Orang berhikmat adalah orang bodoh, mekanisnya?

Oktober 26, 2009 pukul 8:16 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Siapakah yang bodoh:
– Yang mendengar firman Tuhan tetapi tidak menjalankannya (Mat 7:26)
– Yang mementingkan harta duniawi (Mat 23:17)
– Yang tidak mengenal penciptanya (Luk 11:40)
– Yang tidak meletakkan hidupnya kepada Tuhan (Luk 12:20)
– Yang tidak percaya nubuatan (Luk 24:25)
– Yang mendidik tanpa landasan yang kuat (Rom 2:20)
– Yang menipu dirinya sendiri (1 Kor 3:18)
– Yang landasan pengetahuannya tidak empirik (1 kor 15:36)
– Yang tidak mengetahui kebodohannya (2 Kor 11:16)
– Yang tidak mau menerima fakta (Gal 3:1)
– Yang tidak mempercayai bahwa ada orang yang rela berkorban demi orang lain (1 Pe 2:15)

tetapi kita tentu tidak sedang menghina para ilmuwan toh?
katakanlah mereka sedang merumuskan atau mencari pola TUHAN, mana sanggup?

kita juga bukan sedang tidak mengagumi pada filsuf, matematikawan dan sebagainya, bahkan sudah banyak teori atau rumusan yang mereka sumbangkan, bahkan sudah masuk ke terapan-terapan sehari-hari, memang yang bisa dirasakan, disentuh, didengar, dilihat itu sangat berguna (1 Yoh 1:1)….

lalu bagaimana para “pemikir” terkemuka ini menjadi bodoh jika tidak mengikuti “iman”…

yup, seorang katakanlah filsuf, sibuk dengan pemikiran Causa Prima, contohnya, bahkan ada isu-isu Materialisme, evolusi psikis dan sebagainya, padahal seorang yang belum tentu lulus SD di sini berkata: “Aku percaya TUHAN-lah Pencipta segala sesuatu”.
Yah semakin susah memang bagi “otak” para pemikir untuk menanamkan kesimpulan di dalam hatinya tentang TUHAN, tetapi begitu mudahnya bisa diterima yang tidak dapat baca tulis sekalipun.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
(Mat 19:14)

Anak-anak kecil adalah gambaran manusia yg tidak mementingkan akal dan kepintaran manusia untuk menerima bahwa ALLAH itu ada.

Ironi yang luar biasa.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    hehehe… menggelitik posting ni laekon bah… mantap dan menyebar seperti air yang meluber. Dimana-mana orang yg menganggap dirinya sangat pintar mulai mempertanyakan apakah ada Tuhan. Dan sebaliknya orang yang menganggap dirinya tidak pintar mempertanyakan kenapa Tuhan sampai hati membuat mereka ada di dunia ini. Sangat berbanding terbalik kan lae… .
    Yang satu sok-sokan menyelidikin Tuhan dgn akal
    Yang satu lg menganggap tidak ada apa-apanya dengan Kemahakuasaan Tuhan itu.

    Jadi laeku , saya hanya ingat perkataan ini :
    Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
    (Mat 19:14)

    Anak-anak kecil adalah gambaran manusia yg tidak mementingkan akal dan kepintaran manusia untuk menerima bahwa ALLAH itu ada.

    Ai molo lam hu selidiki bibel i, dang tarjalo pikiranku lae… , olo ma mungkin iba gabe bibelon. Jai holan on ma lae.. iman dohot holong asi ni roha ni Tuhan i ma na boi mamben iba porsea ai adong do sada Debata ta ima Debata Jahowa na adong dibagasan anakNa Sipalua i Tuhan ta Yesus Kristus . Amen Alelujah

    Shalom ma laeku.

  2. masukan yang baguslae, saya akan kutip comment lae tentang ayat dan penjelasan itu, itu membuka pikiranku..

    thx berat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: