Salah soal neh…

November 18, 2009 pukul 8:11 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag:

diketahui:
Pengajar, Alkitab, berkata:
Ada 1 Allah,…
tetapi,
ada 1 Bapa, Allah
ada 1 Anak, Allah
ada 1 Roh Kudus, Allah

ditanya:

isilah titik-titik ini dengan operator matematis yang benar,
1 Allah(Bapa)…. 1 Allah (Anak) …. 1 Allah (Roh Kudus) = 1 Allah

dijawab:
dari beberapa jawaban ada begini,..
A. setelah mumet, ia berkata: “Salah soal neh..“, “mana mungkin..”, karena ia terset di dalam metoda penjumlahan (+)
B. setelah berpikir panjang: “bisa perkalian (x), bisa juga pembagian (:)
C. …”bisa juga penjumlahan (+) dalam basis 2”, sambil bangganya
D. “menurutku si C bisa juga, si B bisa juga, dan bisa juga operator AND atau OR dimana 1 adalah bernilai TRUE”, dengan tenang dan kalem banget…

B,C,D adalah beberapa penafsiran, pendekatan akan arti dari makna “….” di atas, bisa saja memang di antara penafsiran itu tidak tepat seperti yang diinginkan si empunya soal, tetapi dengan beragamnya sisi perang yang dihadapi pendekatan itu bisa diterima.

A adalah sebuah penafsiran, pendekatan yang tidak mau tunduk kepada soal, dan lepas dari alur, sehingga melihat makna secara kabur.

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Hehehehe….
    posting lae kali ini fokus ttg ketidaksetujuan umat lain thd Trinitas di dalam agama Kristen. Baiklah sdrku yg terkasih. Mudah-mudahan ini menjadi uraian yg berguna utk saudara-saudara kita yg hanya ada di dlm Kristus. Saya takut lagi nanti, disebut Kristenisasi jikalau menguraikan sesuatu ajaran yg haram bg mereka.
    .
    .
    Apakah keyakinan Kristen tdk menekankan keEsaan Allah? Di ( Ul 6:4,5) : ” Dengarkanlah hai Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa! Kasihilah Tuhanmu dgn segenap hatimu dn dgn segenap jiwamu dn dgn segenap kekuatanmu. Itu adalah shadat suatu pengakuan iman yg ditekankan Musa kpd bgs Israel. Itu dilakukan spy Israel jgn sesekali melupakan atau menduakan Tuhan dlm segenap keseharian hidupnya. Itu diperbuat krn Allah sudah menunjukkan bhw hanya ada satu Allah yg benar-benar Allah yg layak disembah dan di jadikan Tuhan. Segala perbuatan Allah akan apa yg Dia perbuat di tanah Mesir, perjalanan di gurun pasir menyatakan bhw tidak ada Tuhan yg melakukan kekuatan dan kedahsyatan seperti itu spt hal yg diperbuat Allah Israel. Jadi kesimpulannya bhw Allah dikatakan Esa dijaman Perjanjian Lama untuk menjauhkan Israel dari bahaya akan banyaknya Ilah-Ilah pd waktu itu. Oleh krn TUHAN tlh menyatakan diriNya sbg Allah yg Esa maka bangsa Israel sebagai pilihan Tuhan harus mempersembahkan segala tenaga, pikiran dan tenaganya hanya kpd Allah yg Esa itu, tidak boleh terbagi-bagi kpd Ilah-Ilah lain. Akulah Tuhan Allahmu seru Tuhan kita, tidak boleh ada Allah lain di hadapanKu. Nah itulah ke Esa an Allah yg msh samar-samar di PL .
    .
    .
    Nah di dlm Perjanjian Baru, siapa dan bagaimana Allah itu sangat jelas tampak dengan mata iman kita yg percaya kpdNya. Setelah genap masanya, maka Allah turun ke dunia mengambil bentuk manusia. Sekarang Allah sudah sama dn telah menjadi menjadi manusia. Siapakah Dia itu ya tepat ! Dialah Yesus yg telah di urapin Allah menjadi penerima kuasa atas apa yg ada di langit maupun yg ada di Bumi. Dia berkata barangsiapa melihat Dia maka dia melihat Bapa. Dia juga berkata bhw Dia adalah satu dgn Bapa. Nah kesatuan yg dapat kita tarik disini adalah ke Esaan yg sebenarnya. Karena Bapa dan Anak adalah dua Pribadi yg berbeda tetapi satu dalam keMahaKuasaan, satu dalam ke Maha Kudusan.
    .
    .
    Walau dlm Perjanjian Baru telah nyata bg kita ada tiga Pribadi Yang Maha Kudus itu sbg kesatuan yg kita kenal sbg Allah, bukan berarti ada tiga Allah yg kita sembah. Karena pengetahuan yg sempurna itu datangnya hanya dr Allah sendiri melalui bacaan kitab suci Alkitab. Sehingga untuk itulah dapat kita mengerti bhw ternyata Allah yg dariNYa segala sesuatu ada kita panggil dgn hormat BAPA , Allah yg memberikan diriNya sbg korban tebusan dosa-dosa kita beri pujian kudus kpd Tuhan Yesus, dan Allah yg memberi penghiburan dan kekuatan bg org2 percaya kita sembah sbg Roh Kudus. Nah , inilah yg menjadi shadat ungkapan percaya org-org Kristen.
    .
    .
    jadi dari kesimpulan ke Esa an Allah di Perjanjian Baru dapat kitakan bhw itu adalah dalam menghadapin mereka yg tidak percaya Tuhan ( Atheis) dan yg tidak percaya kpd penebusan Kristus yg di utus Allah.
    .
    .
    ESA dlm Perjanjian Lama adalah utk keadaan begitu banyaknya Ilah-ilah yg dapat membingungkan (Etis)
    ESA dlm Perjanjian Baru adalah utk keadaan dimana org sudah bersikap (Atheis)

    Shalom ya laeku

    • ruar biasa lae, …
      ulasan yang dalam, tajam dan akurat…

      puji TUHAN di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus

  2. Bapa = Allah
    Anak = Yesus (Isa Almasih)
    Roh kudus = Ruhul Qudus (malaikat Jibril)

    • @Fitri
      TUHAN adalah Bapa/Anak/Roh Kudus yang Esa,
      penjelasan inilah rangkuman dari isi post ini dan comment Lae Sihotang

  3. @ Fitri

    Maksudmu apa dek ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: