Ular yang meliuk-liuk

Desember 1, 2009 pukul 1:11 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , ,

Yohanes 10:23-26 TB
Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Yohanes 10:23-26 BIS
Yesus sedang berjalan di Serambi Salomo di dalam Rumah Tuhan, ketika orang-orang Yahudi datang berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka berkata, “Sampai kapan Engkau mau membiarkan kami ragu-ragu? Katakanlah terus terang, kalau Engkau sungguh-sungguh Raja Penyelamat.”
Yesus menjawab, “Sudah Kukatakan kepadamu, tetapi kalian tidak percaya. Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku. Kalian tidak percaya sebab kalian tidak tergolong domba-domba-Ku.

Tuhan melawat manusia,..di antara manusia itu ada yang mengenal Tuhan…Di dalam bait Tuhan orang datang menyembah dan memuji DIA, melakukan ibadah keagamaan…dan justru orang-orang inilah yang menjadi ragu ketika Yesus berjalan di gerbang hatinya…orang-orang yang beragama yang menanti ucapan legitimasi oleh Yesus sebagai Raja Penyelamat, TUHAN yang datang untuk memberikan kemenangan yang gilang gemilang kepada umatNYA

..
Apa yang dilakukan Yesus selama menjadi manusia, adalah bukti Kasih Allah, tetapi hati yang meliuk-liuk, ragu, telah memasukkan pikiran si Ular tua itu sebagai jawaban dan kekuatan, maka…
dalam keadaan tertentu Tuhan menyerahkan kita kepada keinginan hati kita.
Tuhan mengenal kepunyaanNYA dan kepunyaanNYA mengenal suaraNYA, sebab kita adalah dombaNYA dan DIA mau memperkenalkan NamaNYA Gembala.

Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku. Pohon dinilai dari buahnya. Sebab jauh lebih mudah menilai buah daripada menilai keseluruhan pohon. 🙂

    Hanya ahli botani yang bisa menilai manis mangga dari pohonnya. Semua orang awam pasti akan menilai pohon mangga dari buahnya. Karena itulah semua guru yang bijaksana meminta murid-muridnya untuk berbuah.
    Tapi para murid itu lebih suka menghakimi buah-buah manusia lain ketimbang membuat diri mereka sendiri berbuah.

    Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku

    Bukan dari jualan kecap manusia menilai orang lain, tapi dari apa yang dia lihat dan rasakan . 🙂
    Jadi bukti itu tampaknya memang lebih penting daripada sekedar jualan kecap dimanapun itu dan untuk agama manapun. Hi Hi Hi.Dari buahnyalh kamu menilai orang lain. Begitu juga sebaliknya. Lha sisi kedua ini tampaknya jarang dilihat.

    • tepat sekali…

      Yesus adalah Pokok Anggur, Bapa adalah Pengusahanya/Pemelihara…
      dan Gereja/Umat Allah adalah ranting-rantingnya…

      ranting berbuah jika Roh ada di sana…, ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan dibakar….

      berbuah oleh Roh Kudus demi kemuliaan Bapa di dalam nama Tuhan Yesus…
      TUHAN yang dapat kita “lihat” dari semua perbuatanNYA yang ajaib.

  2. @ Lovepassword

    berkata :
    Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku
    .
    .

    sdrku Love yg baik budi dan humoris…
    dari setiap kesempatan posting di blog manapun jikalau saya melihat koment anda dapat saya simpulkan anda lebih suka melihat orang yg melakukan perbuatan selaras sesuai dgn keyakinannya. Anda tidak suka perdebatan yg menyalahkan keyakinan orang lain. Bagi anda adalah kita tetap bertoleransi beragama tanpa menyudutkan satu sama lain.
    .
    Jujur lho mas…
    saya dan sdr Parhobas sangat sependapat dgn anda. Sekalipun kami berkata-kata dan memperkatakan iman kami tetapi kami tidak berniat menjatuhkan iman dan mengajak orang memeluk kepercayaan kami. Tetapi seperti tulisan anda di atas sekalipun kami menunjukkan iman kami tetapi kalau perbuatan kami tidak sesuai krn iman itu berarti kami adalah pembohong. Jadi untuk mas , saya beri apresiasi yg tinggi dan hormat. Apalah gunanya banyak berkata-kata jikalau tanpa adanya perbuatan yg nyata… , gitu kan mas ?
    .
    Sdr Parhobas dan saya juga menyadarin itu karena berat hukuman bagi orang yg mengajar tapi perbuatannya tidak sekehendak dgn iman yg kami ajarkan.

    Salam hormat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: