Tabernakel setiap manusia

Oktober 24, 2009 pukul 9:18 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Tabernakel, Bait Allah di dalam diri setiap manusia, karena Tabernakel yang dulu itu (..Tabernakel yang dibangun Musa) adalah perlambang dari Tabernakel yang dibangun oleh Tuhan sendiri, yaitu mereka yang menjadi umat Allah;

1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

1. Inilah semua pintu masuk paling luarnya:

  • Penglihatan
  • Penciuman
  • Pendengaran
  • Pengecapan
  • Perabaan
    1 Yohanes 1:1
    …yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba…

2. Dari semua pintu masuk itu akan menemui Altar Badaniah

    1 Korintus 3:1-3
    ….tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
    …. bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya…. Karena kamu masih manusia duniawi….


3. Jika Altar badaniah ini bisa menundukkan keduniawiannya, maka ada pintu masuk berikutnya untuk masuk lebih ke dalam:

  • Imaginasi
  • Hati Nurani
  • Memory
  • Pemikiran/Pertimbangan
  • Kasih sayang
    Hukum Kasih…Kasihilah TUHANmu dengan segala Jiwa, roh dan tubuhmu…, dan kasihilah sesamamu…

4. Setelah melewati pintu masuk di atas, maka akan memasuki Altar roh (Phyche) dalam alam kesadaran kita.

    Dan orang yang berada di dalamnya sudah menjadi berbeda dengan orang yang masih di Altar Badaniah

    1 Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

5. Dari Altar roh itu ada Altar Roh (Pneuma)

    Di sinilah Altar Maha Kudus, tempat Roh Allah satu dengan roh kita, pintu masuk ke sini hanya Roh Kudus itu yang bisa memasukinya. Di sinilah kebanyakan orang yang sudah beriman banyak berjatuhan, dan kalau Roh Allah sudah berada di dalamnya, maka kita disebut imam…, umat pilihan ALLAH

1Petrus 2:9-10 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Dan perampok dan yang tidak tahu beribadah akan membuat Tabernakelnya acak-acakan, dan kebanyakan orang yang tidak ada Ruang Maha Kudusnya cenderung untuk meloncat-loncat kesana kemari.

Maka teruslah membukakan pintu-pintu itu, Tuhan Yesus mengetuk setiap pintu, maka bukalah, Ia berdiri di setiap pintu itu, menunggu kamu membukanya.

Latihlah badan Anda, latihlah roh Anda, dan pengenalanmu akan Kristus Yesus-pun semakin sempurna.

Kemuliaan bagi Dia, yang berkenan melihat umatNYA, Halalu Yah.

Iklan

Te*^*lan*v*jang

Oktober 24, 2009 pukul 8:18 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Kalau mau dikatakan demikian, tragedi, yang paling menyedihkan adalah kejatuhan manusia atas dosa. Keterpisahan dengan ALLAH, dan rusaknya kemuliaan yang diberikan kepadanya.

Kejadian 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka te***lan***jang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Yah, efek pertama dari kejatuhan itu adalah… adanya rasa malu akibat ke-te***lan***jang-an.

Rasa malu itu sejurus saja menjadi saling lempar tanggung jawab,

Kejadian 3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Selebihnya adalah kutuk dari TUHAN.

dan seterusnya dari malu, lempar tanggung jawab dan kutuk, hanya menunggu satu generasi untuk melahirkan amarah, iri, amarah dan iri melahirkan rencana jahat dan pembunuhan,

Kejadian 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Dari pembunuh menjadi pembohong, kurang ajar..

Kejadian 4:9 Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

dan kekurangajaran itu menambah kutuk lagi:

Kejadian 4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

dan hanya beberapa generasi ke depannya, manusia sudah membuat peraturannya sendiri, mengambil dua istri, dan kelancangan-kelancangan di dalam diri Lamekh

Kejadian 4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”

dan seterusnya, dan seterusnya….

Dari semua tragedi-tragedi itu, setelah “memakan buah” itu, efek pertama adalah rasa malu, atau pengenalan akan keberdosaan, melihat sesuatu yang lain dari yang biasanya, melihat ke-te***lan***jang-an…

Sehingga orang yang belum bisa melihat ke-te***lan***jang-annya, memang tidak akan ada rasa malu di depan Yang Benar, Yang Suci,…. kata Tuhan Yesus:”Aku datang untuk orang berdosa”.

Dan demikianlah mereka dalam ke-te***lan***jang-annya berusaha menyemat “baju”, menghilangkan rasa malunya, tetapi TUHAN bertindak, menyematkan “baju” yang dari TUHAN, …kata TUHAN:”Akulah Penebusmu”, “Aku tidak berkenan atas segala usahamu”,….

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.