Mati

November 4, 2009 pukul 8:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: ,

…jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga… BIS
…sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati... TB

pastilah kita tahu, benar manusia pertama itu akhirnya memakan buah itu, …. dan mereka tidak langsung mati (badaniah).
jadi apa arti mati di sini? dan apakah ke-mati-an itu ada kepada kita, karena kita percaya Adam dan Hawa adalah nenek moyang kita?

mati badaniah adalah sesuatu yang terjadi kemudian, tetapi pada saat manusia itu berontak apa yang tidak disadarinya kemudian adalah kematian rohaniah.

mati di-identik-kan dengan keadaan berada di bawah.

lalu mari kita lihat….
Allah memberi berkat terlebih dahulu dari pada kutuk, kutuk diberikan setelah manusia itu berontak…

Beranakcuculah yang banyak, supaya keturunanmu mendiami seluruh muka bumi serta menguasainya... BIS
….Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu… TB

berkat pertama yang diterima manusia itu adalah berkuasa atas segala ciptaan yang lain, mereka berada di atas segala ciptaan yang lain…

marilah lihat kedaan sekarang…
karena makanan, orang bisa merendahkan dirinya, meletakkan dirinya di bawah kuasa perutnya,
karena uang, orang bisa merendahkan dirinya, meletakkan dirinya di bawah kuasa kerakusannya,
karena pekerjaan, orang bisa merendahkan dirinya, meletakkan dirinya di bawah kuasa hargadirinya,…
dan seterusnya….
yang disimpulkan manusia telah berada di bawah kuasa ciptaan yang lain yang seharusnya manusia itu kuasai.
Bahkan manusia itu tidak bisa lagi menguasai dirinya sendiri.
Manusia telah berada di bawah, mati.

…janganlah kamu khawatir, pakaian Raja Salomo-pun tidak ada yang seindah bunga bakung di taman…
…jangan kamu khawatir, burung pipit saja dipelihara….
inilah kata Yesus, apakah tidak kita lihat arti, makna di baliknya?
Yesus sedang berusaha mengangkat kita dari ke-mati-an (keadaan berada di bawah), mengajak kita duduk di tempat yang seharusnya kita tempati, di atas, yaitu ber-kuasa atas segala ciptaan yang lain. Naiklah dari keadaan dibawah kuasa makanan, di bawah kuasa minuman, di bawah kuasa pekerjaan dan lain sebagainya…

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pertanyaannya,bagaimana manusia itu menyadari kalo dia sudah takluk dari kuasa ciptaan lain, toh untuk masa kini hal-hal itu dianggap lumrah dan justru kita akan dianggap aneh kalo tidak menyetujui mereka-mereka yang melakukan hal itu????

    • 1. Disadari atau tidak disadari itu tetap terjadi, dan itu akan terus terjadi…
      2. Bagaimana manusia menyadarinya, tentunya dengan mengenal dirinya sendiri…luangkan waktu untuk sabbat (hari khusus buat TUHAN)
      3. Takluk sudah lumrah, dan kelumrahan itulah yang mengeraskan hati.

  2. @ Parhobas

    Laeku yg terkasih

    Sebenarnya tidak berat untuk hidup menurut Firman Tuhan itu. Tetapi yang paling berat adalah karena kita hidup di jaman yang seluruhnya azas hidupnya sudah Instant. Kita hidup di jaman kehidupan dimana Hak-Hak Azasi Manusia begitu rupa ditinggikan dari Firman Tuhan itu.
    Jika kita hidup sederhana dan mencukupkan diri dari anugerah Tuhan maka yang menjadi lawan kita bukanlah orang lain tetapi seluruh keluarga kita. Jika kita mencontohkan kehidupan di Alkitab, seluruh keluarga menertawakan kita.
    Jika kita berkata-kata tentang firman Tuhan maka seluruh keluarga akan lebih mementingkan kegiatannya masing-masing. Mungkin Firman itu sudah mati di hati mereka karena keadaan Kristen tdk beda jauh dr dunia sekeliling mereka. Sehingga jika kita tidak seturut dgn keadaan itu, ikut spt hidup mereka itu maka disitulah dimulai kematian firman dan mati utk hidup dlm di Kristus itu. Saya sudah mengalaminya itu lae. Kegagalan bisnis dan ketidakmampuan kita untuk lebih hidup mewah menurut dunia ini , mengakibatkan tidak ada rasa hormat diantara seluruh keluarga jikalau kita berkumpul hanya untuk berdoa. Jujur lae , ternyata rasa hormat dan persatuan di keluarga MAFIA di Italia yg hidup dalam KEJAHATAN disana jauh lebih tinggi dari pada di keluarga keKristenan yg seharusnya hidup dlm KEBENARAN.

    Memang benar lae , firman yg tertulis

    CINTA AKAN TUHAN MENGHANGUSKAN ku.

    Shalom ma laeku

    • marsisir imbulukku manjaha comment-mon lae…

      sedih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: