Ungkapan Terimakasih

Januari 8, 2010 pukul 8:35 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag:

Sifat kekeluargaan sangat kental di bumi pertiwi ini. Kita harus bangga akan itu. Suatu yang ideal sudah selalu alami bahwa ada faktor ‘perusak’. Alkitab berkata :”Manusia ada kecenderungan untuk melenceng, tidak tepat sasaran”.

Ketika seseorang mendapat sesuatu, seseorang ini menyisihkan sebagiannya, untuk ucapan syukur. Bisa diartikan sebagian untuk perpuluhan, bagi yang melakukannya. Atau seorang pekerja proyek memberi bingkisan ‘ala kadar’ kepada si anu, pemberi proyek, karena terimakasihnya, ketulusan hatinya.

Tempora Mutantur Nos Et Mutamur In Illis. Jaman berubah, kelakuan berubah. Waktu menggilas. Dan manusia-manusia yang berkekeluargaan cenderung mempertontonkan ‘kerusakannya’. Yang dulu sebagai ucapan terimakasih, sekarang dibalik menjadi sebuah keharusan. Bahwa setiap orang yang mendapat 2 harus membaginya 1,5. Di dalam bahasa halusnya, sumbangan untuk korban bencana anu adalah harus minimal 1 juta. Sumbangan minimal?. Sampai ke simpul, untuk mendapatkan anu, anda harus rajin-rajin setor ini, minimal senyum munafiklah. PARAH.

Akhirnya,…. Korupsi itu, kerusakan moral itu, diawali dari ungkapan terimakasih. Ketika integritas tidak ditanamkan sedari awal, atau malah kesuksesan lebih diutamakan, maka keadaan semakin runyam. Orang pintarpun rela mengeluarkan harta purbakala demi sebuah jabatan.

Harta karun setiap manusia adalah nuraninya. Dan sekarang tanpa disadari, harta karun ini banyak ditemukan dipelelangan jaman. Yang berharga tinggi sering mempertontonkan wajahnya, yang berharga rendah sering merusak jalanan. Bahkan demi pembenaran mulutpun rela berbusa, seperti ayan, mengesampingkan kebersihan hati.

Terimakasih, terima cinta, menjadi terima dan kasih, kalau saya terima Anda wajib memberi. HARUS…. dibalik Saya memberi maka Anda harus mengasih. 2000 tahun lalu, bahkan 6000 tahun lalu, sebuah catatan kecil berbunyi, walau ditulis kemudian dan menjadi terkenal…”Kasihilah karena kamu adalah kasih”.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kita yg percaya akan Allah pasti akan memiliki sifat yg sama dengan Allah karena Allah itu adalah Kasih. Jikalau kita mempercayai Allah Yg Maha Kuasa dan Maha Memberi, bukankah kita juga akan akan memiliki hati yang sama dengan Allah Yang Maha Pemberi dengan senantiasa memiliki hati yg selalu memberi? Jadi jikalau Allah itu berdiam didalam diri kita maka sedetikpun kita tidak akan pernah memiliki karakter hati yang kikir dan tidak pernah memberi.

    Karena itu tiada jemu-jemu Alkitab mengatakan pd ayat-ayat di Alkitab :

    Mat. 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

    Luk. 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

    Ams. 11:24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

    Mzm. 34:9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

    .
    .

    Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bhw berkat yg melimpah baik harta benda dan rohaniah rohaniah di dapatkan dgn takut akan TUHAN dan berbuat kpd sesama seperti Tuhan memberi kemurahanNya kpd kita.

    Salam kasih ma laeku

    • ya lae…. ketika integritas (hidup sebagaimana kita ada, kita ada karena gambar Allah) tidak ada maka Koruptorlah jadinya, dan rusaklah jadinya…..

      salam damai juga lae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: