Satu langkah lagi yang Firaun takutkan

November 5, 2009 pukul 10:45 am | Ditulis dalam Apologet | 13 Komentar
Tag: , , ,

Firaun yang di sini adalah, Firaun pada saat Musa mau membawa Israel keluar dari Mesir.

Langkah I. Firaun tidak mengenal TUHAN
Kel. 5:2 Tetapi Firaun berkata: “Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.”

Langkah II. Firaun mulai mengenal TUHAN (setelah dihajar beberapa kali)
Kel. 8:8 Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN.”

Langkah III. Firaun mulai takut kepada TUHAN (Kuasa TUHAN begitu menakutkannya)
Kel. 8:25 Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.”

Langkah IV. Firaun mulai mengakui keberdosaannya di hadapan TUHAN
Kel. 9:27 Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: “Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah.

Langkah V. Firaun mulai percaya bahwa hanya TUHAN satu-satunya Allah.
Ia meyuruh bangsa Israel keluar dari Mesir

Semua langkah di atas umum didapati pada manusia. Kita semakin mengenal TUHAN oleh karena penderitaan, hajaran, kesedihan dan lain sebagainya.
Tetapi ketika semuanya itu terjadi, maka ingatlah langkah berikutnya yang tidak diambil oleh Firaun, yaitu

Langkah VI. Firaun tidak mau tunduk dan diam di dalam TUHAN, ia takut untuk setia.
Kel. 14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: “Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?”

Maka ketika kita berani melangkah ke Langkah VI. setia di dalam TUHAN, maka

Langkah VII kebebasan, hidup bersama TUHAN didapat
Karena setiap yang TUHAN lepaskan, IA panggil umat dan anak-anakNYA

karena takut di langkah VI maka Langkah VII menjadi mustahil didapat oleh Firaun, melainkan MATI ia dapat.

TUHAN tidak memaksa kita untuk percaya dan takluk dan setia kepada DIA, tetapi janganlah apa yang kita punyai membuat kita sombong, yang menjadikan kita keras hati. TUHAN bisa melihat hati semua orang, dan IA bisa menggunakan kesombongan dan kekerasan hati itu untuk pembebasan orang lain (yang seharusnya kita dapat juga), karena IA MAHA KUASA.

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gaya tulisan kamu sungguh runtut. SIP.

    Kalo kamu itu dosen dan ada muridmu yang nggak mudeng ya kebangeten. 🙂

    • Gaya tulisan kamu sungguh runtut. SIP.
      terimakasih…

      Kalo kamu itu dosen dan ada muridmu yang nggak mudeng ya kebangeten.
      hehehe

  2. @ Parhobas

    Karena kita sudah sedari kecil mengatahui cerita Firaun ketika berhadapan dgn nabi Musa, maka sepertinya tidak ada yg mengherankan.
    Tetapi kalau Roh Kudus membimbing kita maka disitu dapat kita ketahui bhw ALLAH Tuhan itu adalah Allah yg berkuasa atas langit dan Bumi ini. Dia juga berkuasa atas para pemerintah, raja-raja dan siapaun yg Dia beri kuasa untuk menjadi penguasa di bumi ini. .
    Khusus untuk Firaun ini dapat kita lihat bhw sebenarnya Allah ingin menunjukkan kpd Israel bhw Firaun Raja terbesar jaman itu hanyalah oknum yg menjadi alat permainan Allah sendiri.
    Bayangkan bhw pd tulah (hukuman) yg ke enam sebenarnya Firaun sudah mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Tetapi sengaja Allah mengeraskan hati Firaun spy kembali Israel tahu dan paham Dia adalah Allah yg berkuasa atas raja itu. Demikian juga saat bangsa Israel keluar dari Mesir, kembali Allah mengeraskan hati Firaun agar Israel tahu Dia juga Allah yg mampu menghukum keangkuhan raja dan kerajaan Mesir yg terbesar saat itu. Berbagai mukjizat spektakuler ditunjukkan Allah melalui nabi Musa spy manusia mengetahui di hidup yg sesingkat ini Allah tdk pernah melepaskan kendalinya atas hidup kita di dalam hakekatnya sbg ALLAH YANG MAHA KUASA ( EL SHADAI )

    Shalom laeku

    • ya lae, seperti comment lae di post yang lain,
      sangat ngeri kalau TUHAN menyerahkan kita kepada apa yang kita inginkan…

      Firaun ini menjadi salah satu contoh, ketika TUHAN tau Firaun adalah sosok yang sombong, yang mengklaim dirinya adalah allah, maka TUHAN biarkan itu, TUHAN serahkan dia kepada kesombongannya, TUHAN keraskan hatinya…. ngeriii banget

  3. @ par & RAS,

    Maap, OOT.

    Saya pengen nanya sebab sdr par sering juga mengunjungi ForumKristen.

    Kayaknya temen2 kita disana banyak yg percaya Yesus ADALAH Bapa, Anak & Roh Kudus.

    Apakah itu salah pengertian atau ajaran menyimpang (Modalisme & Sabbelisme abad ke-3) yg muncul kembali.

    Apakah mrk tidak sadar itu menyimpang dr ajaran Al-Kitab?

    Malah ada yg dengan keras mempertahankan kepercayaan itu sungguhpun mengaku dia awam akan Al-Kitab!

    Salam.

    • Mr. CosmicBoy;
      saya agak kaget juga sebenarnya,….
      tapi mari kita dalamin dulu apa yang sebenarnya mereka utarakan,
      semoga dengan penjelasan yang lebih baik, suatu pendapat yang keliru bisa diluruskan.

      saya sudah buat bahan pikiran di sana;

      YHWH tentu tidak berlobang “tangan”-NYA, Tuhan Yesus yang bangkitlah yang tanganNYA berlobang.

  4. @ par,

    Tapi kasus ini bukan hanya di kalangan Kristen awam tapi para pemimpin. Saya nanya kasus ini ke pendeta (tapi dia ngga pernah ke sekolah teologia) saya dan dia omong hal yg sama. Dia mengatakan Yesus adalah Allah Bapa.

    Hmmmf…what happen to the Christian education in our church?

    • Mr . CosmicBoy…

      dari sekian pendapat di forum itu, sepetinya seseorang mengakui ajaran trinitas itu, tanpa sadar sudah memasukkan hal-hal mengenai oneness, modalis, bahkan unitarian…

    • Ini bukan mau nyamber yah : Tetapi yah salah sendiri dong, nggak jadi pernah sekolah teologia bisa jadi pendeta 😀 Hi Hi hi

      Masalah model2 begitu itu aslinya memang menimpa banyak agama. Mengapa bisa terjadi : Yah sama seperti artis yang dengan gampang bisa jadi anggota DPR, jadi pemimpin agama, pengajar agama kan yah sekarang serba instan.

      Soalnya tujuannya cuma sekedar menarik massa menarik umat. Artis oon dijadikan tokoh agama, publik figure yang nggak ahli di bidang itu, mantan gali, mantan preman dengan mudah jadi tokoh agama – karena tujuannya cuma menarik umat saja.

      Lha kalo endingnya kemudian – baik umat maupun pemuka agamanya sama oonnya yah itu resiko karena memang lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas.

      Lha inilah yang sekarang ini terjadi di segala aspek kehidupan termasuk juga dalam agama-agama.

      • Yah kemungkinan itu bisa ada, sangat disayangkan memang…

        dan lebih parah lagi, model pelayan sekarang adalah mengejar “popularitas”, sementara itu bertentangan besar dengan pola Tuhan Yesus melayani… (Ia menolak jadi “pemimpin” perlawanan rakyat Yahudi melawan Romawi, malah memilih membasuh kaki muridNYA)

        dan lebih parah lagi, karena yang popular ini sangat umum dan canggih, sehingga apa yang mereka ketahui dapat dengan mudah di dapat yang bila jatuh di tangan orang yang tidak paham maka timbullah kekeliruan2 baru…siapa yang pernah mendengar ephorus HKBP (kalau tidak salah yang 2 atau ke 3) yang melayani harus keliling seluruh daerah tapanuli dengan berjalan kaki, tanpa bayaran.

        contohnya yang umum kekeliruan di luar kristen:
        tritunggal diartikan 1+1+1 = 3 atau 3 in 1… sangat ngawur…

  5. @ Cosmicboy

    Yesus sebenarnya adalah Allah Bapa.

    ## Saudaraku terkasih dalam Kristus, bhw pengertian Tritunggal di dalam seluruh jemaat Kristen sudah tidak lagi dipermasalahkan. Itu artinya bahwa pengertian dan pengetahuan ttg Allah di dalam Tritunggal itu hanya dapat dipahamin oleh jemaat yg mendapat pengetahuan orang-orang yg mendalamin Ilmu Theologia keKristenan. Sedangkan bagi yg tdk mendapat pengetahuan maka pengertian mereka hanya mengacu kpd ayat
    ( Yoh 10:30 ) AKU dan BAPA adalah satu. Jadi walaupun demikian kita yg mengerti ttg masalah itu dpt menjelaskan keterangan yg sebenarnya. Karena Allah Bapa adalah satu pribadi dan demikian jua Kristus juga adalah satu pribadi, sama dgn keduaNya demikian jua Roh Kudus adalah pribadi yg berbeda jua. Mereka bertiga tdk sama tetapi sehakekat dalam kehendak yg sama . Walau pribadi berbeda tetapi kasih di antara mereka bertiga tdk terpisahkan karena kekekalan dan keESAan mereka. Dan itulah yg membedakan Allah yg kita kenal di dlm Kristen. Pada agama lain Allah itu harus dipahamin dan dapat dimengerti. Sementara dlm Kekristenan Allah tidak dapat dipahamin dengan seutuhnya. Jadi walaupun demikian kekurangan mengertian saudara kita itu sebenarnya dapat tertutupin dgn perkatan Kristus
    (Luk 9:50)
    Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu. ##

    Segala kemuliaan bg Allah Bapa dn pujian hormat bagi Kristus yg adalah Tuhan bg kita dan Roh Kudus yg mempersatukan kita sebagai keluarga yg Kekal di Surga. Amen Haleluya

    Salam Kasih

  6. mungkin bisa jadi,banyak orang tidak dapat memisahkan antara Pribadi Bapa dengan sebutan Bapa. Dimana melulu melihat keesaan antara Bapa dan Anak.

    • @ Par & RAS,

      Siip, siip…

      Saya pikir keinginan utk mempertahankan ketauhidan/keesaan Allah telah mengakibatkan lahirnya dua ekstrem ini. Di satu sisi, SSY yg mengajar Yehuwa adalah esa, satu2-Nya sehingga kelompok ini menolak Firman kekal, tidak diciptakan, bukan makhluk, Anak Allah yg kekal iaitu Yesus Kristus dan menganggap-Nya sebagai “Allah” kedua yg rendah dr Yehuwa, Bapa-Nya, ciptaaan ALLAH yg pertama bahkan sebagai malaikat Mikhail.

      Di sisi yang lain ialah kelompok ‘Oneness’ (juga Unitarian) yg dalam upaya mempertahankan keesaan Allah mengajar bahwa Bapa, Anak & Roh Kudus bukanlah pribadi, bukanlah oknum sadar melainkan tiga ‘predikat, nama, mode, cara bekerja, fungsi, tugas & peran’ yg dr satu Allah itu Yesus/YHWH. Pengajaran ini menyimpang karena mana mungkin ‘mode, tugas, nama, peran’ memiliki kesadaran, kasih, komunikasi, perasaan, murka dll. Dan lagi, kalo Yesus itu menukar diri-Nya sebagai Bapa, kemudian Yesus (anehkan, Yesus menjadi Yesus) dan akhir sekali Roh Kudus, jadi Yesus yg mati, dikuburkan dan dibangkitkan, memiliki tubuh mulia, naik ke sorga, menukar diri-Nya kepada Roh Kudus dan turun kembali, kemudian diakhir zaman, menukar diri-Nya menjadi Yesus yg datang dengan para malaikat di awan awan dalam tubuh yg dimuliakan????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: