Tak satu iota-pun….(4)

November 30, 2009 pukul 9:08 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , ,

Matius 5:17-20, BIS
“Janganlah menganggap bahwa Aku datang untuk menghapuskan hukum Musa dan ajaran nabi-nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskannya, tetapi untuk menunjukkan arti yang sesungguhnya. Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi! Oleh karena itu, barangsiapa melanggar salah satu dari perintah-perintah itu, sekalipun yang terkecil, dan mengajar orang lain berbuat begitu juga, akan menjadi yang paling kecil di antara umat Allah. Sebaliknya, barangsiapa menjalankan perintah-perintah itu dan mengajar orang lain berbuat begitu juga, akan menjadi besar di antara umat Allah. Jadi, ingatlah: Kalian tidak mungkin menjadi umat Allah, kalau tidak melebihi guru-guru agama dan orang-orang Farisi dalam hal melakukan kehendak Allah!”

Keluaran 20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

arti sesungguhnya, kalau ada kasih, kamu tidak akan menghakimi sesamamu, kamu tidak akan mengucapkan kata-kata yang tidak benar, kamu tidak akan munafik, tidak akan mencari-cari kesalahan orang lain, milikilah hati yang bersih, dan letakkanlah kesaksianmu kepada Dia yang mau menghargainya di dalam Roh, jangan memberikan hatimu kepada dia, si Iblis, bapa dari segala pendusta, so sunatlah hatimu, hiduplah kudus, sebab ALLAH adalah Kudus..:

Matius 7:1-5, BIS
Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah.
Sebab sebagaimana kalian menghakimi orang lain, begitu juga Allah akan menghakimi kalian. Dan ukuran yang kalian pakai untuk orang lain, akan dipakai juga oleh Allah untuk kalian.
Mengapa kalian melihat secukil kayu dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kalian perhatikan?
Bagaimana kalian dapat mengatakan kepada saudaramu, ‘Mari saya keluarkan kayu secukil itu dari matamu,’ sedangkan di dalam matamu sendiri ada balok?
Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, barulah engkau melihat dengan jelas, dan dapat mengeluarkan secukil kayu dari mata saudaramu.

Iklan

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Posting yg berat ya lae …
    .
    .
    Saya coba menerangkan hanya kulit luarnya utk mereka yg tidak dapat menerima kalimatNya dimana Kristus telah menggenapinya dan membuat Dia adalah Tuhan atas hukum Taurat.
    .
    .
    Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa maka FirmanNya harus dilaksanakan yakni Adam dan Istrinya akan mati dan takluk akibat ketidaktaatan kpd hukum dosa. Hukum dosa itu adalah dijauhkan dari hadirat Allah yg berarti maut. Padahal apapun yg jauh dari Allah dapat dipastikan adalah kebinasaan yg kekal adanya. Tetapi Allah adalah Tuhan yg Maha Adil dan tidak membiarkan manusia itu binasa krn dosa-dosa. Maka Dia menyiapkan suatu rancangan agar manusia kembali kepada Allah. Dia menyiapkan AnakNya untuk menebus dosa manusia . Tetapi sebelum waktunya kedatangan Kristus itu ke dunia ini, maka Allah memberi suatu hukum Taurat yakni hukum tentang sebab akibat dari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Hukum Taurat tsb dibuat untuk mengukur derajat pengenalan manusia akan dosa dimana semua manusia tidak ada yg mampu melakukannya. Itulah arti keKUDUSAN Allah dimana HUkum Taurat adalah pembanding bagaimana mengenal Allah yg benar dan dapat menghampiriNYa. Tetapi dosa pemberontakan manusia sbg akibat ketidak taatan manusia pertama telah semakin menjadi-jadi membuat manusia yg melakukan hukum Taurat menjadi tidak benar. Jadi secara logis bhw Hukum Taurat diberikan Allah kpd Musa bukan untuk membenarkan manusia jikalau melakukannya tetapi jalan hanya mengenal kengerian dihukum jikalau gagal untuk kudus sesuai standar keKUDUSAN Allah . Jadi tidak ada yg mampu melakukannya kecuali yg memberikannya sendiri kpd Musa. Di dalam HUKUM TAURAT telah dikatakan mata ganti mata, nyawa ganti nyawa . Dapatkah kita renungkan siapa orang di dunia ini mau mati untuk menebus kesalahan manusia yg tidak dia kenal ? Tetapi hukum Taurat itu digenapin Kristus dengan cara mati di salib. Jikalau bukan krn HUkum Taurat maka Allah dapat saja mengampuni dosa manusia begitu saja. Tetapi Karena Kristus sendiri memberikan hukum Taurat itu kpd Musa maka Dia sudah pasti tahu tidak akan ada yg tidak boleh digenapin di dalamnya satu titik pun. Sewaktu Dia hidup di dunia ini, Dia berpuasa dan menangis sbg akibat kehinaan krn dosa-dosa itu. Dia merendahkan diriNya sedemikian rupa dan memastikan tidak satupun ayat dan iota yg tidak terpenuhi di dalam Taurat itu melalui kedatanganNya ke dunia ini. Kristus sudah menggenapin hampir 99% yg ada didalam hukum Taurat tsb dan satu lagi yg belum Dia genapin yakni ttg kedatanganNya yg ke dua kali ke dunia ini. Dia datang sbg Raja Yang Maha Kuasa. Allah Yang Telah Menang atas kunci Maut. Dia segera datang MARANATHA

    Shalom

    • ulasan yang Injili bener lae, seep…

      shalom

  2. […] tanya orang itu. Yesus menjawab, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: