Pemberani itupun berpulang

Desember 30, 2009 pukul 7:34 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 5 Komentar
Tag:

Gus Dur, saya sebut pemberani. Pertama bertemu beliau, itulah kesan pertama saya.

Dan kesan itu tidak pernah berubah, dan semakin kokoh saat beliau, menginjak ‘Senayan’, tentu dengan kata saktinya:”TK”.

Turut berduka cita, saya berduka, sangat dalam. 30 Desember 2009

Iklan

Dunia tidak mengenal

Desember 30, 2009 pukul 4:02 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Yohanes, adalah salah satu murid Yesus. Ia menjadi penulis Injil, dimana Injil yang ia tulis ini menjadi Injil dengan makna teologia yang sangat dalam dan luar biasa. Secara subjective saya berkata :”Tidak salah ia menjadi murid kesayangan Yesus”.

Yohanes 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Ayat ini menunjukkan ironi yang sangat luar biasa, pedih sekali.
Seorang ibu renta, ditolak anaknya, pedih sekali, tetapi ini lebih pedih lagi..
Ini adalah Firman Allah, dimana Allah menciptakan segala yang ada melalui DIA,…ditolak.
Yang lebih lagi adalah… yang menolak itu bukan orang sembarangan, bukan yang tidak mengenal Allah,.. melainkan adalah orang-orang yang di dalam garis keturunan yang melahirkan nabi-nabi, bangsa yang sering mengalami Kuasa TUHAN, yang disebut sebagai kepunyaan TUHAN sendiri… anak-anakNya sendiri, umatNya sendiri….orang yang bisa membaca sepenuhnya pesan-pesan Allah sejak purbakala. Orang-orang seperti ini saja bisa tidak mengenal DIA, bagaimana yang lain? sangat dimaklumi akhirnya, akhirnya sangat adil jika kita tidak usah sampai perang urat saraf, dan memang tidak dianjurkan, melainkan kataNYA: “Kasihilah sesamamu.., …kasihilah musuhmu”.

Tetapi ketidakmampuan akan pengenalan itu menjadi titik balik yang luar biasa, oleh sebagian, sisa yang kecil, yang percaya, ironi yang maha itu menjadi nyanyian sukacita bagi mereka yang percaya di luar sana, jauh ke ujung-ujung bumi, TUHAN bekerja memang amat sangat dasyat.

Dunia tidak mengenal, di sini diartikan, bahwa memang Firman Allah tidak berasal dari dunia, sebab jika IA berasal dari dunia, maka IA akan menuruti kemauan daging dan bukan ROH.

Apa keinginan dunia?
keserahakan, percabulan, perbuatan-perbuatan senonoh, perbuatan jahat, dan lain sebagainya. Itu sangat mudah dilihat, dan memang ada beberapa yang kasat mata, tetapi yang rendah hati dan lemah lembut bisa merasakan dan menjamah itu semua.
Firman Allah tidak berasal dari itu semua, Ia justru kontra dengan itu. Dan Yang kontra dengan itu semua adalah Roh yang Penuh Kekudusan. Dan karena hanya Satu yang Kudus, maka Firman Allah adalah Firman dari Yang Kudus ini. Dan karena itu jugalah Firman adalah Allah (Yohanes 1:1)

Filipi 3:20 Tetapi kita adalah warga negara surga. Dari situlah juga Raja Penyelamat kita, Tuhan Yesus Kristus, akan datang. Dialah yang kita nanti-nantikan dengan rindu.(IBIS)

Surga dan dunia, … dunia dijadikan oleh Raja Sorga, dunia sudah penuh dengan kejahatan, maka ketika Raja Sorga itu datang, tentu kejahatan tidak mengenal, tetapi meskipun tidak dikenal, IA menunjukkan KasihNya, AGAPE, IA ubahkan juga kejahatan itu. IA begitu ADIL.

Ichthys-IXΘΥΣ

Desember 30, 2009 pukul 2:01 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,


Lingkaran berdiameter 3 buah, membentuk IXΘΥΣ=Іησους Χριστος Θεος Υίος Σωτηρ

Ichthys, IXΘΥΣ (di dalam huruf Capslock), bahasa Yunani, di dalam bahasa indonesia artinya adalah ikan.
Ikan adalah lambang di kekristenan awal, sekitar abad pertama sampai kedua dan merupakan pengakuan iman pertama Kristen (khususnya yang bekerja di laut/nelayan).

Іησους Χριστος Θεος Υίος Σωτηρ (Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat).

Jaman Pra-Kristen lambang ini adalah lambang dewa-dewi, tetapi Kristen pada masa itu, diawali dari Alexandria, Mesir, menerapkan makna baru. Kenapa dengan lambang ini? Tidak lain karena, pada jaman itu pembunuhan orang-orang Kristen oleh pemerintahan sangat menakutkan, mereka diburu kemana saja, sehingga orang Kristen menggunakan lambang ini untuk mengidentifikasi identitas jika bertemu dengan seiman mereka.

sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ichthys
http://www.fisheaters.com/symbols.html
http://www.religionfacts.com/christianity/symbols/a-z.htm
http://www.ancient-symbols.com/christian_symbols.html
http://www.plymouth-church.com/ichthus.html

Tampar pipi kiri, kasih yang kanan

Desember 30, 2009 pukul 11:49 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Ketika kita mengalami jenis-jenis pengniayaan, baik kasar, lembut dan lain hal, memang darah kita bisa mendidih.
Tetapi kalau kita menuruti darah itu, maka kita tak lebih dari manusia lahiriah, yaitu manusia yang mengikuti kemauan dagingnya, dan menjadi kontra dengan pengakuan kita bahwa Roh Kudus ada di dalam kita.

Ketika ditampar pipi kiri, maka yang pertama diingatkan adalah darah kita, nafsu kita, katakan kepadanya,…
…Allah adalah Hakim,.. Mazmur 75:7 dan bukan karena Allah di sudut sana, dan kita di sini, melainkan kita sudah mengaku bahwa ada Allah di sini, kita sudah di dalamNYA, umat Allah, imamat rajani, jadi berikanlah pipi kanan untuk mengartikan kita layak menderita untuk hal-hal yang ada di rancangan TUHAN.

Roh memang penurut dan daging lemah (Matius 26:41), sehingga roh yang kuat bisa dengan cepat memperingatkan semua kedagingan, semua yang lahiriah,… bagaimana roh kita menjadi seperti itu,.. dengan menerima Roh TUHAN, caranya? percayalah Yesus Kristus, tunduklah kepadaNYA, dan ikutlah jalanNYA (Yohanes 14:6). Sebab roh manusia menjadi pelita TUHAN (Amsal 20:27), untuk menerangi kegelapan itu, dan roh berbicara dengan ROH sebab roh bersatu dengan ROH, bukan dengan daging kita, bukan dengan kemauan kita.

Pembalasan ada di tangan TUHAN, bukan berarti kita menuntut balas dendam melalui tangan TUHAN,.. bukan. Tetapi TUHAN sudah menyediakan suatu masa, Hari TUHAN (Yoel 2), untuk memisahkan panenan yang baik dari ilalang-ilalang, perusak. Jadi hari itu sudah ada, akan datang dan tersedia untuk yang suka menampar, dan tidak berhenti dari menampar itu. Semoga kita cepat menceburkan diri di dalam Rahmat dan AnugerahNYA, karena Hari TUHAN amatlah mengerikan, bahkan orang yang percayapun akan banyak yang terseret dan tergilas. Tetapi kita mengikut dan tunduk kepada Yesus bukan karena kengerian Hari TUHAN itu, melainkan karena TUHAN menciptakan kita pada dasarnya demi kemuliaan Kristus, dengan demikian kita menuruti roh oleh ROH yang memampukan hanya demi kemulian DIA.

Genap dan cukup

Desember 30, 2009 pukul 9:57 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” [1]

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. [2]

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Sangat penuh penjelasan, bahwa penggenapan nubuatan dari rentang ribuan tahun sebelumnya sudahlah cukup, genap.

Dan apa yang cukup dan genap itu akan menghidupkan di dalam nama Tuhan Yesus. Iman, semoga bisa timbul dari bacaan kitab, dan oleh itu percaya serta seterusnya kiranya beroleh keselamatan dari DIA.

[1] Yohanes 20:28-31, TB
[2] Yohanes 21:25, TB

Kata Yesus: “Akan datang DIA…”

Desember 30, 2009 pukul 9:08 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Yohanes 14, sekali lagi menjelaskan Ketritunggalan TUHAN, Yesus mengajar dan menjelaskan begitu dalam.
Bapa, Firman dan Roh Kudus adalah keesaan yang kekal, bahasan di sini bukan tentang tritunggal tentunya.

Roh Nubuat, melalui Yesus, berkata :”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya…”[1]

dan dilanjutkan, tidak terpotong disitu saja,…

…yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. [2]

Tuhan kita, juga sedari awal sudah berkata bahwa tidak ada suatu kejadian tanpa diberitahukan terlebih dahulu, dan setelah diberitahukan tidak ada kuasa apapun yang dapat membatalkan, hanya DIA yang dapat.

Dan Kitab Kisah Para Rasul sudah menjadi bukti kepada kita mengenai penggenapan nubuat Yesus. Lukas, seorang tabib (bahasa sekarang dokter), telah digunakan oleh Roh Kudus untuk menyarikan semua kejadian-kejadian yang nyata itu.

Petrus, murid Yesus, ketika menerima Penolong itu langsung tampil sebagai opologet yang mumpuni, penuh kuasa, berkata :”Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini…” [3], seterusnya ia dengan keberanian, yang sudah diubahkan setelah peristiwa ‘pengkhianatannya’ kepada Yesus, berpidato.

Petrus ini sudah membuktikan peran Penolong itu, ia sudah melihat, merasakan, dan sedang melaksanakan penggenapan nubuat Tuannya, Tuhan Yesus Kristus.
Dan Petrus, melanjutkan juga, bahwa nubuatan itu tidak hanya berlaku buat mereka saja, tetapi untuk seluruh dunia,.. dan segera ia melanjutkan juga peristiwa penggenapan, nubuatan yang jauh sebelumnya sudah dikumandangkan oleh Nabi Yoel…

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. [4]

Jadi Dia sudah datang, IA datang setelah Yesus dipermuliakan oleh BAPA di dalam kematian Kristus…

dan perkataan Yesus di penghujung Matiuspun sedang terjadi, dan akan terus terjadi, sebab TUHAN adalah Immanuel,…”…Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”…[5]

[1] Yohanes 14:16, TB
[2] Yohanes 14:17, TB
[3] Kisah Para Rasul 2:14, TB
[4] Yoel 2:28-29, TB
[5] Matius 28:20, TB

Mengagungkan Allah

Desember 29, 2009 pukul 3:05 pm | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag:

Setelah kita tahu bahwa TUHAN tidak berkenan atas segala upaya kita, segala usaha kita, lalu bagaimana caranya kita mengagungkan Allah?…

Orang bisa mengagungkan Allah, dengan doa, dengan pemberian, dengan sumbangan-sumbangan, dengan memerhatikan orang-orang miskin dan sebagainya. Tetapi ingat, ini hanyalah buah dari mengenal Allah. Allah tidak berkenan atas itu semua.

Caranya adalah…..

Yohanes 17:4
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya., TB

Aku sudah mengagungkan Bapa di atas bumi ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa tugaskan kepada-Ku., IBIS

… dengan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan, yang telah Kristus contohkan.

Apa pekerjaan kita?
yaitu memancarkan Terang yang mana Yesus adalah Terangnya. Sehingga kita layak disebut ranting dari pokok anggur Yang benar itu.

Jadi bukan menghafal Kitab Suci, bukan juga mempertahankan ajaran-ajaran lain, bukan juga hal-hal yang lahiriah, tetapi yang rohaniah,…. yaitu hidup sebagaimana Kristus hidup.

Belas kasihan dan bukan persembahan

Desember 29, 2009 pukul 11:12 am | Ditulis dalam Apologet | 1 Komentar
Tag:

Belas kasihan dan persembahan adalah sama-sama dikerjakan.
Belas kasihan merupakan cerminan dari karakter baik, sementara persembahan adalah kekuatan yang sanggup kita berikan untuk memperlihatkan keluar kesanggupan kita.

Selidikilah apa artinya ayat Alkitab ini: ‘Aku menghendaki belas kasihan, dan bukan kurban binatang’. Sebab Aku datang bukan untuk memanggil orang yang menganggap dirinya sudah baik, melainkan orang yang dianggap hina.” Matius 9:13, IBIS.

Yang menganggap baik akan memberikan, mempersembahkan yang baik. Itu wajar.
Tetapi orang yang mengerjakan sesuatu untuk beroleh karakter baik, itu sangat tidak mungkin. Bisa saja terjadi, tetapi itu menjadi kurungan, kerangkeng emas.
“Saya baik kepada dia, karena dia baik kepada saya”, nah inilah yang saya maksud. Kita menjadi domba karena orang lain sudah menjadi domba, padahal itu hanya bulunya, hatinya tetaplah Heina, jorok dan bau dan beringas…bulu domba telah menjadi penjara sementara untuk memperlihatkan kebengisan berikutnya.

Ceburkanlah dirimu di dalam Kasih, di dalam Terang, maka Anda akan bersinar, penuh kasih…
ketika terang bersinar, segala yang gelap akan sirna. Terang menerangi. Gelap membutakan. Lakukan untuk memberi bukan untuk menilai apa yang patut diterima, itulah sumber terang. Sebab tidak ada terang yang menerangi terang, terang menerangi kegelapan. Kalau dikatakan sudah terang, maka sinarkanlah, tunjukkan sinarnya, perlihatkan karakternya.

Sekalipun kami atau malaikat dari sorga

Desember 29, 2009 pukul 10:28 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Galatia 1:8 Orang yang memberitakan “kabar baik” yang lain daripada Kabar Baik yang telah kami beritakan, biarlah ia dihukum Allah–sekalipun orang itu kami sendiri atau malaikat dari surga!

Manusia bisa saja salah, itu sangat memungkinkan, oleh karena keadaan tertentu harus berbohong sehingga dalam pengajarannya menjadi menyimpang. Seorang pelayan misalnya, karena jemaatnya adalah menteri, atau orang penting, bisa mengajarkan rupa-rupa pengajaran yang lunak…para majelis Gereja sering melakukannya, mewarning pembawa kotbah agar mengkotbahkan segala yang enak di dengar telinga saja.

Malaikat bisa saja berontak, Iblis sudah menjadi patron dari segala kejahatan.

Tetapi makna terbesarnya bukan di sana, sampai Kabar Baik menjadi menyimpang, sampai disebut ‘kabar baik’ yang lain….

‘Kabar Baik’ adalah berita, ada berita ada sumber,… dan karena Kabar Baik adalah bersumber dari YESUS KRISTUS, maka suatu ‘kabar baik’ yang lain tidak bersumber dari YESUS. Nah ‘kabar baik’ yang tidak bersumber dari YESUS KRISTUS adalah palsu, baik itu yang bersumber dari murid Yesus maupun malaikatnya Yesus (kalau-pun itu ada). Jadi sumber utamanya harus YESUS. Seperti Perjanjian LAMA, sangat terpenuhi di dalam kacamata penggenapan Perjanjian BARU, maka sedemikian jelaslah bagi kita mana-mana yang harus digenapi, yaitu menjadi pengikut Kabar Baik atau pengikut ‘kabar baik’.

Dimana letak kesalahannya? atau fatalkah?
Ingat saja.
Manusia pertama mau sama seperti Allah (…terlalu sering saya menulis ini),
maka manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama seperti Allah.
Dan manusia berikutnya mempunyai kecenderungan untuk menjadi sama seperti KRISTUS, ingin sama sebagai sumber dari Kabar Baik, sumber Injil. Dan Anda ingat,….”biarlah ia dihukum Allah“.

Paulus tekankan di sini, karena ia telah masuk di dalam lingkaran orang yang bisa menjadi salah satu sumber Injil,
Galatia 1:1 Saudara-saudara jemaat-jemaat di wilayah Galatia, Saya, Paulus, dan semua saudara Kristen yang bersama saya, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepadamu. Saya menjadi rasul bukan dengan perantaraan manusia atau karena diangkat oleh manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah Bapa kita yang sudah menghidupkan Dia kembali dari kematian., IBIS

.. ia menekankan, ia tidaklah menjadi sumber dari Berita Gembira, Kabar Baik itu, melainkan orang yang dipilih oleh Allah untuk memberitakan dari Sumber Utama. Saksinya banyak, buahnya nyata.

Berita sekunder melahirkan pergunjingan, sumber utama bisa menyenangkan jiwa. Tetapi bagaimana kita bisa percaya atau mau mencari sumber utama, jika kita sudah terikat oleh berita dari sumber ke dua?

Selamat Tahun Baru

Desember 29, 2009 pukul 9:56 am | Ditulis dalam Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , ,

Sejarah mungkin sangat membantu kita. Sejarah bisa juga membutakan kita.
Suatu kotbah di kebaktian umum, tanggal 27 Desember 2009, berbunyi, kita tidak tahu tepatnya kapan Yesus lahir, tetapi kita merayakannya, karena kita tahu tepat Tuhan sudah datang sebagai manusia.

Kita tahu 25 Desember adalah tanggal yang sama yang digunakan penyembah berhala (Dewa matahari) untuk merayakan hari besar dewanya itu, dan …. karena Kristen awal adalah dari mereka-mereka ini juga, maka hari itu, 25 Desember digunakan juga oleh Kristen, bukan untuk menyembah dewa matahari, tetapi mengenang terlahirnya Juruselamat mereka, merayakan inkarnasi agung, Firman Allah menjadi daging. Dan terbukti … penyembahan dewa matahari itu sudah terhilang, dan penyembahan TUHAN (baik Tuhannya matahari itu juga), bisa bertahan sampai sekarang… walau ada sedikit pembelokan-pembelokan,… sebab lambang natal sudah beralih ke sosok pria tua berjenggot dengan segala kantung hadiahnya, atau patung-patung es dengan segala atribut setannya…. walau ada makna yang bisa ditarik dari sana, tetapi semoga makna dasanya tidak dilupakan, yaitu… Firman Allah menjadi manusia, tetapi sudahlah, memang sedari awal selalu ada saja yang demikian. Batu dan tanah dan emas bersatu kuat,… setelah ‘dibakar’ barulah emasnya terlihat dan keluar, bercahaya dan indah.

Dan …. oleh karena awam mengetahui demikian, maka ada juga, saya memberitahukan, beberapa makna yang terluput.

Sampai sekarang wilayah Tapanuli, yang mayoritas Kristen, tidak pernah merayakan Natal sebagaimana orang Kristen yang hidup di wilayah lain (misalnya Jawa, atau luar Indonesia). Pada Natal orang Batak yang tinggal di perantauan (Jawa) saling kungjung mengunjungi,… tetapi orang Batak yang di Tapanuli, dan mereka yang masih membawa itu ke perantauan sana, saling mengungjungi bukan di Natalnya, tetapi di tahun barunya.

Jadi buat rekan-rekan sesama Batak, yang berkunjung di Hakadosh ini, saya dan keluarga, mengucapkan..
Selamat Tahun Baru…. yang bermakna, mengingatkan, “apakah kita sudah memiliki hidup yang baru”.
Sebab yang lama segera berlalu, yang baru segera datang. Semoga tahun-tahun yang terus berjalan yang sanggup kita lewati sanggup juga mengingatkan, atau sebisa mungkin membuka mata hati kita, bahwa Hidup Yang Baharu hanya di dalam DIA, yang sanggup memberi hidup.

Taendehon ma sian bukku logu i..” Naung salpu taon na buruki,…. ho ma hupuji Tuhanki”. (terjemahan literalnya: Mari kita nyanyikan dari Buku Lagu: “Lewatlah sudah tahun yang buruk,… Engkaulah yang ku puji o Tuhanku”). Lagu ini biasanya dinyanyikan di dalam doa keluarga (setiap keluarga) di rumah masing-masing, tepat pada tanggal 1 Januari pukul 00.00. Ketika semua orang, orang dunia, menyalakan terompet tahun baru, orang Batak menyanyikan lagu puji-pujian, salah satunya lagu ini.

Note:
Tanpa mengurangi makna dan menghilangkan identitas BATAK, orang Batak yang saya maksud di atas adalah Batak sub TOBA.

No Mercy (anymore)

Desember 29, 2009 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 14 Komentar
Tag: , ,

Yosua 8:25 Yosua terus saja mengacungkan tombaknya ke arah Ai, dan tidak menurunkannya sampai orang-orang di Ai sudah terbunuh semuanya. Hari itu juga matilah seluruh penduduk Ai–12.000 orang banyaknya, laki-laki dan perempuan., IBIS

Kita tahu, Kanaan adalah bangsa yang dikutuk sedari jaman Nuh, segera setelah peristiwa kandasnya bahtera Nuh di pegunungan Ararat. Dan memang tidak main-main, semua penduduk Kanaan terkenal dengan penyembahan berhalanya, suatu kekejian yang luar biasa di hadapan Yang Kudus, Allah Israel, Allah yang menciptakan dunia ini.

Setelah berjalannya waktu, Israel memegang pedang TUHAN untuk menghancurkan kekejian itu.
Dan tidak ada ampun, di bawah tangan Yosua, penyembahan berhala itu harus dihentikan.
Dan….. ketika rancangan TUHAN sudah terlaksana, tak satu usahapun yang sanggup menahan… semua harus rata dengan tanah, segaris dengan asal-muasal dari manusia yang fana itu, bagi yang meremehkan Roh TUHAN tentunya, yaitu DIA yang memberi kehidupan.

Ayat di atas bisa menjadi kiasan buat kita…
Sebab ketika Yesus Kristus datang di dalam keadaanNYA yang sebenarnya, HAKIM, Tuas atas segala tuan, dan Raja atas segala raja, IA tidak akan menurunkan Pedang RohNYA, Nafas TUHAN sendiri, untuk membenamkan segala yang menganggap dirinya layak sama seperti Allah. (Note: Manusia pertama, Adam dan Hawa, ingin sama seperti Allah, mereka segera terkutuk). Yang menganggap dirinya layak seperti Allah adalah mereka yang dengan kekuatan sendiri berusaha untuk menggapai segala kebaikan.
Ketika itulah, tidak ada lagi pengampunan, tidak ada lagi teriakan :”Tuhan-tuhan….”, sebab tidak ada gunanya berkata Tuhan tanpa perbuatan, tanpa mengenal Kasih. Perbuatan butuh waktu, sementara waktu itu bukan lagi waktu anugerah, tetapi WAKTU KRISTUS untuk memerintah… Kristus memerintah artinya segalanya sudah baharu, sebab Kristus kudus, maka yang di bawah pemerintahanNya juga tentu kudus. TUHAN menguduskan sehingga manusia layak di hadapanNYA,… dan segala rahasiapun terungkap, mereka yang terkutuk sedari awal (seperti Kanaan), dan yang merasa layak mencari allah sendiri, akan melihat, dan mendengar…”No mercy anymore”.

Orang atau Allah

Desember 26, 2009 pukul 9:01 pm | Ditulis dalam Apologet | 1 Komentar
Tag:

Pertanyaan yang masih menjadi misteri bagi banyak orang adalah… Siapakah pengarang Alkitab?
Di dalam bahasa tertentu kita bisa mengatakannya, siapakah penulis Alkitab, dalam arti penggagas dan ‘ide’ dasar di baliknya.

Kita tidak harus memasukkan segala yang tidak memiliki moral tentunya, sehingga hanya 2 ‘oknum’ yang menjadi pemeran utama.
Manusia atau Allah, tentu bagi mereka yang masih percaya Allah.

Tetapi manusia, oleh moral, dibagi menjadi 2 pihak, baik dan jahat.
Mungkinkah orang jahat bisa menulis Alkitab? Dari perbuatan seseorang kita bisa mengetahui moralnya. Standard moral apa yang disajikan oleh Alkitab menjadi momok yang menjulang tinggi, lebih besar dari unta tentunya, untuk bisa mengatakan bahwa tidak mungkin orang jahat menulis Alkitab. “Kasihilah musuhmu!”, tertulis di Alkitab. Jika seorang manusia yang ilahi dan berkuasa, tetapi bermoral buruk akan segera mengkorup ayat ini. “Lemparilah dengan batu sampai mati siapapun yang melanggar perintah TUHAN”, jika seorang yang hipokrit menulis ini, sedaya kuatpun ia menyembunyikan bulu serigalanya dibalik bulu dombanya, segera, atau anak-anaknya, atau mungkin siapa yang disekelilingnya akan segera memancarkan teror, pembunuhan massal atas nama kekudusan atau kesucian.
Jadi kita bisa mengeliminir orang-orang yang jahat.
Orang baik.
Ya orang baik akan dipuja, dipuji oleh orang-orang yang bisa merasakan segala kebaikan. Akan sangat mudah baginya mengatakan bahwa Daud, raja yang akan dikenang sepanjang masa, tidak pernah berjinah dengan istri Uria. Akan sangat mudah menyembunyikan status Rahab, dan…. tidak ada rumus yang paling rumit selain menggoreskan tinta putih pada kata Yesus :”tidak sampai ayam berkokok 3 kali engkau Petrus akan ‘membohongi’ Aku”. Tetapi ada begitu banyak hal-hal yang tersembunyi yang dinyatakan, diungkapkan.

Terakhir…. Allah adalah Dia yang menjadi Tokoh utama di balik tangan-tangan penulis Alkitab.

Alkitab menceritakan tentang Penulisnya (dibaca Penggagasnya), dan
dengan IA jugalah kita melihatnya. Sebab sudah dijelaskan di atas, jangan menggunakan kacamata orang jahat, itu tidak akan berhasil. Jangan juga dengan kacamata orang baik, Anda hanya akan membuat benturan-benturan yang sangat mampu membunuh roh Anda,… hanya dan oleh hanya DIA yang memampukan.

Ketahuilah, bacaan kita sama, contoh: Pada mulanya adalah Firman, ……Firman adalah Allah, tetapi di dalam kaca mata manusia (baik dan jahat), rahasia tidak akan terkuat,… dan semoga mereka yang telah bisa membacanya secara rohaniah, beroleh hidup dan mau sempurna seperti Kristus adalah Sempurna.

Keselamatan dan Beroleh Keselamatan

Desember 24, 2009 pukul 4:38 pm | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Pertanyaan yang terpenting dari semua pertanyaan adalah “Apa yang seharusnya aku lakukan untuk beroleh selamat?”. Paulus memberi jawaban dengan mengatakan, kepada pendosa yang mengenal dosanya, di dalam Kisah Para Rasul 16:31:”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kamu akan selamat ”
Hanya ini yang dapat dilakukan oleh semua manusia yang mengenal dosanya.
Keselamatan hanya oleh iman di dalam penyucian darah Kristus, hubungan secara personal yang penuh keyakinan atas kurban Keselamatan oleh Kristus yang telah menghapuskan dosa-dosa, percaya IA mengangkat dosa-dosa itu di dalam salibNYA, dan membawanya kedalam kematianNYA, sedemikian harus mati juga kedagingan kita, dan percaya di dalam kebangkitan Kristus yang telah memberikan kehidupan yang baru kepada kita. Bukan oleh barang yang fana, tetapi oleh darah Kristus. Lihatlah kebenaran ini di dalam 1Yohanes 1:7, “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” Darah ini sungguh-sungguh telah menyucikan semua dosa, baik dosa di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.

Orang yang berpikir bahwa perbuatan-perbuatan baik, moralitas yang tinggi, kebudayaan, pengurbanan, air mata, baptis, keanggotaan gereja, pemberian, pelayanan atau siapun dia atau apapun yang ia kerjakan tidak dapat memampukan kita untuk membersihkan partikel terkecil sekalipun dari dosa, atau nyata-nyata ia tidak mengerti rancangan Keselamatan. Kita tidaklah juga dapat diselamatkan jika kita percaya secara setengah-setengah, setengah di dalam Kristus dan setengah lagi atas perjuangan diri sendiri, kemauan diri sendiri. Siapapun yang berpikir bahwa keselamatannya bergantung kepada darah kurban Kristus dan menambah bonus berupa pekerjaan-pekerjaan sendiri, tidak akan beroleh selamat.

Ada dua pilihan, dengan belajar dari Firman Allah dan dari observasi bahwa, begitu banyaknya doktrin palsu yang meluas di dalam kekristenan, yaitu, percaya sepenuhnya di dalam Kristus, serta sebaik mungkin atas kemampuan diri kita sendiri dalam berperilaku untuk beroleh selamat, atau percaya sepenuhnya di dalam Kristus, serta sebaik mungkin di dalam berperilaku untuk tetap bertahan di dalam keselamatan itu.

Melalui sebuah pengujian dari agama-agama palsu fakta akan terkuak, bahwa mereka mengajarkan Keselamatan sebagai yang bersifat total atau sebagian-sebagian, yaitu dengan kehidupan yang baik atau perbuatan-perbuatan baik. Siapa saja yang memiliki pengajaran dan mengajarkannya sedemikian adalah guru palsu, musuh dari segala kebenaran. Janganlah menjadi pertimbangan jika guru palsu itu baik. Jika kita memberi racun kepada anak-anak kita, sementara kita berpikir, tadinya, itu makanan yang sehat, dari hasilnya akan kelihatan, kematian adalah ujungnya, sedemikianlah pengajaran dari guru palsu, penuh racun. Fakta kebaikan tidak akan menyembunyikan efek kematian yang diakibatkannya.

Jelas, Fiman Allah mengajarkan bahwa umat Kristen harus hidup kudus, suci, jujur, bertumbuh di setiap langkahnya.
Juga bahwa kesempurnaan adalah tujuan utama, harus juga menyalibkan kedagingan dengan segala kemauannya, dan kemauan yang bulat untuk mempertahankan tubuh mereka bersih, bahwa apapun yang mereka lakukan dan kerjakan haruslah dilakukan dan dikerjakan demi kemulian Allah.
Dikatakan, mereja wajib memuliakan Allah yaitu Roh yang ada di dalam mereka, mereka wajib berjalan di dalam segala yang rohaniah dan bukan segala keserakahan badaniah.
Pengajaran ini sangat jelas, bahwa orang yang telah diselamatkan melakukan semuanya ini bukan untuk beroleh selamat atau untuk bertahan di dalam keselataman itu, tetapi demi menyenangkan dan memuliakan Juruselamat.

Ada banyak kerajaan, tepatnya hanya ada dua saja, Kerajaan Kristus dan kerajaan Setan. Pikirkanlah anda berada di yang satunya atau yang satunya lagi. Kristus berkata :”Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”, Matius 12:30.
Pemerintahan Kristus terdiri dari mereka yang telah terlahir baru, mereka yang bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 20:21)
Pemerintahan Setan terdiri dari mereka yang tidak terlahir baru, yang tidak bertobat kepada Allah dan yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus:

1. Kita menjadi kepunyaan Kristus di dalam Hak-Nya sebagai Pencipta, Dia berikan kita hidup.
2. Kita menjadi kepunyaan Kristus di dalam Hak-Nya sebagai Pemberi, Dia menyediakan segala sesuatu yang memampukan untuk bertahan hidup
3. Kita menjadi kepunyaan Kristus di dalam Hak-Nya sebagai Juruselamat, Dia mati untuk keselamatan kita

Bagaimanapun pilhan manusia cenderung tertuju kepada Setan, dari pada Allah
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas (Roma 1:21; Roma 1:28),
Jadi ada sebagian manusia telah tidak beroleh selamat, dan bagian ini di dalam segala jaman, telah hidup di dalam perang terbuka dengan rancangan nyata Allah. Sejak dosa pertama manusia, perang telah ditabur antara Setan dan Kristus, dan Setan adalah ilah dari dunia ini dimana kebanyakan manusia lebih memilih mengikuti dia. Pada dasarnya alangkah jahatnya manusia ini, ia menggunakan hidupnya untuk melayani Setan, yaitu hidup yang telah Allah berikan, hidup yang Allah sediakan. Apakah ada allah yang bisa melihat ini? Allah melihatnya, dan Kristus mengambil kita dari sana, dari kerajaan Setan itu, sehingga mereka yang percaya akan mengurlurkan tangannya untuk menangkap uluran tangan Kristus, untuk menariknya dari lumpur yang mematikan itu, menuju kehidupan yang abadi bersama Dia, dan mereka yang menolak akan dihancurkan bersama dengan Setan.

Ingatlah kata-kata ini,
1. Seluruh manusia telah berdosa. “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6). “seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10). “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).
2. Buah dari dosa adalah maut, artinya dosa menyebabkan kita terpisah kekal dengan Allah.”Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23). “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” (Efesus 2:1).
3. Kristus sendiri telah mati demi kita, menggantikan kita, mengangkat atau mengambil semua hukum dari dosa di dalam tubuhNYA, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Petrus 2:24). “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).
4. Kita menjadi anak-anak Allah melalui iman percaya di dalam Kristus, percaya penuh di dalam kurban yang telah Ia lakukan untuk menggantikan kita di atas salib. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yohanes 5:24).
5. Janji Allah menyertai orang yang diselamatkan. “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yohanes 10:28-29). “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya” (Yudas 1:24).
6. Firman Allah mengarahkan kita bahwa hidup baru yang telah kita terima diperoleh dengan hanya menerima Kristus, dan membuktikan penerimaan itu dengan hidup benar dan bertumbuh. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10). “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kolose 3:17).

disari dan diterjemahkan dari:
How Tobe Saved, Anderson R.J

Type of The Antichrist

Desember 24, 2009 pukul 4:35 pm | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag:

As there was the shadows first, and then the substance
So we have seen the Type first, and then the anti-type.
I have shown you types of The Christ, now, the time is to see the type of antichrist. It is written vividly at The Holy Bible.
Our Lord Jesus said :” Be careful! I have told you everything ahead of time. “, Mark 13:23,NET.

1. Cain
What the Bible say about this man?
First: We are told “Cain was of that Wicked One (1 John 3:12), and the antichrist will also
Second: Cain was a religious hypocrite. He worshiped God as Abel, his brother, did. But when The LORD refused his offering, he was very wroth, he became angry and he killed Abel brutally. Cain can see Abel offering which God accepted, he can follow it, but denial was most accepted. So anyone denies The LORD that one will be –look the point clearly this is not about ‘knowing not’ The LORD–the antichrist, 1 John 2:22.
Third: Cain was a ruler over Abel (Genesis 4:7), he murdered him, and so the antichrist will be the ruler over men, and will murder sons of God
Forth: After he murdered Abel, he lied (Genesis 4:9). antichrist also will be called “The Lie”.
Fifth: God’s judgment descended upon Cain (Genesis 4:10). And antichrists blasphemous delusions will be quickly dispelled
Sixth: Cain was maid to exclaim (Genesis 4:13), such indeed will be the awful portion meted out to antichrist (Revelation 19:20)

2. Lamech
First : Lamech means powerful, antichrist shall be (Revelation 13:4), will be powerful govermentally, mighty in his person, and lawlessness.
Second: remind you, Lamech was decendant of Cain, evil line
Third: he was the seventh from fallen Adam, as though to intimate that the cycle of depravity was completed in him. So the Antichrist will be not only the culmination of satanic craft and power, but as well, the climax of human wickedness—the Man of Sin
Forth :He was also a murderer
Fifth: He was filled with pride, arrogant, self-importance
Sixth: in the fact that the very next thing recorded after the brief notice of Lamech is the birth of Seth (the one from whom, according to the flesh, Christ descended) who set aside the line of Cain—for on his birth Eve exclaimed, “God hath appointed me another seed instead of Abel whom Cain slew” (Gen. 4:25)— thus we have a beautiful foreshadowing of the millennial reign of the Lord Jesus following the overthrow of the Antichrist.

3. Nimrod
First: Nimrod means “The Rebel”, The Lawless One, who shall oppose and exalt himself above all that is called God (2 Thess. 2:4). And who shall “stand up against the Prince of princes” (Dan. 8:25)
Second: Nimrod was decendant of Cush, Cush was a son of Ham, who was curst by Noah. antichrist will come from the evil line.
Third: He was a mighty one, the first in the world.
Forth: it is also added, “Nimrod the mighty hunter before the Lord” which means that he pushed his designs in brazen defiance of his Maker. The words “mighty hunter before the Lord” are found twice in Genesis 10:9. This repetition in so short a narrative is highly significant. If we compare the expression with a similar one in Genesis 6:11,—”The earth also (in the days of Noah) was corrupt before God”—the impression conveyed is that this “Rebel” pursued his impious designs in open defiance of the Almighty. The contents of Genesis 11 abundantly confirm this interpretation. In like manner, of the Antichrist it is written, “And the King shall do according to his will, and he shall exalt himself and magnify himself above every god (ruler), and shall speak marvelous things against the God of gods” (Dan. 11:36). Fifth, Nimrod was a “Man of Blood.” In 1 Chronicles 1:10—”And Cush begat Nimrod; he began to be mighty upon the earth.” The Chaldea paraphrase of this verse says, “Cush begat Nimrod who began to prevail in wickedness for he slew innocent blood and rebelled against Jehovah.” This, coupled with the expression “a mighty Hunter before the Lord,” suggests that he relentlessly sought out and slew God’s people. As such, he accurately portrayed the bloody and deceitful Man (Ps. 5:6), the violent Man (Ps. 140:1).
Fifth, Nimrod was a King—”the beginning of his kingdom was Babel” (Gen. 10:10. Thus he was King of Babylon, which is also one of the many titles of the Antichrist (Isa. 14:4). In the verses which follow in Genesis 10 we read, “He went out into Assyria and builded Ninevah, and the city Rehoboth, and Calah,” etc. (Gen. 10:11). From these statements it is evident that Nimrod’s ambition was to establish a world empire.
Sixth, mark his inordinate desire for fame. His consuming desire was to make for himself a name. Here again the antitype marvelously corresponds with the type, for the Man of Sin is expressly denominated “King over all the children of pride” (John 14:34).

4. Chedorlaomer.
First: The history of this man is recorded in Genesis 14 which is a chapter of deep interest to the student of typology. The chapter opens with the words “And it came to pass in the days” of.” This is an expression which occurs six times (in the Hebrew) and always marks a time of trouble ending in blessing—cf Ruth 1:11; Isaiah 7:1; Jeremiah 1:3; Esther 1:1; 2 Samuel 21:1″ (Companion Bible). Such is plainly the case here. The first half of Genesis 14 depicts Tribulation conditions, and this is followed by a scene foreshadowing millennial glory. The time when Chedorlaomer lived is the first point in the type. His history is recorded just before the first mention of Melchizedek, the priest-king, who came forth and blessed Abraham—an unmistakable foreshadowment of Christ in millennial glory, blessing Israel.
Second, the name of this man is highly significant. Gesenius, in his lexicon, says of the word ‘a handful of sheaves’…perhaps its true etymology should be sought in the ancient Persian.” The latter is doubtless correct, for “Elam,” of which Chedorbaomer was king (Gen. 14:1), is the ancient name for Persia. Col. Rawlinson searched for his name on the tablets of ancient Assyria, and there he found that his official title was, “Ravager of the west”! Thus was he a true type of the coming one who shall wade through a sea of blood to his coveted position as Emperor of the world.
Third, it is indeed remarkable to find that just as Revelation 13:1 shows us that the empire of which the Antichrist will be the Head (see our notes on this verse in Chapter 11) includes within it the territory and perpetuates the characteristics of the earlier empires (Babylon, Persia, Greece, and Rome), so dominions: “And it came to pass in the days of Amraphel king of Shinar, Arioch king of Ellasar, Chedorlaomer king of Elam, and Tidal king of nations.” Now “Shinar” is one of the names of Babylon (see Daniel 1:2); “Elam” is the ancient name of Persia’ “Ellasar” is translated “Hellas” in the Sept., which is the ancient name of Greece; while “Tidal king of the nations” evidently stands for Rome, the last of the world empires.
Fourth, but what is even more striking, is the fact that in Genesis 14:5 Chedorlamoer is seen at the head of the kings mentioned in Genesis 14:1. They act as his vassals, and thus bow to the superiority of this one who was evidently a King of kings.
Fifth, Chedorlaomer was a warrior of renown. He was the Attila, the Napoleon of his day. He defeated in battle the kings of Sodom and Gomorrah and brought them into subjection and servitude (see Genesis 14:2-4). Later, they rebelled, and gathering his forces together he went forth, vanquished, and slew them (Gen. 14:9, 10). Thus did he foreshadow the Destroyer of the Gentiles (Jer. 4:7).
Sixth, in Genesis 14:12 we read, “And they took Lot, Abraham’s brother’s son, who dwelt in Sodom, and his goods, and departed.” This prefigured the persecution of Israel by Antichrist and his subordinates in a coming day. Finally, we learn how that Abraham and his servants pursued Chedorlaomer and his forces, and that “Chedorlaomer and the kings that were with him” were slain “in the kings dale” (Gen. 14:17), which strikingly adumbrated the future overthrow of Antichrist and the kings who shall be with him, in the dale of Megiddo (see Revelation 19:19).

5. Pharaoh.
First, Pharaoh was king of Egypt which, in Scripture, is the lasting symbol of the world. In like manner, the one whom he so strikingly prefigured will be Head of the world-kingdom.
Second, the Pharaoh of Exodus came from Assyria (Isa. 52:4); so also will the Antichrist first rise in that land.
Third, Exodus 1 presents him to our view as the merciless persecutor of the Hebrews, embittering their lives by hard bondage.
Fourth, he is next seen as the one who sought to cut off Israel from being a nation, giving orders that all the male children should be slain in infancy.
Fifth, he was the blatant defier of God. When Moses and Aaron appeared before him and said, “Thus saith the Lord God of Israel, Let My people go, that they may hold a feast unto Me in the wilderness,” his arrogant reply was, “Who is the Lord, that I should obey His voice to let Israel go?” (Ex. 5:1,2).
Sixth, God’s two witnesses performed miracles before Pharaoh (Ex. 7:10); so, too, will God’s two witnesses in the Tribulation period work miracles before the Beast (Rev. 11:6,7).
Seventh, Pharaoh had magical resources at his disposal (Ex. 7:11), as the Antichrist will have at his (2 Thess. 2:9).
Eighth, Pharaoh made fair promises to the Hebrews, only to break them (Ex. 8:8,15). In this, too, he foreshadowed the Antichrist in his perfidy and treachery toward Israel.
Ninth, he met with a drastic end at the hands of God (Ps. 136:15).
Tenth, he was overthrown at the time that Israel started out for the promised land: so Antichrist will be cast into the Lake of Fire just before Israel enters into everlasting possession of their promised inheritance. In all of these ten respects (and in others which the student may search out for himself) Pharaoh was a striking and accurate type of the Antichrist.

6. Abimelech.
First, Abimelech signifies “father of the king.” Gideon, deliverer of Israel, was his father. But his mother was a concubine, and this name was given to him, no doubt, for the purpose of hiding the shame of his birth. Looking from the type to the antitype—”Father of the King”—all attention to the satanic origin of the Antichrist.
Second, Abimelech slew seventy of his own brethren (Judg. 9:5), and was therefore a bloody persecutor of Israel.
Third, Judges 9:6, 22 tell us that he was “king over Israel.”
Fourth, it is significant to note that he occupied the throne at the time of Israel’s apostasy (see Judges 8:33, 34).
Fifth, it is also most suggestive that we are told he commenced his career at the stone (Judg. 9:6), or pillar, which Joshua erected in Ebal (facing Gerizim), the mount where all the curses of a broken law were announced—Deuteronomy 11:29; 27:4, 12, 13; Joshua 8:30.
Sixth, he was a mighty warrior, a violent man (see Judges 9:40-50, and cf. Psalm 140:1 for the Antichrist as such).
Seventh, he was slain by the sword (Judg. 9:54 and see Zechariah 11:7; Revelation 13:3 for the antitype).

7. Saul.
First, In at least ten respects Saul foreshadowed the Antichrist. Almost the first thing told us about Saul is that he was “from his shoulders and upward higher than any of the people” (1 Sam. 9:2, which is repeated in 10:23). As such he fitly prefigured the coming Super-man, who in intelligence, governmental power, and satanic might, will so tower above all his contemporaries that men shall exclaim, “Who is like unto the Beast?” (Rev. 13:4).
Second, Saul was king of Israel (1 Sam. 10:24), so also will the Antichrist be.
Third, Saul was a priest-king, blatantly performing the office of the Levite (see 1 Samuel 13:9, and cf. Ezekiel 21:25,26 R. V.).
Fourth, the time of his reign was immediately before that of David, as that of the Antichrist will immediately precede that of David’s Son and Lord.
Fifth, he was a mighty warrior (see 1 Samuel 11:11; 13:1-4; 15:4; 7:8).
Sixth, he was a rebel against God (1 Sam. 15:11).
Seventh, he hated David (1 Sam. 18:7,8,11; 26:2, etc.).
Eighth, he slew the servants of God (1 Sam. 22:17,18).
Ninth, he had intercourse with the powers of evil (1 Sam. 29).]
Tenth, he died by the sword (1 Sam. 31:4).

8. Goliath.
First, his name means “Soothsayer” which at once connects him with the powers of evil.
Second, he was a giant, and thus, like Saul, prefigured the Super-man.
Third, he was the enemy of Israel.
Fourth, his consuming egotism was displayed in his blatant challenge, “I defy the armies of Israel” (1 Sam. 17:10).
Fifth, the mysterious number 666 (the number of the Antichrist) is connected with Goliath. Note the three sixes. (a) He was six cubits high (1 Sam. 17:4). (b) Six pieces of armor are enumerated—helmet, coat of mail, greaves, target, staff, and shield (1 Sam. 17:5-7). (c) His spear’s head weighed six hundred shekels of iron (1 Sam. 17:7).
Sixth, he was slain by the sword (see 1 Samuel 17:51).
Seventh, he was slain by David—type of Christ. In each of these respects he foreshadowed the Antichrist.

9. Absalom.
First, the meaning of his name is very significant. “Absalom” means “father of peace.” A careful reading of his history reveals the fact that, again and again, he posed as a man of peace, while war was in his heart. So the Antichrist will pose as the promised Prince of peace, and for a time it will appear that he has actually ushered in the Millennium. But ere long his violent and bloody character will be revealed.
Second, Absalom was the son of David, and therefore a Jew.
Third, but Absalom was a son of David by Maacah, the daughter of the Gentile king of Jeshur (2 Sam. 3:3). So, too, will the Antichrist be a veritable king among men.
Fifth, Absalom was a man of blood (2 Sam. 13,etc.).
Sixth, Absalom sought to obtain the kingdom by flatteries (2 Sam. 15:2-6); cf. Daniel 11:21,23.
Seventh, he cloaked his rebellion by a pretense of religion (read 2 Samuel 15:7,8).
Eighth, he was the immediate cause of the faithful followers of David being driven from Jerusalem into the wilderness (2 Sam. 15:14-16).
Ninth, he reared up a pillar unto himself (2 Sam. 18:18), which clearly foreshadowed the image which the Antichrist will cause to be set up unto himself.
Tenth, he met with a violent end (2 Sam. 18:14).

from pink-Antichrist, THEWORD Module, Chapter 12, TYPES OF THE ANTICHRIST

Inilah Kitab yang diubah Paulus

Desember 23, 2009 pukul 9:35 am | Ditulis dalam Apologet | 19 Komentar
Tag: ,

List Kitab yang diubah Paulus:

* Epistle to the Romans
* First Epistle to the Corinthians
* Second Epistle to the Corinthians
* Epistle to the Galatians
* Epistle to the Ephesians
* Epistle to the Philippians
* Epistle to the Colossians
* First Epistle to the Thessalonians
* Second Epistle to the Thessalonians
* First Epistle to Timothy
* Second Epistle to Timothy
* Epistle to Titus
* Epistle to Philemon

(link : http://en.wikipedia.org/wiki/New_Testament)
Menurut ensiklopedia agama-agama dunia, kitab Ibrani ditulis oleh Paulus, tetapi sepertinya ditolak oleh beberapa ahli.

Jadi sebanyak itulah Kitab yang diubah Paulus, ia mengubah khikmat yang dari Tuannya, Kristus, menjadi tulisan. Senjata perangnya adalah pena dan kerendahan hati. Dan oleh pena inilah ia dibenci. Banyak orang dibenci karena berbohong dan berdusta, tetapi banyak orang membenci Paulus karena ia beriman kepada Allah yang esa, karena ia menulis dan karena ia termasuk tersangka utama yang menjadikan Alkitab klop menjadi 66 buah, yang mana Alkitab ini menjadi senjata yang ampuh bagi orang-orang yang seiman dengan Paulus.

Padalah penuduh tidak tahu.. pengarang Alkitab adalah ROH KUDUS. IA hanya menggunakan otak, tangan, hati, dan jiwa Paulus.

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.