Bagaimana mungkin?

Januari 11, 2010 pukul 10:27 am | Ditulis dalam Apologet | 6 Komentar
Tag: ,

Kita mungkin saja sudah tahu hal yang demikian ini,…

Yeremia 32:17 Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!

Tidak ada yang mustahil bagi Allah….., tetapi ketika kita diperhadapkan dengan masalah, muka ketemu muka dengan masalah, kita akan sedikit bimbang, ragu.. apalagi kalau TUHAN sering dalam keadaan diam.

Abraham, Ishak, Yakub, … Musa,…. dan lain-lain, semuanya pernah mengatakan hal yang sama,…”Bagaimana mungkin?”, …tetapi TUHAN menjawab semua ketidakmungkinan itu dengan Tangan TUHAN yang kuat.

Mari menuju Maria, bunda Yesus…Ketika ia didatangi Malaikat. Sang Malaikat berkata: “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak, namai Dia YESUS, IA akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi”.

Maria langsung mempertanyakan, “Bagaimana mungkin, saya mengandung dan melahirkan, saya belum menikah, saya belum pernah dijamah seorang lelakipun?”

Dan inilah jawaban yang sangat menyejukkan: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. ” [1]

Atas kuasa Roh Kudus Maria akan mengandung. Dengan suatu kemustahilan bagi manusia, Allah yang adalah ROH menjadi daging, tiada yang mustahil bagi Allah. Dan karena ‘daging’ itu adalah dari ROH, dan sebab ROH adalah Kudus, maka ‘daging’ itu juga adalah kudus. Allah adalah Satu, Esa, maka tidak ada 2 yang kudus, melainkan hanya satu, maka ‘daging’ yang kudus, yang dari ROH itu disebut Anak Allah.

Yohanes menulisnya sangat indah…”yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah”. [2],dan Kristus menjadi yang Sulung dari Allah, karena kita disebutNYA sahabat, ranting….

Bagaimana mungkin, segala sesuatu ada dari ketiadaan?, ex nihilo?
Lihatlah alam semesta ini, itu sangat mungkin.

Dan.. segala sesuatu mungkin, jika TUHAN berkehendak. TUHAN kudus dan adil. Ingatlah itu.

[1] Luk 1:35
[2]Joh 1:13

Iklan

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Apakah iman bisa disandingkan dengan hukum probabilitas???

    • maksudnya?

  2. Iman bisa diartikan kita menyakini sesuatu, namun kita kadang membagi porsi iman dengan 10%, 50 %, 90 %, atu bahkan 100 % apa yang kita imani akan terjadi. Is that true? itu yang menjadi pertanyaan saya

    • bisa saja, entah bagaimana memang sering itu terjadi.
      1. mungkin karena latar belakang
      2. mungkin karena pengetahuan
      3. mungkin memang tidak percaya sama Allah sama sekali
      4. mungkin karena menganggap Allah ‘banyak’ diamnya

      dan sebagainya..

  3. Dalam konteks ini, mungkin pemikiran sdr Ester Iman yang terkabul dan yang tidak terkabul ya lae…

    Iman di dalam keKristenan tertulis

    Ibr. 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
    .

    Kita renungkan bhw yang mendasarin kita akan segala sesuatu keselamatan hidup pribadi, jiwa dan roh kita di dunia ini adalah Yesus Kristus. Dialah yg memimpin kita sebagai dasar dari mempercayai Allah dan janjiNya. Dan sekalipun Dia tidak pernah kita lihat tetapi Dia adalah bukti bahwa kita ini ada dan hidup untuk Dia.
    .
    Itulah yg ditunjukkan para Bapa-bapa iman spt Abraham , Ishak sampai ke Rasul Paulus. Mereka percaya dan memegang teguh janjiNya walaupun Yesus Kristus sbg janji Keselamatan itu tidak pernah mereka lihat dijaman mereka.
    .
    Ibr. 11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
    .

    Jadi iman yg ditunjukkan para bapa iman itu sangat konsisten dgn cukup hanya percaya saja. Iman mereka tidak menuntut menurut keinginan dan harapan mereka sekalipun mereka adalah sahabat dan orang-orang Kudus Allah. Iman mereka sempurna karena mereka sudah mengetahui isi hati Allah sebagai sahabat dan Tuhan yg mereka kasihi. Jadi yg mereka minta adalah apa yg hanya Allah beritahuka kpd mereka.
    .
    Justru jikalau sesuatu yg kita minta kpd Allah dan Dia kabulkan hingga membuat kita kagum dan heran, akan membuat ” iman ” itu kehilangan arti. Bukankah jikalau sesuatu terjadi menurut yg kita minta maka itu tidak akan membuat kita heran krn kita mengetahui isi hati Bapa sebelumnya. Jadi iman dlm keKristenan adalah YA dan AMEN. Karena tidak akan ada hukum probabilitas antara Bapa dan anak-anakNYa. Yang ada adalah kita takut hanya meminta krn kurang percaya. Itu saja .

    Salam Kasih lae dohot itoku Ester

    • hmmm bisa jadi konteksnya di sana, sebab saya masih bingung juga sama si ester hehehe

      becanda lae…

      Justru jikalau sesuatu yg kita minta kpd Allah dan Dia kabulkan hingga membuat kita kagum dan heran, akan membuat ” iman ” itu kehilangan arti. Bukankah jikalau sesuatu terjadi menurut yg kita minta maka itu tidak akan membuat kita heran krn kita mengetahui isi hati Bapa sebelumnya. Jadi iman dlm keKristenan adalah YA dan AMEN. Karena tidak akan ada hukum probabilitas antara Bapa dan anak-anakNYa. Yang ada adalah kita takut hanya meminta krn kurang percaya. Itu saja .

      indah sekali lae…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: