Belajarlah untuk percaya

November 6, 2009 pukul 12:05 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar

Tidak ada kata yang bisa digambarkan lagi untuk menyatakan kesedihan kita kalau kehilangan “sesuatu” yang sangat kita cintai, hargai, atau yang kita punyai selain berubahnya raut muka kita, pikiran yang kalut dan sebagainya.

Tetapi kita mendapat pengajaran,
bahwa ketika kita memiliki kita harus bisa belajar untuk suatu saat melepaskannya.
bahwa ketika kita kehilangan “sesuatu”, percayalah kita sudah mendapatkannya.

Abraham memberi contoh yang hebat. Ketika ia memiliki janji di dalam diri Ishak, ia belajar melepaskan Ishak.
Ia berani mengambil langkah itu karena ia percaya bahwa ketika ia kehilangan Ishak, ia sudah mendapatkannya.

Allah bahkan memberi Anak, Yesus bahkan harus mati, karena Allah sudah tahu, Anak itu sudah akan didapatkan kembali. Terbukti Ia bangkit dan kembali ke kemulianNya di sorga.

Banyak yang kita miliki, harta, kekuatan, pikiran, suadara, sahabat, … percayalah ketika Anda belajar melepaskan mereka maka kita percaya kita sudah akan mendapatkannya kelak.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: