Pengertian yang sama

Desember 8, 2009 pukul 8:48 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Matius 26:63-66, BIS
Tetapi Yesus diam saja. Sekali lagi imam agung berkata kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami apakah Engkau Raja Penyelamat, Anak Allah?”

Imam agung, adalah orang yang dikhususkan kepada Allah, sering menjadi kepala pemerintahan sipil, wakil raja/pemerintah, tentu dia sangat paham arti pertanyaannya. Dia memiliki pengertian yang sama akan hukum-hukum agama, hukum-hukum Allah, nubuat-nubuat, surat-surat para Nabi. Yang pasti dia tahu kemuliaan Allah. Dia bertanya kepada Yesus :”…apakah Engkau Raja Penyelamat, Anak Allah?”
Raja Penyelamat adalah Mesias
Anak Allah adalah Mesias,
ya Imam agung ini pasti tahu konsekuensi dari penggenapan kedatangan Mesias. Banyak mesias, tetapi hanya Satu yang disebut Anak Allah, karena Allah adalah esa. Ia mengetahuinya, ia mengerti, pengertian yang sama yang dimiliki oleh Yesus, Dia yang sedang berdiri di depannya.

Yesus menjawab, “Begitulah katamu. Tetapi percayalah: mulai saat ini, kalian akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa, dan datang di atas awan di langit!”

Dengan pengertian yang sama, Yesus langsung merefer Daniel 7:13-14, BIS, Dalam penglihatanku pada malam itu, kulihat sesuatu yang seperti manusia. Ia datang dengan dikelilingi awan lalu pergi kepada Dia yang hidup kekal dan diperkenalkan kepadanya. Ia diberi kehormatan dan kekuasaan sebagai raja, sehingga orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya akan bertahan selama-lamanya, pemerintahannya tidak akan digulingkan.

Maka imam agung itu menyobek-nyobek pakaiannya, dan berkata, “Ia menghujat Allah! Tidak perlu lagi saksi. Kamu semua sudah mendengar sendiri kata-kata yang menghujat Allah.

Dengan pengertian yang sama, makna yang sama, imam agung ini merasa terhujam, ia marah. Mungkin ia juga memiliki pengertian yang sama dengan Sang Imam Agung (Yesus), bahwa mereka yang menghujat TUHAN harus mati.

Sekarang bagaimana pendapat kalian?” Mereka menjawab, “Dia bersalah, dan harus mati.”

Sekali lagi, dengan ajaran yang sama, pengertian yang sama, kita bisa saja seperti imam agung ini, yaitu menggunakan hukum Allah untuk mengutuk dan membinasakan firman Allah. Ada kalanya kita harus berdiam diri, menyelami kasih Allah daripada menuntut jawaban-jawaban yang kemungkinan membuat kita berhenti di titik nadir tertentu.

Lalu dengan pengertian yang sama, apa yang tidak dimiliki oleh salah satu dari dua imam agung ini?
Imam agung yang satu tidak memiliki kerendahan hati dan kelemahlembutan, sementara Imam Agung yang satunya, Yesus, sekali pernah Ia berkata, Matius 11:29, BIS, Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: