Isi kepala setiap orang berbeda

Januari 7, 2010 pukul 8:47 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: , , ,

Tidak perlu sebuah rapat, kalau kita langsung mengamini ide pemimpin.
Atau sangarnya, tidak perlu DPR kalau rakyat seia sekata dengan ketua RT…
Nyatanya isi kepala setiap orang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan kalibrasi. Dan dikatakan kalibrasi maka persentasi error selalu ada, bukan berkata toleransi, tetapi memang error selalu ada, dan keadaan yang tidak dapat disangkal bahwa toleransi terhadap kuantitas yang diperbolehkan membuat kita ‘terpaksa’ menerimanya.

Nah…. coba masing-masing kepala ini diperhadapkan dengan 2479 terjemahan Alkitab,
atau seterusnya 100 agamais membaca satu ayat ‘kontroversial’? akan terlihat berbagai kesimpang siuran.
Mungkin teriak sesat sana sini akan terbersit, kalau ada 2 atau 3 orang berkumpul maka mereka akan merasa kuat dan si minor yang keras kepala itu akan….. BOOOM, matikan saya si satu orang sesat yang sana ini.

Oleh karena isi setiap kepala berbeda, dan setiap kepala pasti selalu berasal dari dunia ini, maka dengarkanlah nasehat ini:

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri

Sehingga makna menjadi satu, sebab Allah adalah Satu, dan hanya Roh Allah yang mengetahui semua diri Allah.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri

    .
    .

    Saya setuju lae…
    nubuatan adalah perkataan Allah sendiri yg diperbuatNya utk kepentingan Surgawi ( Alam Roh )dan duniawi ( Alam Fana ). Itu makanya setiap nubuatan itu selalu disisipkan oleh kehendak Ilahi pd ayat-ayat atau tulisan yg tersembunyi di dalam kitab-kitab Nabi di PL. Karena letaknya yg tersembunyi maka Allah sendiri yg memberitahukannya (memberi tahukan artinya) setelah sesuatunya tergenapin. Itu makanya arti nubuatan itu hanya boleh diartikan menurut Roh didalam manusia dan tidak boleh ditafsirkan menurut daging manusia .

    Salam ma di laeku

    • salam juga lae….

  2. Isi kepala setiap orang berbeda
    Jika demikian, anda harus mengijinkan saya untuk menafsirkan ayat2 tersebut sesuai penglihatan saya.

    • betul, Anda bebas menafsirkan apa saja di Alkitab,
      cuma ingat nasehat ini:

      Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri

      sebab kalau salah bisa membawa Anda ke kematian Anda sendiri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: