Model Yehuda

November 16, 2009 pukul 8:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Yakub sangat sedih, teramat sedih, ketika 9 anaknya kembali kepadanya, pada saat Simeon telah menjadi jaminan, Simeon telah ditahan di Mesir. Dan 9 anak yang lain meminta Yakub menyerahkan anaknya, Benyamin, untuk ikut dibawa ke Mesir, dan diserahkan kepada Yusuf.
Yakub sudah kehilangan Yusuf puluhan tahun yang lalu, lalu Simeon, lalu satu-satunya anak lelakinya dari istri kesayangannya Rahel. “Harus sedemikian sedihnyakah kematianku?, aku tidak rela mati begini TUHAN”,…mungkin beginilah doa Yakub.

Yusuf telah menjadi Gubernur di Mesir, sementara saudara-saudaranya tidak mengenalnya pada waktu mereka membeli bahan makanan dari Yusuf. Mereka telah menjualnya ketika ia masih muda, dan pembelinya membawa Yusuf ke Mesir. Pada saat membeli bahan makanan itulah Yusuf meminta saudara-saudaranya membawa Benyamin menghadap dia.

Ada dua model yang diperlihatkan kepada kita untuk meyakinkan dan memohon penebusan dan keselamatan kepada Bapa kita:
1. Model Ruben

BIS Kejadian 42:37 Lalu kata Ruben kepada ayahnya, “Serahkanlah Benyamin kepada saya, Ayah; nanti akan saya bawa kembali, jika tidak, Ayah boleh membunuh kedua anak laki-laki saya.”

Berilah saya yang saya inginkan, sebagai jaminannya bukan diri saya sendiri, tetapi apa yang saya punyai.
Tentu, model ini tidak disenangi, dan bukan yang diajarkan kepada kita, tetapi bisa jadi sering kita lakukan.

2. Model Yehuda

BIS Kejadian 43:8-10 Lalu kata Yehuda kepada ayahnya, “Izinkanlah anak itu ikut, dan saya yang bertanggung jawab atas dia. Kami akan berangkat dengan segera supaya tidak seorang pun dari kita mati kelaparan. Sayalah jaminannya, dan Ayah boleh menuntut dia dari saya. Kalau dia tidak saya bawa kembali dengan selamat, saya tanggung hukumannya seumur hidup. Seandainya kita tidak menunggu begitu lama, pasti kami sekarang sudah pulang pergi dua kali.”

Berilah saya yang saya inginkan, sebagai jaminannya diri saya sendiri.
Tentu, model inilah yang diajarkan kepada kita.

Kita langsung teringat TB, Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

TUHAN menjaminkan DiriNya sendiri, demi keselamatan dan penebusan.

Iklan

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Mantap ni posting ni lae i..

    Keep posting ma ate laeku ..

    Shalom

  2. Ini kan cerita tentang nabi Yusuf yang tampan dan paling disayang oleh nabi Yakub ayahnya sehingga saudaranya iri dan membuang Yusuf ke sumur. Lalu apa hubungan cerita ini dengan model Yehuda?

    • di alinea ke pertama dan kedua sudah dijelaskan, kalau kurang paham Anda bisa refer ke Kejadian 42 dan Kejadian 43,
      silahkan baca di sabda.org


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: