Pengkhinaan seperti Akhan

Desember 23, 2009 pukul 8:21 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bangsa Israel, di tangan Yosua, atas pertolongan TUHAN, telah menghancurkan Yerikho.
Kota Yerikho adalah kota dimana penduduknya, orang Kanaan, menyembah dewa bulan. Kota ini berkubu, dan pintu gerbangnya (menurut adat istiadatnya) selalu ditutup pada saat malam tiba. Di dalam kota ini sangat banyak ditemukan emas, perak, besi dan barang-brang garmen dari Babilonia (Irak dan Iran sekarang). Kota ini sangat kuat.

Setelah pendudukan Yerikho, Ai adalah tujuan berikutnya. Ai adalah penduduk orang Kanaan yang menyembah Ammon, atau juga Dewa Milkon. Ai adalah kota yang sangat kecil dibandingkan dengan Yerikho. Pada saat penyerangan pertama, hanya sedikit saja orang Israel yang dikerahkan. Bagi mereka 2000 atau 3000 itu sedikit, dan menurut perhitungan sudah cukup untuk dapat merebut Ai. Nyatanya….. orang Ai memukul mundur pasukan itu. Ai membunuh hanya 36 orang dari 2 atau 3 ribu orang itu, tetapi itu sudah cukup menyiutkan nyali mereka.

Akhan, .. dialah penyebab kekalahan itu. (Walau kita juga bisa memasukkan beberapa hal, antara lain, kesombongan dan menganggap remeh). Tetapi permulaannya adalah Akhan. Akhan telah membawa orang Israel terhadap dosa yang tersembunyi, yaitu dosa keserakahan, dosa perlawanan, pengkhinaan kepada TUHAN. Akhan telah melanggar perintah TUHAN sewaktu diperingatkan jangan mengambil rampasan dari kota Yerikho. Kesempatan ada, lalu Akhan menggunakannya, dia kira dengan begitu banyaknya orang, hiruk pikuk perang, TUHAN pasti tidak tahu.

Israel, kita perkirakan masa itu ada 2 juta orang, 12 suku, misalkan ada 10 kaum dari setiap suku, maka Yosua diperintahkan TUHAN untuk mengecek satu persatu dari suku, dan dari setiap suku dipisahkan perkaum. Kebayanglah jika ada 2 juta orang berbaris, berdiri di tengah matahari yang sangat menyengat (pada saat saya di Qatar, suhu di pagi hari saja bisa mencapai 40 derajat celsius), mereka tentu kesal. Dan semisal kita ditempatkan di posisi Akhan, maka kita akan berbisik di dalam hati, “Ah dengan orang sebanyak ini, Yosua pasti ngga bisa menemukan saya”. Dia pasti keringat dingin.
TUHAN kemungkinan menunggu keberanian Akhan untuk maju saja, mengaku kebersalahannya, tanpa menunggu semua bangsanya berpanas-panasan, hiruk pikuk, .. semakin lama semakin panas tentunya hati orang-orang. (Gara-gara 20 ribu saja banyak tuh yang mati di Indonesia, itulah salah satu keadaan hati yang harap-harap cemas di dalam kerumunan yang padat).
Satu suku sudah ditemukan, Yehuda. Tetapi Akhan tetap di dalam ketakutannya, ia belum berani mengaku, ia meneruskan pengkhinaannya, “Ah Suku Yehuda kan lebih banyak, ngga mungkinlah Yosua, menemukan saya”..

Besoknya, pagi-pagi sekali, Yosua menyuruh umat Israel maju ke depan, suku demi suku, maka suku Yehudalah yang kena. Lalu Yosua menyuruh suku Yehuda maju ke depan, kaum demi kaum, dan kaum Zerahlah yang kena. Kemudian kaum Zerah disuruh maju ke depan, keluarga demi keluarga, dan keluarga Zabdi yang kena. Sesudah itu Yosua menyuruh keluarga Zabdi maju ke depan, seorang demi seorang; maka Akhan, anak Karmi, cucu Zabdi yang kena. (Yosua 7:16-18, BIS)

Akhirnya…

Yosua berkata kepada Akhan, “Anakku, akuilah dan katakanlah terus terang di sini di hadapan TUHAN, Allah Israel, apa yang telah kaulakukan. Beritahukanlah kepadaku, jangan sembunyikan.” (Yosua 7:19, BIS)

Entah apa dipikiran Akhan, dia bukan saja melakukan pengkhinaan kepada Yosua, sekaligus juga ia telah melakukan pengkhinaan kepada TUHAN, kalau Yosua yang melakukan pengecekan 2 juta orang itu, mungkin saja memang tidak ditemukan ‘penjahat’-nya, tetapi sudah sedari awal ia tahu bahwa TUHAN sedang menyertai Israel, “Jangan main-main Bung!”, TUHAN pasti tahu, sayangnya Akhan memilih bertahan dengan dosanya, dengan kesalahannya.

Yosua 7:20 “Benar,” kata Akhan, “Saya sudah berbuat dosa kepada TUHAN, Allah Israel…

Sudah terlambat kawan,…. kematian sudah menunggu di pintu gerbang. Tidak ada pengampunan kepada pengkhinaan kepada TUHAN.

“Belum lima menit”, kata iklan… jadi sebelum lima menit beranilah mengaku dosamu.

Akhan memang belum membaca Kitab Ezra, tetapi kita sudah membacanya..
Ezra 10:11 Sebab itu, akuilah dosamu kepada TUHAN, Allah yang disembah nenek moyang kita, dan lakukanlah apa yang menyenangkan hati-Nya. Jauhilah orang asing yang tinggal di negeri kita dan usirlah istri-istrimu dari bangsa asing itu.
atau
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu., Amsal 3:6, TB
atau jauh ke depan lagi…
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan., 1 Yohanes 1:9 , TB

Dan ingat, Akhan bukannya tidak mengenal TUHAN-nya, tetapi ia tidak mengakuinya, ia lebih mencintai emas perak rampasannya, ia lebih memuaskan cintanya akan barang-barang fana… ah betapa kita masih dikuasai hal-hal yang beginian… mungkin di antara kita ada yang merasa ‘kaku’ kalau tidak buka internet di dalam 1 hari saja… tak ada sabbatnya sama sekali … duh…

TUHAN peringatkan melalui pena Paulus:
Titus 1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: