Mata ganti mata

Desember 17, 2009 pukul 8:31 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Roma 2:6-8
Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Ada juga nasehat kepada kita oleh Roh Allah, “Jangan menghakimi”.
Tidak lain karena, kita juga tidak luput dari kesalahan yang sama. Jika sesama kita yang kemungkinan besar melakukan kesalahan yang sama, maka akan sangat tidak adil mengarahkan telunjuknya kepada orang yang di-‘anggap’ bersalah. Orang yang tidak baik, ada hukum diatur oleh pemerintah, tetapi keadilan Allah menembus amat sangat dalam. Sehingga apa yang luput dari pandangan manusia, dilihat oleh Allah, Ia melihatnya oleh RohNya.

“Tak satupun yang suci”, menjadikan kita harus berpikir, bahwa mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah hukum yang keras, pembalasan menurut setiap perbuatan kita. Tubuh, jiwa dan roh yang berdosa harus diganti dengan tubuh, jiwa dan roh yang bersih. Tetapi tidak adil juga Tuhan sebab manusia yang nyata tidak sanggup melakukan sesuatu, tetapi menghukum mereka sesuai dengan apa-apa yang tidak sanggup mereka lakukan itu. Oleh karena itulah TUHAN menunjukkan keadilanNYA dengan memberi kurban penebusan, kurban penyelamatan, sekali saja, di dalam kurban darah Kristus yang mendamaikan tubuh, jiwa dan roh itu.
Dengan demikian apa-apa yang tidak sanggup kita lakukan telah diambil alih oleh TUHAN sendiri, lalu apakah gigi ganti gigi dan mata ganti mata menjadi usang dan musnah? Kita lihatlah dengan padangan rohaniah lagi, bahwa manusia yang menolak pemberian adalah manusia yang sombong, angkuh dan menolak tidak bijaksana, lalim. Ketika seseorang mengaku dan memang dipandang tidak sanggup, lalu ditolong, setelah ditolong diberi jalan, cara untuk menyelesaikan masalah yang sama, dan…. seseorang itu menolak, mencibir, artinya ia kembali memakan muntahannya, kembali kekubangannya.

Pertolongan, pemberian, anugerah yang ditolak menjadikan mata kita buta dan gelap. Dan segala yang gelap segera akan hilang dan dimusnahkan karena Dia Yang memberi pertolongan, Yang memberi pemberian, Yang menganugerahkan adalah TERANG. Jadi mata yang gelap ganti mata yang terang, mata rohaniah.
Jadilah terang dunia, karena Dia yang di dalam kita adalah Terang. Bangsa yang gelap, telah melihat TerangNYA yang ajaib.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: