Dendam Kesumat

November 14, 2009 pukul 8:49 am | Ditulis dalam Saya melihat | 3 Komentar
Tag: ,

Orang yang kita sangat benci bisa saja diberkati amat sangat oleh TUHAN (keturunan Abraham sudah banyak menceritakannya, bahkan sampai ke Nuh, atau dua anak Adam, Kain dan Habel).

Dan karena benci dan dengki sudah tertanam di sini, di dalam hati, maka keadaan yang indah dan hijau di kantong orang akan membuat wajah dan hati kita merah dan panas.

Yang lebih gila lagi, jika kita ternyata mengenal TUHAN yang sama, dan… ya orang lain lebih diberkati, sementara kelakuannya untuk kacamata manusia bejat….
Dendam kesumat,… perumpaan Yesus tentang anak yang hilang menggambarkannya dengan jelas.

Iri hati dan dengki, kenalilah, karena dalam keadaan ini tidak ada yang dapat kita berikan untuk menolong orang lain, karena Tuhan Yesus mengajar, berilah maka kamu akan mendapat. Jika tidak maka kesedihan di dalam dendam kesumat akan mengeringkan tulang, mati melingkar.

Iklan

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Sangat tepat renungan dan pemikiran lae itu…

    KIta umat yg percaya selalu terganggu dgn keadaan sekeliling kita. Selalu ada bisikan dan godaan mempertanyakan keadilan keadaan diri yg berTuhan tetapi tidak memiliki keadaan berkelimpahan dgn orang yg tdk berTuhan tetapi berkelimpahan harta dan diberkati hal materi yg sangat berkecukupan.

    Tetapi akhirnya Roh Kudus menerangkan keadaan itu kpd saya ttg perkataan Kristus :

    (Mat. 5:45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    Jadi spy nyatalah bhw Allah itu adalah Maha Baik, sehingga Dia tidak pilih bulu kepada siapa Dia hendak memberi berkat-berkatNya. Karena dari ayat itu kita simpulkan bahwa jika kita bekerja keras dan tekun berusaha maka pasti berkat-berkat itu mengalir dgn sendirinya.

    Hanya saja bg anak-anak Tuhan bhw bekerja secara duniawi sangat berbeda dgn anak-anak dunia ini. Cara dan perilaku kita bekerja harus seturut dan tetap berada dlm FirmanNYa. Sehingga peluang utk mendapatkan nilai lebih ttg keduniawian ini terbatas krn pengenalan kita akan Tuhan. Tetapi setiap berkat yg berasal dari Allah itu tidak akan pernah lekang dan binasa krn Tuhan sendiri yg menjaganya. Sangat beda dgn harta dr orang-orang fasik yg sekarang ada besok sudah hilang tiada berbekas. Jadi yg terpenting adalah spt kata Tuhan sendiri,
    cukupkan saja diri kita dengan apa yg ada pd kita. Ini yg penting selama kita hidup di dunia ini, bhw damai sejahtera yg dari Allah itu , itulah kiranya yg tetap menyertai kita sampai Maranatha nanti.

    Shalom Alelujah

    Horas laeku

    • ah, ingkon bahenon ni lae do blog bah (santabi jo tahe, adong do?)
      mancai tajom do sipata jamita ni halak lae… hehehe

  2. @ Parhobas

    I ma tutu lae, pemikiranku sahat tu saonarion dang pola ma jo mambaen blog. Ai borat do mangkhataon hata ni Tuhan i di negara songon negara taon. Jadi ba cukup ma iba gabe admin di blog-blog dongan karisten songon blog ni lae on.

    Shalom ma di lae ku na dihaholongin Kristus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: