Perjanjian di Timur Dekat

Oktober 14, 2009 pukul 8:32 am | Ditulis dalam Apologet | 2 Komentar
Tag:

Penulisan Alkitab Perjanjian Lama pada umumnya di rentang tahun 1500-600SM.

Di dalam rentang itu kita mendapati beberapa Perjanjian/Traktat antara TUHAN dengan manusia:
1. Dengan Nuh (Kejadian 9, setelah air bah TUHAN memberi perjanjian dan diberi tanda sebagai pengesahan untuk diingat, pelangi),
2. Dengan Abraham (Kejadian 15,17, setelah menelusuri negeri-negeri TUHAN memberi perjanjian dan diberi tanda pengesahan untuk diingat, sunat)
3 dan yang terkenal Perjanjian di Sinai, setelah Israel mengarungi perbudakan TUHAN memberi perjanjian dan diberi tanda pengesahan untuk diingat, Taurat.

Di Timur Dekat pada jaman itu mempunyai konsep yang sama di dalam menulis perjanjian/traktat, paling tidak kita bisa melihat dari penemuan-penemuan arkeologi belakangan ini, seperti traktat orang Het. Meskipun memiliki kemiripan tetapi tidak identik sama sekali.
Beberapa kemiripan bisa dilihat dari:
A. Bahasa:
-Karena traktat atau perjanjian diberi untuk mengokohkan kesetian, pengabdian raja untuk jajahannya, maka bahasanya biasanya indah, retorik, baik demi membangkitkan emosi,
-Menekankan pentingnya ketaatan

kemiripan bisa dilihat di Ulangan (Israel harus mengikuti, takut, mengasihi, mendengar suara Tuan-nya).

B. Bentuk:
Perjanjian di Timur Dekat biasanya memiliki:
1. Mukadimah, berisi siapa penulisnya,
2. Latar belakang sejarah, berisi hubungan kedua belah pihak (raja dengan jajahannya),
3. Persyaratan (Ketetapan), berisi tanggungjawab timbal balik antara raja dengan jajahan dan sebaliknya,
4. Isi Dokumen, menggambarkan dokument janji/traktat dan mengatur pihak kedua agar membacanya secara teratur dalam selang waktu tertentu,
5. Daftar dewa-dewa, saksi untuk menguatkan isi janji/traktat,
6. Kutuk dan berkat, antara lain mengancam pihak kedua dengan kematian, penyakit, pembuangan, atau memberi kemakmuran, berkat d.l.l.

Kemiripan bisa dilihat di
Ulangan 1-3 latar belakang sejarah
Ulangan 4-26 Persyaratan (ketetapan)
Ulangan 27 Isi dokument
Ulangan 28 berkat dan kutuk

atau di dalam keluaran 19-24, Yosua 24, 1 samuel 12
yang membedakannya adalah Alkitab di dalam bentuk narasi kehidupan sehari-hari, dan tentu Saksinya adalah TUHAN yang ESA, bukan dewa-dewa, bukan allah-allah.

C. Ideologi
– Mengingatkan kebaikan penulis
– Semata-mata untuk kebaikan pihak terjajah
– Berkat dan kepatuhan kepada yang setia
– Hubungan dan hak istimewa dari raja

di dalam kitab Ulangan lebih banyak kutuk dari berkat yang ditemukan (Keluaran 20:2, Ulangan 28:15-68)

Konsep-konsep perjanjian/traktat ini tentunya sangat dikenal oleh Yahudi, di samping mereka hidup bertetangga dengan konsep yang sama, juga mereka mempunyai bukan hanya konsep tetapi mereka hidup di dalam konsep itu dalam kesehariannya.

Nah walaupun memiliki konsep yang sama, tetapi seperti uraian di atas kita dapat membedakannya dengan mudah, antara perjanjian yang dimiliki orang Ibrani dan yang bukan, antara lain dari Raja/raja yang memberi perjanjian, saksi yang mengesahkan perjanjian, rewards bagi yang menjalankan perjanjian d.l.s.

Dan tentu Sosok/sosok yang sama akan mempunyai konsep yang tidak mungkin “terbalik-balik”, atau bertolak belakang dengan perjanjian-perjanjian yang Sosok/sosok itu berikan.

Setelah mengarungi semua kejatuhan, pemilihan, pengutusan, pembuangan dan lainnya maka kita beroleh Perjanjian Yang Baharu, dengan konsep yang sama, dan Kristus sebagai pengesahan perjanjian yang baru itu (Markus 14:24).

dari berbagai sumber

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Laeku yang dikasihi Tuhan. Sungguh menarik posting lae ini, ini menggugah kesadaranku tetapi tidak dapat kukatakan tentang suatu Injil bernama Injil Barnabas. Untuk lae ketahui bahwa direntang waktu yg cukup lama penyusunan Alkitab dibuat ribuan orang dan ribuan tahun. Tetapi ada beberapa kitab kanon yg nyata-nyata di tolak kaum Kristiani tetapi malah berterima dikalangan dongan sileban ? Dan justru itu yg membuat perbedaan kedua kitab suci itu menjadi semakin sangat besar. Lelah juga lae, dalam meyakinkan saudara-saudara kita itu karena sumbernya sudah nyata-nyata berbeda walau kelihatan sama.

    • ya lae, apa yang dihadapi oleh orang beriman dari masa ke sama selalu sama…
      kemiripan-kemiripan, mirip tetapi tidak identik.

      yang membedakan adalah…antara lain dari Raja/raja yang memberi perjanjian, saksi yang mengesahkan perjanjian, rewards bagi yang menjalankan perjanjian d.l.s.

      kuatlah, bahwa ternyata apa yang kita hadapi sama dengan apa yang Musa hadapi, mungkin ia juga “kalau” punya internet akan diledek orang HET… karena undang2nya mirip2 hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: