Yohanes 1:1

Januari 12, 2010 pukul 8:26 am | Ditulis dalam Apologet | 9 Komentar
Tag: ,

In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was fully God. NET

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. TB

Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Sabda sudah ada. Sabda ada bersama Allah dan Sabda sama dengan Allah. IBIS

Pada mulanya adalah Firman
Pokok utamanya adalah menjelaskan bahwa Firman itu sudah ada sebelum alam semesta ada, artinya Firman itu adalah Kekal adanya. Lihatlah gambar di atas pertanda F. Kita langsung tertuju kepada sosok yang pernah diketahui, bahwa Allah adalah kekal adanya, gambar A. TUHAN berulangkali mengingatkan di PL.
Ingat ini: Mazmur 96:4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. TUHAN lebih dasyat dari segala allah.
Pertanyaan, mana mungkin ada 2 yang sama-sama kekal, berkuasa, maha besar, d.l.l?

Firman itu bersama-sama dengan Allah
Pertanyaan ini sedikit terjawab di sini,…. Bahwa kalimat di atas menjelaskan hubungan Pribadi antara Firman dengan Allah. Sangat erat. Sampai di sini kita masih bertanya bukan? 1 Yang Kekal, yaitu Firman tetap saja terpisah dengan 1 Allah, Yang Kekal yang lain…Pertanyaan yang sama, mana mungkin ada 2 yang sama-sama kekal, berkuasa, maha besar, d.l.l?

Firman itu adalah Allah
Dan semua terjawab di sini, bahwa Firman itu adalah Allah. Suatu dimensi yang tidak dapat dipikirkan oleh manusia. Seperti periuk yang tidak dapat membatasi tukang periuk dalam berkreasi.

Allah sanggup, Mahabesar, FirmanNYA, menjadi manusia, dan karena Firman yang sama-sama Kekal, Maha Kuasa, dls, makanya disebut Anak Allah.

Dan Yohanes 1:1 menjadi pondasi yang kuat yang kemudian dijelaskan sangat padat di seluruh kitab Injil Yohanes

Iklan

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] dari kekal, di suatu saat tertentu FIRMAN-NYA mengosongkan Kemuliaan dan Kuasa-NYA, lahir sebagai salah satu diantara Anak Manusia, disebut […]

  2. Saya pernah membaca pd buku Bali Jagadhita Press, 2000 hlm 145.
    .

    Maka tak kala saya membaca perkataan hari Natal, saya ingat kalimat pembukaan di dalam kitab Injil yg berbunyi: ” Pada Mulanya adalah Kata”. In den beginne was het Word. Kata itu menjadi menjadi satu kepercayaan daripada rakyat seluruhnya. Saya kutip dari Injil Yohannes
    Padamulanya adalah kata. Dan Kata itu adalah Tuhan. Kata itu adalah hidup manusia dan hidup adalah cahaya cemerlang bagi manusia dan cahaya cemerlang itu telah bersinar di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tak mengerti akan cahaya terang itu.

    Pidato Bung Karno, New Emerging Forces . Ciri Abad Kedua Puluh Di Jakarta 18 Desember 1961.

    Bung Karno tidak sadar menjadi alat yg dipakai Kristus untuk menyatakan DiriNya itu siapa bagi bangsa Indonesia yang baru saja merdeka . Setiap torehan kalimat di atas itu telah dirubah/ dipertegas Bung Karno bhw Terang itu sudah datang ke Dunia ini. Tetapi Dunia ini tidak mau menerimaNya sebagai Penebus dari ALLAH.
    Walau Bung Karno tidak memahamin kalimat yg di ucapkanNya tetapi Bung Karno telah turut mengumandangkan nama Kristus itu ke Indonesia sejak saat itu.

    • hehehe,
      bisa juga kata itu ia pelajari dari Paus, (hanya mungkin..)
      sebab Bung Karno adalah Presiden Indonesia yang ‘doyan’ mengunjungi Vatican.

  3. Oh,..

  4. Itu artinya semua agama mengajarkan manusia untuk banyak membaca . Dalam Islam pun perintah pertama itu bacalah.. 🙂 Jadi kalo yang satu membahas soal kata yang satu lagi membahas soal bacalah, yah artinya manusia itu memang diminta untuk belajar. kayaknya sih gitu.

    • lari dari topik kali?

  5. Kalo kata dan membaca tentu saja itu berkaitan. Hi Hi Hi. Dalam persepsi Soekarno bisa saja seperti itu, apalagi Soekarno adalah pencinta buku 🙂

    SALAM

  6. @ Lovepassword
    .
    .

    Sebenarnya mas…
    perkataan
    ” Padamulanya adalah kata. Dan Kata itu adalah Tuhan. Kata itu adalah hidup manusia dan hidup adalah cahaya cemerlang bagi manusia dan cahaya cemerlang itu telah bersinar di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tak mengerti akan cahaya terang itu ”

    begitu sangat dalam artinya.
    Ketika ALLAH yg tidak terjamah dan kelihatan itu membuat DIRINYA menjadi dapat dijamah dan dilihat maka arti kata di atas menjadi dapat anda pahamin. Semua rangkuman injil itu terangkum pada kalimat tsb. Jadi keKristenan yang kamu katakan adalah agama tidak sama artinya dengan keyakinan kpd FIRMAN ALLAH
    ( Yesus Kristus). Walau Bung Karno mampu mengatakan kalimat tsb tetapi bukan berarti beliau dapat memahaminya apalagi menerimanya sbg Terang dalam hatinya jikalau bukan dgn tuntunan Roh Kudus.

    Salam Kasih ya

  7. […] sudah menulisnya di beberapa saat: 1. Yohanes 1:1 2. Yohanes […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: