Inikan Haram?

November 19, 2009 pukul 2:24 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 14 Komentar
Tag:

Markus 7:18-19 Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

1 Korintus 10:23
“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Setiap perkataan, ajaran, roh yang diluar harus kita olah di dalam hati, kita bisa mempercayai itu semua, tetapi jangan lupa menyaringnya di dalam hati, jangan menjadi sama seperti apa yang Anda terima secara mentah-mentah, karena tidak semua berguna, tidak semua bisa membangun. Bandingkanlah dengan firman Allah yang ada di dalam Anda. Yang tidak perlu buanglah itu di jamban, yang baiknya keluarkanlah itu, karena hati Anda penuh dengan kebaikan, sebab Kristus ada di sana.

14 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Laeku terkasih..

    Banyak org menganggap bhw Kristus datang ke dunia ini hanya utk merusak hukum Taurat. Anggapan mereka bhw Kristus datang bukan utk menggenapin hukum Taurat itu tetapi malah meniadakannya. Alasan mereka adalah , salah satunya ttg judul posting lae di atas. Sebagai bahan perbandingan, banyak hukum-hukum Taurat tentang bagaimana makanan dan minuman. Saya ambil contoh, tidak boleh tentang memakan makanan yg ada darahnya.
    tidak boleh memakan binatang haram dsbnya. Tetapi mereka bertanya kenapa setelah kedatangan Kristus semua peraturan ttg makanan dn minuman malah dilanggar org-org Kirsten. Dan utk itulah kiranya uraian saya ini saya sertakan bersama posting lae kali ini.
    .
    .

    Setelah pada jaman dahulu kala Allah berfirman melalui nabi-nabiNya maka pd jaman sekarang Allah berbicara melalui AnakNya Yesus Kristus. Pada jaman dahulu Allah membuat suatu hukum Taurat agar manusia mengenal dosa-dosa dan harus mengerti bhw semua dosa-dosa yg terlihat disitu harus dijauhi saat mendekat kpd Allah. Pada jaman akhir ini, Yesus Kristus menggenapin hukum Taurat tsb dan memperdamaikan segala sesuatu yg ada di atas dgn di Bumi sehingga setiap manusia yg percaya dn melakukan kehendakNya dpt mendekat dan menyapa Allah itu sbg Bapa. Pada jaman dahulu diperlukan suatu hukum pengenalan yg walaupun kita kenal tetapi tidak akan menyelamatkan kita. Tetapi melalui kedatangan Yesus ke dunia ini maka Allah yg jauh hari telah merencanakannya hendak mendatangkan KerajaanNya yg mendatangkan damai sejahtera dan membawa manusia yg percaya menjadi warga negara Kerajaan Allah itu.
    .
    .
    Jadi kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini bukanlah ttg hal-hal yg ada kaitannya hal sepele ttg makanan, minuman dan hal-hal lahiriah. Tetapi sesuai dgn kehendak Bapa Allah, yaitu menegakkan Kerajaan Allah di mana didalamnya penegakan tentang KEBENARAN dan KEROHANIAN sehingga setiap kita warga Kerajaan yg diselamatkan didalam rencana Allah itu maka kita hanya mengalami damai sejahtera dan kebenaran yg kekal.

    Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus
    ( 1 Rom 14:17)
    .
    .
    Jika Yesus Kristus datang ke dunia ini masih menganggap penting ttg peraturan makanan dn minuman maka batallah semua kebenaran yg telah Dia nyatakan bahwa akan tiba saatnya bhw setiap manusia hanya akan menyembah di dlm ROH dn KEBENARAN.
    .
    .
    Itu makanya Paulus sbg bapa Theologia yg sangat diurapin Allah menjadi Rasul utk bukan orang Yahudi mengatakan dlm suratnya ,

    (1 Kor 4:20 )
    Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa .
    .
    .
    artinya setiap kita yg nanti akan hidup di Surga bukankah tidak lagi membutuhkan hal-hal yg diperlukan daging ini. Tetapi yg kita perlukan hanyalah perkataan yg hanya memuliakan ALLAH dan Kuasa untuk menampakkan kita sbg anak-anakNYa yg telah turut menang bersama Kristus dalam roh-roh warga Kerajaan Allah yg Kekal.

    Shalom ma laeku

    • tepat sekali lae,
      Kristus jauh menjangkau hukum yang tertulis di loh hati, dari pada hukum makanan-minuman (hukum di luar2 saja)

      mantaf lae….
      saya melihat gaya Paulus di tulisan lae, dalam, tajam, dan berwarna yang pasti tepat sasaran

  2. Ini bener tetapi juga tidak seluruhnya saya setuju. sebenarnya nggak gitu-gitu banget deh. Sesuatu menjadi halal atau haram itu kan yah gampang. karena apa ? Karena ditetapkan demikian. Intinya kan yah gitu.

    Misalnya saja gini yah : Berdasarkan Kejadian : Mengapa manusia berdosa ? Karena makan buah. Lha alasannya dianggap berdosa ? Karena melanggar larangan . Intinya kan itu sebenarnya.
    Apakah makan buah di sini berarti tidak haram ? Yah jelas haramlah. Hi Hi Hi. Mengapa haram ? Karena melanggar aturan. Sederhana kan yah ?

    Lha apakah ada aturan yang kemudian diubah. Lha ini yang debatable. Tetapi intinya kalo melanggar aturan ya nggak bolehlah. 🙂

    Kalo alasannya yang masuk ke mulut bukan penyebab dosa, yah mestinya Adam nggak perlu disalahkan. Kan buah itu juga cuma masuk ke mulut dan dibuang ke jamban. 🙂

    Jadi intinya itu kalo melanggar larangan ya salah. Gitu yah ?

    Tetapi ada tapinya : Saya setuju bahwa bukan cuma sekedar halal haram saja yang perlu dilihat tetapi juga kegunaannya.

    Bahkan andaikata sesuatu itu diijinkan, kita ini yah perlu mikir itu berguna apa nggak ? Manfaatnya dibandingkan kejelekannya besar mana ?

    Kalo penderita diabetes makan gula itu kan yah geblek meskipun gula itu tidak dilarang.

    • Maaf telat respon neh,…

      lovepassword, Adam dan Hawa… perhatikanlah Kejadian 3..

      dikatakan..”memikat hati”… jadi hatinya si Hawa dulu berkata YA terhadap perkataan Iblis, baru ia membuka mulutnya, melakukannya…

      jadi menyambung kata Lae Sihotang, … ada memang beberapa dosa yang kita rancang di dalam hati, tetapi sangat berbahaya kalau itu kita lakukan secara berulang-ulang, itu membawa maut nantinya…

  3. @ Lovepassword

    Sesuatu menjadi halal atau haram itu kan yah gampang. karena apa ? Karena ditetapkan demikian. Intinya kan yah gitu
    .
    .

    Sebenarnya jikalau menjawab yg ringan-ringan saja memang jawabannya semestinya demikian mas. Karena sama spt jikalau kita ke dokter dgn memerintahkan kita jangan memakan sesuatu makanan krn dpt mengganggu kesehatan kita maka kita pasti menurutinnya demi kesehatan kita. Tetapi dlm posting kali ada hal yg hendak disampaikan pak Parhobas.
    _____________________________

    @ Lop :

    Berdasarkan Kejadian : Mengapa manusia berdosa ? Karena makan buah. Lha alasannya dianggap berdosa ? Karena melanggar larangan . Intinya kan itu sebenarnya.
    Apakah makan buah di sini berarti tidak haram ? Yah jelas haramlah.
    .
    .

    Dalam konteks itu maka ada dua perbedaan yakni haram yg membawa maut dan haram yg membawa pelanggaran agama. Keduanya memang salah tetapi penekanannya adalah suatu kemerdekaan yg didapat jikalau kita sudah dimerdekakan oleh Kristus. Dengan penebusan Kristus itu maka kita yg percaya kpdNya tdk perlu terikat dgn segala peraturan agama ttg makanan. Maut yg ditimbulkan oleh buah pengetahuan itu sudah dikalahkan oleh kematian Kristus. Itu artinya mas.

    _______________________________

    @ Lop :
    Kalo alasannya yang masuk ke mulut bukan penyebab dosa, yah mestinya Adam nggak perlu disalahkan. Kan buah itu juga cuma masuk ke mulut dan dibuang ke jamban. :
    .
    .
    Buah yg dimakan Adam itu adalah buah ttg pengetahuan ttg yg jahat dan yg baik. Larangannya sudah absolut krn siapa yg melanggar maka akan dianggap berdosa. Allah sudah tahu bhw manusia pasti akan memberontak dan mulai bersikap jahat jikalau telah memakan buah itu. Jadi pelanggaran manusia akan firman Allah itulah yg menajiskan manusia itu sampai kepada keseluruh keturunannya. Bukan dgn masalah haram buah itu lho ?
    ___________________________

    @ Lop
    Tetapi ada tapinya : Saya setuju bahwa bukan cuma sekedar halal haram saja yang perlu dilihat tetapi juga kegunaannya.

    Bahkan andaikata sesuatu itu diijinkan, kita ini yah perlu mikir itu berguna apa nggak ? Manfaatnya dibandingkan kejelekannya besar mana ?
    .
    .

    Aduh mas Lop … gimana yah jelaskan kpd anda, bhw posting pak Parhobas ini bukan mengarahkan kita ttg makanan haram seperti fatwa MUI ttg halal tidaknya suatu makanan. Tetapi kpd suatu ttg KEBENARAN yg memerdekakan kita dan hidup sbg manusia yg dibenarkan Allah krn bukan krn peraturan ttg makanan, minuman dan sejenisnya. Roh Kudus akan mengajarkan kita setelah kita lebih dulu percaya kpd Yesus Kristus itu.
    _____________________________

    @ Lop
    Kalo penderita diabetes makan gula itu kan yah geblek meskipun gula itu tidak dilarang.
    .
    .
    Mas yg baik …
    Tubuh kami yg telah menjadi milik Kristus ini adalah Bait Allah yg ditebus dgn darahNya Kudus. Jadi tidak masalah makanan apapun yg masuk itu tidak menajiskan tubuh ini. Tetapi apa yg keluar dr hati ini sehingga didalam hidupmu nampak tidak berbuat sesuai kehendak Allah itulah yg menajiskan dirimu dan orang-orang disekitarmu. Kami mempersembahkan tubuh ini dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sayidina Rabboni Isa Al-Masih, Kalimatullah dan Junjungan Agung yang sejati, yang Pertama dan yang Terakhir, Yang telah Wafat bagi kami semua dan Yang telah Bangkit kembali, Yang Telah Nuzul [Turun] dari Syurga dan sudah kembali ke sana; semoga kemuliaan Nya terpancar ke dalam hati setiap manusia sehingga oleh kemuliaan Almasih maka kita berseru ALELUJAH !

  4. Adapun yang diharamkan dalam Islam, hewan bertaring, memakan bangkai, darah, serta hewan yang hidup di 2 alam yaitu laut dan darat seperti buaya, katak, dan lainnya. Sementara segala hewan yang hidup di laut adalah halal karena air adalah menyucikan.

    Berbeda dengan yahudi yang tidak memakan hewan laut tidak bersisik, kelinci, unta dan lainnya.

    • Fitri,

      sindrom perbandingan itu jahat kadang-kadang,…

      kalau kita berkata Hukum Taurat, dimana TUHAN berfirman jangan menambah jangan mengurangi, lalu dapatkah kita katakan Islam menambah atau mengurangi?

      so jika Anda berkata bukan lalu apakah Hukum Taurat digenapi atau dirombak oleh agama Islam?

  5. @ Fitria

    yang diharamkan dalam Islam, hewan bertaring, memakan bangkai, darah, serta hewan yang hidup di 2 alam yaitu laut dan darat seperti buaya, katak, dan lainnya. Sementara segala hewan yang hidup di laut adalah halal karena air adalah menyucikan.
    .
    .

    Dek Fitria yg dikasihi Tuhan, sebelumnya jgn dong bilang bhw berdiskusi dgn saya seperti mau mencari keributan. Hehehe…
    .
    .
    Seandainya semua makanan yg haram itu tidak kamu makan dan itu menjadi patokanmu untuk yakin bisa mendekat kpd Tuhan , apakah kamu yakin dari hatimu terdalam bhw Tuhan menerima doa-doamu pd saat engkau msh menyimpan sakit hati kpd orang lain ? Bukankah hati mu yg dinilai Tuhan saat kau berdoa kpd Dia.
    Sebab saat kita sembahyang kehadapan Allah Yg Maha Besar bukankah hati nuranimu yg membenarkanmu berseru memanggil NamaNya yg Kudus ? Jadi utk temanku yg terkasih, semua makanan tidak mendekatkan atau menjauhkan kita dari ALLAH kita itu. Itulah kebenaran yg sebenarnya.

    Salam Kasih

  6. Aduh mas Lop … gimana yah jelaskan kpd anda, bhw posting pak Parhobas ini bukan mengarahkan kita ttg makanan haram seperti fatwa MUI ttg halal tidaknya suatu makanan.

    ===> Saya juga tidak bicara secara spesifik soal makanan. Yang saya omongkan itu diijinkan dan tidak diijinkan secara umum. Lha kalo ada makanan di situ itu cuma sampel 🙂

    Intinya sesuatu yang halal itu juga belum tentu berguna, tetap perlu dianalisa lagi besar mana antara manfaatnya dan mudaratnya

    ================================

    Kata “Menggenapi” yah : Itu adalah kata yang populer, berdaya magis 🙂 tetapi aduhai menciptakan banyak tafsir.

    Di satu sisi tidak mengubah, tetapi di sisi lain : Menggenapi . Apakah menggenapi memang tidak mengubah ?

    Saya rasa memang ada beberapa tafsir yang bisa dilakukan :

    Pertama : Tadinya memang belum genap kemudian jadi genap. Secara subtansial secara faktual bisa dianggap memang merubah misalnya dalam kasus makanan haram jadi halal , dsb

    Kedua : Bisa juga diartikan mengembalikan. Aslinya tidak ada yang dirubah . Tadinya A kemudian ditambah-tambahi oleh pemuka agama yang lebay, lha kemudian dikembalikan lagi oleh Yesus jadi A. Karena itu penekananya pada satu iota pun tidak dihapuskan. Tetapi kalo tidak dihapuskan nyatanya kok dihapuskan , setidaknya banyak aliran protestan yang menyatakan demikian soal makanan yang dulu haram kemudian jadi halal

    Lha dua tafsir ini adalah tafsir yang saya rasa lumayan menonjol : Baik dalam hubungan internal Kristen maupun hubungan Islam Kristen.
    Di dalam AlQuran kan ada juga tertulis bahwa Nabi Isa menghalalkan apa yang diharamkan oleh Nabi-nabi sebelumnya. Lha ulama biasanya cenderung mengatakan bahwa artinya adalah yang kedua yang saya tulis di atas :

    Ada hukum A, hukum itu diubah oleh pemuka agama. Lha Nabi Isa mengembalikan itu. Dari sisi Islam umumnya saya rasa gitu.

    Kalo Katholik , saya rasa juga cenderung gitu : Intinya ada hukum yang diubah oleh pemuka agama Yahudi sehingga memberatkan lalu Yesus mengembalikan hukum itu pada porsinya.

    Bedanya biasanya pada sisi : Apa yang diubah, apa yang dikembalikan

  7. @lovepassword

    Yang rohani jika di bawah ke yang duniawi memang bisa menjadi kabur, apalagi jika Yang rohani itu dilihat secara acak, dan memasukkan pikiran sendiri dalam mengolahnya (sinkritisme)…

  8. @ Fitri
    peganglah teguh apa yang kau yakini tentang makanan haram itu,dan coba jawab pertanyaan yang ada di:http://mareda.wordpress.com/2009/01/17/haram-harum/ kalau menurut saya kamu gak bakaln bisa ngejawab nya
    makasih parhobas,saya setuju dengan uraian mu

    • salam damai…

  9. @Parhobas : Jawabanmu selalu saja pendek tetapi membuat daku garuk-garuk. Hi Hi Hi.

    Saya itu lagi mikir :

    Pada satu sisi ada kalimat Yesus tidak merubah : Satu iota dari Taurat tidak dihapuskan

    Ada juga kalimat menggenapi .

    Lha kalo dari sisi Yahudi itu kata menggenapi diartikan apa ? Yah artinya yah sama : Menyempurnakan . Gicu kan yah ?

    Lha Yahudi sendiri tentu juga merasa agamanya sudah tidak perlu disempurnakan. 🙂 Karena itu mereka tersinggung.

    Lha kejadian itu kemudian berlanjut . Islam pada satu sisi juga tidak mengatakan merombak. Ajaran Islam adalah penerus ajaran-ajaran sebelumnya. Konsepnya kan gicu yah? Lha kemudian tetapi ada juga kalimat : Penyempurnaan.

    Kata penyempurnaan di sini posisinya ya mirip-miriplah dengan kata menggenapi. Hi Hi Hi. Sama-sama membuat rada jengkel pihak2 sebelumnya. Gicu lho maksudku.

    • Pemahaman Kristen polanya gini:
      1. Ada sebuah janji J kepada suatu bangsa B
      2. Di dalam perjalanan janji itu hukum diberikan
      Hukum : H
      3. ada nubuat Mesias akan datang, M dari B
      4. kata M, hanya TUHAN yang sanggup melakukan H, karena itu adalah dari TUHAN, maka Aku di sini untuk melakukan semua tuntutan H. Semua soalnya sudah saya selesaikan di dalam sebuah paper berjudul SALIB. Jadi pengikutKu tinggal merefer ke paper itu saja.

      pemahaman Anda (mungkin agama Anda) terpotong di nomor 4,
      malah membuat nomor 4 yang lain:
      1. Ada sebuah janji J kepada suatu bangsa B
      2. Di dalam perjalanan janji itu hukum diberikan
      Hukum : H
      3. ada nubuat Mesias akan datang, M dari B <— ini mungkin agak kabur bagi Anda
      4. H akan kita tambahi sedikit, dan kita kurangi sedikit, sehingga sempurna untuk kita.

      Makna kata Yesus, jangan hilang satu iota-pun itu diambil dari:
      Ul. 4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

      sekarang perhitungkanlah ini dengan point 4 dari Pola Anda, dan pola Kristen di dalam Yesus


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: