Ketika TUHAN menyapa

November 3, 2009 pukul 9:01 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

TUHAN di mata kita cenderung berarti memecahkan masalah, kelegaan, kesembuhan dan kekuasaan, terlebih memihak kepada kita. Dan menutup mata atas apa yang negasi terhadap itu semua.

Takutlah akan TUHAN, adalah kata, kalimat, firman yang amat sangat mengerikan. Musa bahkan pernah mau dibunuh TUHAN. Bangsa pilihan berapa kali harus mengalami penghancuran luar biasa, atau lihatlah Ayub, membusuk kulitnya, dan tidak cukup di situ anak-anaknya mati seketika. Daud? ia harus hidup dalam pengejaran, Paulus, Petrus, dan murid yang lain,… siapa pemberita yang tidak mendapat hajaran dari TUHAN?

Mendengar anak terkasih kita sakit, sakitnya tidak terdiagnosa dokter, apa yang terjadi? sesak hati ini, sedih tidak kepalang tanggung. Atau yang kita kasihi meninggalkan kita? penuhlah kepala ini dengan curiga, takut, menyempit wawasan kita, dan kita menghakimi….selanjutnya apa? kita bisa menuduh TUHAN…

Kesedihan bisa membusukkan tulang, ….
Semoga TUHAN menampakkan wajahNya kepada kita, dikala IA menyetujui segala kesedihan itu menghampiri kita. Biarlah segala kesedihan itu menghajar kita, karena kita tahu IA menghajar orang yang IA kasihi.

Ketika TUHAN menyapa, IA bisa menyetujui kegembiraan dan bisa menyetujui kesedihan.
Karena IA berkuasa untuk itu, maka takutlah akan TUHAN.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Posting yang sangat bagus laeku…

    Di Perjanjian Lama, orang Israel di ajarkan takut akan Tuhan karena KekudusanNya tidak mungkin terhampiri manusia karena adanya dosa yg belum ditebus. Sehingga pd saat itu Allah itu terasa jauh dan mereka belum mampu di dalam ibadah mereka memanggil Bapa kepada ALLAH YAHWEH sebagai sumber kehidupan mereka.

    Tetapi di Perjanjian Baru,
    Semua orang yang disebut Anak-anak Allah, umat kepunyaan Allah sendiri diajarkan untuk takut akan Tuhan dengan percaya kpd Yesus Kristus. Takut akan Tuhan dalam Yesus Kristus membuat kita memberanikan diri untuk menghampiri ALLAH Yang Maha Pengasih dengan memanggil DIA ya ABBA ya BAPA.

    Shalom ma laeku…

    • ya lae, apalah kita sampai kita dipanggilnya anak….
      sungguh anugerah yang luar biasa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: