Pemberani itupun berpulang

Desember 30, 2009 pukul 7:34 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 5 Komentar
Tag:

Gus Dur, saya sebut pemberani. Pertama bertemu beliau, itulah kesan pertama saya.

Dan kesan itu tidak pernah berubah, dan semakin kokoh saat beliau, menginjak ‘Senayan’, tentu dengan kata saktinya:”TK”.

Turut berduka cita, saya berduka, sangat dalam. 30 Desember 2009

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Turut berduka cita juga

  2. Semoga Pak Gus Dur di terima amal pahalanya di dunia. Saya salut atas usaha Pak Gus Dur saat masih hidup ketika memperjuangkan kesetaraan kaum Tionghoa, sehingga tak ada perbedaan antara pribumi dan non pribumi.

  3. Turut berduka cita juga Brat.
    Salam Persahabatan.

  4. Kok ada mas Lambang, di sini? Kita berjumpa lagi nih.

  5. Wah hiya. Kebetulan lagi jalan-jalan terus nemu blog ini. Ternyata sudah sering ketemu empu blog di blog Jephman.WP tapi ngga pernah menyertakan link-nya. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: