Sampai tidak ada

November 23, 2009 pukul 1:24 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: ,

Harga, dari Kamus Besar Bahasa Indonesia,
har·ga n
1 nilai barang yg ditentukan atau dirupakan dng uang: mobil ini sangat mahal — nya;
2 jumlah uang atau alat tukar lain yg senilai, yg harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pd waktu tertentu dan di pasar tertentu;
3 ki kehormatan (diri): tahu akan — dirinya;
4 ki guna (arti, kepentingan, kabar, dsb): saran itu dianggap tidak ada — nya untuk diperhatikan;
ada rupa ada — , pb harga barang ditentukan oleh keadaan barang;

Sekarang kalau kita memainkan hitung-hitungan,..
hargailah rumah Anda,
hargai mobil Anda,
hargai perkakas elektronik Anda,
..
..
hargai anak-anak Anda,
hargai istri Anda,
..
..
hargai juga diri Anda sendiri…
semuanya, apa saja yang Anda miliki…
uang, permata,… semuanya…kebaikan Anda, ketulusan Anda, agama Anda… semuanya..pengetahuan Anda..
jika itu semua dijumlah tidak akan ada yang setara dengan satu jembatan perdamaian menuju Allah.

Sehingga, Allah sendiri mengambil inisiatif, dan Darah TebusanNya itu sangat mahal. Karena tidak ada satupun yang setara dengan DIA, maka IA memberikannya secara cuma-cuma, anugerah.

Itulah makna “tidak ada yang setara“, bahwa “sampai tidak ada” yang kita milikipun masih belum bisa disamakan dengan harga anugerahNYA.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Allah sendiri mengambil inisiatif, dan Darah TebusanNya itu sangat mahal. Karena tidak ada satupun yang setara dengan DIA, maka IA memberikannya secara cuma-cuma, anugerah

    _____________________________

    .
    .
    Sangat benar pendapat lae itu. Krn untuk menyelamatkan dunia ini dari kutuk dosa maka Allah sendiri yg harus mengambil inisiatif penyelamatan. Itu makanya nabi-nabi jaman dahulu mencatat bhw Juruselamat itu adalah Allah sendiri.
    .
    .
    Adam sbg manusia ciptaan Allah yg pertama telah gagal membawa amanat agung untuk tunduk dan hidup sesuai firmanNya. Sehingga oleh ketidak taatannya membawa dia dan seluruh keturunannya menjadi jauh dari hadirat Allah dan mati terkutuk krn dosa.
    .
    .
    Maka untuk mengembalikan posisi hubungan Allah dan manusia seperti semula, Allah menyuruh AnakNya untuk mengambil alih hukuman kutuk dosa itu, krn Taurat mengatakan mata ganti mata , nyawa ganti nyawa. Sehingga oleh pengorbanan Kristus melalui kematianNya itu maka hubungan Allah dan manusia itu kembali pulih seperti penciptaan pertama. Karena Yesus adalah Anak Allah sendiri maka di dalam penderitaanNya itu tergenapin semua kehendak Allah Bapa yg telah mengutusNya. Sehingga kesetaraan Mereka tidak dapat lagi dibanding dgn apapun yg lebih besar dari hal itu. Yang lama telah berlalu yang baru sudah datang. Tidak ada yg lebih besar dari anugerah yg telah cuma-cuma itu Dia berikan kpd kita.
    .
    .
    .
    Sekarang bagaimana, bukankah jalan keselamatan itu sangat mudah dgn hanya tinggal mempercayaiNya. Jikalau memang sulit mempercayaiNya bukankah masalahnya ada didiri manusia yg mengganggap terlampau ringan jalan keselamatan itu.

    Shalom

    • hebat sekali ulasan lae…

      tepat kata lae

      Sekarang bagaimana, bukankah jalan keselamatan itu sangat mudah dgn hanya tinggal mempercayaiNya. Jikalau memang sulit mempercayaiNya bukankah masalahnya ada didiri manusia yg mengganggap terlampau ringan jalan keselamatan itu.

      bukan masalah mengetahui segala sesuatu,.. bukan masalah apa yang kita miliki,
      tetapi seberapa berani kita menerima anugerah itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: