Allah seperti Menara Babel atau Yesus yang turun?

November 14, 2009 pukul 7:36 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Mika 4:5

כִּ֚י כָּל־ הָ֣עַמִּ֔ים יֵלְכ֕וּ אִ֖ישׁ בְּשֵׁ֣ם אֱלֹהָ֑יו וַאֲנַ֗חְנוּ נֵלֵ֛ךְ בְּשֵׁם־ יְהוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ לְעֹולָ֥ם וָעֶֽד׃ פ
ki kol-ha’mim yelkhu ish beshem elohav vaanahnu nelek beshem-ADONAI elohainu leolam vaed
Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya

Memang banyak allah, tetapi hanya Satu, Yang kita sembah, TUHAN di dalam nama Yesus Kristus.
Cara membedakan?
Tentu di dalam BIMK (Alkitab ber-Bahasa Indonesia Masa Kini, demi nama allahnya di sebut taat kepada dewanya sendiri) akan lebih jelas, tetapi dalam kenyataanya memang tidak mudah membedakan Alllah dengan allah, TUHAN dengan dewa.

TUHAN berkata:”AKU ADALAH AKU, tidak ada yang lain”, adalah bentuk klaim yang paling tidak mirip dengan allah-allah lain, kelihatan ego dan sombong, aku, aku, dan hanya aku,…. seperti allah lain juga berani mengklaim,”Akulah penguasa, akulah allah, maka sembahlah aku saja”.

Tetapi klaim allah lain adalah klaim seperti Menara Babel (menara yang dibangun di jaman Nimrod, yang diharapkan menjulang sampai kelangit sehingga kelihatan satu). Allah lain ingin menjulang tinggi.
Menara Babel, tentu untuk dapat menjulang ia harus memiliki pondasi yang kuat, sudahlah tidak usah ragu berkata, semua allah lain juga bisa memiliki pengajaran yang wah, luar biasa. Kemewahannya tersembunyi dalam pondasi, keagungan bangunannya dan ujungnya yang samar-samar saking tingginya, ia kadang malah harus tertutup awan-awan. Semakin ia dipuja semakin tinggi dia, dan semakin tinggi dia, semakin tidak kelihatan wujud aslinya… luar biasa.

Tetapi Mikha berkata:”tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya

karena?…

TUHAN kita adalah TUHAN yang turun ke bawah, sehingga IA jelas kelihatan, semakin IA menyatakan ke-Agungan-NYA semakin IA turun ke bawah, bahkan turun di sini bersama kita, turun lebih jauh lagi, bahkan ke hades…
Oh yah masih ingat kata Yesus,”Katamu tepat, Akulah Guru dan Tuhan”,… klaim aku yang sombongkah? menjulangkah?, tidak, setelah berkata demikian, Ia membuka jubahNYA, lalu mengambil baskom, IA membasuh kaki murid-muridNYA, IA malah turun ke bawah lagi.
Masih kurang?, Yesus berkata lagi:”Barang siapa ingin menjadi besar hendaklah ia menjadi pelayanmu”, heh teguran yang keras kepada allah Menara Babel.

Jadi kalau ada allah, kalau ada tuan, kalau ada dewa yang semakin menjulang tinggi, hati-hatilah, itu jelas sama seperti dunia, dan TUHAN kita tidak seperti itu, IA turun dan semakin turun. Walau IA turun dan semakin turun untuk menyatakan diriNYA, tetapi memang dunia tidak mengenalNYA karena mata dunia tertuju kepada ujung, kepada ujung Menara Babel, tragis memang.

Tetapi, “Pujilah TUHAN hai jiwaku”, “Pujilah TUHAN hai bangsa-bangsa”, “Pujilah TUHAN hai kalian yang berkenan di hadapanNYA”…Halal-lu Yah.
Sebab IA Yang Kuat turun ke sini, IMMANUEL, bersama kita, supaya kita yang lemah menjadi kuat.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: