Aku mau mati lho”. Apa ngga menggugah itu?, tetapi Yesus berkata:”Kalau kamu mengenal TUHAN, maka kamu akan mengasihi TUHAN, dan TUHAN adalah kasih, dan kematianKu itu adalah ‘cara’ atau ‘jalan’ menuju BAPA”, “jadi jangan sedih”,….”dan seterusNYA ada saatnya kamu akan mengerti, yaitu pada saat ROH KEBENARAN telah datang”…..

sebab Bapa lebih besar dari pada Aku
ini kalimat dan pernyataan tidak lepas dari kalimat di atas. Bapa lebih besar dari Anak, karena?
karena Bapa sedang mengutus Anak untuk menjadi manusia, Mesias. Dan Anak itu sedang bercakap-cakap dengan murid di dalam misi ‘kemanusiaan’ itu. Kata Yesus di lain kesempatan:”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13:16). Artinya di dalam kualitas ‘utusan’, di dalam kualitas Mesias itulah Yesus sedang berbicara kepada murid-muridNya.
Koq tau?
kuncinya di awal kalimat…
yaitu : AKU pergi…., artinya IA belum pergi, IA belum mati, nah kalau IA belum mati, maka IA tidak bisa ke BAPA, tidak bisa bangkit dan naik ke sorga, tidak bisa SATU dengan Bapa, sebab IA pernah berkata Aku dan BAPA adalah Satu. Karena Ia belum mati pada saat berucap itu, berarti IA sedang dalam keadaan ‘manusia’, MESIAS, dalam keadaan mau menyelesaikan tugas penebusan. Dan IA di dalam misi itu karena tugas dari Pengutus, BapaNYA. Dan Pengutus lebih besar dari Yang di utus. Sebab Allah adalah Roh, sementara Yesus di dalam dunia, pada saat itu adalah Tubuh Roh dan Tubuh Daging.

Jadi kalau terbentur dengan ‘kualitas’ sebab Bapa lebih besar dari pada Aku maka kalibrasi dulu hawa-hawa negatifnya dengan Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu..

Iklan

Tidak setiap kita

Januari 14, 2010 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Mari fokuskan dulu ke kutipan ini dengan dalam.
Harus dipecah menjadi:
1. Bukan setiap orang yang berseru
Dalam hal ini, ada satu pihak yang dikelompokkan utuh di dalam hal “Berseru”. Semisal dua ratus orang maka semuanya ‘berseru’.
Dan tentu sebenarnya ada pihak yang lain, yang tentunya tidak ‘berseru’, tetapi sangat jelas dan fokus, bahwa bagi yang tidak ‘berseru’, tidak ada kelanjutan sebab upah yang mereka dapat sudah tersedia sejak awal. Yang berseru tentu mengenal Yesus, sebab hanya Yesus-lah Jembatan, dan Pintu menuju surga, tidak ada yang lain.

2. Berseru kepada Yesus Tuhan
Nah dari contoh 200 orang tadi, mereka serempak menjuruskan, menghaturkan seruan itu kepada Yesus. Mereka menyebut Yesus Tuhan. Sekali lagi Yesus adalah Jalan dan Hidup, tidak ada yang lain.

3. Masuk Surga
Dan setiap orang yang berseru kepada Yesus Tuhan, memang kemungkinan yang paling nyata adalah mereka telah mendapat ‘baptisan’ Roh Kudus. Sebab tidak ada yang dapat menyebut Yesus Tuhan, selain dimampukan oleh Roh Kudus. Di dalam hal ini saya mencoba mengesampingkan pihak yang hanya asal berseru, sebab di point satu di atas, kemungkinan besar orang ini juga sudah mendapat upahnya sejak awal. Kita harus fokus bahwa panggilan mereka itu adalah jujur, dan sangat mengenal Yesus yang adalah Tuhan.
Dan ada janji yang manis bagi setiap anggota tubuh Kristus yang adalah Gereja, masuk surga, sebab Immanuel adalah NamaNYA, TUHAN beserta kita. Di surga TUHAN beserta kita, di bumi TUHAN beserta kita.
Apakah 200 orang tadi masuk surga?

4. Yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
Tetapi dari setiap orang yang berseru tadi, akhirnya harus dipilah semakin dalam. Karena Allah mengenal dengan baik setiap manusia. Jadi bukan hanya berseru, dan mengenal Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga adalah melakukan kehendak Bapa.
Apa kehendak Bapa?
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri
Lukas 11:28 “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.
Roma 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan
1 Yohanes 3:7b Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar
Jadi kehendak Bapa adalah supaya kita juga berlaku benar, sama seperti Kristus adalah benar. Bukan hanya memanggil dan mengenal Kristus, tetapi melakukan juga apa yang Kristus mau, menjadi pelaku firman.

Kita sering memanggil seseorang menjadi sahabat, tetapi di dalam berinteraksi, kita sering mengecewakan dia. Lalu dimana arti persahabatan?. Ingat Yesus Kristus dengan rendah hati memanggil kita sahabat, artinya TUHAN beserta kita, Immanuel, di bumi maupun di surga. Halleluyah.

Lalu apa sinar terang yang dapat dilihat dari mereka yang melakukan kehendak Bapa di bumi ini?

Galatia 5:22-26
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

di sini ditekankan lagi, jika sudah percaya menjadi milik kepunyaan Kristus maka salibkanlah segala kedagingan, hawa nafsu dan keinginannya. Jadi bukan hanya berseru dan memanggil dan tahu, tetapi hiduplah di dalamNYA.

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

…dan jelas, mau dipimpin oleh Roh.

Nah pada akhirnya kita mendapat kesimpulan, sesuai contoh di atas, bahwa bukan seluruhnya yang 200 orang tadi yang masuk surga, melainkan sebagian saja, yaitu:
1. Mengenal Yesus,
2. Memanggil Yesus Tuhan
3. Melakukan Firman
4. Mau dipimpin oleh Roh

Jadi apa itu melakukan firman? yaitu memiliki hubungan yang erat dengan TUHAN,
caranya? yaitu mau dipimpin oleh Roh.

Arti sempitnya, tidak hanya menyelidiki Kitab Suci, tetapi haruslah melakukannya juga. Sebab Kitab Suci mempunyai dasar juga untuk ‘membunuh’ roh dan jiwa, jika tidak melakukannya, yaitu tidak semua yang berseru Yesus Tuhan, melainkan juga melakukannya.

bisa juga disimak dengan ulasan yang berbeda di:
Bukan yang berkata Tuhan..Tuhan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.