SOP membaca Alkitab

Oktober 15, 2009 pukul 4:48 pm | Ditulis dalam Apologet | 2 Komentar
Tag:

Alkitab memang “buku” yang paling banyak dikopi, paling banyak dibaca dan paling sering diperbicangkan,… ngga usah ngiri atau mengira subjektif, memang itu adalah kenyataannya…

Bahkan banyak software-software gratis dimana-mana, bahkan ada Alkitab Online, berbagai bahasa, …sehingga untuk berdebat kadang timbul kekeliruan, contoh dalam sabda.org ada alkitab online dengan fasilitas search engine ayat dari suatu kata kunci tertentu, contoh input “paha”, klik search, maka akan ditemukan 26 kata dengan kombinasi menggunakan kata “paha”, tinggal cari yang sedikit miring lalu paste di dialog tertentu .. ..lalu bloooop, vonis Alkitab rated 17+… yang mengerti tertawa ajah dikit , mari saya mulai hehehe…

Bagi yang mulai akrab dengan alkitab perhatikanlah beberapa point ini:
1. Pahami dulu konteks suatu ayat (coba Anda tanya sama orang Ibrani, apa bahasa Ibraninya: Daud adalah raja Israel, mereka tidak bisa serta merta menerjemahkannya secara langsung, mereka harus diberi konteks/masukan apa arti raja, contohnya, karena yang mereka tahu Raja Israel hanya TUHAN).

2. Pahami jenis bahasa yang digunakan, paling tidak ada beberapa jenis yang digunakan antara lain:

a. Simile: Perbandingan biasanya menggunakan “seperti” atau “sebagai.”
Contoh: “Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:27).

b. Metafora: Agak mirip dengan simile, satu hal yang dijelaskan dalam hal hal lain. “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Lukas 12:32).

c. Antropomorfisme: Allah dijelaskan dalam istilah manusia. “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan” (2 Tawarikh 16:9).

d. Kata-kata asosiasi: Satu kata singkatan dari sesuatu yang lain. Contoh: orang ber-“Sunat” diasosiasikan dengan orang Yahudi (Galatia 2:9); semua senjata diasosiasikan dengan “pedang” (Roma 8:35).

e. Personifikasi: kualitas suatu pribadi disamakan/diletakkan ke suatu objek. ”
Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba.” (Mazmur 114:4).

f. Eufemisme: Mengganti suatu kata yang dianggap kasar. “Adam berbaring dengan istrinya Hawa” (Kejadian 4:1) artinya berhubungan seksual.

g. Hiperbola: membesar-besarankan “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka” (Matius 5:29).

h. Ironi: arti harfiahnya berlawanan dengan arti sesungguhnya. “4:8
Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.” (1 Korintus 4:8).

i. Paradoks: sebuah pernyataan atau sekelompok pernyataan yang terlihat seperti kontradiksi atau situasi yang menentang intuisi. Biasanya untuk menjelaskan suatu ironi, dan kebenarannya tidak dapat dianggap sama secara bersamaan, sehingga harus melihat konteksnya. Takutlah akan Tuhan saja (Matius 10:28), Kasihilah Tuhan saja (Matius 22:37), di dalam kasih tidak ada takut (1 Yohanes 4:18)

ada juga yang berupa simbol-simbol, puisi, prosa dan lain-lain….

3. Sebisa mungkin hargai/bandingkan dengan tafsiran orang lain.

4. Kalau satu ayat tidak menjawab suatu pertanyaan Anda, usahakan membaca satu pasal penuhnya, dan cari ayat-ayat kondordasinya.

nah dari 1,2,3,4 point di atas coba bandingkan konteks apa, gaya bahasa apa, tafsiran Anda apa atas ayat ini:

Yehezkiel 23:20-21
Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.
Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

semua ayat dari Sabda.org, LAI, TB

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Serasa belajar bahasa Indonesia waktu sekolah dulu, “Gaya Bahasa”, nambahin satu lagi, mungkin ada contoh di Alkitab yang menggunakan gaya bahasa “Paradoks”?
    Saya jadi mikir, mana yang lebih dulu, para ahli bahasa yang meniru gaya bahasa Aliktab atau sebaliknya???.

    I am just wondering, how can you get idea to write this article and give a very detail explanation.

    • terimakasih atas masukannya, sudah saya tambah di point 2.i

      siapa yang meniru siapa?
      Yesus menjadi manusia…. kenapa harus takut berkata Bahasa Alkitab menjadi bahasa manusia
      maksud saya,
      apa yang ada pada manusia, TUHAN ambil di dalam diri manusiaNYA Yesus
      apa yang ada pada bahasa manusia, Nabi/Raja/Imam/Rasul ambil untuk menulis Alkitab.
      tetapi kita harus percaya, TUHANlah yang menciptakan bahasa-bahasa (ingatlah peristiwa Nimrod)
      cinta harus memilih, ketika saya memilih untuk menulis, ada hati yang saya kasihi harus menjadi korban, tetapi saya tidak selalu menulis, sehingga selalu ada waktu memilih dekat dengan hati itu, tinggal fine tuned ajah hehehe

      Semoga semakin kuat di dalam DIA
      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: