Penyusup yang dikenal

November 10, 2009 pukul 8:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Yudas 1:17-19 (BIS)
Tetapi Saudara-saudaraku yang tercinta, ingatlah akan apa yang dahulu dikatakan oleh rasul-rasul Tuhan kita Yesus Kristus.

Rasul-rasul, para hamba Kristus Yesus, sudah mengenal pengajaran-pengajaran yang menyusup. Mereka berada di antara mereka, ada juga di antara kita. Mereka kita kenal.
Berita utama para rasul adalah:
-Mesias telah datang di dalam Yesus
-Mesias telah mati untuk menyelesaikan tugas penebusan dan penyelematan
-Mesias telah bangkit
-Mesias telah naik ke sorga, Esa dengan Allah

Ingatlah ini, garis besarnya, Rasul-rasul menjadi saksi mata, dan juga para orang yang Ia kasihi, bahkan banyak orang yang menjadi saksi.. ingatlah itu. Yang melawan semua ajaran itu tentu kita kenal.

Mereka memberitahukan terlebih dahulu kepadamu bahwa menjelang akhir zaman akan muncul orang-orang yang akan mengejek kalian, yaitu orang-orang yang hidup menurut keinginan-keinginan mereka yang berdosa.

Penyusup ini berada bersama para murid, dan bersama dengan kita, tetapi bukan apa yang Tuhan mau yang mereka inginkan sehingga mereka bergabung, tetapi keinginannya sendiri. Mereka masih berada di bawah kuasa nafsunya, sehingga mereka masih terkutuk seperti belum merasakan kemenangan kematian yang dari kebangkitan Tuhan kita Yesus, sehingga bukan saja apa yang bukan Tuhan inginkan tetapi mereka juga pada dasarnya tidak mengenal Tuhan.

Mereka inilah orang-orang yang menimbulkan perpecahan. Mereka tidak dikuasai oleh Roh Allah, melainkan oleh keinginan-keinginan tabiat duniawi.

Dari buahnyalah semua manusia dapat kita lihat corak dan warna pikirannya, tujuan hidupnya dan sejauh mana ia mengenal Tuhan. Mereka tidak mau dikuasai Roh Allah. Maka jika satu di antara kita tidak ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri maka ia adalah penyusup itu.
Bukan masalah kita dalam keadaan sempurna, tetapi jika seorang menegor kita untuk dapat sebisa mungkin hidup dalam kasih (atau sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri) maka kita mau tunduk dan menyadari kekurangan kita, tetapi jika keras kepada dan tidak mau tunduk, maka hati-hatilah jangan sampai kekeraskepalaan itu membuat kita dibiarkan Tuhan mengikuti kemauan diri kita sendiri, yang membuat kita menjadi salah satu penyusup di tengah para saudara.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: