Diingat karena kejahatannya

Desember 4, 2009 pukul 8:54 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 11 Komentar
Tag: , ,


Matius 10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Markus 3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Lukas 6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Yohanes 6:71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.

Yudas, Yehuda (satu suku dengan Sang Mesias) adalah salah seorang murid yang dipilih Yesus untuk mengikuti Dia di dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah. Dan akhirnya ia diingat menjadi seorang yang berkhianat (awas, ini warning bagi kita, bahwa dari tubuh kita sendiri, Gereja, akan selalu ada roh-roh pengkhianat seperti ini)

Ratusan juta orang mengharapkan dapat melihat Yesus secara langsung, dapat mendengar Dia mengajar, dan lain-lain, tetapi ternyata bersama Yesus tidak menjadi jaminan nyata, Yudas contohnya. Di Gereja tidak menjadi jaminan nyata, tidak usah diceritakan banyak contohnya. Hidup di dalam Yesus-lah yang menjadi jaminan.

Lalu kenapa dengan Yudas Iskariot? Ini juga menjadi bahan bagi kita umat Allah, sebagai tolak ukur keterhilangan beberapa manusia..
-Ia seorang yang mendapat janji dari Yesus untuk memerintah, untuk duduk sebagai hakim Israel di dalam Kerajaan Allah.
-Ia seorang bendahara pelayanan yang dilakukan oleh Yesus beserta murid-muridNya, tidak diragukan ia sering mengkorupsinya, ia seorang yang sangat mencintai uang.
-Ia seorang “ultra” nasionalis, yang mengharapkan Sang Mesias memerintah dan membawa kemenangan, karena memang ada nubuat untuk itu.

dan mungkin banyak yang bisa disajikan, tetapi dari 3 point di atas kita bisa melihat:
1. Tuhan Yesus menghapus dosa semua manusia, tidak terkecuali, tetapi tidak banyak yang mau menerimaNya,
2. Tidak dipungkiri memang ada beberapa orang yang “dipaksa” Yesus untuk menjadi umatNYA, Paulus bisa menjadi contoh.
3. Jika kita salah satu yang terpilih maka sedaya upaya janganlah sampai murtad, Yudas sebagai contoh
4. Jika kita memilih untuk berada di dalam Yesus, maka hargailah “piala emas” pemberitan Tuhan, tinggalkan semua yang di belakang lihat-lah kemuliaan yang dijanjikan. Yudas bisa sebagai contoh autentik, ia masih seperti dahulu, lebih mencintai uang dari pada Guru dan lebih mencintai negara daripada Kerajaan Allah, atau mungkin lebih mencintai agama daripada Allah itu sendiri.
5. Jika kita salah satu yang tersesat, ingatlah Yesus bahkan rela mati demi dosa kita, apa yang tidak mungkin Allah berikan?Ia berfirman :”Dosamu ‘Ku-ampuni”, jadi jangan biarkan siapapun menghakimi, bahkan jangan biarkan pikiran kita mendakwa, lihatlah lurus kepada DIA yang bahkan rela mencurahkan darahNya demi kesalahan kita, sampai sejauh itu itu.
6. Mari menyandarkan pikiran kita kepada TUHAN, sebab Ia lebih tahu, rancanganNYA bukan rancangan kita.

Iklan

11 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya mau sedikit bertanya : setahuku dalam agama Kristen ada perdebatan yang cukup seru mengenai kehendak bebas ini ( dalam Islam tentu saja juga ada ) . Menurutmu apakah kehendak bebas itu perlu dilihat sebagai unconditional election atau conditional election ?

    Mengapa Judas mesti dianggap berdosa walaupun kejadian pengkhinatan itu sudah dirancang sejak semula ?

    SALAM Mister
    GBU

  2. Saya mau sedikit bertanya : setahuku dalam agama Kristen ada perdebatan yang cukup seru mengenai kehendak bebas ini ( dalam Islam tentu saja juga ada ) . Menurutmu apakah kehendak bebas itu perlu dilihat sebagai unconditional election atau conditional election ?


    saya melihat keduanya bisa berlaku, Yunus dipaksa ke Niniwe, tetapi Yudas tidak dipaksa untuk bertobat.

    Saulus dipaksa untuk bertobat, tetapi Ananias langsung dibunuh…

    makanya saya beri point 6:
    6. Mari menyandarkan pikiran kita kepada TUHAN, sebab Ia lebih tahu, rancanganNYA bukan rancangan kita.

    Mengapa Judas mesti dianggap berdosa walaupun kejadian pengkhinatan itu sudah dirancang sejak semula ?


    saya kira sudah dijawab di:
    -Ia seorang yang mendapat janji dari Yesus untuk memerintah, untuk duduk sebagai hakim Israel di dalam Kerajaan Allah.
    -Ia seorang bendahara pelayanan yang dilakukan oleh Yesus beserta murid-muridNya, tidak diragukan ia sering mengkorupsinya, ia seorang yang sangat mencintai uang.
    -Ia seorang “ultra” nasionalis, yang mengharapkan Sang Mesias memerintah dan membawa kemenangan, karena memang ada nubuat untuk itu.

    arti dan aplikasi ke kita, adalah:
    kita semua sudah mendapat janji keselamatan di dalam Yesus… tetapi kita tidak berani menceburkan diri di dalam janji itu, malah sibuk dengan kulit luarnya saja..
    rancanganNYA adalah rancangan damai sejahtera, tetapi keterhilangan kita ada kalanya Tuhan biarkan, karena Neraka harus terisi, firman Tuhan harus tergenapi dalam hal kematian kedua, sehingga berbahagialah mereka yang berani, tetapi celakalah yang membuat orang menjadi pengecut.

  3. Hi Hi Hi. Siplah . Kamu memilih di tengah.

    tetapi celakalah yang membuat orang menjadi pengecut.

    ==> Coba kupinjam caramu berbahasa :

    Menyuruh Tuhan mencelakai ? Atau menjadikan kita saluran celaka yang dari Tuhan ?

    • hehehe bukan memilih di tengah, saya kira saya sudah siratkan di kalimat saya, point 6 adalah pilihan saya.

      Menyuruh Tuhan mencelakai ? Atau menjadikan kita saluran celaka yang dari Tuhan ?

      hehehe….

      TUHAN punya rencana “mencelakai”,…
      dan celakalah orang yang melaksanakannya…

      TUHAN punya rencana damai sejahtera
      dan celakalah orang yang tidak mau di dalam rencana itu,

      sebab entah bagaimana (lihat point 6 lagi), ada saja orang yang tidak mau ikut rencana damai sejahtera Allah..

      satu di antara kita berdua, ada kemungkinan yang sama besar di dalam nubuatan itu, pengecut, yang tidak berani masuk di dalam rencana damai sejahtera…

  4. Kamu senengnya gitu ih : 🙂

    TUHAN punya rencana “mencelakai”,…
    dan celakalah orang yang melaksanakannya…

    Lha kalo yang merencankan Tuhan mengapa yang celaka malahan orang ? Bukankah berarti orang itu cuma menjalankan rencana Tuhan ? Di mana posisi keadilan Tuhan dalam hal ini ?

    Yang saya bingung itu darimana bisa kamu simpulkan bahwa Tuhan punya rencana menyelakai manusia ? …

    Nggak salah nih ? 🙂

    • kiamat itu apa?

      Mesias itu apa?

      • Yang saya bingung itu kamu mau bertanya apa kamu aslinya sedang menjawab sih ? 🙂 Ternyata kamu itu bener-bener aliran romantis deh

  5. Yunus dipaksa ke Niniwe, tetapi Yudas tidak dipaksa untuk bertobat.

    Saulus dipaksa untuk bertobat, tetapi Ananias langsung dibunuh…

    ==> Menurutmu mengapa kadang2 conditional dan kadang2 unconditional ? Ada alasan khusus atau ciri-ciri khusus? Atau suka-suka deh.?

    • point 6
      6. Mari menyandarkan pikiran kita kepada TUHAN, sebab Ia lebih tahu, rancanganNYA bukan rancangan kita.

      atau gini deh,
      malam ini usahakan berdoa begini:

      TUHAN Yesus, aku tahu aku berdosa, maka datanglah ke dalam hatiku, segarkanlah jiwaku, selamatkanlah aku, sebab aku percaya Engkau telah mati dan bangkit bagiku juga. Amin

      Kalau Yesus tidak mau menjawab, maka Anda bisa mempunyai alasan untuk menyalahkan TUHAN. Kalau Anda tidak mau, maka Anda bisa mengerti kenapa Yudas tidak mau menerima Janji Yesus, Mesiasnya.

      • Oh saya nggak menyalahkan Tuhan. Yang saya pertanyakan itu mengapa ada konsep tertentu sehingga Tuhan menjadi bisa disalahkan … Mempertanyakan suatu konsep atau tafsir tidak selalu bisa disamakan dengan menyalahkan Tuhan dong

        Tetapi bagaimanapun juga jawabanmu ini kalem , romantis, dan mendayu-dayu. Good job

        SALAM Mister Parhobas
        GBU

        Nggak usah tanya antik lagi 🙂

        Menyuruh Tuhan memberkati atau menjadikan kita saluran berkat ???? Sampe melongo aku membaca jawabanmu . 🙂

  6. @lovepassword

    Oh saya nggak menyalahkan Tuhan. Yang saya pertanyakan itu mengapa ada konsep tertentu sehingga Tuhan menjadi bisa disalahkan … Mempertanyakan suatu konsep atau tafsir tidak selalu bisa disamakan dengan menyalahkan Tuhan dong

    ya … dengan cara berkomunikasi demikian kita bisa mengenal TUHAN… bukan hanya konsep2 semata…

    semoga kita bukan Yudas-yudas berikutnya

    Tetapi bagaimanapun juga jawabanmu ini kalem , romantis, dan mendayu-dayu. Good job

    SALAM Mister Parhobas
    GBU

    Nggak usah tanya antik lagi 🙂

    Menyuruh Tuhan memberkati atau menjadikan kita saluran berkat ???? Sampe melongo aku membaca jawabanmu . 🙂


    Musa juga menyuruh TUHAN memberi tanda, dan banyak nabi lain… kalau kita terlalu susah menerima pengajaran, baiknya langsunglah berkonfrontasi dengan TUHAN, bagaimana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: