Sekalipun kami atau malaikat dari sorga

Desember 29, 2009 pukul 10:28 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Galatia 1:8 Orang yang memberitakan “kabar baik” yang lain daripada Kabar Baik yang telah kami beritakan, biarlah ia dihukum Allah–sekalipun orang itu kami sendiri atau malaikat dari surga!

Manusia bisa saja salah, itu sangat memungkinkan, oleh karena keadaan tertentu harus berbohong sehingga dalam pengajarannya menjadi menyimpang. Seorang pelayan misalnya, karena jemaatnya adalah menteri, atau orang penting, bisa mengajarkan rupa-rupa pengajaran yang lunak…para majelis Gereja sering melakukannya, mewarning pembawa kotbah agar mengkotbahkan segala yang enak di dengar telinga saja.

Malaikat bisa saja berontak, Iblis sudah menjadi patron dari segala kejahatan.

Tetapi makna terbesarnya bukan di sana, sampai Kabar Baik menjadi menyimpang, sampai disebut ‘kabar baik’ yang lain….

‘Kabar Baik’ adalah berita, ada berita ada sumber,… dan karena Kabar Baik adalah bersumber dari YESUS KRISTUS, maka suatu ‘kabar baik’ yang lain tidak bersumber dari YESUS. Nah ‘kabar baik’ yang tidak bersumber dari YESUS KRISTUS adalah palsu, baik itu yang bersumber dari murid Yesus maupun malaikatnya Yesus (kalau-pun itu ada). Jadi sumber utamanya harus YESUS. Seperti Perjanjian LAMA, sangat terpenuhi di dalam kacamata penggenapan Perjanjian BARU, maka sedemikian jelaslah bagi kita mana-mana yang harus digenapi, yaitu menjadi pengikut Kabar Baik atau pengikut ‘kabar baik’.

Dimana letak kesalahannya? atau fatalkah?
Ingat saja.
Manusia pertama mau sama seperti Allah (…terlalu sering saya menulis ini),
maka manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama seperti Allah.
Dan manusia berikutnya mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama seperti KRISTUS, ingin sama sebagai sumber dari Kabar Baik, sumber Injil. Dan Anda ingat,….”biarlah ia dihukum Allah“.

Paulus tekankan di sini, karena ia telah masuk di dalam lingkaran orang yang bisa menjadi salah satu sumber Injil,
Galatia 1:1 Saudara-saudara jemaat-jemaat di wilayah Galatia, Saya, Paulus, dan semua saudara Kristen yang bersama saya, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepadamu. Saya menjadi rasul bukan dengan perantaraan manusia atau karena diangkat oleh manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa kita yang sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian., IBIS

.. ia menekankan, ia tidaklah menjadi sumber dari Berita Gembira, Kabar Baik itu, melainkan orang yang dipilih oleh Allah untuk memberitakan dari Sumber Utama. Saksinya banyak, buahnya nyata.

Berita sekunder melahirkan pergunjingan, sumber utama bisa menyenangkan jiwa. Tetapi bagaimana kita bisa percaya atau mau mencari sumber utama, jika kita sudah terikat oleh berita dari sumber ke dua?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: