Kasih

Oktober 29, 2009 pukul 1:13 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Tag: ,

jangan

Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

kalau melulu melihat yang di atas, leher bisa penat
lihat jugalah yang sejajar mata anda….

kalau melulu melihat sejajar, leher juga bisa keram
lihat jugalah yang di atas…

Iklan

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Saya paling suka lae, acara sebuah televisi nasional dgn judul TOLOOONG. Acara itu ttg seseorang yg menyamar utk membutuhkan pertolongan. Dia mendatangin setiap orang dari segala umur, agama dgn berbagai karakter dan kepribadian. Sambil berjalan orang yang meminta pertolongan tsb diawasin kamera TV dari jarak jauh. Berbagai alasan penolakan dan cacian diterima orang yg minta tolong itu. Dari hampir 50 orang dan lebih hanya 1 orang yg dapat menunjukkan mungkin KASIHnya dgn tulus menolong yg meminta pertolongan itu tanpa pamrih. Dan untuk Kasih yg ditunjukkan itu ternyata ada hadiah dari stasiun TV berjumlah uang lumayan besar. Padahal laeku, biasanya yg dimintain tolong tsb adalah orang-orang miskin. Dapat lae bayangkan bagaimanalah mereka harus menolong org yg menyamar susah itu saat ditengah kesulitan hidupnya. Tapi ketulusan mereka membuktikan posting lae di atas. Jujur saja ya laeku, kebetulan acara tsb diliput di suatu daerah yg adalah mayoritas Kristiani. Dari yg hampir 40 org dimintain pertolongan hanya seorang anak kebetulan anak yatim dan sangat miskin menunjukkan bantuan dn kasih pertolongannya. Saya menangis dan terharu mengapa saudara-saudara kita itu tidak memiliki KASIH spt Kristus yg mereka sembah dan imanin.

    Jadi menurut saya jikalau orang percaya kepada ALLAH maka seharusnya berdiam jugalah kasih itu didalam dirinya. Karena Allah itu adalah KASIH

    Shalom Alelujah ma di laeku

    • Bah, sangar nai cerita i ate,… maheu tutu tondi mambege…

      Jadi menurut saya jikalau orang percaya kepada ALLAH maka seharusnya berdiam jugalah kasih itu didalam dirinya. Karena Allah itu adalah KASIH

      ya lae, kata lae ini sangat dalam, mungkin memang kita sedang dan semakin diperhadapkan dengan kasih yang semakin suam-suam kuku..

  2. Kasih memang mudah dan sangat indah untuk dikatakan. Orang dengan mudah akan mengatakan aku mengasihimu atau “I love u”, namun mewujudkan kasih itu dalam tindakan tidaklah mudah, terlebih mewujudkan “Unconditional love”, full with mercy.

    So, which one do you prefer, saying a word of love or doing something of love…..

    • A. ada telinga yang tidak puas kalau apa yang kita lakukan belum dikatakan
      artinya object yang kita kasihi ada kecenderungan bermasalah..

      B. ada perlakuan yang tidak memuaskan meskipun kita katakan di telinga…
      artinya subject/pelaku kasih memang tidak ada kasihnya

      maka saya memilih A.
      sumbernya penuh kasih, tidak perdulu yang mendengar atau yang mengalami kasih tetap tidak mengatakan itu kasih…

      songon di dok lae sihotang, sotung maup
      (seperti kata lae sihotang, jangan sampai kebablasan)

  3. @ Ester
    said :
    So, which one do you prefer, saying a word of love or doing something of love…..

    hehehe… I think it’ s depends with your situation

    Bukankah Kristus mengatakan Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Jadi tanpa perbuatan atas nama cintamu maka sia-sialah perkataan ucapan cintamu.

    Saya jadi merenungkan nanti diakhir jaman akan banyak orang-orang Kristen yg tidak dapat mengambil bagian jamuan makan Anak Allah, karena kasih kepada sesamanya pd mereka sudah redup.

    (Matius 7 :21-23 isinya :
    Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Mungkin jikalau kita lihat org-org Kristen yg tidak mau mengetahui beban saudar-saudar/ familinya saat sekarang ini , maka perkataan Tuhan Yesus saat di akhir jaman nanti ..
    NGGAK JELAS KAU KULIHAT !!
    HOLAN HATA …

    iya kan laeku…
    Salam Kasih tulus

    • toho doi,….(tepat itu)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: