Hanya Doa katanya, tetapi…

Januari 12, 2010 pukul 10:34 am | Ditulis dalam Saya melihat | 7 Komentar
Tag:

….dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? [1]

Sungguh sesuatu yang sangat memiriskan hati bukan.

Dan jangan sangka, kita juga sering melakukan hal yang sama….

“Mari kita berdoa bagi si Anu, supaya Allah memberi dia jawaban”….
tetapi di dalam debat-debat on-line, mulut kita tidak dijaga. Hati kita tidak di jaga. Kita malah sering melukai lawan bicara. Sungguh tragis. Memalukan. Memuakkan.

“Salam damai bagimu “, teriak mulut, tetapi hatinya penuh bisa dari si ular tua.

Kita memang tidak bisa terlepas dari kemunafikan ini, hanya amplitudo dan warnanya saja yang berbeda, tetapi 0.0001 kemunafikan tetaplah sama dengan 10000 kemunafikan.

Hati siapa yang tidak merana karena dosa ini….?

[1] Yakobus 2:16

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bahasamu amboy puitis kali :

    Hati siapa yang tidak merana karena dosa ini ?

    Aslinya ya sama-sama merana sih. Cuma karena kebesaran gaya ya bahkan untuk merana pun perlu ditutupi . Gengsi soalnya. 🙂

  2. “Mari kita berdoa bagi si Anu, supaya Allah memberi dia jawaban”….
    tetapi di dalam debat-debat on-line, mulut kita tidak dijaga. Hati kita tidak di jaga. Kita malah sering melukai lawan bicara. Sungguh tragis. Memalukan. Memuakkan.

    ===> Maksudnya Allah memberi jawaban, tapi jelas bukan dari mulut manusia yang bersangkutan. Hi Hi Hi . Nggak terlalu tragis sih, cuma rada antik saja… Tapi itulah interaksi antar manusia . 🙂

    • kadang-kadang kita malah terbentur dengan ‘status’.
      kadang-kadang kita bisa mendengar kebenaran dari ‘lonte’ (tau lonte kan?)
      untuk menghajar orang-orang yang menganggap dirinya suci….

      tragis sekali…

  3. Iya, sy juga sering mengalami spt itu. Saya menemukan “kekristenan sejati” justru diluar dari orang2 yg katanya beragama Kristen, menemukannya bukan pada aktivis2 gereja namun pada mereka yang berada diluar gereja.

    Namun ada juga yg benar2 Pengikut Kristus Sejati di dalam Kristen tapi saya menemukannya sangat sedikit.
    Meminta pertolongan pada pendeta, paling banyak ngomongnya berdoa.. berdoa.. dan berdoa lagi, namun jemaatnya tetap dalam kesulitan, walo pendeta berada dalam kegelimangan harta hasil sumbangan jemaatnya.

    >>>

    • dan pada akhirnya kita sadar…

      agama bukan legalitas,
      tetapi adalah perihal hubungan kita dengan TUHAN…

  4. dan pada akhirnya kita sadar…

    agama bukan legalitas,
    tetapi adalah perihal hubungan kita dengan TUHAN…

    ===> kalimatmu yang ini romantis betul … 🙂

    • romantis yah?

      maksudnya apaan yah?

      agama oh agama hehehe….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: