Pernikahan

Desember 2, 2009 pukul 9:21 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: ,

Matius 19:3-12, BIS

Lalu orang-orang Farisi datang untuk menjebak Dia.
Mereka bertanya, “Menurut hukum agama kita, apakah boleh orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?”

Yesus menjawab, “Apakah kalian belum membaca dalam Alkitab bahwa Pencipta yang membuat manusia, pada mulanya membuat mereka laki-laki dan wanita? Dan sesudah itu Ia berkata, ‘Itu sebabnya laki-laki meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan istrinya, maka keduanya menjadi satu.’ Jadi mereka bukan lagi dua orang, tetapi satu. Itu sebabnya apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.”

Lalu orang-orang Farisi bertanya kepada-Nya, “Kalau begitu mengapa Musa menyuruh orang memberi surat cerai kepada istri yang diceraikannya?”

Yesus menjawab, “Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu sebab kalian terlalu susah diajar. Tetapi sebenarnya bukan begitu pada mulanya.
Jadi, dengarlah ini: Siapa menceraikan istrinya–padahal wanita itu tidak menyeleweng–kemudian kawin lagi dengan wanita yang lain, orang itu berzinah.”

Maka pengikut-pengikut Yesus berkata kepada-Nya, “Kalau soal hubungan suami istri adalah seperti itu, lebih baik tidak usah kawin.”

Yesus menjawab, “Tidak semua orang bisa menerima kata-kata itu, hanya orang-orang yang sudah ditentukan oleh Allah. Karena ada orang yang tidak dapat kawin, sebab mereka memang lahir begitu. Ada juga yang tidak dapat kawin sebab ia dibuat begitu oleh orang lain. Dan ada pula yang memilih sendiri untuk tidak kawin, supaya dapat melayani Allah. Orang yang sanggup menerima pengajaran ini, biarlah ia menerimanya.”

TUHAN diumpamakan sebagai mempelai lelaki, umat Allah sebagai mempelai perempuan, jadi ketika TUHAN memilih umatNYA, siapa saja tidak bisa merusaknya (kecuali Sang Mempelai Pria oleh karena suatu hal menolak mempelai wanita, atau mempelai wanita lari dari ikatan janji dan berzinah dengan ilah lain), sehingga TUHAN membuat lembaga keluarga sebagai pertanda bagi kita akan eratnya hubungan antara TUHAN dengan umatNYA. Karena TUHAN adalah ESA maka esa pulalah DIA sebagai Raja Gereja, dan satu pulalah hubungan suami-istri….

dan ada baiknya kita mengenal penyataan TUHAN, sebab….
“Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Posting yg mantap laeku …

    Karena di jaman sekarang ini, melihat suatu pernikahan yg abadi dan sejahtera hingga kematian memisahkan seperti melihat keajaiban. Saat ini pernikahan sudah menjadi lembaga yg sangat kacau oleh kelakuan anak-anak manusia. Lembaga yg begitu sangat kudus dan sakral dihadapan Allah, kini suatu kejijikan karena kawin cerai di seluruh dunia ini. Perzinahan di antara suami istri sudah menjadi hal yg tidak tabu lagi. Seenaknya tidur dan berhubungan dgn pasangan yg bukan miliknya. Padahal salah satu simbol Allah Yang Esa yg dapat kita lihat adalah keluarga seutuhnya dgn suami istri dan anak-anak mereka. Bagaimana mungkin Allah terpisah dari KETIGA PRIBADINYA yg ESA jikalau kita serupakan suami yg menceraikan istrinya krn sudah bosan diantara mereka. Ah tahe…

    Shalom ma laeku

    • ah tahe… hehehe….

  2. Sayang banget Yesus tidak kawin.

  3. .. kata Yesus ini bisa menjadi bahan pemikiran…

    dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: