Bukan yang berkata Tuhan, Tuhan

Desember 1, 2009 pukul 9:22 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: , ,

Matius 7:21-23, TB
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Ini adalah berita yang paling besar, Yesus menunjukkan secara gamblang, Jalan Lurus menuju Surga, yaitu melakukan kehendak Bapa yang di sorga.

Lukas 6:46 “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Kita mengenal Allah yang tidak kelihatan itu sejauh Tuhan Yesus menyatakanNya kepada kita. Dan kita akan berhasil dalam pengenalan itu sejauh Kasih Kristus kita nyatakan di dalam hidup kita, dan kita menyatakan sejauh mana Kristus nyata di dalam hidup kita adalah sejauh roh kita menerima dan tunduk di bawah kuasa Roh Kudus. Roh-lah yang memampukan kita menghasilkan buah-buah.
Sebab Roh Kudus diutus oleh Bapa di dalam nama Tuhan Yesus.
Dan karena kita adalah ranting-ranting Kristus, yang seharusnya berbuah, maka Bapa melihat buah yang dihasilkan pada saat panen besar. Ranting yang berteriak, semata-mata, “Tuhan Yesus aku adalah bagian dari Pokok Anggur-Mu, aku mengenal Engkau karena Engkau adalah Pokok dan aku rantingnya”, … sayangnya Bapa tidak melihat buah di ranting itu, maka Bapa akan memotong ranting itu lalu membakarnya.

Sehingga sangat tegas Roh mengingatkan kita di atas dasar tangan Paulus yang menulisnya:
2 Timotius 2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Inilah yang dimiliki Roh yang harus kita pancarkan dan harus siap dikecap oleh setiap orang yang mengenal kita: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Dengan demikian kita, para imam, imamat rajani, menghormati TUHAN sebagai bapa, dan tuan…, yaitu mengenal Roh yang diberikanNYA kepada kita, dan tunduk, taat serta setia.

Maleakhi 1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?”

Doa:
Mampukan kamu Tuhan Yesus untuk sempurna seperti Engkau adalah Sempurna.

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Artikel yang sangat powerfull 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: