Alergi dengan kata TRI (3)

November 19, 2009 pukul 8:27 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 47 Komentar
Tag: , ,


gambar dari en.wikipedia.org

Trigonometri, kasarannya saja, adalah mengukur tiga sudut.
Trigonometri berkaitan dengan hubungan antara sisi-sisi segitiga dengan sudut-sudutnya.

Jadi Trigonometri bukanlah segitiga itu sendiri, tetapi bahan untuk menjelaskan hubungan antara 3 sudut yang membentuk satu segitiga.

nah…….

jauh ke depan… alergi datang, dengan kata tri….di dalam Trigonometri…
Yang tidak memahami “roh” segitiga maka tri menjadi 3 segitiga, bukan 3 sudut yang membentuk 1 segitiga.

Trias politika;
Pemisahan “kekuasaan” di dalam satu pemerintahan atas 3 kekuasaan:
-kekuasaan negara atas kekuasaan legislatif (kekuasaan membuat undang-undang),
-kekuasaan eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang), dan
-kekuasaan yudikatif (kekuasaan mengadili)

yang alergi dengan kata tri (3), dan tidak mengerti roh “trias politica”, akan menyangka bahwa ada 3 pemerintahan yang berbeda dengan 3 kekuasaan masing-masing

Tritunggal;
adalah cara mengenal TUHAN dimana TUHAN adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus yang Esa.

Yang alergi dengan kata tri(3), dan tidak mengerti Roh, akan menyangka bahwa ada 3 Allah yang masing-masing esa.

Iklan

47 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Yah begitulah lae krn masalah yg timbul adalah krn ketidak percayaan saja. Saya jadi mengerti lebih murah menerangkan sesuatu keyakinan yg tdk pernah didengar kpd saudara/i ajaran Budha, Hindu dsb dari pada kpd orang-orang yg keyakinannya hampir sama dgn keyakinan kita. Padahal ajaran ketiga Agama Semawi tsb tetap percaya kpd ALLAH YANG MAHA ESA. Tetapi herannya Yahudi tdk percaya kpd Kristen dn Islam yg muncul belakangan lebih menaruh curiga dan menggangap Yahudi dan Kristen adalah agama yg penuh dgn kebohongan yg telah dirusak oleh org-org mereka sendiri.

    Shalom

    • ya lae… semua firman TUHAN harus digenapi…

      ada yang memiliki mata tetapi tidak melihat… ini harus digenapi…
      bisa saling menuduh, kamu yang tidak melihat, kata si A
      si B bilang, bukan aku, kamu koq yang tidak melihat…

      dan seterusnya dan sebaliknya…

      tetapi marilah kita mengenal TUHAN di dalam roh dan kebenaran, sebab TUHAN adalah ROH adaNya.

      • Perlu diketahui bahwa Allah Tuhan-mu tidak pernah mengajarkan Trinitas/Tritunggal melainkan si Yahudi (Paulus) yang sengaja mengajarkan dan menulis dengan tangannya sendiri tentang Trinitas, Jika umat Kristen masih tetap mengimani Trinitas berarti umat Kristen tersebut jelas-jelas mengikluti ajaran Paulus bukan ajaran Yesus Kristus maka celakalah mereka(umat kristen) itu. AMIEN

      • @Salomon Abraham

        Mungkin saudara tidak mengenal sama sekali Rasul Paulus, sehingga saudara salah menilai beliau. Beliau adalah Rasul yang diutus oleh Kristus YESUS Tuhannya….
        luangkanlah waktu untuk lebih mengenal siapa Rasul Paulus, mungkin itu bisa menyelamatkan jiwa ragamu…

        Salam kasih

  2. Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai nabi dan Tuhan. Kristen mengakui kenabian dan ke Tuhanan Yesus.
    Islam mengakui kenabian tapi menolak ke Tuhanan Yesus.

    Pada dasarnya Islam mengakui nabi-nabi terdahulu dan kitab-kitab terdahulu dan semua kitab tersebut disempurnakan lewat Al-Qur’an.

    • Fitri,
      sebenarnya kita harus hati-hati dengan kata “disempurnakan” lewat Al Quran

      apa arti disempurnakan menurut apa yang Anda ketahui?

      • Apa arti kata “disempurnakan “? Yah saya rasa mungkin agak mirip dengan kata “digenapi”

        Nuansanya mirip, psikologisnya juga mirip.

        Tidak merubah, tetapi menggenapi.

        Mengartikan kata menggenapi itu kan ya repot. 🙂

        Pada satu sisi : Satu iota tidak dihapus
        Pada sisi lain : Menggenapi

        Faktanya : Memang ada perubahan setidaknya ada banyak aliran Kristen yang meskipun secara verbal ngomong menggenapi yah faktanya menggenapi itu diartikan dalam implementasi menjadi merubah , misalnya dalam kasus makanan haram jadi halal.

        Kalo mau membandingkan nuansa psikologisnya saya rasa mirip2 itu.

    • Disempurnakan?
      Di Alkitab Musa diberi 10 Perintah Tuhan
      Musa di Quran tak diberi entah mengapa.
      Apa Muhammad mengencerkannya?
      =
      Jadi, keknya bukan disempurnakan deh.
      Mustahil Muhammad lolos dari 10 Perintah itu
      Mada dia sempurnakan jadi encer, gitu loh! Fit.

      Salam Damai!

  3. Saya punya teman beragama Buddha dan dia amat sulit menerima keyakinan Islam maupun Kristen. Perbedan mencolok adalah umat Buddha tidak mempercayai Tuhan pencipta. Dan menurut beliau Allah = alien, ketika nabi diangkat langit maka dianggap nabi tersebut di culik oleh alien seperti di film-film gituh.
    Penciptaan manusia juga didasarkan pada teori evolusi Darwin, beda dengan kita yang menganggap Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama.

    Bahkan lebih banyak enggak nyambungnya kalau kita diskusi dengan selain 3 agama samawi seperti Buddha. Pusing daku menerangkannya.

    • Yang kamu ceritakan itu bukan ajaran Buddha. kalo ada umat Buddha ngomong gitu mungkin maksudnya bercanda. Setahuku salah satu agama yang percaya manusia diciptakan oleh para aliens adalah Raelian Movement.

      Buddha cenderung bersifat aplikatif manusia. Mereka nggak ngurusi segala macam asal muasal. Di dalam satu cerita dikisahkan Buddha bercerita mendongeng ( mirip2 seperti yesus 🙂 )

      Ada dua orang berjalan dihutan. Tiba2 seseorang kena panah. Lha sungguh tidak penting jika kamu berpikir apa bahan busur panah itu, yang manah ganteng apa jelek, tali busurnya dari urat kerbau atau sapi. DSB. Yang terpenting adalah menyelamatkan segera yang terluka.

  4. @lovepassword

    Apa arti kata “disempurnakan “? Yah saya rasa mungkin agak mirip dengan kata “digenapi”

    Nuansanya mirip, psikologisnya juga mirip.

    Tidak merubah, tetapi menggenapi.

    hukum A:
    jangan a, jangan b jangan c

    hukum Islam
    jangan a, jangan d

    ini menggenapi apa merombak?
    menambahkan apa mengurangi?

    Mengartikan kata menggenapi itu kan ya repot. 🙂

    Pada satu sisi : Satu iota tidak dihapus
    Pada sisi lain : Menggenapi

    jika hukum umumnya agak membingungkan Anda, sebaiknya lihat ke dasarnya lagi, pondasi hukum umum itu lahir..

    Faktanya : Memang ada perubahan setidaknya ada banyak aliran Kristen yang meskipun secara verbal ngomong menggenapi yah faktanya menggenapi itu diartikan dalam implementasi menjadi merubah , misalnya dalam kasus makanan haram jadi halal.

    jika A maka B

    kalau sesuatu terjadi ke B, bukan berarti
    jika B maka A..

    Kalo mau membandingkan nuansa psikologisnya saya rasa mirip2 itu.

    perbandingan kadang2 adalah dosa besar

    • jika hukum umumnya agak membingungkan Anda, sebaiknya lihat ke dasarnya lagi, pondasi hukum umum itu lahir..

      ===> Ya ini benar. Tetapi tidak bisa dipungkiri dalam tataran implementasi tetap saja hasilnya adalah aneka perbedaan pendapat.

      Di dalam aliran Kristen sendiri secara faktual : Bagaimana mengartikan menyeimbangkan antara kata menggenapi dan satu iota tidak berubah itu kan yah berbeda-bedanya nyatanya :

      Dalam implementasinya ada yang menghalalkan makanan, ada yang masih tetap berasumsi dengan makanan perjanjian lama. Ada yang merasa boleh memindahkan hari ibadah dari Sabtu ke Minggu. Ada yang tetap berpendapat tidak boleh dengan asumsi hari Sabat dan Sabat tetap Sabtu dsb.

      Masing2 aliran tentu selalu merasa mereka melihat ke pondasi, merasa benar, dsb tetapi secara faktual kan yah namanya perbedaan sudut pandang pasti ada 🙂

      SALAM Mister Parhobass
      GBU

      • @lovepassword;
        firman berkata:

        “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

        contoh-contoh yang Anda sebut itu bisa dipakai,
        Kristen mau beribadat di hari minggu, sabtu, atau jumat (seperti di beberapa negara timur tengah), tidak masalah, karena makna utamanya adalah rayakanlah hari raya buat TUHAN.

        yang menjadi salah adalah jika seseorang berkata:”kami paling benar”…
        ,itu sama saja dengan mengatakan TUHAN pendusta, sebab Yang Benar hanya TUHAN

        Hukum Taurat harus digenapi seorang Kristus (Mesias), maka Kristus membuat Hukum Baru (walaupun sudah juga lama)…
        dan ternyata semua ini kita dapati di dalam Yesus. Ia sudah menggenapinya, so marilah ikut Hukum Baru, yaitu Kasihilah.

        Kasih itu tidak terkungkung oleh hukum apapun, sebab Allah adalah Kasih. Dinamis tetapi Baik.

        Salam juga.

  5. Ada titipan pertanyaan dari seorang teman 🙂

    Kalo tidak berguna mengapa diperbolehkan ???

    • @lovepassword;

      comment apa ajah bisa koq di wordpress…
      mungkin ada kata OOT, ada yang tepat sasaran, semua diperbolehkan, cuman ada yang tidak berguna sesuai topik.. ..

      contohnya:
      kita sedang membahas TRI (3), lalu lari ke Hukum Taurat, d.l.l, itu semua diperbolehkan, tetapi tidak semua berguna di dalam membangun kita di TRI(3)..

      initinya, lihat yang nyata di mata dulu, jangan terlalu mencari-cari hal2 yang kemungkinan tidak terlihat artinya.

      seperti nasehat:
      bagaimana kamu katakan kamu mengasihi Allah (yang tidak kelihatan), sadaramu sendiri (yang kelihatan) tidak engkau kasihi

      • Lha kata-kata yang terakhir itu gw demen. 🙂

        Konon kabarnya menelantarkan sesama itu jauh lebih parah daripada murtad lho

  6. @lovepassword

    Lha kata-kata yang terakhir itu gw demen. 🙂

    Konon kabarnya menelantarkan sesama itu jauh lebih parah daripada murtad lho


    tepat sekali….
    so jangan jugalah kita memberi pengajaran2 sesat, itu sama dengan menelantarkannya kelak di penghakiman, itu murtad sesungguhnya

    • Ajaran sesat itu apa sih ? 🙂

      Tidak satu ioata pun akan dihapuskan ? Esensi Taurat itu apa ? Habluminallah dan Habluminanas :

      Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu

      Dan hukum kedua yang setara dengan itu : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

      Keren pasti , inilah : Jalan kebenaran dan hidup itu.

      Tidak ada seorangpun yang sampai kepada Allah tanpa dua hukum itu.

      Bukan yang berteriak Tuhan-Tuhan yang akan masuk ke Kerajaan Surga tetapi mereka yang melaksanakan kehendak Bapaku.

      Kehendak Allah dijabarkan di hukum Taurat dan esensinya ditulis Yesus dengan keren dalam dua hukum Kasih :

      Mengasihi Tuhan dan Mengasihi Sesama Manusia.

      Siapa yang melanggar hukum ini adalah sesat. Begitu juga sebaliknya. Bukan yang berteriak Tuhan-Tuhan, yang akan masuk ke kerajaan surga tetapi mereka yang melaksanakan Taurat yang esensinya disingkat Yesus dalam dua hukum Kasih . Itulah Hukum yang Paling Utama.

      SALAM

  7. Wah kamu rajin banget yah, sehari posting langsung sembilan . SIP Markusip…Pelan-pelan Ngintipnya mesti satu demi satu yah ? 🙂

    • selagi ada waktu dan tenaga…

  8. luar biasa analisa anda…saya penganut teologi reformed stephen tong,tetapi bergereja di PREsbyterian pyung gang che il indonesia…saya sangat stuju soal analogi anda ini…saya ingin banyak berdiskusi dengan bapak..mungkin bioleh saya minta emailnya?umat Tuhan sangat butuh orang berintelektual tinggi tetapi dalam lingkup hikmat Tuhan..tq

    email saya:

    ndr_suherman@yahoo.com ndr_suharman@hotmail.com

    • @Indra

      salam hangat di dalam Kristus, saya berharap/mengundang juga mas Indra sering berkunjung di blog ini untuk berbagi/sharing tentang Cinta Kasih Kristus…

      ada saudara kita juga yang sering memantau saya di sini, Lae Sihotang.

      mengenai email, saya akan email mas Indra langsung.

      Salam

  9. Perdebatan tentang arti PENYEMPURNAAN dan PENGGENAPAN dalam melihat ISLAM atas agama-agama sebelum ISLAM sepertinya KURANG PAS ? Tapi kalau MELURUSKAN ? Itulah yang TEPAT ? Kenapa ? Karena semua ini berkaitan dengan PEMAHAMAN akan TUHAN.

    Saat bicara tentang TUHAN, ternyata masing-masingnya mempunyai cara pandang masing-masing.

    Ada yang bilang SATU tapi masih ada tapinya …

    Ada juga yang bilang SATU tapi HANYA u- kaumnya … Sebagai manifestasi dari bentuk uber alles …

    Tapi ada juga yang bilang SATU itu ya SATU tanpa EMBEL-EMBEL tapi … dan siapapun BISA MEMILIKINYA tanpa terikat uber alles perKAUMan atau keBANGSAan ?

    Yakin ber AGAMA itu TERKAIT dan TERIKAT akan 5 hal :
    1. Masalah PENCIPTAAN
    2. Masalah PEMUSNAHAN
    3. Masalah KEBANGKITAN
    4. Masalah AKHIRAT (Reward and Punishment ABSOLUTELY)
    5. AKTOR TUNGGAL PENYEBAB 4 hal (PENCIPTAAN, PEMUSNAHAN, KEBANGKITAN dan AKHIRAT) itu terjadi

    Dalam hal PENCIPTAAN …
    Semua bermula dari peristiwa BIG BANG yang terjadinya sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, dimana SPACE and TIME bersatu dengan MASSA dan SUHU yang begitu besarnya sehingga terjadilah LEDAKAN BESAR BIG BANG yang LEDAKANnya MELONTARKAN MATERIAL …
    1. SeBANYAK
    2. SeBESAR
    3. SeCEPAT
    4. SeJAUH
    itu ke SEGALA ARAH …

    Baik sebesar METEORIT atau GALAKSI ?

    Dan sekarang hasil dari BIG BANG bisa di lihat dan dirasakan. Yang jelas ada TATANAN TERATUR yang terPOLA sehingga para PENELITI bisa menemukan korelasi POLA-POLA tsb ke dalam suatu RUMUSAN matematik ?

    Salah satu POLAnya adalah …
    Setiap OBYEK … Apapun OBYEK itu adalah sebagai SISTEM sekaligus SUBSISTEM dari SISTEM yang lebih besar ?

    Setelah di teliti lebih dalam dan lebih dalam lagi, ternyata suatu SUBSISTEM itu merupakan SISTEM tersendiri …

    Di awal abad 20, ATOM dianggap bagian terkecil dari suatu OBYEK.
    Ternyata di dalam atom masih dapat di urai ke dalam komponen-komponen pendukungnya seperti proton, elektron maupun neutron

    Di awal abad 21 ternyata partikel terkecil itu bukan ATOM melainkan PARTIKEL ELEMENTER yang dikenal sebagai partikel Higgs – Boson yang di temukan di Lab CERN di Swiss bahkan juga ditemukan partikel anti materi yang merupakan kebalikan dari materi yang dikenal sebelumnya.

    Apakah penemuan partikel elementer Higg Boson ini berarti akan mengakhiri temuan-temuan baru akan partikel elementer ? Dapat dikatakan TIDAK. Seiring dengan berjalannya waktu, nanti ada saja temuan-temuan baru yang bisa menjelaskan lebih RINCI dan GAMBLANG atas partikel elementer selain partikel Higgs – Boson ini … ? Demikian seterusnya sampai datangnya hari termusnahkannya universe atau KIAMAT atau DOOMSDAY yang TERJADInya TIDAK ADA KERAGUAN dan TIBA TIBA pula alias MENDADAK ?

    KEBANGKITAN dan AKHIRAT yang terjadinya KEBANGKITAN itu dikarenakan soal SUARA, maka SUARA seperti apa yang bisa MENYATUKAN RUH dan PARTIKEL yang baru ? Yang boleh jadi sama atau BERBEDA dengan PARTIKEL seperti yang ada dalam TABEL PERIODIK MENDELEYEV ?

    Intinya adalah bahwa apa yang ter INDERA ini TERTATA, TERATUR, TERKORELASI layaknya ORKESTRA yang menyajikan musik musik MERDU ? Dan apapun OBYEK kalau didalami dan semakin didalami akan MENGUAK hal-hal baru … Dimensi dimensi baru bagi akumulasi pengetahuan kemanusiaan yang ada … dan setiap langkah pendalaman itu TIDAK akan pernah mengHABISkan penguakan kerahasiaan yang ada …

    Keteraturan, ketertataan dan ke terkorelasian SETIAP OBYEK itu, dari yang paling kecil –partikel elementer– sampai ke SUPER GALAXY yang diameternya di ukur dalam tahun cahaya ? Masa OBYEK yang TERTATA, TERATUR dan TERKORELASI ini terjadinya begitu saja TANPA ada yang MENCIPTAKAN ? Dan PENCIPTAAN itupun ternyata dalam suatu GRAND DESIGN yang LUAR BIASA ?

    Kalau tanpa ada siapa yang MENCIPTA ? Maka KETIDAK TERATURAN, KE ACAK AN adalah hal LOGIS setelah BIG BANG sehingga bentuk – bentuk satelit, planet, atau bintang bisa jadi tidak oval melainkan bisa seperti batu karang yang ujungnya TAJAM-TAJAM ? Sehingga tidak ada yang namanya LINTASAN TERATUR dan TERPOLA maka keACAKan dan KETIDAK TERATURAN akan membuat kondisi jadi CHAOS yang skalanya adalah kesemestaan …

    PENCIPTA SEMESTA yang TERTATA, TERATUR, TERPOLA dan TERUKUR ini dialah ALLAH, SATU-SATUNYA TUHAN dan HANYA DIALAH TUHAN itu … TIDAK ADA yang LAIN selain DIRINYA. Juga TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA.

    Kalim PENCIPTAAN ini oleh ALLAH … Sebagai SATU-SATUNYA PENCIPTA ? Apakah ada yang MEMBANTAH ? Tentunya suatu bantahan yang berdasarkan KITAB SUCI yang NYATA ? Ternyata TIDAK ADA.

    Kalau TIDAK ADA ? Kenapa masih mengingkari ?

    Tapi kalau ada yang MEMBANTAH ? Bisakah disebutkan, siapakah yang MEMBANTAH itu ? Dan BANTAHAN tsb, bukan semata-mata sekedar BANTAHAN saja ? Melainkan juga disertakan BUKTI-BUKTI OTENTIK tentang siapa TUHAN yang SEBENARnya itu ?

    Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa pengertian TUHAN itu ternyata MEMANG BEDA dan HANYA ISLAMlah yang menyatakan dengan TEGAS, LUGAS sekaligus TUNTAS bahwasanya ALLAH lah TUHAN SEMESTA ALAM … TIADA TUHAN yang LAIN SELAIN DIRInya dan jangan sekali-kali MENYEKUTUKANNYA ?

    HANYA ISLAMlah yang menyatakan dengan PEDE bahwasanya TUHANNYA MANUSIA itu ya ALLAH SWT yang MAHA sekaligus yang ESA.

    Yang lain, MENYEBUT ESA tapi … MASIH ada TAPInya ?
    Bahkan ada yang TIDAK MENYEBUT SAMA SEKALI tentang ke ESA an ALLAH …

    • @hari

      1. Saudara percaya penciptaan atau big bang? Karena itu dua hal yang berbeda

      2. Apa pentingnya dan apa bentuk pengejawantahan dari pengakuan Tuhan yang Esa bagi saudara?

      Salam

  10. Saudara Parhobas …
    Saya mempercayai yang merupakan FAKTA …
    PENCIPTAAN itu FAKTA
    BIG BANG pun karena itu FAKTA maka saya juga mempercayai

    Apakah saudaraku Parhobas juga mempercayai namanya FAKTA ?

    • @hari

      Dulu fakta ilmu pengetahuan berkata usia alam semesta sekian juta tahun, lalu teori berkembang, usiapun bertambah menjadi milyar tahun, dan menurut Hawking ahli fisika modern mutakhir oleh teori big bank Tuhan tidak dibutuhkan lagi karena alam bisa membuat dirinya sendiri…

      Jadi fakta mana yang saudara terima, fakta big bang atau fakta iman?

      Salam
      Parhobass

  11. Sebelum menjawab pertanyaan ke dua anda, suadaraku Parhobasss ..

    Perlu di buat dulu KATEGORISASI soal KEYAKINAN ini.

    Aliran BESAR tentang KEYAKINAN akan TUHAN itu hanya ada 2 ? Yaitu yang YAKIN akan ADANYA TUHAN dan juga yang SANGAT YAKIN bahwa TUHAN itu TIDAK ADA.

    Anda dan saya masuk kategori yang YAKIN akan ADANYA TUHAN. BEDAnya … Di soal penggambaran soal TUHAN ? Anda YAKIN bahkan SANGAT begitu YAKIN bahwa TUHAN itu ESA yang artinya SATU tapi … Masih ada TAPInya; Sedangkan saya, juga sama-sama YAKIN bahwa TUHAN itu ESA tanpa TAPI alias TITIK.

    Sebagaimana ATHEIST yang TIDAK PERCAYA bahwa TUHAN itu ADA ? Maka antara ADA dan TIADA, salah satunya haruslah BENAR. TIDAK BISA dua-duanya BENAR dan juga TIDAK MUNGKIN dua-duanya SALAH ? SALAH satunya harus BENAR. Yang ADA atau yang TIADA ? Dibilang TIADA … Begitu banyaknya BEKAS atas keberadaan yang ADA ?

    Setelah MASUK ke soal YAKIN akan adanya yang ADA itu ? Yang adalah TUHAN itu sendiri ? Ternyata, masing-masing yang YAKIN akan adanya TUHAN itu BERBEDA BEDA memPROFILEkannya ? Yang SATU bilang bahwa SATU itu SATU TITIK tanpa TAPI; Yang lain bilang yang SATU itu ya SATU tapi … Ternyata masih diikuti dengan TETAPI … ? Terus yang lain lagi bilang bahwa yang SATU nggak perlu dipikirkan ?

    Atas beragamnya YAKIN seperti inilah, maka apakah semuanya BENAR ? PASTIlah TIDAK MUNGKIN. Atau semuanya SALAH ? Juga TIDAK MUNGKIN ? Nah … Seperti apakah yang BENAR itu ?

    Bukankah sesuatu yang BENAR itu SEDERHANA sekaligus KONSISTEN karena sesuai FAKTA-FAKTA yang ada ? Bukankah SATU itu SATU adalah sesuatu yang SEDERHANA sekaligus KONSISTEN karena sesuai FAKTA-FAKTA yang ada ? Karena BENAR ? Maka artinya ADA (EXIST)

    Sedangkan yang TIDAK BENAR berarti TIDAK ADA alias KOSONG ?

    Implikasi atas YAKIN yang SALAH dan BENAR ini rentetannya PANJANG sekali karena kalau YAKINnya SALAH, maka PUNISHMENTnya LUAR BIASA. Sedangkan kalau YAKINnya BENAR masih perlu diikuti dengan BESARAN AMAL BAIK atau AMAL SHALEH yang mencukupi bagi PEROLEHAN suatu REWARD berupa SURGA yang KENIKMATANnya hanya 2 kata yaitu UNTHINKABLE and UNIMAGINABLE.

    Kembali ke soal YAKIN …
    YAKIN harus sama yang ADA atau EXIST bukannya ke yang KOSONG atau EMPTY ? Karena yang KOSONG TIDAK BISA MEMBERIKAN apa-apa ? Namanya saja KOSONG. Yang EXISTlah yang bisa memberikan karena memang ADA.
    Bagi yang YAKIN akan yang KOSONG … ? Tidak bisa meminta sesuatu ke yang KOSONG ini karena namanya saja KOSONG ? PASTIlah TIDAK memiliki sesuatu,. Karena TIDAK MEMILIKI sesuatu ? Bagaimana BISA MEMBERIKAN sesuatu ? Karena yang BISA MEMBERIKAN sesuatu hanyalah pada yang ADA karena memang dia ADA ? Tapi karena yang ADA ini TIDAK diPERCAYA ? Maka yang ADA ini memberikan PUNISHMENT kepada yang YAKIN akan yang KOSONG tersebut. SEDERHANA bukan ?

    • @hari

      Prinsip dualisme jangandicampur baurkan.
      Ada opersai matematika penyimbolan dan operai perkalian.
      Kosong simbolnya Nol. Coba kalikan bilangan apapun dengan nol…. Maka semua nol.apa kata saudara mengenai itu? Jadi kosong memiliki sesuatu yaitu membuat segalanya, resultannya, kosong jika diortogonalkan kepadanya yaitu si nol, si lambang kosong.

      Kitab Suci yang sudah sya baca hampir 40 tahun itu belum pernah sy temukan kata Allah yang tidak esa, dan tidak juga ada embel2 esa dengan tapi…
      Mungkin kekeliruan saudara saja sama seperti kekeliruan penggunaan dualisme, mempercayai big bang sejajar dengan penciptaan dan menganggap kosong tak berarti….

      Saya tunggu jawaban saudara terhadap pertanyaan..Ke dua saya

      Yaitu apa pentingnya dan apa bentuk pengejawantahan Allah yang esa bagi saudara.

      Salam
      Parhobass

  12. Dualisme atau dikotomi bukannya dicampur baurkan melainkan akan selalu HADIR dalam kehidupan NYATA bagi KEBERLANGSUNGAN dan PERKEMBANGAN kehidupan itu sendiri
    Persoalannya sederhana bahwasanya ada DIKOTOMI yang bisa berSINERGI saat hadir? Tapi ada juga yang meNEGASI ?
    Siang malam
    Laki perempuan
    Tua muda
    Akan selalu hadir dan itu TIDAK PERLU diNEGASkan melainkan perlu di SINERGIkan
    Tapi … Saat bicara …
    BENAR SALAH
    BAIK BURUK
    Maka itu akan saling meNEGASI dengan meniadakan lainnya …
    Dikotomi seperti ini perlu di pilih …
    Jadi cool saja dengan apa namanya dikotomi atau dualisme ? Atau Yin dan Yang ? Atau FURQAN ? Tinggal menSINERGI dan meMILIH sajalah kita-kita ini bagi kemanfaatan yang bertujuan …

    Sedangkan soal nol dan kosong, secara matematik simbolisasinya BEDA. Kalau nol adalah 0 tapi kalau kosong simbolnya adalah 0 contreng. Karena BEDA maka tentunya nol dan kosong itu BEDA juga alias TIDAK SAMA.

    Soal nol ini memang SPESIFIK sekali karena kalau angka berapapun dikalikan nol (0), hasilnya selalu SAMA yaitu nol (0), tapi kalau setiap angka di bagi dengan nol (0), hasilnya adalah TAK BERHINGGA

    Kalau ini diterapkan di dunia nyata, maka perbuatan IKHLAS sepertinya mirip dengan sifat angka nol ini ? Kenapa ? Karena apabila seseorang berbuat dengan ikhlas ? Maka perbuatan tsb baik di caci maki atau di puja puji oleh orang lain ? Bagi yang melakukan BIASA SAJA alias TAK BERGEMING. KECEWA … TIDAK, BANGGApun juga TIDAK ? Seakan-akan TIDAK PERNAH terjadi sesuatu.
    Tapi jauh berbeda dengan suatu TINDAKAN yang berPAMRIH ? Saat dirinya di maki karena perbuatannya itu ? Maka RESPONSE NEGATIF merupakan jawabannya. Demikian pula saat di PUJA PUJI atas perbuatannya itu ? Maka itulah yang memang diharapkan. Tapi ternyata tindakan yang berPAMRIH ini pengaruhnya ke yang melakukannya banyak negatif-nya dibandingkan positif-nya.

    Menjawab pertanyaan ke 2 anda yaitu apa pentingnya dan apa bentuk pengejawantahan Allah yang esa bagi saya ? Tentang apa pentingnya Allah yang ESA bagi saya ? SEDERHANA sekali yaitu SANGAT PENTING.

    Bahwasanya setiap manusia akan KEMBALI ke ALLAH yang ESA untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang telah diyakini dan dikerjakan saat di dunia, yang MENGHADAPANYA ALLAHNYA itu secara SUKARELA atau TERPAKSA. SUKARELA karena memang diinginkan ? TERPAKSA karena diingkari. Semuanya akan mempertanggungjawabkan di hadapan ALLAH yang ESA – TUHAN SEMESTA ALAM, sehingga
    1. Kesalahan akan YAKIN ini akan BERAKIBAT fatal dengan mendapatkan PUNISHMENT atau ADZAB berupa NERAKA yang SIKSAANNYA Unthinkable and Unimaginable
    2. Meskipun akan YAKINnya ini BENAR, tetap saja step ke dua akan di VERIFIKASI berupa penghitungan antara AMAL BAIKNYA dengan AMAL BURUKNYA ? Manakah yang lebih besar ?
    a. Apabila AMAL BAIKNYA LEBIH BESAR maka SURGAlah TEMPATnya
    b. Apabila AMAL BAIKnya lebih kecil, NERAKAlah tempatnya

    Jadi bisa di SIMPLIFIKASI seperti pengertian VEKTOR dalam FISIKA.
    VEKTOR itu mempunyai ARAH sekaligus BESARAN (Skalar)
    Apabila ARAHNYA SALAH, PASTI akan SALAH SASARAN atau SALAH TUJUAN. Jadi buat apa mempehitungkan BESARANNYA ? Jadi TIDAK ADA step kedua yang berupa penghitungan antara AMAL BAIKNYA dengan AMAL BURUKNYA ? Manakah yang lebih besar ? Langsung PUNISHMENT … NERAKAlah tempatnya
    Terus bukan berarti kalau ARAHNYA BENAR selesai ? Ternyata FAKTOR BESARAN menjadi VITAL karena BESARAN itu yang akan menjadikan seseorang sampai ke TUJUAN atau TIDAK ? Dan SAMPAINYA itu seberapa CEPAT ? Semuanya itu tergantung BESARAN itu sendiri. Jadi BESARAN itu ada batas MINIMUMnya agar SAMPAI TUJUAN. Apabila BATAS MINIMUM ini TIDAK TERCAPAI maka PUNISHMENT juga yang akan di terima berupa NERAKA.

    Itulah PENTINGnya YAKIN akan ALLAH yang ESA yang ESANYA TITIK tidak pakai TAPI. Suatu keESAAN yang BENAR BENAR ESA tanpa sedikitpun mentoleransi PENYUSUPAN suatu pengertian TAMBAHAN akan ke ESAAN ALLAH ? Simple kan ?

    • @hari

      Dualisme atau dikotomi bukannya dicampur baurkan melainkan akan selalu HADIR dalam kehidupan NYATA bagi KEBERLANGSUNGAN dan PERKEMBANGAN kehidupan itu sendiri
      Persoalannya sederhana bahwasanya ada DIKOTOMI yang bisa berSINERGI saat hadir? Tapi ada juga yang meNEGASI ?
      Siang malam
      Laki perempuan
      Tua muda
      Akan selalu hadir dan itu TIDAK PERLU diNEGASkan melainkan perlu di SINERGIkan
      Tapi … Saat bicara …
      BENAR SALAH
      BAIK BURUK
      Maka itu akan saling meNEGASI dengan meniadakan lainnya …
      Dikotomi seperti ini perlu di pilih …
      Jadi cool saja dengan apa namanya dikotomi atau dualisme ? Atau Yin dan Yang ? Atau FURQAN ? Tinggal menSINERGI dan meMILIH sajalah kita-kita ini bagi kemanfaatan yang bertujuan …


      Jadi menurut saudara BAIK dan BURUK itu berlaku dualisme?

      Sedangkan soal nol dan kosong, secara matematik simbolisasinya BEDA. Kalau nol adalah 0 tapi kalau kosong simbolnya adalah 0 contreng. Karena BEDA maka tentunya nol dan kosong itu BEDA juga alias TIDAK SAMA.

      Soal nol ini memang SPESIFIK sekali karena kalau angka berapapun dikalikan nol (0), hasilnya selalu SAMA yaitu nol (0), tapi kalau setiap angka di bagi dengan nol (0), hasilnya adalah TAK BERHINGGA

      Kalau ini diterapkan di dunia nyata, maka perbuatan IKHLAS sepertinya mirip dengan sifat angka nol ini ? Kenapa ? Karena apabila seseorang berbuat dengan ikhlas ? Maka perbuatan tsb baik di caci maki atau di puja puji oleh orang lain ? Bagi yang melakukan BIASA SAJA alias TAK BERGEMING. KECEWA … TIDAK, BANGGApun juga TIDAK ? Seakan-akan TIDAK PERNAH terjadi sesuatu.
      Tapi jauh berbeda dengan suatu TINDAKAN yang berPAMRIH ? Saat dirinya di maki karena perbuatannya itu ? Maka RESPONSE NEGATIF merupakan jawabannya. Demikian pula saat di PUJA PUJI atas perbuatannya itu ? Maka itulah yang memang diharapkan. Tapi ternyata tindakan yang berPAMRIH ini pengaruhnya ke yang melakukannya banyak negatif-nya dibandingkan positif-nya.

      dalam dunia himpunan saudara benar , tapi ketika kita masuk ke-operasi simbol itu harus dicari nilainya, kardinalnya dan kosong itu nilainya 0.
      arah diskusi saya ke operasi/aplikasi membuktikan premis keliru saudara tentang ‘kosong’ di awal.
      Bahwa memang ‘kosong’ ada faedahnya.

      Menjawab pertanyaan ke 2 anda yaitu apa pentingnya dan apa bentuk pengejawantahan Allah yang esa bagi saya ? Tentang apa pentingnya Allah yang ESA bagi saya ? SEDERHANA sekali yaitu SANGAT PENTING.

      Bahwasanya setiap manusia akan KEMBALI ke ALLAH yang ESA untuk mempertanggungjawabkan segala apa yang telah diyakini dan dikerjakan saat di dunia, yang MENGHADAPANYA ALLAHNYA itu secara SUKARELA atau TERPAKSA. SUKARELA karena memang diinginkan ? TERPAKSA karena diingkari. Semuanya akan mempertanggungjawabkan di hadapan ALLAH yang ESA – TUHAN SEMESTA ALAM, sehingga
      1. Kesalahan akan YAKIN ini akan BERAKIBAT fatal dengan mendapatkan PUNISHMENT atau ADZAB berupa NERAKA yang SIKSAANNYA Unthinkable and Unimaginable
      2. Meskipun akan YAKINnya ini BENAR, tetap saja step ke dua akan di VERIFIKASI berupa penghitungan antara AMAL BAIKNYA dengan AMAL BURUKNYA ? Manakah yang lebih besar ?
      a. Apabila AMAL BAIKNYA LEBIH BESAR maka SURGAlah TEMPATnya
      b. Apabila AMAL BAIKnya lebih kecil, NERAKAlah tempatnya

      Jadi bisa di SIMPLIFIKASI seperti pengertian VEKTOR dalam FISIKA.
      VEKTOR itu mempunyai ARAH sekaligus BESARAN (Skalar)
      Apabila ARAHNYA SALAH, PASTI akan SALAH SASARAN atau SALAH TUJUAN. Jadi buat apa mempehitungkan BESARANNYA ? Jadi TIDAK ADA step kedua yang berupa penghitungan antara AMAL BAIKNYA dengan AMAL BURUKNYA ? Manakah yang lebih besar ? Langsung PUNISHMENT … NERAKAlah tempatnya
      Terus bukan berarti kalau ARAHNYA BENAR selesai ? Ternyata FAKTOR BESARAN menjadi VITAL karena BESARAN itu yang akan menjadikan seseorang sampai ke TUJUAN atau TIDAK ? Dan SAMPAINYA itu seberapa CEPAT ? Semuanya itu tergantung BESARAN itu sendiri. Jadi BESARAN itu ada batas MINIMUMnya agar SAMPAI TUJUAN. Apabila BATAS MINIMUM ini TIDAK TERCAPAI maka PUNISHMENT juga yang akan di terima berupa NERAKA.

      Itulah PENTINGnya YAKIN akan ALLAH yang ESA yang ESANYA TITIK tidak pakai TAPI. Suatu keESAAN yang BENAR BENAR ESA tanpa sedikitpun mentoleransi PENYUSUPAN suatu pengertian TAMBAHAN akan ke ESAAN ALLAH ? Simple kan ?


      saya jadi bingung dengan saudara menyamakannya dengan vektor,
      vektor garis 3 dimensi x,y,z kan menuju arah yang berbeda, meski berbeda tiga2nya tidak salah toh?..tidak salah arah dan tidak salah besaran, justru itu diperlukan resultan,…

      ulasan saudara di atas bisa diterima dalam konsep tunggal keimanan saudara,
      lalu bagaimana pengejawantahannya kepada orang lain yang tidak mengimani allah saudara?

  13. @Tulang Parhobass …
    BAIK dan BURUK itu berlaku dualisme?
    Bukankah baik dan buruk itu memang dualisme yang akan selalu HADIR sebagai bentuk dari dinamika kontradiksi bagi peningkatan masing-masing state tsb ? Yang baik maupun yang buruk bukankah akan selalu mengalami perubahan seiring dengan GESEKAN antara yang BAIK dan yang BURUK ?

    Terus …
    Soal nol dan kosong, saya hanya ingin mengatakan bahwasanya simbolisasinya itu BEDA, di mana nol disimbolkan dengan 0, sedangkan kosong disimbolkan dengan 0 contreng. Antara nol dan kosong apakah sama atau BEDA ? itu memerlukan diskusi tersendiri …

    Kemudian …
    Soal VEKTOR. memang adanya di bidang dengan sumbu (x, y) maupun pada ruang dengan sumbu (x, y, z), sedangkan arahnya merupakan RESULTANTE masing-masing gaya yang ada ?

    Resultante atas arah-arah gaya yang ada itulah yang bisa ditujukan ke suatu tujuan (center of point).
    Pada bola misalnya, hanya ada satu titik pusat yaitu di sumbu (x,y,z) = (0,0,0), Sedangkan titik-titik di luar titik pusat jumlahnya TAK BERHINGGA …
    Apabila titik-titik yang di luar titik pusat bola ingin ke titik pusat bola ? Maka Resultan-nya saja yang perlu diarahkan ke titik pusat bola.

    Karena titik, maka dapat diartikan sebagai SATU, sehingga ada FOKUS akan TUJUAN dan keGAMBLANGan persoalan yang ada ?

    • @hari
      Orang yg mengaku percaya seharusnya
      1. menolak dualisme.
      2. Tidak menggabungkan big bang dengan penciptaan.

      Dalam konteks tertentu saya mengerti maksud saudara ttg satu arah dan fokus ke yang esa, jika vektor yg saudara maksud satu garis saja. Pertanyaan selanjutnys adalah untuk fokus itu ada aturan. Nah aturan nyata adalah tak semua mengakui peraturan yang saudara imani, bahkan yg satu agamapun belum tentu setuju dengan saudara, nah apa pengejawantahan Tuhan yang esa dalam hidup yang majemuk ini? Apakah vektor 3 dimensi dpt diterapkan? Diambil resultannya?

      Salam

      • @Tulang Parhobass …
        Ini yang membedakan kita
        Dualisme itu FAKTA …
        Kalau dualisme itu saling me NEGASI maka harus di PILIH …
        BENAR SALAH
        BAIK BURUK
        Maka pilih lah yang BENAR dan BAIK
        Jangan sebaliknya yaitu memilih yang SALAH dan BURUK

        Tapi kalau KOMPLEMENTER ? Ya di adopsi saja …
        Siang malam
        Langit bumi
        Dst …

        Terus ke soal BIG Bang dan PENCIPTAAN ?
        Saya TIDAK MELIHAT itu sebagai suatu DUALISME yang MENEGASI makanya harus dipilih ?
        Karena saya melihatnya dari segi TIMELINE
        Di mana terjadinya BIG BANG itu jauh lebih dulu dari LIVING THING yang ada sekarang … ? Makanya tidak perlu di pilih ? Bahkan saya melihatnya sebagai sesuatu yang KOMPLEMENTER

        Dalam hal VEKTOR ? Yang merupakan RESULTANTE dari gaya gaya tsb pada satu satuan waktu dan kalau di buat dalam suatu kontinum ? Maka akan terlihat LINTASANnya. Apakah lintasan itu mengarah ke suatu tujuan ? Ataukah malah terombang ambing tanpa mengarah ke suatu tujuan ? Dan apakah tujuannya itu BENAR ? Akan terlihat jelas pada lintasannya yang merupakan hasil RESULTANTE per satu satuan waktu dalam suatu kontinum tsb ? Di mana akhir dari kontinum itu adalah KEMATIAN.

        Agar sampai ke TUJUAN maka ada 3 persoalan DASAR yang harus dipenuhi :
        Pertama, BENARnya TUJUAN
        Kedua, KESADARAN DIRI akan POSITIONING dirinya
        Ketiga, Adanya kesadaran diri u- MAU melakukan perjalanan menuju TUJUAN yang dibatasi WAKTU sampai KEMATIAN.
        Karena batas WAKTU sampai KEMATIAN itu merupakan MISTERI maka PERJALANAN TERCEPATlah yang akan mengantarkan seseorang sampai ke TUJUAN.

        TERCEPAT di sini dapat diartikan sebagai KONSISTENSI LINTASAN yang mengarah ke TUJUAN pada LINTASAN TERPENDEK sebagaimana ukuran JARAK antara 2 titik pada teorema Pythagoras.

        Ke 3 persoalan dasar ini, tiga tiganya HARUS ADA sebagai syarat sampainya ke TUJUAN. Kalau ada salah satu saja yang ditinggalkan maka tidak akan pernah sampai ke TUJUAN.

        Kalau TUJUANnya SALAH meskipun 2 hal yang lain dilakukan ? Tetap saja TIDAK AKAN PERNAH SAMPAI ke TUJUAN yang ada.

        Demikian juga, meskipun TUJUANnya BENAR, KESADARAN POSISI BENAR, tapi kalau TIDAK ADA KEMAUAN untuk menempuh TUJUAN ? Apalagi KONSISTENSI MENEMPUH TUJUAN ? Jelas tidak akan pernah akan sampai TUJUAN juga.

        AGAMA … Bukankah berbicara soal TUJUAN ? Soal POSITIONING ? Soal cara mencapai TUJUAN ?

        Tapi saat BICARA soal TUJUAN saja ? Nampak TUJUAN yang diketengahkan itu BERBEDA-BEDA ? Dan TABRAKAN … diakui atau tidak ?

        Masing masing PENGIKUT yang adalah MANUSIA ? MERASA BENAR dengan TUJUAN MASING-MASING … ? Yaitu ke TUHAN MASING-MASING ?
        Padahal MANUSIAnya sendiri secara GENETIKA dan GENOMEnya hanya ada SATU POLA … Tidak berbeda-beda ? Tapi kenapa memiliki TUJUAN ke TUHAN yang BERBEDA BEDA ?

        Apakah TUHAN yang diakui MANUSIA itu BENAR SEMUA ? Kalau BENAR SEMUA ? Kenapa TABRAKAN ?

        KRISTEN bilang bahwa TRINITAS itu ESA, ALLAH, YESUS dan ROH KUDUS itu SATU

        HINDU bilang TRIMURTI itu ESA, BRAHMA, WISNU dan SYIWA itu SATU JUA

        BUDDHA bilang bahwa ada yang SATU itu tidak bisa dikatakan karena KATA dan KALIMAT TIDAK SANGGUP MENGUNGKAPkannya …

        ISLAM bilang bahwa TUHAN itu ya ALLAH. Dia itu MAHA yang ke MAHAANNYA dirumuskan dalam ASMA ul HUSNA yang terdiri atas 99 SIFAT ALLAH dan juga DIA itu ESA

        KRISTEN, HINDU dan BUDDHA … Tidak pernah MEMBAHAS ke ESAAN ALLAH ISLAM yang ABSOLUT ini, tapi ISLAM membahas TRINITAS, POLYTHEISME, ATHEISME dan THEISME ? Apakah karena existensi ISLAM yang adanya BELAKANGAN sehingga bisa membahas agama-agama sebelum ISLAM ? Atau memang SUBSTANSI AGAMA itu adalah ke MONO THEISME yang ABSOLUT yang mana yang ABSOLUT itu karena ke ABSOLUTANNYA PASTI bisa MENJELASKAN, apa-apa yang ada di LANGIT dan di BUMI ? Baik saat AWAL maupun AKHIRnya ? Sehingga TIDAK ADA RAHASIA satupun yang TERSEMBUNYI bagi yang ABSOLUT itu baik di LANGIT maupun di BUMI di saat AWAL maupun AKHIRNYA ?

        ISLAM … ber TUHAN ke ESA ABSOLUT yang memperkenalkan DIRINYA DIA lah ALLAH
        KRISTEN dan HINDU ber TUHAN ke ESA KOMPLEMENTER
        BUDDHA … ber TUJUAN ke ABSOLUT juga tapi TIDAK MERUMUSKAN …

        Itulah PILIHAN-PILIHAN TUJUAN bagi MANUSIA
        HATI dan PIKIRAN MANUSIA PASTIlah TAHU mana yang PURE and CONSISTENT sebagai yang ABSOLUT ?

        ESA yang ABSOLUT atau ESA yang KOMPLEMENTER ?
        Atau …
        ESA yang MENJELASKAN DIRINYA atau ESA yang MENUTUPI DIRINYA ?

        Semuanya itu JELAS …

      • @Mas Hari,
        Wow utk semua pencerahannya, fanya selalu suka…..
        Salam

  14. @hari,

    1. dualisme mengajarkan Baik dan Buruk itu abadi. Baik katakannlah Allah, buruk katakanlah iblis. Di sini terlihat ada Allah dan iblis yang abadi. Lala Allah yang esa yang saudara bilangabsolute itu menjadi mentah. Alkitab tidak mengajarkan dualisme. Makanya orang yang percaya Allh seharusnya tdk percaya dualisme.

    2. Ilmu pengetahuan menjelaskan detail dan bagaimana proses sesuatu secara natural. Sayang tidak ada unsur mukjijat di sana. Mukjijat adalah campur tangan Tuhan. Seberapa hebatpun ilmu pengetahuan tetap ngga bisa komplit karena kekurangan unsur itu. Higg bossom ditemukan, tetapi malah lahir pertanyaan berikut kenapa dan bagaimana hig bossom terjadi. Pertanyaan tak berujung telah dijawab dalam iman berkata Tuhan mencipta. Hawking menolak eksistensi Tuhan dalam causa prima alam semesta. Jadi sebagai yang percaya Allah yang esa saudara harus memilih Allah mencipta, atau Allah membiarkan alam membentuk dirinya sendiri tanpa campur tanganNya.

    3. Mempertegas detail ilmu pengetahuan dan iman td, dakam Alkitab Yesus mengubah air menjadi anggur, h2o menjadi senyawa gula kompleks,
    Tuhan Yesus melakukannya dalam hitungan ucapan “Jadilah”, tp ilmu pengetahuan menghitung jutaan tahun untuk proses air menjadi senyawa gula kompleks. Saya memilih percaya Yesus melakukan mukjijat, dan percaya ilmu pengetahuan dalam menjelaskan bagaimana air menjadi gula jika tanpa campur tangan ilahi. yang mana ilmu pengetahuan itu tidak menjadi menolak Dia yang berkata Jadilah, malah meneguhkan ke~ilahian itu sendiri.

    4. Beda klaim beda kenyataan itu yang saya lihat dari kalimat2 saudara.
    Contoh:
    Premis a. Allah yang esa benar.
    Premis b. Kitab suci benar
    Premis c Allah esa (tidak ada yang benar kecuali Allah)
    Conclusi Allah dan Kitab Suci benar, ???
    Pertanyaan 1. Allah benar karena Kitab Suci atau
    Pertanyaan 2. Kitab suci benar karena Allah
    Jika p1 ya, maka premis a di atas salah, artinya kitab sucilah yang esa.
    Jika p2 ya, maka ada 2 yang benar.

    Sehingga bisa disederhanakan sbb
    Allah absolut benar, tapi kitab suci juga benar.

    Bagaimana menurut saudara? Saya masih melihat pengejawantahan Allah yang esa yang keliru dari saudara

    Salam sejahtera
    Tuhan Yesus mengadihi kita semua

  15. @hari

    Perhatikan model di atas itukah model vektornya menurut saudara?

    I adalah Islam, Y adalah Yahudi, K adalah Kristen. Masing2 ada aturan dan hukum yang mengarahkan ke Tuhan masing2. Adakah atau apakah resultannya dapat ditemukan?

    Kalau gambarnya tdk muncul klik link berikut:

    http://wp.me/aAP1p-118

  16. Tulang Parhobass …
    Dualisme sebagai FAKTA ADAnya ? memang ke DUA nya ADA bukan ?
    ALLAH yang ABSOLUT itu ADA … memang DIA ADA …
    IBLIS si TUKANG GODA MANUSIA … Ada tidak ? Ada juga bukan ?
    Persoalannya bukan pada ADAnya ? Karena memang ke DUA nya ADA
    Tapi diletakan pada KITA itu MEMILIH siapa ?
    ALLAH yang ABSOLUT atau IBLIS si PENGGODA ?
    Dalam kesejarahan kemanusiaan …
    TERNYATA ada yang MEMILIH jalan ALLAH yang ABSOLUT …
    Tapi sebagian besar MEMILIH AJAKAN IBLIS u- mengingkari ALLAH yang ABSOLUT
    Dan kita TAHU dari BUKTI-BUKTI berupa situs-situs yang berasal dari MASA LALU ?
    Ternyata situs situs itu HANCUR ? Bukan karena PELAPUKAN atau KOROSI ?
    Tapi ada yang MENGHANCURKAN dalam skala yang MASSIVE ?
    Dan di sebut dalam KITAB SUCI bahwa PENGHANCURAN itu karena ADZAB ALLAH yang ABSOLUT atas kaum yang MENGINGKARINYA ?
    Jadi mempercayai ADANYA sebagai ADANYA saja karena memang itu FAKTA ? Adalah sesuatu yang NETRAL. Tinggal bagaimana MANUSIA MEMAKNAI ADANYA itu ?
    Ternyata kategorinya ada yang ACUH BEIBE … Ada juga yang MENOLAKNYA dan ada yang MENGIKUTINYA ?

    Persoalannya adalah MENOLAK siapa dan MENGIKUTI siapa ? Itu HAL MENDASAR.
    Bagi yang MEMPERCAYAI adanya AKHIRAT, PILIHANnya itu JELAS yaitu …
    MENGIKUTI ALLAH yang ABSOLUT dengan MENOLAK setiap jalan IBLIS yang INTInya menggiring manusia u- MASUK ke NERAKA ?
    Bukan sebaliknya, yaitu MENOLAK ALLAH yang ABSOLUT dan MENGIKUTI jalan IBLIS. Kalau ini dilakukan maka NERAKAlah TEMPAT kediaman terakhirnya.

    Jadi persoalan DUALISME atau DIKOTOMI atau YIN YANG atau FURQAN ini, bukan pada percaya adanya ? Tapi SIAPA yang di PILIHnya untuk di IKUT i ? Keduanya itu JELAS ber BEDA. Jalan mana yang LURUS dan TERANG BENDERANG ? Dan jalan mana yang BENGKOK sekaligus GELAP GULITA ? SANGAT JELAS. Kalau jalan ALLAH yang diikuti, maka itulah JALAN yang LURUS sekaligus TERANG BENDERANG; Tapi kalau jalan IBLIS yang diikuti, itulah jalan yang BENGKOK sekaligus GELAP GULITA ?

    Terus ke soal ILMU PENGETAHUAN dan MUKJIZAT yang dipertentangkan ? Maka supaya FAIR alias ADIL, maka ILMU PENGETAHUAN adalah sesuatu yang LINEAR. Tidak ada itu namanya LOMPATAN. Semua PROSES adalah ter URUT, kalau awalnya A, maka selanjutnya adalah B, terus ke C, kemudian D, dst … dst … Itulah ILMU PENGETAHUAN … Sifatnya LINEAR tanpa LOMPATAN.

    Beda sekali dengan MUKJIZAT yang di miliki oleh orang PILIHAN karena sebagai UTUSAN ALLAH yang ABSOLUT ? Di sini ada LOMPATAN dengan MENINGGALKAN URUTAN LINEARITAS ? Kalau awalnya A, maka BOLEH jadi langsung ke F atau ke K atau ke R atau ke tahap urutan yang lain ? Itulah ILMU ALLAH yang ABSOLUT ?

    Ke DUA nya ini FAKTA karena TERJADI.
    Dengan meniadakan yang SATU dan menghilangkan yang lainnya ? Maka seperti mengAMPUTASI salah satu anggota tubuh yang SEPASANG ? Layaknya orang yang PINCANG ? maka FUNGSI yang ada menjadi TIDAK LENGKAP alias TIMPANG sehingga TIDAK OPTIMAL.

    ILMU PENGETAHUAN yang mendasarkan diri salah satunya dengan LINEARITAS adalah juga merupakan REAKSI dari kaum ber AGAMA yang banyak ber DOGMA RIA tanpa BISA MENJELASKAN kenapanya ? Apalagi kadang mereka ber ACTING laksana TUHAN itu sendiri dengan me MONOPOLI KEBENARAN ? Salah satunya terlihat pada menjelaskan sesuatu tanpa di akhiri dengan kalau BENAR itu semata-mata berasal dari ALLAH yang ABSOLUT ? Tapi kalau SALAH ? Itu karena KETIDAKTAHUAN diri sendiri ?

    Salah satu MUKJIZAT yang banyak diketahui tapi jarang dipikirkan dengan BAIK adalah MUKJIZAT Nabi MUSA yang dengan TONGKAT saja BISA MEMBELAH lautan ?

    Di jaman sekarang, u- membelah laut model Nabi MUSA itu bisa dilakukan dengan cara menghembuskan ANGIN sedemikian kuat sehingga air yang ada jadi TERSIBAK ? Suatu keadaan TERSIBAK sampai ke dasar lautnya sendiri.

    Itu soal penyibakan dengan cara menghembuskan angin yang sedemikian kuat yang akhirnya bisa MEMBELAH laut itu sendiri ? Tapi ada yang TERLUPA yaitu saat angin dihembuskan sedemikian kuat sampai bisa menyibak air laut dengan kedalaman puluhan bahkan ratusan meter ? Maka HEMBUSAN ANGIN itu kuatnya tidak main-main ? Padahal di dasar laut tsb ada yang MELARIKAN DIRI dan ada juga yang MENGEJAR yang melarikan diri itu ? Dengan adanya ANGIN yang sedemikian kuat itu, maka orang-orang yang berlari itu akan ke hentak terpelanting dengan mengikuti arah hembusan angin tsb ?

    Satu sisi manusia bisa meniru sebagian MUKJIZAT itu ? Tapi di sisi lain, langkah manusia itu justru menimbulkan masalah baru yang sebelumnya TIDAK TERPIKIR ?

    Pembelahan laut jaman Nabi MUSA itu merupakan PERISTIWA LUAR BIASA ? Tapi kenapa FIR’AUN TIDAK MENGGUBRIS laut yang terbelah yang tingginya setinggi gunung ? Padahal kalau pakai AKAL SEHAT ? Harusnya FIR’AUN berpikir berkali kali … ? EEEIIIITTTTSSSS ada apa ini ? Jangan jangan ini JEBAKAN ? Tetap saja FIR’AUN mengejar Nabi MUSA ?

    Di lihat dari sisi psikologis, kaum Nabi MUSA adalah kaum yang MELARIKAN DIRI … Takut akan KETANGKAP FIR’AUN lagi makanya mereka berpikir POKOKnya LEPAS dari FIR’AUN ? Makanya energinya begitu luar biasanya ? Hal ini bisa dicontohkan dengan MALING yang di kejar-kejar ? Bagi maling … Yang penting adalah LOLOS dari KEJARAN, kadang si MALING dapat melakukan suatu hal yang kalau SADAR tidak bisa dilakukan, seperti melompati tembok setinggi 2 meter ? Energi mereka yang lari karena KETAKUTAN adalah BERLIPAT dan STABIL sepanjang demi u- MELOLOSKAN DIRI ?
    BEDA sama FIR’AUN yang begitu DENDAMnya sama MUSA karena PERNAH dipermalukan Nabi MUSA di depan rakyatnya sendiri, maka saat MENGEJAR Nabi MUSA di lautan pun, semua LOGIKA akan BAHAYA TERBELAHNYA LAUTAN ? Tidak dihiraukan lagi, karena melihat kenyataannya, BEDA jarak antara FIR’AUN dan kaumnya dengan Nabi Musa dan orang-orang yang mengikutinya adalah DEKAT ? Jarak PANDANG FIR’AUN ke Nabi MUSA adalah DEKAT, dalam arti mudah di jangkau ? Tapi kedekatan jarak tsb di persulit dengan material di dasar laut berupa karang- karang ? Yang tentunya menjadi penghambat bagi laju PENGEJARAN FIR’AUN ?

    Karena FIR’AUN yang begitu DENDAM dengan Nabi MUSA ? Maka semua KENDALA yang ada berupa karang-karang di dasar laut tsb ? TIDAK TERLIHAT. Dendam yang begitu TINGGI itulah yang membuat FIR’AUN TETAP MENGEJAR Nabi MUSA beserta kaumnya meskipun FIR’AUN memasuki LORONG berdinding air yang tinggi ?

    ENERGI FIR’AUN yang di PICU karena DENDAM ? Memang SANGAT BESAR ? Tapi itu di AWALnya ? Seiring dengan berjalannya WAKTU, energi FIR’AUN yang BESAR itu akan CEPAT HABIS seperti LILIN yang cepat LUMER.

    Cerita selanjutnya kita semua sudah tahu, bahwasanya FIR’AUN akhirnya ditenggelamkan dengan runtuhnya DINDING AIR tsb ?

    Setelah SELAMAT … Semua LOGISTIK Bani Israel HABIS bukan semata-mata di makan ? Tapi juga di BUANG karena demi mempercepat speed (kecepatan) larinya agar TIDAK TERKEJAR FIR’AUN ? Di seberang lautan, yang di temui adalah GURUN –Gurun Sinai– yang JELAS TIDAK ADA BAHAN MAKANAN ? Belum lagi kehausan, kelaparan, lecet lecet dan LELAH LUAR BIASA ? Bisa dibayangkan ? Hal itu LAKSANA, LEPAS dari MULUT HARIMAU ? Sudah di tunggu BUAYA yang sedang lapar-laparnya ? Apabila KONDISInya LINEAR maka Bani Israel yang dibawa Nabi MUSA akan MUSNAH. Kenapa ? Setelah LOLOS dari FIR’AUN dengan lari full speed melalui lika liku batu karang yang ada di bawah sejauh puluhan kilo meter ? PASTIlah Kalau TIDAK ADA ASUPAN yang MASUK ? Mereka semua akan MATI ? Atas KASIH SAYANG ALLAH yang ABSOLUT, maka diturunkan makanan secara INSTANT yaitu berupa MANNA dan SALWA.

    Peristiwa MIGRASI ini, lebih tepatnya kalau disebut EXODUS dari MESIR ke PALESTINA, secara KOLEKTIF seharusnya MEMBEKAS sedemikian dalamnya ke MEMORI KOLEKTIF Bani Israel akan MUKJIZAT yang diberikan kepada Nabi MUSA ? Mereka MELIHAT dan MERASAKAN LANGSUNG MUKJIZAT tsb ? Bukan katanya ? Dengan demikian mereka seharusnya TAAT kepada ALLAH yang ABSOLUT dan juga kepada Nabi MUSA sebagai UTUSAN ALLAH yang ESANYA ABSOLUT dengan cara MENJALANKAN PERINTAH-PERINTAHNYA dan MENJAUHI LARANGAN-LARANGANNYA ? Itu logikanya … ? Kenyataannya ? Saat di tinggal Nabi MUSA selama 40 hari saja ? Segolongan Bani Israel tsb membuat patung anak sapi untuk di sembah layaknya TUHAN ? Dan hal ini MENYEBAR dengan CEPAT ke golongan bani Israel lainnya dan akhirnya sebagian besar Bani Israel mengikutinya.

    Bisa dibayangkan ? MUKJIZAT besar telah di LIHAT LANGSUNG ? Tapi kenapa masih mengingkari ALLAH yang ABSOLUT ? Pengingkaran Itu hitungannya hari lagi ?

    Itulah cerita Nabi MUSA dengan kaumnya yang kalau di lihat dari kacamata ke ilmuan sekarang ? Jadinya NYAMBUNG alias RUNUT atau LOGIS ? Jadi tidak ada yang perlu dipertentangkan antara ILMU PENGETAHUAN sekarang ini yang RUNUT dan LINEAR dengan MUKJIZAT yang ada LOMPATANNYA ?

    Terus kalau dikaitkan dengan STATEMENT STEPHEN HAWKING yang MELIHAT alam semesta ini seperti ini dan akan seperti ini TERUS tanpa ada campur tangan yang lain ? BIARlah dia seperti itu dengan KEYAKINANnya sendiri ? Yang JELAS, STEPHEN HAWKING dipermalukan dengan kasus ditemukannya PARTIKEL HIGGS BOSON ? Karena dia bertaruh bahwa partikel Higgs boson itu tidak ada maka tidak bisa ditemukan ? Meskipun KALAH TARUHANnya itu hanya US$ 10 … Tapi itu sudah cukup u- mempermalukan dia yang MERASA sebagai manusia PALING PINTAR di jaman kita ini ?

    Ke ILMUAN manusia yang ter REFLEKSI pada ILMU PENGETAHUAN ? Selalu ter URUT … LINEAR … STEP by STEP ? Tapi ILMU TUHAN ? Memasukkan UNSUR LOMPATAN ? Itulah BEDAnya manusia dengan TUHAN.

    TERUS ke soal premis KEBENARAN ?
    KEBENARAN itu kan …
    Pertama, Dikaitkan dengan FAKTAnya
    Kedua, LOGIKAnya (Silogisme)
    Ketiga, OBYEKTIFITAS
    Ke empat, UNIVERSALITAS

    Jadi ALLAH yang ABSOLUT yang merupakan PRIMA CAUSA itu kalau menjelaskan DIRINYA, Siapa DIRINYA itu ? Ada RAHASIA apa di balik PENCIPTAAN itu ? Termasuk RULE of The GAME yang ada ? Penjelasan terutama ke CIPTAAN MANUSIANYA yang menjadi PENYEBAB PEMBANGUN dan PENGHANCUR sistem ke DUNIA an ini ? Karena HANYA MANUSIAlah yang diminta PERTANGGUNG JAWABAN atas KINERJAnya saat di dunia ? Makhluk lainnya TIDAK.

    Untuk itu …
    Yang ABSOLUT tetap saja ABSOLUT
    Yang RELATIF tetap juga RELATIF …
    Yang ABSOLUT tidak akan men DOWN GRADE DIRINYA menjadi RELATIF … ?
    Demikian juga yang RELATIF TIDAK AKAN BISA menjadi yang ABSOLUT ?
    TIDAK ADA istilah LINTAS atau SILANG ?
    ABSOLUT ke RELATIF
    atau
    RELATIF ke ABSOLUT ?

    Saat di dunia …
    Yang RELATIF TIDAK BISA me RESPONSE yang ABSOLUT secara LANGSUNG atas KEHADIRANNYA (Substance presence)
    Dengan demikian
    Untuk MENJELASKAN hal hal yang begitu PENTINGnya buat MANUSIAnya sendiri
    Maka yang ABSOLUT menciptakan MAKHLUK yang bisa MENYAMPAIKAN PESAN ILAHI ke manusia … Itulah MALAIKAT …
    MANUSIAnya MENULISKAN PESAN ILAHI dari MALAIKAT
    Kemudian PESAN-PESAN itu di COMPILE dalam bentuk BUKU itulah KITAB SUCI …

    Semuanya itu, Kalau BENAR …
    Saat di cross sama FAKTAnya ? Klop.
    Penjelasannya LOGIS tidak pokoknya …
    Siapapun juga bisa men TRACE atau MENELUSURI atas hal-hal yang dinyatakan tsb ?
    Dimanapun dan kapanpun hal hal yang dinyatakan itu TETAPlah BENAR.

    Karena KEBENARAN itu sesuatu yang BAKU atau BASICS maka TIDAK TERIKAT dengan space and time (ruang waktu) …

    Kalau Tulang meng ANTAGONISKAN …
    ALLAH yang ABSOLUT BENAR
    KITAB SUCI BENAR

    Yang BENAR ?
    Apakah ALLAH itu BENAR karena KITAB SUCI BENAR ?
    Atau
    KITAB SUCI BENAR karena dari ALLAH yang BENAR ?

    Tulang … ? Masa hal seperti ini dipertanyakan ?

    ALLAH itu ABSOLUT makanya ALLAH SELALU BENAR
    KITAB SUCI itu BENAR karena dari ALLAH yang ABSOLUT yang BENAR itu

    KEBENARAN HANYA MENGATAKAN KEBENARAN

    ALLAH yang ESANYA ABSOLUT itu MENYATAKAN …
    Ke ESAAN ABSOLUTNYA itu pada Al QUR’AN tanpa ada pertentangan antar ayatnya
    Mengakui bahwa DIA juga MENURUNKAN KITAB SUCI sebelum Al QUR’AN tapi dalam perjalanannya ada sebagian ayat yang di UBAH demi KEPENTINGAN DUNIA si PENGUBAH AYAT. Ada KEJUJURAN (karena JUJUR maka itu adalah KEBENARAN karena sesuai FAKTANYA) bahwa ALLAH yang ABSOLUT memang MENURUNKAN KITAB SUCI sebelumnya, Injil, Taurat, Zabur, Suquf Ibrahim dsb …
    KECELAKAAN BESARlah bagi orang-orang yang MENGATAKAN bahwa ALLAH PUNYA ANAK atau ALLAH itu TIGA ?

    TERUS kembali ke soal ke TUHANAN yang adalah TUJUAN AKHIR manusia …

    Apakah ke TUHAN
    ESA yang ABSOLUT atau ESA yang KOMPLEMENTER ?
    Atau …
    ESA yang MENJELASKAN DIRINYA atau ESA yang MENUTUPI DIRINYA ?
    Semuanya itu JELAS …

    JELAS dalam arti bahwa ESANYA ABSOLUT sekaligus MENJELASKAN
    Itu TIDAK BISA dijelaskan MANUSIA … Siapapun itu ?
    Kalau yang ESA ABSOLUT itu sendiri TIDAK MENJELASKANNYA ..
    Tapi kalau yang ESA ABSOLUT itu MENJELASKANNYA …
    Maka manusia akan TAHU ke ESAAN yang ABSOLUT itu seperti apa ?

    PENJELASANNYA sendiri disampaikan melalui MALAIKATNYA
    Untuk disampaikan ke MANUSIA PILIHANNYA … Yaitu para Nabi dan Rasul ALLAH yang ESANYA ABSOLUT …

    MALAIKAT itu sendiri adalah MAKHLUK yang JUJUR, TAAT, TIDAK PERNAH DUSTA dan TIDAK PELUPA alias SELALU INGAT …
    Sehingga apa yang disampaikan berupa WAHYU ke MANUSIA PILIHAN itu 100% adalah BENAR dari ALLAH yang ESANYA ABSOLUT …

    Kalau sesuatu itu BENAR meskipun
    Di BOLAK BALIK,
    Di PUTAR PUTAR
    Atau di JUNGKIR BALIKAN tetap saja BENAR

    Akan BEDA kalau sesuatu itu SALAH …
    Jangankan di BOLAK BALIK,
    Terus di PUTAR PUTAR
    Kemudian di JUNGKIR BALIKAN ?
    Di TANYA sedikit saja tentang hal SIMPLE ?
    Jawabannya akan ber PUTAR PUTAR, ter BOLAK BALIK bahkan sering JUNGKIR BALIK ?

    Yang BENAR itu dari ALLAH yang ESANYA ABSOLUT
    Kalau SALAH ? itu semata-mata karena kekurang tahuan diri …

    • @hari
      Dualisme itu bukan sebatas Baik dan Jahat ada. Tetapi dualisme mengajarkan adanya kesetaraan antara Baik dan Jahat. Pengejawantahan Allah yang Esa jadi amburadul kalau saudara mempercayai dualisme. Sedemikian amburadul jg memercayai big bang tetapi jg mempercayai penciptaan.
      Mas hari dalami dulu apa itu dualisme. Kita membahas itu saja. Dan saya akan mengucapkan terimakasih banyak.

      Semoga ada perkembangan dan perbaharuan daripada menghubung2kan sesuatu yang tidak berfaedah.

      Salam

      • Menurut Tulang dualisme itu sendiri apa ? Langsung menarik diri saja ? Saya kuatir justru pengertian Tulang yang rancu atas Dualisme tsb ?

      • Mas hari;
        Saya sudah katakan di awal dualisme itu mengajarkan Baik dan Jahat yang sama, setara. Baik katakanlah Allah; dan Jahat katakanlah Iblis; nah dua duanya setara; sama kuat; ada perang abadi; tidak saling mengalahkan tetapi saling adu saja, ada konflik abadi antara Baik dan Jahat. Jika Allah Esa, tidak ada yang sama seperti Dia; hanya Dia yang Ada seperti Dia, maka si Jahat di atas kendaliNya, tidak setara dan tidak sama. ALLAH lebih berkuasa dari apapun, Baik lebih berkuasa dari si Jahat. Yin dan yang tidak berlaku.
        Nah melirik ke sini hanya Alkitab yang mengajarkan demikian, dari pengejawantahan Allah yang esa hanya ada pada Kristen yang di awal saudara bilang mengajarkan “Allah esa tapi.”..sauadara dari awal mencampuradukkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sehingga terkesan serampangan. Dalam dunia agama itu disebut sinkritisme.

        Dalamilah mungkin saudara mengimani dualisme. Saya katakan itu keliru jika saudara mengimani Allah yang esa juga.

        Salam

  17. Sekedar sharing ttg definisi DUALISME :

    Cambridge:
    › the belief that things are divided into two often very different or opposing parts:

    Oxford:
    • 1the division of something conceptually into two opposed or contrasted aspects, or the state of being so divided:a dualism between man and nature
    • Philosophy a theory or system of thought that regards a domain of reality in terms of two independent principles, especially mind and matter ( Cartesian dualism). Compare with IDEALISM, MATERIALISM, MONISM.
    • the religious doctrine that the universe contains opposed powers of good and evil, especially seen as balanced equals.
    • (in Christian theology) the doctrine that Christ had two coexisting natures, human and divine.
    • 2the quality or condition of being dual; duality.

    KBBI :
    dualisme /du•a•lis•me/ n
    1 Fis paham bahwa dl kehidupan ini ada dua prinsip yg saling bertentangan (spt ada kebaikan ada pula kejahatan, ada terang ada gelap);
    2 keadaan bermuka dua, yaitu satu sama lain saling bertentangan atau tidak sejalan.

    Salam

    • @hi, all

      Selamat Hari Paskah!
      Jangan takut, Dia telah bangkit!
      Salam damai semuanya!

  18. Tulang Parhobass …
    BENAR dan Salah
    BAIK dan Buruk …
    Dan apapun DIKOTOMI atau DUALISME itu, Sebagai suatu REALITAS akan SELALU ADA sebagai ADAnya …
    Siapa MENGINGKARI berarti mengingkari REALITAS itu sendiri …

    DIKOTOMI atau DUALISME itu adalah PILIHAN …
    SEMUA itu JELAS …
    Mana yang BENAR dan BAIK ?
    Mana yang Salah dan Buruk ?
    Tinggal manusianya MEMILIH yang mana ?

    TERUS …
    Ke soal pemberian percontohan … Terus terang saya hanya TERSENYUM sendiri ? Di mana Tulang mengatakan sebagai berikut … ?

    Saya sudah katakan di awal dualisme itu mengajarkan Baik dan Jahat yang sama, setara. Baik katakanlah Allah; dan Jahat katakanlah Iblis; nah dua duanya setara; sama kuat; ada perang abadi; tidak saling mengalahkan tetapi saling adu saja, ada konflik abadi antara Baik dan Jahat.

    Di sini Tulang MENYETARAKAN ALLAH yang ESA dengan IBLIS ? Dalam dikotomi, kesetaraan IBLIS itu adalah dengan MALAIKAT ?
    IBLIS selalu JAHAT … MALAIKAT selalu BAIK … EQUAL
    Dalam baris BILANGAN … IBLIS adalah bilangan NEGATIP … MALAIKAT bilangan POSITIP …

    Itulah Tulang yang saya maksudkan sepertinya Tulang RANCU melihat masalah DIKOTOMI ini ? Dan TERNYATA BENAR … Yaitu dengan memberikan CONTOH yang INEQUAL ? MEMBANDINGKAN ALLAH yang ESA dengan IBLIS ? Padahal yang berseberangan dengan IBLIS itu ada yaitu MALAIKAT. Apakah soal ini Tulang TERLUPA ?

    • Mas hari
      Coba cek jawabanmu sebelumnya saudara bilang memilih Allah yang absolut atau iblis yang jahat.. tidak ada malaikatnya.. sekarang koq ada malaikatnya?
      Dalami lagi saudara hari.. yang mengimani Allah yang esa seharusnya tdk meyakini dualisme. Dualisme tdk sebatas kiri dan kanan. Gelap terang. Baik dan jahat. Yin dan yang. Maaih ada bagian terdalamnya.ok

      Salam

      • Tulang Parhobass …
        Saat Tulang mengatakan bahwa DUALISME itu harus di tolak ? Saya selalu mengatakan diPILIH … ? Kemudian Tulang selalu saja MENOLAK argumentasi saya ini ? Nah … Atas dasar PENOLAKAN itulah saya minta PENJELASAN Tulang ? Ternyata waktu memberikan CONTOHnya ketahuan bahwa ada yang INEQUAL ? Yaitu IBLIS disetarakan dengan TUHAN ? Padahal kesetaraan IBLIS itu ya pada MALAIKAT ?

        Dualisme kenapa harus TIDAK di IMANI ? Memang HARUS TIDAK di IMANI kalau dalam kerangka karena mau MELAKUKAN kedua-keduanya ? Kalau itu yang dimaksud ? Namanya AMBURADUL …

        Tapi akan BEDA kalau DUALISME itu sebagai FAKTA ADANYA ? Karena memang KENYATAANNYA kan ? Selalu saja DUALISME itu hadir dalam kehidupan dunia ini ? Kehadirannya itu diMAKNAi sebagai sesuatu yang HARUS di PILIH ? MEMILIH A bukannya B atau MEMILIH B bukannya A ?

        BENAR dan SALAH itu akan selalu ada, maka PILIHlah yang BENAR
        BAIK dan BURUK akan selalu ada, maka PILIHlah yang BAIK

        Kalau dikombinasi … PILIHlah yang BENAR dan BAIK dan bukan MEMLIH yang SALAH dan BURUK ?

        Kalau Tulang tahu bagian terdalamnya dari DUALISME itu ? Kenapa Tulang tidak menjelaskan saja ?

      • Mas Hari,
        Coba cek kalimatmu di awal… Saudara katakan memilih Allah yang absolut atau Iblis yang jahat. Bukan memilih malaikat atau iblis. Dan dimana dualisme dikumandangkan tidak ada pilihan malaikat atau iblis melainkan Allah atau Iblis…

        Lalu cek lagi kata-kata Yin dan Yang… Itu semua menyatarakan Allah dengan si Jahat/iblis…jadi itu yang saya harapkan saudara jauhi, koq malah saya saudara katakan berbuat seperti itu.

        Dualisme itu banyak cabang tetapi ketika ada kata yin dan yang saudara paham ngga jenis dualisme saudara…

        Diskusi ini harus maju jgn sampi stack…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: