Time

November 6, 2009 pukul 8:48 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Mari sedikit menilik fisika mekanika, jangan terlalu jauh ke fisika quantum… sebab di sinilah letak point utamanya.
Salah satu perumusan adalah:

t = S/v

dimana:
t = waktu (detik)
S = Jarak yang ditempuh (meter)
v = kecepatan (meter/detik)

sekilas tidak ada masalah…. tetapi coba kita hubungkan dengan Causa Prima.
– Kecepatan cahaya di ruang vakum, c, sama dengan 300.000 km/s.
– Kita tahu bintang (selain matahari) adalah benda langit yang menjadi sumber cahaya juga, yang jaraknya ada yang sangat jauh sekali.

Maka bintang yang jaraknya bergiga-giga kilometer dari bumi, yang dinyatakan dengan rumus waktu tadi baru sampai di bumi pada T (waktu sekarang), yang berimplikasi kepada usia bumi itu sendiri…… hebatnya dinyatakan usia bumi sudah mencapai jutaan tahun, bahkan sudah pernah direvisi menjadi milyardan tahun… dan entah sampai berapa tahun lagi akan direvisi, kita lihat saja perkembangannya, sampai bintang terjauh yang dapat “ditemukan” manusia dimana cahayanya bisa sampai ke bumi…

Tetapi kita mau katakan:

Segala ciptaan itu diciptakan sudah dalam keadaan “dewasa”.
Bukti?
Adam diciptakan langsung dewasa apa bertumbuh dari bayi?, jika dia dalam keadaan bayi, harus ada manusia yang lain yang harus “memelihara”-nya.
Artinya sumber cahaya itu sudah dalam “keadaan sampai” di bumi.

Dimana masalahnya? perumusan fisika di atas adalah benar, dan Penciptaan bagaimana, kita mempercayainya.
Apa yang terjadi adalah…
Waktu di dalam fisis disebut sebagai kuantitas dari suatu proses yang terjadi sampai selesai.
Waktu di dalam Alkitab adalah kuantitas yang ada akibat dari penciptaan matahari dan bulan.

Apa pandangan kita, yang beriman?
– Ya, waktu diciptakan TUHAN. Artinya ada permulaan dan ada akhirnya.
– Tidak ada yang sanggup melihat TUHAN. Artinya tidak ada satu usahapun dari ciptaan yang sanggup melihat TUHAN (kecuali TUHAN berkenan dan memampukan ciptaan itu untuk dapat melihatNYA)
– Maka waktu yang “diciptakan” manusia, waktu fisis, jika diusahakan untuk menjangkau waktunya TUHAN, waktu Alkitabiah, hasilnya tidak akan pernah sampai.

Yang harus kita usahakan adalah, membedakan antara kepentingan fisis kita, dan membatasinya dengan iman, jangan sebaliknya.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: