Muatan Emosional ketimbang Berpikir Jernih

Januari 5, 2010 pukul 4:28 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

Seorang ayah yang memohon pertolongan di rentan usianya akan sangat lebih mudah menggugah hati sang anak, meskipun sang anak diperhadapkan dengan pertolongan jenis lain dari istrinya sendiri.

Dan permintaan sang anak lebih menggugah hati sang bapa yang pejabat. Dan tentu sahabat lebih didahulukan ledih dari orang lain, … semua ikatan emosioanl ini disalahkaprahi oleh pandangan kekeluargaan di dalam Pancasila kita. Nepotisme adalah musuh, sampai kita berdiri di ambang tertentu, atau kita menduduki kursi atas sana, dan kita adalah keluarga besar, yang beragama, maka sadarlah ikatan emosional lebih atas dari pada pikiran jernih. Partai saya lebih Ok dari partai lain, walau nyata semua partai tidak ada yang tidak mendukung ‘keamburadulan’. Muatan emosional sangat menolong di titik tertentu, tetapi bukanlah kebaikan bagi sesama.

Atau di dalam debat bahkan ini sering ditemukan, ikatan emosional kepada junjungan, atau ilahi tertentu bisa mengalahkan pikiran jernih kita. Ada baiknya tetapi pada tataran tertentu berbahasa ‘anjing’-pun, karena ia seiman dengan kita, maka kita akan lebih mendukung dia. Tentu ini dari cermin ‘kekurangajaran’.

Muatan emosional harus disejajarkan dengan kejernihan pikiran. Bukan berarti segala sesuatu bisa ditampung dengan pikiran, dan segala emosi bisa didefinisikan oleh pikiran, tetapi ada hal-hal yang begitu nyata harus kita lakukan, yaitu melihat kesimpangsiuran emosi yang selalu ingin mengalahkan kejernihan pikiran.

Contoh:
A :”Menurut tulisan ini, itu salah”
B :”Goblok loe, sok teu ajah” (teriaknya ke A)

C :”Ya bener tuh, palsu banget” (mendukung si B karena memiliki ikatan emosional dengan B, dan tidak dengan si A)

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yah memang sulit dinilai lebih penting mana antara ajaran dengan figur sih.

    Kita mau melihat siapa yang ngomong
    atau apa yang mau dikatakan orang itu

    Lha dua sisi ini pasti memang ada dalam segala situasi termasuk saat kita memilih atau berpihak.

    SALAM

    • sangat sulit…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: