Relijius dan Rentan

November 24, 2009 pukul 8:37 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag:

Raja Nebukadnezar, raja Babel. Ia penyembah dewa-dewa, ia juga memiliki penasehat-penasehat, ahli nujum, ahli jampi, pelihat (nabi-nabi), imam-imam sebagai “pemberi” pertimbangan untuk memutuskan perkara. Ia dikelilingi oleh orang-orang yang hebat, orang-orang yang dikhususkan untuk dewa-dewa. Ia adalah seorang yang relijius.

Suatu saat ia memiliki soal. Ia lalu bertanya kepada semua yang hebat disekelilingnya.
Nebukadnezar: “Aku ada soal, beritahukan saya soal itu, dan apa penyelesaiannya?”
Ahli-ahli :”Bagaimana mungkin kami bisa menyelesaikan soal, kalau soalnya sendiri tidak diberitahukan oleh Tuan?”

BIS, Daniel 2:10-11 Para ahli itu menjawab, “Di seluruh dunia tidak ada seorang pun yang dapat memberitahukan apa yang Tuanku kehendaki itu. Dan belum pernah seorang raja, betapa pun besar dan mulianya, menuntut hal seperti itu dari para peramal, ahli jampi, dan orang-orang berilmu di istananya. Tuanku menginginkan sesuatu yang terlalu sulit. Tak seorang pun dapat memenuhi kecuali para dewa, tetapi mereka tidak diam di antara manusia.

Kita yang beriman(pada waktu sekarang) :”hmmm belum tahu dia….”

Nebukadnezar sangat marah, kesalnya luar biasa.
Jika ia bukan orang yang relijius dan tidak rentan, tentu Daniel segera akan dibunuhnya, tetapi ia mengerti bahwa ada “dewa” yang lebih berkuasa dari dewa-dewa yang ia kenal.
Mungkin ia sedang berpikir, “Apakah “para dewa” telah diam di dalam Daniel ini?”.

Suatu saat ia juga menerima usulan relijius lainnya, tentu dari penasehatnya. Mendirikan dewa setinggi 27 m, lebarnya hampir 3 m. Pada saat peresmiannya semua orang harus menyembah patung ini.
Tetapi Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tidak mau. “Bakar”, teriaknya. Mereka dibakar.
Dan… Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak terbakar. Jika Nebukadnezar tidak memiliki hati yang rentan, tentu hatinya akan sekeras Firaun, tetapi ia berkata:”

BIS Daniel 3:28-29 Lalu berkatalah raja, “Pujilah Allah yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Dia telah mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan ketiga hamba-Nya yang percaya kepada-Nya. Mereka telah melanggar perintahku dan lebih suka mati daripada menyembah atau memuja dewa mana pun kecuali Allah mereka sendiri. Sebab itu aku memerintahkan bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allah yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipotong-potong dan rumahnya akan dirobohkan dan dijadikan timbunan puing. Sebab tidak ada dewa yang dapat melakukan apa yang telah dilakukan Allah itu.”

Ia sekali lagi menerima kelembutan hatinya, kerentanan, sifat relijius yang benar, walau ada hal-hal yang lain yang belum begitu mengena, ia belum mengenal secara pribadi siapa sebenarnya Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Dan di kitab Daniel Pasal 4, kita bisa melihat jauh akan pengenalan secara pribadi dari Nebukadnezar kepada El yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Pengenalannya berhasil karena ia memiliki hati yang lembut, rentan, dan kekayaan relijius.

Pengetahuan akan adanya Allah bisa membawa kita kepada kebutaan, seperti Nebukadnezar, ia rela membumihanguskan siapa saja yang tidak menyembah Elohim.

Pengenalan akan hadirat Allah memampukan kita menyembah dan memazmurkan pujian. Sekali lagi Nebukadnezar memberi contoh, mazmurnya :“Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak. Daniel 4:37, BIS”

soal = mimpi
penyelesaian = arti mimpi

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Pengenalan akan hadirat Allah memampukan kita menyembah dan memazmurkan pujian.

    ______________________________________
    .
    .
    .

    sangat tepat tulisan lae itu.
    Tetapi sering teman-teman yg sama dgn kita justru mengaburkan keKudusan Allah kita itu lae. Tulisan dan pendapat mereka lebih sering menyerang kepercayaan keyakinan org lain. Padahal dimana ada pemberitaan Kristus maka disitu juga ada Kasih dan Damai sejahtera. Padahal justru iman spt Daneil, Sadrakh dan Abednego , kita anak-anak Tuhan menaruh harap dan iman dalam mengenalkan Tuhan kita itu kpd yg belum percaya kpd Kristus. Sebab Roh Kuduslah yg akan memberi jawab kpd siapa kita disuruh bertanya jawab. Jadi hidup dan perkataan kita adalah cerminan Kristus yg kita percayain
    .
    .
    kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. ( 1 Petrus 3:15-16 )

    Shalom

    • ya lae, semoga kita bisa menerima ke-Kudus-an itu, dan bukan hanya menerima tetapi juga mengenalNYA, tetapi bukan juga hanya mengenal, tetapi juga berada di dalam hadiratNYA…

      salam lae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: